Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Miniatur Kapal Berdasar Standar Desain Berbahan Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) untuk Kelompok Pengrajin di Wilayah Pantai Situbondo Utomo, Agung Prasetyo; Apriani, Mirna; Ruddianto, Ruddianto; Suhardjito, Gaguk; Wibawa, I Putu Arta; Nugraha, Anggara Trisna; Cahyono, Luqman
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 2 (2023): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i2.3808

Abstract

Pergerakan ekonomi masyarakat wilayah pesisir Situbondo didominasi oleh pemanfaatan budidaya hasil laut dan sektor pariwisata. Pemanfaatan budidaya hasil laut sangat dipengaruhi oleh kondisi alam namun lain halnya dengan masyarakat yang bergerak dalam sektor pariwisata, Masyarakat dari sektor wisata tetap memiliki penghasilan harian dari produk produk yang mereka kerjakan, seperti para pengerajin souvenir. Namun produk yang mereka jual memiliki nilai jual yang tidak sebanding dengan proses pengerjaan yang mereka lakukkan. Contohnya adalah pembuatan miniatur kapal, dimana proses pengerjaannya membutuhkan ketelitian dan kesabaran serta masih dilakukan secara otodidak yang lama untuk mendapatakan produk yang baik. Proses yang panjang dan rumit ini tidak sebanding dengan harga jual miniatur kapal yang murah di pasaran. Beberapa penyebab dari permasalahan tersebut adalah meningkatnya harga dan sulitnya material kayu yang digunakan. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan kepada masyarakat di kawasan pesisir, agar dapat mendukung keanekaragaman produk dari sektor pariwisata dengan cara memberikan informasi terkait proses pembuatan miniatur kapal dengan standard desain dan material alternatif. Kegiatan dimulai dengan scale down dilakukan dengan perbandingan 1:25 dari ukuran kapal sebenarnya. Metode yang digunakan berupa ceramah tatap muka, pemutaran video, diskusi tanya jawab dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan mould (cetakan) lambung kapal hingga finishing kapal secara utuh. Setelah kegiatan penyampaian materi dilanjutkan dengan peragaan oleh trainer dan praktik oleh masyarakat sebagai peserta pelatihan. Proses evaluasi kegiatan menggunakan metode kualitatif dengan membandingkan hasil praktik masyarakat dengan cetakan yang telah dibuat sebagai contoh. Melalui kegiatan ini telah dihasilkan dua cetakan dari masing-masing kelompok peserta serta satu buah miniatur kapal utuh.
WORKSHOP ONLINE PEMBUATAN KAPAL KECIL UNTUK NELAYAN DI KABUPATEN SITUBONDO Ruddianto, Ruddianto; Utomo, Agung Prasetyo; Sumardiono, Sumardiono; Abdullah, Kharis; Wulandari, Kiki Dwi
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2021): JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v5i1.957

