Claim Missing Document
Check
Articles

Plastic debris characteristics and the effect of wind on Bawean Island Beaches, East Java, Indonesia Nurhafizh Sri Albarra; Defri Yona; Muhammad Arif Asadi; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Riski Agung Lestariadi; Akhmad Amirudin
Depik Vol 13, No 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.3.36620

Abstract

Characteristics of plastic debris were assessed among two types of beaches on Bawean Island (windward and leeward) to analyze its sources and long-term effects. Plastic debris was collected inside a 5 x 5 meter transect with five transect plots on each beach per 20 meters. Samplings were carried out three times at intervals of seven days from six different beaches. The average abundances of plastic debris were almost similar between leeward (0.1690.123 pcs m-2) and windward beaches (0.8410.577 pcs m-2). On the other hand, in terms of weight, leeward beaches contained a very low value of debris (0.9270.746 g m-2) compared to windward beaches (4.4793.551 g m-2). Sheets on the windward beaches and wholes on the leeward beaches dominate the shape of plastic debris with the average size was 1520 cm. The color on both type of beaches was dominated by white (38%) and blue (12%). The weathering intensity is 48% on the leeward beach and 52% on the windward beach. The absence of significant differences in size, color, and weathering intensity implies that the debris found came from the same source. The large size and low weathering intensity of the plastic debris means that the debris has not been exposed to hydro-oceanographic factors for an extended period and they came from a local source. The difference in abundance and shape of plastic debris suggests that wind still plays a vital role in shaping the characteristics of plastic debris on Bawean Island.Keywords:Marine DebrisPlastic WeatheringWind DirectionMarine PollutionMacroplastic
Analisis Sampah Laut di Pantai Drop Off dan Batu Niti, Bali Menggunakan Plastic Abundance Index (PAI) Citra Syananta; Muhammad Azka Dzikri Firdausi; Maretha Dewi Maheswari; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Kharisma Ayu Zeina Halisah; Defri Yona
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.524-531

Abstract

Sampah laut merupakan residu yang dihasilkan dari kegiatan manusia yang dapat terakumulasi di pesisir. Sampah laut, terutama kategori plastik memiliki sifat persisten yang sulit diurai di lingkungan, sehingga dapat membahayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi dan distribusi spasial sampah laut di pesisir Pantai Drop Off dan Pantai Batu Niti, Bali pada bulan Juni dan Agustus 2023. Pengambilan sampah laut dilakukan menggunakan transek 5 x 5 m, yang selanjutnya dianalisis berdasarkan jenis, ukuran, dan kelimpahannya. Sampah laut kategori plastik lebih lanjut dianalisis menggunakan Plastic Abundance Index (PAI). Berdasarkan kelimpahannya, sampah laut yang ditemukan di Pantai Batu Niti sedikit lebih rendah (1,1 ± 0,8 item/m²) dibandingkan di Pantai Drop Off (2,4 ± 1,3 item/m²). Sementara itu, berdasarkan ukurannya sampah laut yang ditemukan di Pantai Batu Niti lebih bervariasi, sedangkan di Pantai Drop Off sampah dengan ukuran 10 cm – 1 m ditemukan lebih mendominasi (49,81%) dibandingkan ukuran lainnya. Pada kedua pantai, jenis plastik ditemukan jauh lebih banyak dibandingkan jenis sampah lainnya, yaitu 87,9% di Pantai Batu Niti dan 67,6% di Pantai Drop Off. Hasil perhitungan Plastic Abudance Index (PAI) menunjukkan bahwa pencemaran plastik di Pantai Batu Niti (13 ± 7,9) dan Pantai Drop Off (17,5 ± 9,5) termasuk kategori sangat tinggi yang diduga karena aktivitas antropogenik berupa kegiatan wisatawan serta konektivitas perairan dengan wilayah permukiman terhadap kegiatan perikanan. Temuan ini menekankan perlunya strategi pengelolaan limbah yang lebih baik, terutama di kawasan wisata dan permukiman pesisir, untuk mengurangi pencemaran plastik. 
OPTIMALISASI POTENSI WISATA BAHARI DAN KONSERVASI ALAM UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA SIDOASRI, MALANG SELATAN: ENHANCING MARINE TOURISM AND NATURE CONSERVATION FOR SUSTAINABLE ECOTOURISM DEVELOPMENT IN SIDOASRI VILLAGE, MALANG Hidayati, Nurin; Rudianto; Sartimbul, Aida; Semedi, Bambang; Iranawati, Feni; Yona, Defri; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Setyawan, Fahreza Okta; Setyoningrum, Desy; Hidayat, Esa Fajar
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.2

