Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN TERUMBU BUATAN BERBASIS ECO-FRIENDLY SEBAGAI SARANA REHABILITASI TERUMBU KARANG DI DAERAH PANTAI WISATA PASIR PUTIH, SITUBONDO Utomo, Agung Prasetyo; Apriani, Mirna; Ruddianto, Ruddianto; Cahyono, Luqman; Nugraha, Anggara Trisna; Nugroho, Mochammad Ilham
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v5i2.1340

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia, hal ini disebabkan karena adanya keunikan topografi dasar laut Indonesia. Salah satu keanekaragaman spesies yang ada adalah 950 biota terumbu karang sebagai habitat dan ekosistem laut. Terumbu karang berfungsi sebagai tempat memijah biota laut, pelindung gempuran ombak bagi pantai dan bernilai estetika. Pantai wisata Pasir Putih Situbondo termasuk andalan tempat wisata di Jawa Timur. Pantai ini memiliki terumbu karang yang berada pada nilai 23-49% yang termasuk ke dalam kategori rendah. Pantai di Situbondo ini memiliki dua site dalam kondisi baik dan dua site dalam kondisi cukup. Agar kondisi terumbu karang meningkat menjadi kategori sangat baik dan mencegah adanya kerusakan, diperlukan upaya untuk melakukan rehabilitasi. Salah satu upaya dapat dilakukan menggunakan terumbu karang buatan dari cangkang kerang dan beton yang dihasilkan dari masyarakat sekitar pantai. Pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan untuk mendukung pelestarian terumbu karang yang dapat mempengaruhi keberadaan ikan dan biota laut lainnya. Pemberdayaan masyarakat ini difokuskan pada aktivis lingkungan, kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas), serta masyarakat di daerah lingkungan wisata Pasir Putih diawali dengan pembekalan pengalaman dan ketrampilan dalam pembuatan terumbu karang berbasis eco-friendly. Kegiatan meliputi penyampaian materi secara hybrid (luring dan daring), praktik pembuatan terumbu buatan, penenggelaman hasil terumbu buatan dan monitoring.
Analisis Kekuatan dan Potensi Resonansi pada Pondasi Diesel Generator Menggunakan Metode Elemen Hingga Qoniah Ardelia; Priyambodo Nur Ardi Nugroho; Agung Prasetyo Utomo
Infotekmesin Vol 16 No 2 (2025): Infotekmesin: Juli 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v16i2.2049

Abstract

The ship’s electrical system heavily relies on a safe and reliable diesel generator foundation. However, many foundation designs currently used in the industry have not been comprehensively validated against classification standards, nor analyzed for resonance potential and fatigue life. This study aims to develop a diesel generator foundation design that complies with ship structural safety standards based on Lloyd’s Register (LR) regulations. The methods used include 3D modeling, structural and resonance analysis using the Finite Element Method (FEM), and validation through manual calculations. The results show that the initial design does not meet safety standards, while the LR-based design yields a maximum stress of 164.01 MPa and a maximum deformation of 0.99981 mm, with a fatigue life reaching 28 years. Both designs indicate no potential for resonance. This study recommends the LR-based foundation design as the optimal solution to ensure structural integrity, long service life, and compliance with maritime safety regulations.
Speed Adjustment on Variable Frequency Induction Motor Using PLC for Automatic Polishing Machine Utomo, Agung Prasetyo; Nugraha, Anggara Trisna; Zakariz, Naufal Praska
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 3 No. 2 (2021): May
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijeeemi.v3i2.200

Abstract

PT. ROFENTI KARSA TAMA is a ceramic industry that produces products in the form of ceramics from natural stone which are addressed in Winong GEMPOL Village - MALANG. To produce a perfect ceramic process requires absolutely reliable electrical and mechanical equipment. In an automatic system a frequency converter is used as a speed regulator, because in a manual system using a grinder, the capacity is only 0.57Kw (kilowatts), and the production effect is not good. Therefore, the purpose of this study is to design an automatic polishing machine using a PLC-based converter. Based on the PLC, the capacity is 5 or 5 Kw (kilowatts). This system can increase ceramic output and improve quality. In this case, assuming that the operator usually uses an automatic system to complete the work of the three operators, the polishing machine production costs can be reduced. Through system improvement, production quality can be improved, manual polishing operators can only produce 480 pieces per day, while the automatic system can produce 1,536 pieces. One day, the polishing operator will save production costs of Rp 2.7 million per month
Design of Charger Controller on Wind Energy Power Plant with Arduino Uno Based on Pi Controller Nugraha, Anggara Trisna; Pambudi, Dwi Sasmita Aji; Utomo, Agung Prasetyo; Priyambodo, Dadang
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 3 No. 4 (2021): November
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijeeemi.v3i3.214