Abstract

Nelayan Indonesia yang terdata pada Satu Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) per 23 Maret 2020 berjumlah 1.459.874 orang. Pada data yang dirilis oleh Ditjen Perikanan Tangkap jumlah kapal di bawah 5 GT sebanyak 115.814 unit, kapal 5-10 GT sebanyak 35.988 unit, kapal 10-20 GT sebanyak 9.790 unit. Berikutnya kapal 20-30 GT sebanyak 6.481 unit, kapal 30-50 GT sebanyak 805 unit, kapal 50-100 GT sebanyak 2.008 unit, kapal 100-200 GT sebanyak 847 unit dan di atas 200 GT ada 11 unit. Dengan data yang ada, bisa dilihat bahwasanya nelayan di Indonesia masih banyak menggunakan kapal kecil sebagai sarana untuk melakukan penangkapan ikan di laut, dan dikategorikan sebagai nelayan kecil. Dalam upaya peningkatan kemandirian masyarakat nelayan untuk membuat kapal kecil berbahan fiberglass, tim pengabdian masyarakat PPNS menggandeng pihak Industri Galangan Kapal fiberglass yaitu PT. Samudra Sinar Abadi (SSA) serta Pihak Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo, mengadakan pengabdian masayarakat berupa pelatihan bagi nelayan khususnya masyarakat nelayan Kabupaten Situbondo tentang pembuatan kapal kecil berbahan fiberglass yang dilakukan secara online dan offline. Kegiatan ini dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan penyelenggaraan kegiatan pada masa pandemi Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara daring yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Antusias dalam pelaksanaan kegiatan sangat baik. Ini dapat dilihat dari hasil kuisioner umpan balik (feed back) yang dilakukan oleh peserta secara daring (73 orang) dan luring (15 orang) mendapatkan hasil dimana rata-rata nilai indikator kesesuaian workshop di atas 86%, serta usulan kegiatan lanjutan dengan praktek langsung diatas angka 78%.
PELATIHAN PEMBUATAN TERUMBU BUATAN BERBASIS ECO-FRIENDLY SEBAGAI SARANA REHABILITASI TERUMBU KARANG DI DAERAH PANTAI WISATA PASIR PUTIH, SITUBONDO Utomo, Agung Prasetyo; Apriani, Mirna; Ruddianto, Ruddianto; Cahyono, Luqman; Nugraha, Anggara Trisna; Nugroho, Mochammad Ilham
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v5i2.1340

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia, hal ini disebabkan karena adanya keunikan topografi dasar laut Indonesia. Salah satu keanekaragaman spesies yang ada adalah 950 biota terumbu karang sebagai habitat dan ekosistem laut. Terumbu karang berfungsi sebagai tempat memijah biota laut, pelindung gempuran ombak bagi pantai dan bernilai estetika. Pantai wisata Pasir Putih Situbondo termasuk andalan tempat wisata di Jawa Timur. Pantai ini memiliki terumbu karang yang berada pada nilai 23-49% yang termasuk ke dalam kategori rendah. Pantai di Situbondo ini memiliki dua site dalam kondisi baik dan dua site dalam kondisi cukup. Agar kondisi terumbu karang meningkat menjadi kategori sangat baik dan mencegah adanya kerusakan, diperlukan upaya untuk melakukan rehabilitasi. Salah satu upaya dapat dilakukan menggunakan terumbu karang buatan dari cangkang kerang dan beton yang dihasilkan dari masyarakat sekitar pantai. Pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan untuk mendukung pelestarian terumbu karang yang dapat mempengaruhi keberadaan ikan dan biota laut lainnya. Pemberdayaan masyarakat ini difokuskan pada aktivis lingkungan, kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas), serta masyarakat di daerah lingkungan wisata Pasir Putih diawali dengan pembekalan pengalaman dan ketrampilan dalam pembuatan terumbu karang berbasis eco-friendly. Kegiatan meliputi penyampaian materi secara hybrid (luring dan daring), praktik pembuatan terumbu buatan, penenggelaman hasil terumbu buatan dan monitoring.
Analisis Kekuatan dan Potensi Resonansi pada Pondasi Diesel Generator Menggunakan Metode Elemen Hingga Qoniah Ardelia; Nugroho, Priyambodo Nur Ardi; Agung Prasetyo Utomo
Infotekmesin Vol 16 No 2 (2025): Infotekmesin: Juli 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v16i2.2049

Abstract

The ship’s electrical system heavily relies on a safe and reliable diesel generator foundation. However, many foundation designs currently used in the industry have not been comprehensively validated against classification standards, nor analyzed for resonance potential and fatigue life. This study aims to develop a diesel generator foundation design that complies with ship structural safety standards based on Lloyd’s Register (LR) regulations. The methods used include 3D modeling, structural and resonance analysis using the Finite Element Method (FEM), and validation through manual calculations. The results show that the initial design does not meet safety standards, while the LR-based design yields a maximum stress of 164.01 MPa and a maximum deformation of 0.99981 mm, with a fatigue life reaching 28 years. Both designs indicate no potential for resonance. This study recommends the LR-based foundation design as the optimal solution to ensure structural integrity, long service life, and compliance with maritime safety regulations.
Speed Adjustment on Variable Frequency Induction Motor Using PLC for Automatic Polishing Machine Utomo, Agung Prasetyo; Nugraha, Anggara Trisna; Zakariz, Naufal Praska
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 3 No. 2 (2021): May
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijeeemi.v3i2.200