Abstract

Desa Sidoasri merupakan desa pesisir di Kabupaten Malang dengan potensi wisata bahari yang besar, didukung oleh keberadaan Pantai Perawan, Teluk Klatakan, ekosistem terumbu karang, hutan mangrove, serta keanekaragaman biota laut. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat terbatasnya promosi, rendahnya keterlibatan masyarakat, serta belum tersedianya media edukasi dan perencanaan pengembangan berbasis konservasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Dosen FPIK Universitas Brawijaya Tahun 2025 bertujuan mengoptimalkan potensi wisata bahari dan konservasi alam sebagai dasar pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Sidoasri. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi dan pemetaan potensi melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan kajian aspek alam, budaya, serta daya tarik lokal. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan ekowisata bahari, Focus Group Discussion (FGD), hibah buku karya dosen kepada Pemerintah Desa Sidoasri serta penyusunan buku Eksplorasi Wisata Bahari dan Konservasi Alam di Desa Sidoasri sebagai media edukasi dan promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Desa Sidoasri memiliki potensi ekowisata yang beragam dan layak dikembangkan melalui pendekatan konservasi. Pelaksanaan pelatihan dan FGD meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan wisata berbasis konservasi sekaligus menghasilkan rekomendasi pengembangan desa wisata yang lebih partisipatif. Selain itu, tersusunnya buku eksplorasi wisata dan hibah buku dosen menjadi luaran yang mendukung penyebarluasan informasi, edukasi lingkungan, dan promosi destinasi wisata. Secara keseluruhan, program pengabdian ini menghasilkan identifikasi potensi wisata, peningkatan kapasitas masyarakat, media edukasi, serta rekomendasi pengembangan sebagai landasan mewujudkan Desa Sidoasri sebagai desa ekowisata bahari berbasis konservasi alam yang berkelanjutan.   Sidoasri Village is a coastal village in Malang Regency with great marine tourism potential, supported by the presence of Perawan Beach, Klatakan Bay, coral reef ecosystems, mangrove forests, and diverse marine biota. However, this potential has not been optimally utilized due to limited promotion, low community involvement, and the unavailability of educational media and conservation-based development planning. The 2025 Community Service Program conducted by the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Brawijaya, aimed to optimize the potential of marine tourism and nature conservation as a basis for developing sustainable ecotourism in Sidoasri Village. The program was implemented through the identification and mapping of tourism potential using field observations, documentation, and assessments of natural, cultural, and local tourism attractions. The activities also included marine ecotourism training, Focus Group Discussions (FGDs), a grant of faculty-authored books to the Sidoasri Village Government, and the compilation of the book Exploration of Marine Tourism and Nature Conservation in Sidoasri Village as an educational and promotional resource. The results indicated that Sidoasri Village has diverse ecotourism potential that is feasible for development through a conservation approach. The training sessions and FGDs enhanced community understanding of conservation-based tourism management and generated recommendations for more participatory tourism village development. Furthermore, the publication of the tourism exploration book and the grant of faculty-authored books contributed to information dissemination, environmental education, and tourism promotion. Overall, the community service program successfully identified tourism potential, strengthened community capacity, developed educational resources, and produced strategic recommendations as the foundation for establishing Sidoasri Village as a sustainable conservation-based marine ecotourism destination.
Analisis Pencemaran Mikroplastik Pada Air Dan Sedimen Di Sungai Paron, Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur: Analysis Of Microplastic Pollution In Water And Sediment In The Paron River, Sidomulyo Village, Batu City, East Java A’yun Lailul Ulufi; Muhammad Asnin Alfarisi; Renanda Baghaz Dzulhamdani Surya Putra; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Asus Maizar Suryanto Hertika
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 1 No. 2 (2023): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Desember 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2023.001.02.4

