Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Meningkatkan Kreativitas Usaha Sablon Baju DTF Muh. Farid Ammar; Lisma; Nur Syamsi; Atmayani; Irfan; Muh. Ari Rusdianto; Sapar; Ahmad, Arya
ULINA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (UMBP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58918/ulina.v2i2.244

Abstract

Teknik cetak sablon pada kaus yang paling banyak digunakan saat ini adalah direct to film (DTF). Kaus sablon dapat menjadi sarana untuk membagikan identitas, pengetahuan, dan budaya dengan cara yang unik serta menarik. Berdasarkan data analitik Google Trends pada 16 Juli 2017-16 Juli 2022 dengan perbandingan kata kunci Betawi, Jawa, Sunda, dan Bali menunjukkan minat untuk kata kunci Betawi hanya sebesar 7%. Dengan demikian minat terhadap budaya Betawi yang relatif rendah menarik untuk diimplementasikan pada kaus sablon dengan metode direct to film (DTF). Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui bagaimana desain ilustrasi budaya di indonesia dan implementasi teknik cetak sablon yang tepat dengan menggunakan metode DTF pada kaos. Kaos selain menjadi pelindung dan penutup tubuh, dapat menjadi media untuk menunjukkan eksistensi diri dan media informasi tercetak berupa gambar atau teks pada kaus yang biasanya disebut sablon. Penulis melakukan pengumpulan data dengan observasi, studi pustaka, metode survei dan wawancara, serta metode pengujian. Pengujian dilakukan dengan 3 sampel kaus sablon menggunakan 2 parameter pengaturan cetak yang telah ditentukan. Perbedaan hasil warna cetak kaos sablon dihitung dengan menggunakan rumus L*a*b (?E). Washing test juga dilakukan untuk menguji daya tahan pada sampel kaus sablon tersebut. Kesimpulannya dari ketiga sampel tersebut warna yang dihasilkan teknik cetak sablon metode DTF berbeda dibandingkan dengan warna desain digital dan daya tahannya tidak berkurang setelah dilakukan washing test.
Cemilan Gabin Fla Berbagai Varian Rasa Sahar, Marsanda; Nirmala; Yusri , Nurul; Fatmawati, Kiki; Fahira; Sapar
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i2.209

Abstract

Pemanfaatan Biskuit Gabin menjadi produk makanan kreatif yang bernilai jual. Tujuan program kreativias mahasiswa-kewirausahaan (PKM-K) diharapkan membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengelolah biskuit Gabin sebagai cemilan kekinian yang mampu membangkitkan nilai jual di masyarakat. Metode pelaksanaan dari program ini adalah input, proses (produksi), output dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survei pasar untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya adalah studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Proses (produksi), proses pembuatan Gabin Fla mulai dari persiapan bahan dan alat sampai Gabin Fla siap dipasarkan. Output, yaitu hasil kreatifitas Gabin Fla yang siap dikonsumsi dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilaksanakan pada saat produksi produk Gabin Fla telah selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak merasa puas mengonsumsi produk kami. Kesimpulan program PKM-K pemanfaatan biskuit gabin menjadi produk makanan Gabin Fla berbagai varian rasa yang bernilai jual dapat memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk tetap inovatif dan kreatif, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktik wirausaha dengan pemahaman konsep wirausaha yang komprehensif, dan membangun semangat mahasiswa untuk tetap berbisnis.
KERUPUK NASI GURIH DAN SEHAT UNTUK BERBAGAI KALANGAN Nur Alya Ramadani; Kumala Sari, Riska; Andri; Dion Praja; Tilka; Sapar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i1.3088