Abstract

PT. ROFENTI KARSA TAMA is a ceramic industry that produces products in the form of ceramics from natural stone which are addressed in Winong GEMPOL Village - MALANG. To produce a perfect ceramic process requires absolutely reliable electrical and mechanical equipment. In an automatic system a frequency converter is used as a speed regulator, because in a manual system using a grinder, the capacity is only 0.57Kw (kilowatts), and the production effect is not good. Therefore, the purpose of this study is to design an automatic polishing machine using a PLC-based converter. Based on the PLC, the capacity is 5 or 5 Kw (kilowatts). This system can increase ceramic output and improve quality. In this case, assuming that the operator usually uses an automatic system to complete the work of the three operators, the polishing machine production costs can be reduced. Through system improvement, production quality can be improved, manual polishing operators can only produce 480 pieces per day, while the automatic system can produce 1,536 pieces. One day, the polishing operator will save production costs of Rp 2.7 million per month
Design of Charger Controller on Wind Energy Power Plant with Arduino Uno Based on Pi Controller Nugraha, Anggara Trisna; Pambudi, Dwi Sasmita Aji; Utomo, Agung Prasetyo; Priyambodo, Dadang
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 3 No. 4 (2021): November
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijeeemi.v3i3.214

Abstract

Technological developments are increasing every day. Most human activities do not escape the use of electrical energy. The increase in world fuel oil and its scarcity has led to many new innovations, one of which is the use of renewable energy. The most widely used renewable energy is solar, wind, and hydro energy. In order to support the effectiveness of the generator, a charger controller is needed to maintain battery performance. In this accumulator, the maximum voltage required to charge is 14.4 Volts. The problem that arises is how the voltage generated from the generator does not match the voltage required in the battery charging process. From this problem, a charger controller with a buck converter circuit with the PI method was made to stabilize the output voltage for charging. The aim o this study is to make a battery charger that can stabilize the level voltage of the battery charger. From the research, it was found that the efficiency value of the charger controller is 83-95%, and the average error percentage is 1.373%. For this reason, it can be concluded that the charge controller has good performance in terms of efficiency and percentage of output voltage error. The charger controller is expected to maintain battery performance and the lifetime of the battery
PELATIHAN PEMANFAATAN MINYAK BERLEBIH DAN TERSISA MENJADI LILIN RELAKSASI SEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG EKONOMI SIRKULAR DAN PENGELOLAAN LIMBAH BERKELANJUTAN Utomo, Agung Prasetyo; Cahyono, Luqman; Fahmi, M Rizal; Apriani, Mirna; Nugraha, Anggara Trisna; Tiyasmihadi, Tri; Suhardjito, Gaguk; Ningrum, Dwi Setia
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i2.6391

