Claim Missing Document
Check
Articles

Furniture Simpan Sebagai Fasilitas Simpan Pada Kegiatan Administratif Posyandu BUNCIS, Arcamanik, Bandung Fajarsani Retno Palupi; Rexha Septine Faril Nanda; Titihan Sarihati
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10351

Abstract

Posyandu BUNCIS yang berada di kelurahan Cisaranten Bina Harapan, kecamatan Arcamanik, merupakan sebuah lembaga masyarakat yang fokus pada pelayanan pencatatan, pendataan dan edukasi pada masyarakat dengan kategori bayi, balita, ibu hamil, dan lansia. Selama ini Posyandu ini melaksanakan pelayanan yang dilaksanakan secara rutin dengan bekerja-sama dengan PUSKESMAS setempat dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui diskusi dan observasi yang telah dilaksanakan pada lokasi, terdapat adanya permasalahan terkait dengan fasilitas pendukung penyimpanan dokumen-dokumen masyarakat. Fasilitas penyimpanan ini akan mempermudah petugas dalam penyusunan, pengelompokan, dan akses dokumen, sehingga waktu yang dibutuhkan dalam mencari dan menata dapat terlaksana secara baik, hal ini akan berdampak pada pelayanan petugas yang efektif dan efisien pada masyarakat. Tim PKM Telkom University merespons perihal di lapangan dengan mengusulkan solusi adanya penataan dan mengonsepkan fasilitas pendukung penyimpanan yang akan diwujudkan dalam program PKM kali ini. Adapun pertimbangannya adalah dimensi dokumen, jumlah banyaknya dokumen serta kemudahan aksesibilitas secara ergonomi dan antropometri pengguna, pertimbangan solusi tidak lepas dari adanya proses diskusi yang dilaksanakan oleh tim dengan petugas dan ketua Posyandu. Hasil dari program PKM ini diharapkan akan memberikan dampak yang positif pada operasional fasilitas ini.
Redesain Fasilitas Pendukung Masjid Al-Multazam, Kab. Bandung Pada Peningkatan Kenyamanan, Keamanan, dan Aksesibilitas Fasilitas Pendukung Masjid Fajarsani Retno Palupi; Titihan Sarihati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3082

Abstract

Masjid merupakan fasilitas beribadah publik yang bersifat inklusif dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat lintas usia, gender, maupun latar belakang sosial. Secara fungsi, masjid memiliki zona ibadah utama dan fasilitas penunjang. Salah satu fasilitas penunjang adalah area wudu dan toilet, keduanya masuk ke kategori area basah. Wudu merupakan kegiatan yang diperlukan untuk membersihkan bagian-bagian tubuh dengan menggunakan media air, dan kegiatan wudu merupakan salah satu syarat sah salat. Program Pengabdian Masyarakat ini difokuskan pada area pendukung kegiatan pada Masjid Al Multazam yang telah beroperasi lebih dari lima tahun dan membutuhkan adanya revitalisasi agar sesuai dengan dinamika yang dibutuhkan oleh jemaah masjid. Penyediaan bangku area wudu memiliki urgensi untuk mempermudah pengguna kelompok rentan dalam bersuci secara paripurna. Selain itu, juga diperlukan penataan sirkulasi spasial yang optimal antara area wudu dan toilet agar tetap terjaga kesucian area dari hadas maupun najis. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan partisipatif, dengan mengawali adanya observasi lapangan dan Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Hasil diskusi dan identifikasi lapangan digunakan sebagai landasan perumusan konsep desain. Program ini dilaksanakan secara terkoordinasi dengan pengelola masjid untuk menghasilkan rekomendasi desain fasilitas publik yang inklusif, higienis, efektif, serta ramah pada semua kategori pengguna.