Abstract

Utilizing rice crackers to become a healthy food product that is highly nutritious and has marketable value, the aim of the student-entrepreneurship creativity program (PKM-K) is to raise students' motivation to become entrepreneurs in processing rice crackers into healthy food products that are nutritious and have sales value. Consuming yogurt is very useful for health, and strengthening bones and teeth, the methods for implementing this program are input, process (production), output, and evaluation. The results of this program are input, conducting market surveys to determine market conditions. Next is a feasibility study of the business that will be run. The final stage is selecting materials and providing a place as well as facilities and infrastructure to support the production process. Process (production), is the process of making rice crackers starting from preparing the ingredients and tools until the rice crackers are ready to be marketed. Output, namely the results of rice crackers that are ready to be consumed and marketed to consumers. The final one is evaluation, namely this stage is carried out when the production of rice crackers has been completed. At this stage, we will review what shortcomings make consumers dissatisfied with consuming our products. The PKM-K program concludes that the use of rice crackers in healthy food products that are highly nutritious and have marketable value can provide students with the skills to remain innovative and creative in managing healthy drinks. Keywords: Healthy, Rice Crackers, Nutritious.
Pemanfaatan Tempat Tisu dari Kain Flanel yang Berkualitas Tinggi Enjeli; Ahmad Haekal Munzir Aminuddin; Maq’firah Hakka; A. Fatur Akbar; Sapar; Ilham Tahier
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (September)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i1.174

Abstract

Pemanfaatan tempat tisu flannel menjadi kerajinan tangan yang berkualitas tinggi. Tujuan program kreativitas mahasiswa – kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengelola barang bekas menjadi barang yang berkualitas tinggi. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survey pasar terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya melakukan survey tisu kain flannel sesuai yang diinginkan konsumen, tahap terakhir adalah pemilihan bahan yang tidak mudah rusak dan berkualitas tinggi yang akan diproduksi. Proses (Produksi), proses pembuatan tisu kain flannel dimulai dari persiapan bahan dan alat sampai tisu kain flannel siap dipasarkan. Output, yaitu hasil kerajinan tangan tisu kain flannel yang siap digunakan dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilakukan pada saat produksi produk tisu dari kain flannel telah selesai digunakan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak puas dengan hasil produk kami.
Pemanfaatan Benang Wol Menjadi Gelang yang Bernilai Jual Ardina Anwar; Alkaisa, Nurazizah; Lisdayanti; Wiwik Wiranti; Sapar
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (September)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i1.221

Abstract

Pemanfaatan  benang wol menjadi gelang yang bernilai jual. Tujuan program kreativitas mahasiswa – kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengolah benang wol menjadi gelang yang bernilai jual.  Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survei pasar untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya melakukan wawancara kepada lima mahasiswi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palopo. Selanjutnya adalah studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Proses (produksi), proses pembuatan gelang mulai dari persiapan bahan dan alat sampai benang wol siap dipasarkan. Output, yaitu hasil kerajinan benang wol yang  siap  digunakan dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilaksanakan pada saat produksi  produk  benang wol telah  selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak nyaman menggunakan produk kami. Kesimpulan program PKM-K pemanfaatan benang wol menjadi gelang yang bernilai jual dapat memberikan keterampilan  kepada  mahasiswa  untuk  tetap inovatif dan kreatif dalam mengolah benang wol, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk praktik wirausaha dengan pemahaman konsep wirausaha yang komprehensif, dan membangun semangat mahasiswa untuk tetap berbisnis.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Kepuasan Pelanggan Melalui Loyalitas Terhadap Minat Membeli Kembali di Jinan Pet Care and Veterinary Palopo Khaddapi, Muammar; Burhanuddin; Sapar; Salju; Risal, Muhammad
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen Vol. 8 No. 3 (2022): JABM Vol. 8 No. 3, September 2022
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.8.3.951

Abstract

Service quality and customer satisfaction are one of the determining factors for success in business services, including animal health services. The purpose of this study is to explore the dimensions of influence service quality, customer satisfaction through loyalty to repurchase interest at Jinan Pet Care and Veterinary Palopo. In this study, using a quantitative approach. The data collected were 238 clients at Jinan Pet Care and Veterinary Palopo using a structured questionnaire, and the theoretical model was tested using the least partial structured equation modeling (PLS-SEM). The results obtained indicate that the service quality variable, loyalty affects repurchase interest resulting in a significance value of 0.000 < from the value of = 0.05, the customer satisfaction variable does not affect loyalty and repurchase interest produces a significance value of 0.444 > from the value of = 0, 05. Keywords: customer satisfaction, customer loyalty, purchase intentions
Mengembangkan Potensi Bisnis Dengan Dangkot Ayam Sebagai Produk Unggulan Patangkin, Imelda; Yunita, Marwah; Nadila; Putri, Afika Sari; Azizah, Rafika; Rahmayanti; Mulyawati, Yayu; Sapar
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2 (2023): June
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v2i2.159