Abstract

Minyak dari sisa penggorengan atau disebut minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sering dibuang secara sembarangan, hal ini berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan data Publikasi Indonesia Oilseeds and Products Annual 2019, konsumsi minyak goreng rumah tangga Indonesia mencapai 16,2 miliar liter atau setara dengan 13 juta ton. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 3 juta ton limbah minyak goreng per tahun, yang sebagian besar dibuang sembarangan sehingga mencemari tanah dan perairan. Di sisi lain, minyak jelantah memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin Beraroma Relaksasi. Inovasi pemanfaatan minyak berlebih dan tersisa (MELISA) menjadi lilin Beraroma Relaksasi tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola limbah sisa minyak menjadi lilin Beraroma Relaksasi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi dampak negatif dari limbah minyak tersebut. Sasaran pelatihan ini merupakan ibu-ibu dharma wanita di SMK Negeri 3 Buduran Sidoarjo. Adapun metode pelatihan ini meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam proses pembuatan lilin Beraroma Relaksasi berbasis minyak jelantah. Produk yang dihasilkan sudah sama dengan produk lilin dipasaran, hal ini menunjukan potensi untuk dikembangkan secara komersial cukup layak dan masyarakat muncul kesadaran terhadap pengelolaan limbah berkelanjutan.
PEMANFAATAN SABUT KELAPA SEBAGAI PEWARNA ALAMI BATIK BAGI MASYARAKAT KELURAHAN SEMBUNGHARJO KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Mariana, Novita; Utomo, Agung Prasetyo; Redjeki, Rara Sriartati; Santoso, Dwi Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi Vol 2 No 1 (2021): VOLUME 2. NO 1. APRIL 2021
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/abdimastek.v2i1.1119

Abstract

Bahan pewarna alami umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti kayu, kulit kayu, akar, kulit akar, biji, kulit biji, daun, maupun bunga. Proses pewarnaan dengan menggunakan zat warna alam memang lebih rumit jika dibandingkan dengan menggunakan zat pewarna sintetis dan warna-warna yang dihasilkan memang cenderung menjadi lembut serta bersifat unik dan eksklusif dikarenakan karakteristik dari tumbuhan dan faktor lingkungan lah yang mempengaruhinya. Lingkungan di Wilayah Kelurahan Sembungharjo terkenal dengan tanaman pohon kelapa. Dimana hampir di setiap halaman depan atau belakang rumah penduduk memiliki tanaman pohon kelapa. Penduduk setempat menjual buah kelapa dan membuang sabut kelapanya, sehingga semakin banyak limbah sabut kelapa. Dengan semakin banyaknya limbah sabut kelapa, maka limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alam untuk pembuatan batik. Proses pewarnaan kain batik umumnya dilakukan dengan menggunakan pewarna kimia. Dengan menggunakan pewarna alam ini, proses pembuatan batik tentunya menjadi lebih ramah lingkungan. 
PELATIHAN PEMBUATAN KAPAL FRP DENGAN METODE STITCH AND GLUED UNTUK ANGGOTA POLISI AIR TIMOR LESTE I Putu Arta Wibawa; Agung Prasetyo Utomo; Rachmad Tri Soelistijono; Ruddianto Ruddianto; Aang Wahidin; Mohamad Hakam; Mohammad Abu Jami’in; Miftachudin Miftachudin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30054