Abstract

Technological developments are increasing every day. Most human activities do not escape the use of electrical energy. The increase in world fuel oil and its scarcity has led to many new innovations, one of which is the use of renewable energy. The most widely used renewable energy is solar, wind, and hydro energy. In order to support the effectiveness of the generator, a charger controller is needed to maintain battery performance. In this accumulator, the maximum voltage required to charge is 14.4 Volts. The problem that arises is how the voltage generated from the generator does not match the voltage required in the battery charging process. From this problem, a charger controller with a buck converter circuit with the PI method was made to stabilize the output voltage for charging. The aim o this study is to make a battery charger that can stabilize the level voltage of the battery charger. From the research, it was found that the efficiency value of the charger controller is 83-95%, and the average error percentage is 1.373%. For this reason, it can be concluded that the charge controller has good performance in terms of efficiency and percentage of output voltage error. The charger controller is expected to maintain battery performance and the lifetime of the battery
PEMANFAATAN SABUT KELAPA SEBAGAI PEWARNA ALAMI BATIK BAGI MASYARAKAT KELURAHAN SEMBUNGHARJO KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Mariana, Novita; Utomo, Agung Prasetyo; Redjeki, Rara Sriartati; Santoso, Dwi Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi Vol 2 No 1 (2021): VOLUME 2. NO 1. APRIL 2021
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/abdimastek.v2i1.1119

Abstract

Bahan pewarna alami umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti kayu, kulit kayu, akar, kulit akar, biji, kulit biji, daun, maupun bunga. Proses pewarnaan dengan menggunakan zat warna alam memang lebih rumit jika dibandingkan dengan menggunakan zat pewarna sintetis dan warna-warna yang dihasilkan memang cenderung menjadi lembut serta bersifat unik dan eksklusif dikarenakan karakteristik dari tumbuhan dan faktor lingkungan lah yang mempengaruhinya. Lingkungan di Wilayah Kelurahan Sembungharjo terkenal dengan tanaman pohon kelapa. Dimana hampir di setiap halaman depan atau belakang rumah penduduk memiliki tanaman pohon kelapa. Penduduk setempat menjual buah kelapa dan membuang sabut kelapanya, sehingga semakin banyak limbah sabut kelapa. Dengan semakin banyaknya limbah sabut kelapa, maka limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alam untuk pembuatan batik. Proses pewarnaan kain batik umumnya dilakukan dengan menggunakan pewarna kimia. Dengan menggunakan pewarna alam ini, proses pembuatan batik tentunya menjadi lebih ramah lingkungan. 
Eco-Friendly Cellular Lightweight Concrete Partition Walls Using Sandblasting Waste for Seismic Mitigation Cahyono, Luqman; Dermawan, Denny; Pratiwi, Wiwik Dwi; Widiana, Dika Rahayu; Utomo, Agung Prasetyo; Fahmi, M. Rizal; Rosalina, Amanda; Suroidah, Eva Nur; Carina, Annisa; Oktaviastuti, Blima
Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1 (2026): Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2026.020.01.10

Abstract

The increasing demand for efficient construction materials has driven the popularity of lightweight bricks in the last decade. On the other hand, ship repair activities generate sandblasting waste, amounting to 2.5–3 million tons per year, which contains heavy metals and corrosive residues, and is therefore categorized as B3 waste. This study aims to transform sandblasting waste into environmentally friendly partition walls that support earthquake and fire disaster mitigation by formulating lightweight bricks of the Cellular Lightweight Concrete (CLC) type through the modification of foam agents and the substitution of fine aggregates. Initial studies, conducted through interviews at one of the shipyards, revealed an average monthly generation of sandblasting waste of 12,100 kg. This study combines laboratory experiments and a literature review to examine material properties, including gradation, specific gravity, water absorption, and metal content (XRF–TCLP), as well as to evaluate compressive strength, density, and potential applications in earthquake disaster mitigation. The characterization results indicate that the sandblasting waste meets the gradation requirements specified in SNI 03-2834-2000 and passes physical tests according to SNI 03-1970-2008, with heavy metal content (Ba, Zn, Cu) below the threshold set in PP No. 22 of 2021. Lightweight bricks are made with a composition ratio of 1:1 cement and sandblasting waste, and variations in the foam agent range from 5% to 12.5%. The best formula, according to SNI 8640-2018, is obtained at a foam agent content of 5%, resulting in a compressive strength of 7.28 MPa and a density of 1,283.33 kg/m³, which is lighter than concrete blocks and red bricks. From an earthquake mitigation perspective, it was found that lighter material weight contributed to reducing inertial forces and loads on the structure, thereby enhancing resistance to initial collapse and facilitating ease of dismantling during post-earthquake evacuation. These findings indicate that sandblasting waste has the potential to be processed into environmentally friendly alternative construction materials that not only meet technical standards but also contribute to earthquake risk mitigation strategies.
TIME RISK ANALYSIS OF IMPLEMENTATION SELF-MANAGED COMMUNITY PROJECT IN BANGIL – KALIANYAR VILLAGE Luqman Cahyono; Mirna Apriani; Anggara Trisna Nugraha; Agung Prasetyo Utomo
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.633 KB) | DOI: 10.21009/jpensil.v11i2.25078