Abstract

The production and marketing process of dangkot chicken for all people is the goal of the Student Entrepreneurship Creativity Program (PKM-K) to stimulate students' motivation to start a business in processing the Toraja's signature dangkot chicken. The implementation method of this program includes input, process (production), output, and evaluation. The result of this program is to conduct a market survey to determine the market condition, followed by interviewing five female students in the Universitas Muhammadiyah Palopo environment, and then conducting a feasibility study on the business to be carried out. The last stage is the selection of materials and the provision of places and facilities to support the production process. The production process involves preparing the ingredients and tools until the dangkot is marketed. The output is the ready-to-consume dangkot chicken that is marketed to consumers. The final stage is evaluation, which is conducted after the dangkot chicken production is completed to review any shortcomings that make consumers uncomfortable with our products. In conclusion, the PKM-K program aims to keep the production and marketing process of Toraja's dangkot chicken innovative and creative, provide opportunities for students to practice entrepreneurship with a comprehensive understanding of entrepreneurship concepts, and build students' spirit to continue their business in the food industry, particularly in the Toraja's signature dangkot chicken business.
Inovasi Tren Kuliner Tahu Crispy Balado Dalam Membangun Peluang Bisnis Cemilan Arsita, Ulfa; Mika, Tiara; Lestari, Mitha; Annisa; Hismawati; Marwa; Sapar
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2 (2023): June
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v2i2.160

Abstract

The Innovation of Crispy Tofu Balado Culinary Trend as a Snack Business Opportunity. The purpose of the Student Entrepreneurship Creativity Program (PKM-K) is to motivate students to become entrepreneurs by developing the Crispy Tofu Balado Culinary Trend as a Snack Business Opportunity. Crispy Tofu Balado is very beneficial for health, as it contains a lot of protein and nutrients for the body, minimizes the risk of various diseases, and creates new business opportunities. The implementation method of this program includes input, process (production), output, and evaluation. The result of this program includes conducting market surveys to determine the market conditions, feasibility studies of the business to be run, selection of ingredients and provision of a place, and facilities to support the production process. The production process involves preparing the ingredients and making Crispy Tofu Balado until it is ready to be marketed. The output is the finished Crispy Tofu Balado product that is ready to be used and marketed to consumers. Finally, the evaluation stage is conducted after the production of the product to review any shortcomings that make consumers uncomfortable using our product. In conclusion, the PKM-K program on the Innovation of Crispy Tofu Balado Culinary Trend as a Snack Business Opportunity can provide students with skills to remain innovative and creative in developing the Crispy Tofu Balado Culinary Trend, give students the opportunity to practice entrepreneurship with a comprehensive understanding of the concept of entrepreneurship, and build student motivation to continue in business
Inovasi Olahan Sampah Menjadi Sofa Ecobrick Yakub, Theresa Lokasari; Yeyen; Amin, Muhammad Nur; Sapar
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2 (2023): June
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v2i2.165

Abstract

Innovation in processing waste into an sofa. The objectives and benefits of this PKM-K activity are: Generating student motivation to become an entrepreneur in processing plastic bottle waste into ecobrick sofas that are worth selling.  Sofa is a product that is very economically valuable if it can be utilized properly and optimally. This product can add to the aesthetic value of the living room, can be used as decoration and can be used as room accessories. The methods of implementing this program are input, process (production), output, and evaluation. The results of this program are input, conducting market surveys to find out market conditions. Next is a feasibility study of the business to be run. The last stage is the selection of materials and the provision of places as well as facilities and infrastructure to support the production process. Process (production), the process of making sofa starts from the preparation of materials and tools, until the sofa is ready to be marketed. Output, namely sofa crafts that are ready to be used and marketed to consumers. The last is evaluation, that is, this stage is carried out when the production of the sofa has been completed. At this stage, we will review any deficiencies that make consumers uncomfortable using our products. The conclusion of the PKM-K program the innovation of processing waste into Sofa is expected to increase student creativity in processing waste and entrepreneurship with a comprehensive understanding of the concept of entrepreneurship.