Abstract

Sungai Paron merupakan salah satu sungai yang berada di Kota Batu dan masuk ke dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Adanya aktivitas masyarakat di sekitar Sungai Paron, menjadi sumber utama pencemaran sampah plastik yang banyak ditemukan dan tersebar di wilayah Sungai Paron. Sampah plastik tersebut akan mengalami proses degradasi plastik menjadi mikroplastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Mikroplastik yang tertelan oleh organisme kecil, akan mempengaruhi predator tingkat trofik tertinggi dalam piramida makanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kondisi lingkungan perairan Sungai Paron, serta jenis dan kelimpahan mikroplastik yang didapatkan pada air dan sedimen. Hasil analisis mikroplastik didapatkan 4 jenis mikroplastik pada air dan sedimen, yaitu jenis film, fragmen, fiber, dan pellet. Mikroplastik memiliki warna merah, hitam, biru, coklat, bening, dan ungu. Kelimpahan mikroplastik yang ditemukan di air berkisar 3.000–66,67 partikel/m3 . Kelimpahan mikroplastik di sedimen berkisar 3.666–100 partikel/kg. Hasil parameter lingkungan kecepatan arus 0.29–3.20 m/detik (arus sedang dan cepat); suhu 20.7–27 °C (suhu rendah); TSS 2–135 mg/L (melampaui); TDS 159–187 mg/L (tidak melampaui); (pH) 5.63–6.12; (DO 2.7–9.2 mg/L, yaitu menyatakan bahwa, Sungai Paron masuk dalam kategori melebihi ambang batas kelas I.   Paron River is one of the rivers in Batu City and is included in the Brantas River Basin. The river flows through residential areas, agriculture, plantations, and tourism. The existence of community activities around the Paron River is the main source of plastic waste pollution that is found and spread in the Paron River area. The plastic waste will undergo a process of plastic degradation into microplastics measuring less than 5 mm. Microplastics ingested by tiny organisms affect the highest trophic levels of predators in the food pyramid. The purpose of this study is to analyze the environmental conditions of the Paron River waters, analyze the type and abundance of microplastics found in water and sediment in the Paron River. Based on the results of the study, there are 4 types of microplastics found in water and sediment, namely films, fragments, fibers, and pellets. The water and sediment samples ware dominated by fragment and film. Microplastics come in red, black, blue, brown, clear and purple. The abudance of microplastics found in water ranges 3.000–66,67 partikel/m3 . The abudance of microplastics in sediment ranges 3.666–100 partikel/kg. Results of environmental parameters current speed 0.29–3.20 m/detik (moderate and fast current) temperatures ranging from 20.7–27 °C, , (TSS) 2–135 mg/L (surpass), (TDS) 159–187 mg/L, (pH) 5.63–6.12 (surpass), (DO) 2.7–9.2 mg/L (surpass). namely stating that, the Paron River is included in the category of exceeding the threshold of class I. The Paron River is included in the criteria of bad waters, when viewed from the results of macrozoobenthos found in the river.
Analisis Senyawa Organik Volatil (VOC) Asosiasi Makroplastik di Pesisir, Kabupaten Malang, Jawa Timur: Analysis of Volatile Organic Compounds (VOC) Associated with Macroplastics in Coastal of Malang Regency, East Java Yamindago, Ade; Bagus Eka Mayang Laily Antono Putra; Citra Syananta; Syarifah Hikmah Julinda Sari
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 2 No. 1 (2024): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea May 2024
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2024.002.01.1