Abstract

Abstrak: Kepolisian Air Timor Leste memiliki armada kapal patroli yang bertugas mengawasi dan mengamankan perairan Timor Leste dari berbagai potensi kejahatan di laut. Selama ini kapal-kapal patroli didatangkan dari Indonesia, karena keterbatasan galangan kapal lokal, termasuk untuk kapal-kapal berbahan Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP). Berangkat dari hal tersebut, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) mengadakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional dalam bentuk pelatihan pembuatan kapal FRP untuk anggota Kepolisian Air Timor Leste. Tujuan dari program PkM Internasional ini adalah memberikan ketrampilan teknis kepada anggota Kepolisian Air Timor Leste dalam pembuatan dan perawatan kapal-kapal berbahan FRP. Bentuk pelatihannya adalah praktik langsung pembuatan kapal FRP dengan metode Stitch and Glue, dengan ukuran kapal yaitu panjang 2 meter, lebar 1 meter dan tinggi 0,4 meter. Pelatihan diikuti oleh 6 (enam) orang anggota Polisi Air Timor Leste selama 5 hari di Kampus PPNS. Evaluasi terhadap pemenuhan tujuan pelatihan dilakukan dengan observasi terhadap capaian ketrampilan peserta dalam pembuatan kapal berbahan FRP. Luaran dari PkM ini adalah 1 Unit kapal FRP dan ketrampilan teknis pembangunan kapal FRP oleh peserta dari anggota Polisi Air Timor Leste.Abstract: The Timor Leste Coast Guard has patrol boats for monitoring and securing the waters of Timor Leste. Most of the boats have been imported from Indonesia, due to the limited availability of local boatyards. Based on these circumstances, the Surabaya Shipbuilding State Polytechnic (PPNS) held an International Community Service program for the Timor Leste Coast Guard officers. The purpose of this program is to develop competency in the boatbuilding and maintenance of FRP boats. The training was conducted in the form of boatbuilding practices in making FRP boats using the Stitch and Glue method, with the boat dimension of 2 meters length, 1 meter wide and 0.4 meters height. The training was attended by 6 (six) officers of the Timor Leste Coast Guard for 5 days at the PPNS Campus. Evaluation of the fulfillment of training objectives is carried out by observing the achievement of participant skills in making FRP ships. The output of this program was 1 unit of FRP boat and technical skills in FRP boatbuilding of the Timor Leste Coast Guards Officers.
Co-Authors Aang Wahidin Abdullah, Kharis Achmad Fatoni Achmad Fauzi Adhi Setiawan Ahmad Andrei Setiawan Ahmad, Mahasin Maulana Alfi Tranggono Agus Salim Ananda Augista Firtsanti Andiana, Rocky Anggara Trisna Nugraha Anggara Trisna Nugraha Arninputranto, Wibowo Arum Putri Nur Romadhoni Cahyono, Luqman Dadang Priyambodo Dadang Priyambodo Desita Ramadona Syah Putri Desita Romadona Syah Putri Dewi Kurniasih Diego Ilham Yoga Adna Dony Saputra Dwi Budi Santoso Dwi Budi Santoso Dwi Sasmita Aji Pambudi Fahmi, M Rizal Fauzan Kholistya Hanif Fitri Hardiyanti Gaguk Suhardjito Ghea Abbyah Nur Gusma Hamdana Putra Hendro Agus Widodo, Hendro Agus I Putu Arta Wibawa Inas Aidah Fikriyah Inas Aidah Fikriyah Inayatul Wulandari Indarto Yuwono Jovial Auliya Furqan Kusminah, Imah Luluk Kusuma, George Endri Luqman Cahyono Luqman Cahyono Luqman Cahyono M. Rizal Fahmi M. Rizal Fahmi Mardi Santoso Mayda Zita Aliem Tiwana Mayda Zita Aliem Tiwana Miftachudin Miftachudin Miftachudin Miftachudin, Miftachudin Mirna Apriani Mohamad Hakam Mohammad Abu Jami’in Muhammad Zainal Mahfud Nabillah Rodhifatul Jannah Nabillah Rodhifatul Jannah Nindyapuspa, Ayu Ningrum, Dwi Setia Novi Eka Mayangsari Novita Mariana Nugroho, Mochammad Ilham Nugroho, Priyambodo Nur Ardi Ponti Almas Karamina Primaningtyas, Widya Emilia Priyambodo, Dadang Putri Nabiilah Anwar Putri Nabiilah Anwar Qoniah Ardelia Rara Sri Artati Redjeki Ratriana Lia Monalisa Ravi, Alwy Muhammad Rizki Aris Setyawan Rizki Medy Prasetyo Ruddianto Ruddianto Ruddianto Ruddianto Ruddianto, Ruddianto Septaviola Dini Utami Setiyoko, Annas Singgih Soelistijono, Rachmad Tri Sumardiono Sumardiono, Sumardiono Syafiuddin Syafiuddin Tiyasmihadi, Tri Tjahyonowatie, Sri Tri Utami Umar Muchtar Vira Fadilah Qurani Wibawa, I Putu Arta Wulandari, Kiki Dwi Yulia Riska Dwi Sinta Yulia Riska Dwi Sinta Zakariz, Naufal Praska