Abstract

Self-managed project through of KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) program managed by Lembaga Keswadayaan Masyarakat Abdi Karya Amanah Kalianyar - Bangil Village received around 1 billion funds from Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat. The implementation of self-managed projects is carried out entirely by the community with less knowledge regarding building construction. The research objective is to identify and analyze time risks in implementing community self-managed projects. The data analysis method used is literature study, observation, average analysis, risk analysis and risk matrix preparation. The results of the analysis show that there are 20 risk variables with the highest ranking being low labor productivity where the measurement scale is likely to occur >60–80% and the risk impact on time is >7-30 days from the duration of the project, then the risk response decision "Avoidance" risk must be avoided.
PELATIHAN PEMBUATAN KAPAL FRP DENGAN METODE STITCH AND GLUED UNTUK ANGGOTA POLISI AIR TIMOR LESTE I Putu Arta Wibawa; Agung Prasetyo Utomo; Rachmad Tri Soelistijono; Ruddianto Ruddianto; Aang Wahidin; Mohamad Hakam; Mohammad Abu Jami’in; Miftachudin Miftachudin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30054

Abstract

Abstrak: Kepolisian Air Timor Leste memiliki armada kapal patroli yang bertugas mengawasi dan mengamankan perairan Timor Leste dari berbagai potensi kejahatan di laut. Selama ini kapal-kapal patroli didatangkan dari Indonesia, karena keterbatasan galangan kapal lokal, termasuk untuk kapal-kapal berbahan Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP). Berangkat dari hal tersebut, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) mengadakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional dalam bentuk pelatihan pembuatan kapal FRP untuk anggota Kepolisian Air Timor Leste. Tujuan dari program PkM Internasional ini adalah memberikan ketrampilan teknis kepada anggota Kepolisian Air Timor Leste dalam pembuatan dan perawatan kapal-kapal berbahan FRP. Bentuk pelatihannya adalah praktik langsung pembuatan kapal FRP dengan metode Stitch and Glue, dengan ukuran kapal yaitu panjang 2 meter, lebar 1 meter dan tinggi 0,4 meter. Pelatihan diikuti oleh 6 (enam) orang anggota Polisi Air Timor Leste selama 5 hari di Kampus PPNS. Evaluasi terhadap pemenuhan tujuan pelatihan dilakukan dengan observasi terhadap capaian ketrampilan peserta dalam pembuatan kapal berbahan FRP. Luaran dari PkM ini adalah 1 Unit kapal FRP dan ketrampilan teknis pembangunan kapal FRP oleh peserta dari anggota Polisi Air Timor Leste.Abstract: The Timor Leste Coast Guard has patrol boats for monitoring and securing the waters of Timor Leste. Most of the boats have been imported from Indonesia, due to the limited availability of local boatyards. Based on these circumstances, the Surabaya Shipbuilding State Polytechnic (PPNS) held an International Community Service program for the Timor Leste Coast Guard officers. The purpose of this program is to develop competency in the boatbuilding and maintenance of FRP boats. The training was conducted in the form of boatbuilding practices in making FRP boats using the Stitch and Glue method, with the boat dimension of 2 meters length, 1 meter wide and 0.4 meters height. The training was attended by 6 (six) officers of the Timor Leste Coast Guard for 5 days at the PPNS Campus. Evaluation of the fulfillment of training objectives is carried out by observing the achievement of participant skills in making FRP ships. The output of this program was 1 unit of FRP boat and technical skills in FRP boatbuilding of the Timor Leste Coast Guards Officers.
PELATIHAN PEMBUATAN KAPAL SPEED BOAT BERSAMA MAHASISWA ASING DAN KELOMPOK NELAYAN KENJERAN SURABAYA SEBAGAI UPAYA MITIGASI KECELAKAAN KAPAL Agung Prasetyo Utomo; I Putu Arta Wibawa; Miftachudin Miftachudin; Annas Singgih Setiyoko; Wibowo Arninputranto; Fitri Hardiyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31644