Abstract

Senyawa kimia yang berasosiasi dengan sampah plastik di laut dapat terjadi karena bahan dari produk plastik itu sendiri atau kontaminan kimia yang berada di lautan dan terakumulasi pada plastik saat menjadi sampah laut. Senyawa kimia yang berasosiasi dengan sampah plastik di lautan adalah POPs, PAH, TPH. Kelompok senyawa tersebut umumnya menyebabkan pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan seperti kanker, alergi serta iritasi, mutasi genetik dan merusak susunan saraf. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi komposisi senyawa organik volatil yang berasosiasi dengan makroplastik di pantai selatan, Kabupaten Malang serta mengetahui persentase dari senyawa kimianya dan mengetahui potensi dampak dari senyawa organik volatil yang berasosiasi dengan sampah laut. Pengambilan sampel penelitian dibuat menjadi enam stasiun di sepanjang Pesisir Kabupaten Malang. Sampah akan diambil menggunakan metode purposive sampling dan metode composite sampling. Sampel yang sudah dikumpulkan dipotong kecil lalu diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut benzena dan setelah itu diidentifikasi menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam senyawa kimia yang dominan yaitu seperti trans -2-Chloro -3 - (1,1 - dimethylehyl) cyclohexanone (PAH); 3-Methyl-1,1-diphenyl-1,2-butanediol (POP); 4,4-Dimethyl-1-hydroxy-2-cyclopentene (POP); 7-Hydroxy-7-phenyl-3,9-diisopropyl-2,10-dioxadispiro (TPC); Benzenemethanol,.alpha.-phenyl-(CAS), Diphenylmethanol (PAH); Cyclohexanone,3-(3,3-dimethylbutyl) (CAS) (3,3Dimethylbuthyl) Cyclohe xanone (POP). Hampir semua senyawa kimia yang teridentifikasi berpengaruh buruk terhadap lingkungan. Senyawa-senyawa tersebut merupakan bahan baku dari pembuatan produk plastik, parfum, deterjen, solar, alat kosmetik, serta bahan kimia farmasi.   Chemical compounds associated with plastic waste in the sea can occur due to materials from the plastic product itself or chemical contaminants that are in the ocean and accumulate in plastic when it becomes marine waste. Chemical compounds associated with plastic waste in the ocean are POPs, PAH, and TPH. These groups of compound generally cause environmental pollution and health problems such as cancer, allergies and irritation, genetic mutations and damage to the nervous system. The aim of this study was to identify the composition of volatile organic compounds associated with macroplastics in South Coastal of Malang, as well as to determine the percentage of chemical compounds and determine the potential impact of volatile organic compounds associated with marine debris. The plastic samples were collected from six stations in the coastal of Malang Regency. Plastic wastes were collected using the purposive sampling method and composite sampling method. The samples that had been collected were cut into small pieces and then extracted using the maceration method using benzene solvent and then identified using GC-MS. The results showed that there were six dominant chemical compounds, namely trans - 2 - Chloro - 3 - (1,1 - dimethylehyl) cyclohexanone (PAH); 3-Methyl-1,1-diphenyl-1,2-butanediol (POP); 4,4-Dimethyl-1-hydroxy-2-cyclopentene (POP); 7-Hydroxy-7-phenyl-3,9-diisopropyl-2,10-dioxadispiro (TPC); Benzenemethanol,.alpha.-phenyl-(CAS) Diphenylmethanol (PAH); Cyclohexanone,3-(3,3-dimethylbutyl)-(CAS) (3,3Dimethylbuthyl) Cyclohexanone (POP). Almost all chemical compounds which had been identified showed negative effects in the environment. These compounds are raw materials for the manufacture of plastic products, perfume, detergent, diesel, cosmetic equipment, and pharmaceutical chemicals.
Analisis Komposisi Mikroplastik Pada Tiga Ikan Laut Ekonomis Penting dari Pelabuhan Perikanan di Jawa Timur, Indonesia: Microplastic Composition Analysis in Three Economically Important Marine Fish from Fishing Ports in East Java, Indonesia Idris, Arief; Rahmawati, Andira; Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Fuad, Mochamad Arif Zainul; Harlyan, Ledhyane Ika; Yona, Defri
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 2 No. 2 (2024): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea October 2024
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2024.002.02.1

