Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Perspektif Security Dilemma di Kawasan Asia Timur: Transformasi Pertahanan dan Keamanan Jepang Antuli, Rezky Ramadhan; Ibnu Khaldun, Riady; Chaerul Anwar, M; Sajidin, Muhammad; Adi Wardhana, Danar Hafidz; Mausili, Dwi Rianisa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11025

Abstract

Modernisasi pertahanan dan keamanan militer negara-negara di kawasan Asia Timur menjadi sebuah dilemma keamanan di kawasan. Meningkatnya anggaran belanja militer Jepang dari tahun ke tahun merupakan kekhawatiran terhadap bangkitnya negara-negara lain dalam aspek militernya seperti China dan Korea Utara. Di sisi lain masih berlangsungnya sengketa-sengketa wilayah yang terjadi di kawasan Asia mengharuskan Jepang untuk terus melakukan transformasi pertahanan militernya. Berdasarkan konsep security dilemma tindakan yang di lakukan oleh satu negara menjadi sebuah ancaman bagi negara yang lainnya. Meskipun upaya yang dilakukan hanya sebatas upaya pertahanan namun akan di nilai sebagai tindakan ofensif yang akan mengancam keamanan nasionalnya. Peningkatan keamanan dan pertahanan militer China dan Korea Utara di pandang sebagai ancaman oleh Jepang sehingga membuat Jepang malakukan upaya yang sama. Hal inilah yang menciptakan dilemma keamanan kawasan Asia Timur yang berdampak pada stabilitas keamanan kawasan bahkan global.
Hubungan Supervisi dan Motivasi dengan Kepatuhan Perawat dalam Mengisi Form Re-Assessment Risiko Jatuh Taufik, Mohamad; Sajidin, Muhammad; Lestari, Indah; Saudah, Noer
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11848

Abstract

Kejadian insiden pasien jatuh disebabkan oleh ketidakpatuhan perawat dalam memberikan tindakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SPO) pencegahan risiko jatuh dengan melakukan re-assessment risiko jatuh. Perawat tidak patuh dalam pencegahan risiko jatuh dapat disebabkan oleh faktor supervisi yang jarang dilaksanakan, beban kerja yang tinggi, tidak adanya sistem reward dan punishment, tingkat pengetahuan perawat tentang re-assessment risiko jatuh yang belum pernah di evaluasi setelah adanya sosialisasi, dan motivasi perawat. Tujuan penelitian menganalisis hubungan supervisi dan motivasi dengan kepatuhan perawat dalam mengisi form re-assessment risiko jatuh di ruang rawat inap RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner The Manchester Clinical Supervision Scale (MCSS-26), kuesioner Herzberg dua faktor, lembar observasi form re-assessment risiko jatuh RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Analisis multivariat dengan uji regresi logistik untuk mengkorelasikan secara simultan beberapa variabel independen dengan variabel dependen yang jenis datanya kategorik dengan nilai p-value <0,05. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi logistik didapatkan; Nilai p-value signifikansi variabel supervisi sebesar 0.008 < 0.05 maka H1 diterima, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan supervisi dengan kepatuhan perawat. Nilai p-value signifikansi variabel motivasi sebesar 0.002 < 0.05 maka H1 diterima, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan motivasi dengan kepatuhan perawat. Apabila dilakukan supervisi dengan baik kepada perawat yang memiliki motivasi tinggi dapat diprediksikan perawat akan patuh dalam mengisi form re-assessment risiko jatuh.
Pengaruh Budaya Populer Di Kalangan Pemuda Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Budaya Komunitas Etnik (Studi Tentang Korean Wave Di Komunitas Suku Mandar, Provinsi Sulawesi Barat) Susanti, Eni; Mu’min, Mu’min; Mausili, Dwi Rianisa; Sajidin, Muhammad; Hafid, Abdul
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.88415