Abstract

Abstrak: Kawasan Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya merupakan komunitas pesisir dengan jumlah nelayan yang cukup besar dan berada di area strategis namun rawan kecelakaan laut, kawasan tersebut termasuk dalam sekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Minimnya kapal tanggap darurat menjadi latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan solusi mitigasi kecelakaan laut melalui pelatihan kepada peserta baik secara softskill yakni berupa pembekalan materi terkait kriteria dalam proses desain kapal, material penyusun serta aspek kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk peningkatan dari segi hardskill yakni tentang proses produksi pembuatan kapal speed boat berbahan Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) sesuai rules/standart yang berlaku. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dengan melibatkan 10 orang mahasiswa asing peserta Summer Camp serta 6 orang kelompok nelayan lokal Kenjeran Surabaya dengan total peserta sebanyak 16 orang. Metode pelaksanaan meliputi pengenalan desain kapal dan perancangan kapal (spiral design) material penyusun dan proses produksi, hingga pembuatan kapal secara langsung dengan menggunakan metode hand lay-up yang dilakukan selama 5 hari. Produk akhir berupa kapal speed boat sepanjang 5,05 meter ini diserahkan kepada nelayan Kenjeran sebagai sarana kesiapsiagaan maritim. Kegiatan ini juga berperan sebagai ajang kolaborasi internasional dan promosi keunggulan PPNS dalam bidang perkapalan. Pelatihan ini memberikan peningkatan pemahaman dan kompetensi teknis kepada peserta Summer Camp serta kelompok nelayan lokal dengan peningkatan nilai siginifikan terlihat dari semua indiator baik pemahaman materi dengan peningkatan rata-rata sebesar 56,6% serta peningkatan kompetensi keterampilan peserta yakni sebesar 60,8% dalam proses pembangunan kapal FRP sesuai standard yang sebelumnya hanya sebagai pengguna dan bekal untuk berwirausaha dalam bidang pembuatan kapal FRP.Abstract: The Tambak Wedi area in Kenjeran, Surabaya, is a coastal community with a significant number of fishermen and is located in a strategic yet high-risk zone for maritime accidents, as it lies near the Western Surabaya Shipping Lane (APBS). The lack of available emergency response vessels highlights the urgent need for effective disaster mitigation measures. This community engagement project aimed to address this issue through training that combined soft skills, such as understanding ship design criteria, appropriate construction materials, and Occupational Health and Safety (OHS), with hard skills on the practical production process of fiberglass speed boats according to applicable standards and rules. The activities were conducted at the Shipbuilding Institute of Polytechnic Surabaya (PPNS) and involved international students participating in the 2024 Summer Camp program along with local fishermen from Kenjeran, Surabaya. A total of 16 participants joined, consisting of 10 international students and 6 local fishermen. The training activities included an introduction to ship design using the spiral design method, sessions on FRP materials and production techniques, and hands-on boat building practice using the hand lay-up method carried out over five days. The final product, a 5.05-meter-long speed boat made from Fiberglass Reinforced Plastic (FRP), was officially handed over to the Kenjeran fisherman group as a maritime preparedness asset. This project not only addressed local safety concerns but also promoted international collaboration and showcased PPNS’s expertise in shipbuilding and maritime education. The training resulted in significant improvements, with an average 56.6% increase in participants’ understanding of materials and a 60.8% increase in practical skills for building FRP boats, preparing them for safer operations and future entrepreneurship.
Analisis Kelayakan Dalam Pemanfaatan Limbah Abu Insinerator Rumah Sakit Sebagai Substitusi Agregat Halus Paving Block Luqman Cahyono; Agung Prasetyo Utomo; M. Rizal Fahmi; Novi Eka Mayangsari; Ghea Abbyah Nur
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.751