Abstract

Mikroplastik memiliki potensi tinggi untuk tersebar merata di perairan dan terakumulasi pada organisme perairan termasuk ikan. Saluran pencernaan dan organ insang merupakan bagian ikan yang seringkali terkontaminasi oleh mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi mikroplastik pada ikan Clupea harengus, Euthynnus affinis, dan Restrelliger brachysoma dengan lokasi yang berbeda diantaranya Pondok Dadap Sendang Biru, Pacitan, dan Mayangan Probolinggo. Analisis dilakukan dengan identifikasi organ dan saluran pencernaan pada ketiga spesies ikan. Komposisi mikroplastik pada sampel organ ikan dianalisis dengan menghancurkan bahan organik melalui perendaman sampel pada laruta H2O2 30% dan larutan Fe (II) 0,05 M selama 24 Jam. Analisis dilanjutkan dengan penyaringan sampel menggunakan kertas Whatman dan identifikasi menggunakan mikroskop (Olympus CX33). Diantara jenis mikroplastik, fiber dan fragmen merupakan jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan pada ikan Clupea harengus, Euthynnus affinis, dan Restrelliger brachysoma dibandingkan dengan jenis film.  Kelimpahan total mikroplastik ditemukan lebih tinggi pada organ dibandingkan pada saluran pencernaan.  Terdapat perbedaan jumlah kelimpahan mikroplastik pada ketiga spesies. Spesies Clupea harengus memiliki kelimpahan mikroplastik tertinggi dibandingkan dengan spesies lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi ikan yang tidak dapat membedakan antara mikroplastik dan plankton sebagai mangsanya. Kebiasaan makan ikan dengan menyaring air di sekitarnya membuat ikan rentan mendapatkan plankton yang terkontaminasi mikroplastik.   Microplastics have a high potential to be evenly distributed in waters and accumulate in aquatic organisms including fish. The digestive tract and gill organs are parts of fish that are often contaminated by microplastics. This study aims to analyze the composition of microplastics in fish Clupea harengus, Euthynnus affinis, and Restrelliger brachysoma with different locations including Pondok Dadap Sendang Biru, Pacitan, and Mayangan Probolinggo. The analysis was conducted by organ identification in the three fish species. The composition of microplastics in fish organ samples was analyzed by destroying organic matter through immersion of samples in 30% H2O2 solution and 0.05 M Fe (II) solution for 24 hours. The analysis was continued by filtering the samples with Whatman paper and identifying them with a microscope (Olympus CX33). Among the types of microplastics, fibers and fragments were the most common types of microplastics found in Clupea harengus, Euthynnus affinis, and Restrelliger brachysoma compared to film types.  The total abundance of microplastics was found to be higher in organs than in the digestive tract.  There were differences in the abundance of microplastics among the three species. Clupea harengus species had the highest abundance of microplastics compared to other species. This is influenced by the condition of the fish, which cannot choose between microplastics and plankton as prey. Fish feeding habits by filtering the surrounding water make fish vulnerable to plankton contaminated with microplastics.
Analisis Indeks Kebersihan pada Pantai Wisata Terkelola dan Tidak Terkelola : Studi Kasus Pantai Kenjeran, Surabaya Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Khuluq, Muhammaf Lathiful; Yona, Defri
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 4 No. 1 (2026): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea April 2026
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2026.004.01.2

Abstract

Pantai wisata rentan terhadap tekanan aktivitas antropogenik yang berkontribusi terhadap akumulasi sampah laut. Pantai Kenjeran, Surabaya, memiliki dua kawasan wisata dengan sistem pengelolaan berbeda, yaitu Taman Hiburan Pantai Kenjeran (THP Kenjeran) yang terkelola dan Pantai Kenjeran Taman Suroboyo (Pantai KTS) yang tidak terkelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sampah laut dan membandingkan tingkat kebersihan pantai pada kedua kawasan tersebut. Metode purposive sampling diterapkan melalui penyisiran sampah pada zona backshore dan foreshore. Data jenis sampah dan indeks kebersihan pantai dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sampah di pantai tidak terkelola lebih tinggi dibandingkan pantai terkelola, dengan dominasi sampah plastik dan karet. Nilai indeks kebersihan mengindikasikan THP Kenjeran tergolong bersih, sedangkan Pantai KTS tergolong kotor. Perlu adanya pengelolaan sampah terpadu dan pelibatan masyarakat untuk meningkatkan kebersihan pantai tidak terkelola.
Plastic debris characteristics and the effect of wind on Bawean Island Beaches, East Java, Indonesia Nurhafizh Sri Albarra; Defri Yona; Muhammad Arif Asadi; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Riski Agung Lestariadi; Akhmad Amirudin
Depik Vol 13, No 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.3.36620