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya populer di kalangan pemuda dan implikasinya terhadap ketahanan budaya komunitas etnik (studi tentang Korean Wave di Komunitas Suku Mandar Provinsi Sulawesi Barat).Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2023 di Provinsi Sulawesi Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Forum Group Discussion (FGD), observasi dan studi pustaka. Informan dari penelitian ini adalah para pemuda yang berusia antara 16 – 30 tahun dengan kriteria informan merupakan fans Korean Wave dan bersuku asli mandar yang berdomisili di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Informan pada penelitian ini berjumlah 13 orang. Data yang diperoleh  dianalisis secara deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa masuknya kebudayaan korean wave tidak memberikan pengaruh terhadap ketahanan budaya Mandar di kalangan pemuda di Provinsi Sulawesi Barat. Informan dalam penelitian ini masih mampu  menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kebudayaan mandar seperti kepandaian berbahasa Mandar, nilai-nilai malaqbiq, makanan khas, baju adat serta macam-macam kebudayaan yang ada di tanah Mandar. Ini membuktikan bahwa mereka tidak melupakan kebudayaannya sendiri walaupun masih terdapat beberapa informan yang tidak lancar berbahasa mandar, tidak paham mengenai nilai-nilai malaqbiq di tanah Mandar, dan sedikit kebudayaan yang masih diingat. Namun  secara keseluruhan informan masih mengetahui budaya asli Mandar seiring dengan masuknya budaya korean wave, hal ini dikarenakan lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat yang masih menerapkan budaya Mandar dalam kehidupannya sehari-hari. Bahkan dengan adanya korean wave mereka lebih termotivasi dan semangat dalam mengejar impiannya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa masuknya kebudayaan korean wave tidak memberikan pengaruh negatif terhadap ketahanan budaya Mandar di kalangan pemuda di Provinsi Sulawesi Barat.
Food security as a pillar of regional resilience: A study of social resilience among coastal and agricultural communities to stunting in Majene Sajidin, Muhammad; Ernanda, Adli Putra; Sulthan, Muhammad; Mu’min, Mu’min
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2026): In Press
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v12i1.20616

Abstract

This study aims to analyze the role of food security as a pillar of regional resilience by examining the social resilience of coastal and agricultural communities in addressing stunting problems in Majene Regency. Food security is not only understood as food availability, but also as a key foundation for human development and regional resilience, particularly in geographically and socioeconomically vulnerable areas. The research involved two main communities: fishermen groups in Tamo Village representing coastal communities, and farmer groups in Pamboborang Village representing agricultural communities. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, field observations, and local document analysis. The findings reveal that social resilience—reflected in mutual cooperation, local food management, and crisis adaptation—significantly contributes to strengthening household food security and reducing the risk of stunting in children. However, challenges persist, including limited access to nutritious food, lack of health education, and inadequate institutional support. This study confirms that community-based food security can serve as an effective strategy to enhance regional resilience. Therefore, policy interventions that integrate social, economic, and cultural approaches are urgently needed to strengthen food security systems and reduce the prevalence of stunting in coastal and agricultural areas of Majene Regency.
Ancaman Penyakit Hewan Menular Terhadap Ketahanan Nasional: Tantangan dan Strategi Mitigasi Susanti, Eni; Hafid, Abdul; Sajidin, Muhammad; Mausili, Dwi Rianisa; Cahyani, Annisa Putri; Kurnia, Dihan; Nurhayati, Dwi; Sukoco, Hendro
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i4.4992

Abstract

Infectious animal diseases are increasingly exhibiting complex and transboundary patterns of spread, potentially disrupting food security, the economy, and public health. This study aims to identify and analyze the potential threats of infectious animal diseases to national resilience. The method used is a descriptive qualitative literature study through a review of scientific literature, policy documents, and reports from national and international institutions to map the relationship between the dynamics of infectious animal diseases and the pillars of national resilience. The results show that disease outbreaks such as foot-and-mouth disease, avian influenza, rabies, and tuberculosis have a significant impact on livestock productivity, the food supply chain, community social behavior, and the burden on the health system. Significant economic losses, increased zoonotic risks, and disruptions to socio-economic stability demonstrate that infectious animal diseases pose a multidimensional threat to food security, economic security, social security, and national security. These findings emphasize the need for a One Health-based mitigation strategy through strengthening integrated surveillance, increasing laboratory capacity, implementing biosecurity, adapting outbreak responses, and optimizing vaccination. This study contributes to strengthening national resilience policies by emphasizing the importance of cross-sectoral coordination in preventing and controlling infectious animal diseases as part of national biosecurity and stability.