Abstract

Abstrak Abu insinerator rumah sakit merupakan kategori limbah B3 dari sisa pembakaran. Timbulan abu insinerator yang dihasilkan salah satu rumah sakit yang ada disurabaya berdasarkan wawancara dalam sehari bisa mencapai kurang lebih 0,0161 m3/hari. Selama ini limbah abu insinerator rumah sakit dibuang oleh pihak ketiga ke secure landfill tanpa ada proses pengolahan. Potensi timbulan dari limbah ini sangat besar mengingat jumlah rumah sakit dan pasien yang sakit semakin banyak tiap tahunnya. Penggunaan abu insinerator rumah sakit dilakukan bertujuan untuk mereduksi limbah B3 menjadi material baru solid dan stabil (tidak mudah terurai) yaitu sebagai campuran pada paving blok. Metode penelitian ini dengan eksperimen langsung. Mix design yang digunakan 1 Semen : 4 Pasir dengan persentase limbah abu sebesar 0%, 7%, 9% dan 12% serta faktor air semen 0,40. Pengujian XRF abu insinerator rumah sakit memiliki kandungan unsur Ca, Fe, Si yang sama dengan kandungan pasir, sedangkan ditemukan unsur logam berat  Cr, Cu dan Zn merupakan limbah B3 perlu diuji lanjut Toksisitasnya, Hasil pengujian rata-rata kuat tekan berdasarkan SNI 03-0691-1996 untuk persentase 0% = 42,14 Mpa mutu kelas A, 7% = 37,40 Mpa mutu kelas B , 9% = 38,38 Mpa mutu kelas B dan 12% = 24,83 Mpa mutu kelas B. Berdasarkan hasil uji TCLP row material awal sebelum produk dilakukan solidifikasi dan stabilisasi menjadi paving berbahan limbah abu insinerator dinyatakan kandunga Cr, Cu dan Zn nilainya telah memenuhi baku mutu TCLP A, TCLP B dan TCLP C.
Co-Authors Aang Wahidin Abdullah, Kharis Achmad Fatoni Achmad Fauzi Adhi Setiawan Ahmad Andrei Setiawan Ahmad, Mahasin Maulana Alfi Tranggono Agus Salim Ananda Augista Firtsanti Andiana, Rocky Anggara Trisna Nugraha Anggara Trisna Nugraha Annas Singgih Setiyoko Annisa Carina, Annisa Arum Putri Nur Romadhoni Cahyono, Luqman Dadang Priyambodo Dadang Priyambodo Denny Dermawan Desita Ramadona Syah Putri Desita Romadona Syah Putri Dewi Kurniasih Diego Ilham Yoga Adna Dika Rahayu Widiana Dony Saputra Dwi Budi Santoso Dwi Budi Santoso Dwi Sasmita Aji Pambudi Dwi Setia Ningrum Fauzan Kholistya Hanif Fitri Hardiyanti Gaguk Suhardjito Gaguk Suhardjito Ghea Abbyah Nur Gusma Hamdana Putra Hendro Agus Widodo, Hendro Agus I Putu Arta Wibawa I Putu Arta Wibawa Inas Aidah Fikriyah Inas Aidah Fikriyah Inayatul Wulandari Indarto Yuwono Jovial Auliya Furqan Kusminah, Imah Luluk Kusuma, George Endri Luqman Cahyono Luqman Cahyono Luqman Cahyono M Rizal Fahmi M. Rizal Fahmi M. Rizal Fahmi Mardi Santoso Mayda Zita Aliem Tiwana Mayda Zita Aliem Tiwana Miftachudin Miftachudin Miftachudin Miftachudin Mirna Apriani Mohamad Hakam Mohammad Abu Jami’in Muhammad Zainal Mahfud Nabillah Rodhifatul Jannah Nabillah Rodhifatul Jannah Nindyapuspa, Ayu Ningrum, Dwi Setia Novi Eka Mayangsari Novita Mariana Nugroho, Mochammad Ilham Oktaviastuti, Blima Ponti Almas Karamina Primaningtyas, Widya Emilia Priyambodo Nur Ardi Nugroho Priyambodo, Dadang Putri Nabiilah Anwar Putri Nabiilah Anwar Qoniah Ardelia Rara Sri Artati Redjeki Ratriana Lia Monalisa Ravi, Alwy Muhammad Rizki Aris Setyawan Rizki Medy Prasetyo Rosalina, Amanda Ruddianto Ruddianto Ruddianto Ruddianto Ruddianto, Ruddianto Septaviola Dini Utami Soelistijono, Rachmad Tri Sumardiono Sumardiono, Sumardiono Suroidah, Eva Nur Syafiuddin Syafiuddin Tjahyonowatie, Sri Tri Tiyasmihadi Tri Utami Umar Muchtar Vira Fadilah Qurani Wibawa, I Putu Arta Wibowo Arninputranto Wiwik Dwi Pratiwi, Wiwik Dwi Wulandari, Kiki Dwi Yulia Riska Dwi Sinta Yulia Riska Dwi Sinta Zakariz, Naufal Praska