Abstract

Characteristics of plastic debris were assessed among two types of beaches on Bawean Island (windward and leeward) to analyze its sources and long-term effects. Plastic debris was collected inside a 5 x 5 meter transect with five transect plots on each beach per 20 meters. Samplings were carried out three times at intervals of seven days from six different beaches. The average abundances of plastic debris were almost similar between leeward (0.1690.123 pcs m-2) and windward beaches (0.8410.577 pcs m-2). On the other hand, in terms of weight, leeward beaches contained a very low value of debris (0.9270.746 g m-2) compared to windward beaches (4.4793.551 g m-2). Sheets on the windward beaches and wholes on the leeward beaches dominate the shape of plastic debris with the average size was 1520 cm. The color on both type of beaches was dominated by white (38%) and blue (12%). The weathering intensity is 48% on the leeward beach and 52% on the windward beach. The absence of significant differences in size, color, and weathering intensity implies that the debris found came from the same source. The large size and low weathering intensity of the plastic debris means that the debris has not been exposed to hydro-oceanographic factors for an extended period and they came from a local source. The difference in abundance and shape of plastic debris suggests that wind still plays a vital role in shaping the characteristics of plastic debris on Bawean Island.Keywords:Marine DebrisPlastic WeatheringWind DirectionMarine PollutionMacroplastic
Co-Authors Abdullah Hamid Ade Yamindago Adi, M Arif As' Agung Yunanto Aida Sartimbul Aini, Misba Nur Akhmad Amirudin Andira, Andira Anggara, Arik Ardelia Annisa Larasati Ardelia Annisa Larasati, Ardelia Annisa Arifianti, Dwi Nurjanatin Asus Maizar Suryanto H Ayuingtyas, Wulan Cahya A’yun Lailul Ulufi Bagus Eka Mayang Laily Antono Putra Bambang Semedi Bernads Daniel Marolop Siagian Billy Arif Mahendra Chihiro Inoue Citra Satrya Utama Dewi Citra Syananta Citra Syananta Daduk Setyohadi David Vernandes Defri Yona Defri Yona Defri Yona Desy Setyoningrum Dewa Gede Raka Wiadnya Dewi, Citra Satrya Utama Diana Arfiati Diza, Novia Fara Dumatubun, Innocentius Arya Panji Pramudewata Dwi Nurjanatin Arifianti Dwi Retnowati Effendy, Citra Ravena Putri Eko Sulkhani Yulianto Erfan Rohadi Fahreza Okta Setyawan Fatmawati, Riska Feni Iranawati Feni Iranawati Feni Iranawati, Feni Fuad, Mochamad Arif Zainul Galuh Dyah Pitaloka Hayyu Guntur Guntur Hidayat, Esa Fajar Hidayati, Nurin Idris, Arief Iis Nur Rodliyah, M.Ed Irfan Naufal Amar Jessica Feibe Ambar Kirana Johar Setiyadi Junika Chintia Ayu Putri Kartikaningsih, Hartati Kharisma Ayu Zeina Halisah Kharisma Wisnu Sesanty Khuluq, Muhammaf Lathiful Kretarta, Anedathama Krisnanto, Wahyu Fajar Lazimatun Nazifah Ledhyane Ika Harlyan Lee, Ming-An Maretha Dewi Maheswari Mei-Fang Chien Mela Dita Maharani Mochamad Arif Zainul Fuad Muh. Arif Rahman Muhammad Arif Asadi Muhammad Asnin Alfarisi Muhammad Azka Dzikri Firdausi Muhammad Fathur Rayyan Muhammad Lathiful Khuluq Muhammad Rafly Haryansyah Nevandra, Adinda Prameswari Aisyah Nurhafizh Sri Albarra Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurin Hidayati Priyanka Mondal Rafika Devi Agustin Rahman, Muhammad Arif Rahmawati, Andira ramadhan, firman Rarasrum Dyah Kasitowati Rarasrum Dyah Kasitowati, Rarasrum Dyah Rayyan, Muhammad Fathur Renanda Baghaz Dzulhamdani Surya Putra Riski Agung Lestariadi Rohenda, Amelia Rudianto Rumantya, Matthew Adi Bekti Safitri Widya Ningtias Saputra, Dhira Kurniawan Setya Indra Padma Putri Setyawan, Fahreza Okta Syamsuddin, Maura Fayza Dwinanda Tri Djoko Lelono Tsania Humairoh Vidayanti, Viky Widodo S Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Wirdana, Nurmalisa Wulan Cahya Ayuingtyas Yanuar, Adi Tiya Zefanya Nandaningtyas