Claim Missing Document
Check
Articles

Kelimpahan Mikroplastik Pada Insang Dan Saluran Pencernaan Ikan Lontok Ophiocara porocephala Valenciennes, 1837 (Chordata: Actinopterygii) di Ekosistem Mangrove Dubibir, Situbondo Defri Yona; Billy Arif Mahendra; Mochamad Arif Zainul Fuad; Aida Sartimbul; Syarifah Hikmah Julinda Sari
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 1 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i1.12341

Abstract

Mangrove as a transitional ecosystem between land and sea is threatened with microplastic pollution. It could lead to the accumulation of microplastic in mangrove organisms, including ikan lontok (snakehead gudgeon fish-Ophiocara porocephala) as one of the seasonal fish found in mangrove ecosystem. This study aimed to analyze the occurrence of microplastic in the gills and gastrointestinal tracts of the fish caught from Dubibir mangrove ecosystem, Situbondo. The fish were caught using gillnet (17 individuals) and measured its length and body weight. Organic matter digestion was conducted using hydrogen peroxide solution (H2O2 30 % and Fe (II) 0,05 M) for 24 h. Samples were then filtered using Whatman filter paper and types of microplastic were identified using microscope (Olympus CX33). In total, 192 particles of microplastic were retrieved from both gills and gastrointestinal tracts with the domination of fibers, followed by fragments, films and beads. Microplastics abundance was observed higher in the gills than in the gastrointestinal tracts and it might be due to the different of organ functionality and the input process of microplastics into each organ. Microplastic with the size of 500 – 1000 µm dominated the result, while the size of < 300 µm were found more in the gastrointestinal tracts than in the gills. It showed that gastrointestinal tracts have less preference in the accumulation process of microplastics. Blue is the most common of microplastic color found in both of the fish organs, followed by black, red and other colors with a smaller number of particles. The results of this study show that concern over the occurrence of microplastics in the snakehead gudgeon fish is needed since the fish is also consumable for human and could influence human health. Ekosistem mangrove yang terletak diantara wilayah darat dan laut tidak luput dari pencemaran mikroplastik. Hal ini dapat mengakibatkan akumulasi mikroplastik pada biota mangrove, termasuk ikan lontok (Ophiocara porocephala) yang merupakan ikan musiman pada ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan mikroplastik pada insang dan saluran pencernaan ikan lontok pada ekosistem mangrove Dubibir, Situbondo, Jawa Timur. Sebanyak 17 ekor ikan lontok ditangkap menggunakan jaring dan diukur panjang dan beratnya. Analisis mikroplastik pada sampel organ ikan dimulai dengan melakukan penghancuran bahan organik dengan merendam sampel pada larutan H2O2 30 % dan larutan Fe (II) 0,05 M selama 24 jam. Sampel selanjutnya disaring menggunakan kertas Whatman dan diidentifikasi jenis mikroplastiknya menggunakan mikroskop (Olympus CX33). Sebanyak 192 partikel mikroplastik ditemukan pada sampel ikan lontok yang dianalisis dan didominasi oleh jenis fiber diikuti oleh fragmen, film dan beads. Kelimpahan total mikroplastik ditemukan lebih tinggi pada insang dibandingkan pada saluran pencernaan. Hal ini diduga karena perbedaan fungsi organ dan juga proses masuknya mikroplastik pada masing-masing organ. Mikroplastik yang ditemukan pada kedua organ ikan paling banyak berukuran 500 – 1000 µm dan mikroplastik berukuran < 300 µm lebih banyak ditemukan pada saluran pencernaan dibandingkan pada insang. Perbedaan komposisi ukuran mikroplastik antar organ menunjukkan bahwa saluran pencernaan kurang selektif dalam penyerapan partikel mikroplastik. Biru merupakan warna mikroplastik yang mendominasi kedua organ, diikuti oleh warna hitam, merah dan warna lainnya dengan jumlah yang lebih sedikit. Berdasarkan hasil penelitian ini, keberadaan mikroplastik perlu mendapat perhatian khusus karena ikan lontok termasuk jenis ikan konsumsi agar tidak memberikan dampak kesehatan terhadap manusia.
Analisis Kandungan Logam Berat Hg dan Cu Terlarut di Perairan Pesisir Wonorejo, Pantai Timur Surabaya Syarifah Hikmah Julinda Sari; Jessica Feibe Ambar Kirana; Guntur Guntur
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.015 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v22i1.375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Hg dan Cu terlarut di badan air Perairan Pesisir Wonorejo, Pantai Timur Surabaya serta menganalisis faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Penelitan dilaksanakan pada bulan April 2015 dengan menetapkan tiga titik pengambilan sampel air. Pada setiap titik sampel air diambil pada bagian permukaan, tengah dan dekat dasar perairan. Parameter yang diukur meliputi logam berat terlarut Hg dan Cu, TSS, suhu, salinitas, pH, DO, dan turbiditas. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik (Analisis Komponen Utama dan Korelasi Pearson). Konsentrasi Hg dan Cu pada badan air  Perairan Pesisir Wonorejo telah melebihi baku mutu yang ditetapkan,  namun konsentrasi parameter lingkungan TSS, suhu, salinitas, pH dan DO masih tergolong baik. Konsentrasi Cu2+ terlarut cenderung semakin menurun seiring dengan pertambahan kedalaman dan kembali meningkat di dasar kolom air sedangkan konsentrasi Hg2+ terlarut semakin meningkat seiring dengan pertambahan kedalaman. Salinitas merupakan faktor lingkungan yang berkontribusi menentukan keberadaan logam berat terlarut Hg dan Cu.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v22i12017p001
Kelayakan Kualitas Perairan Sekitar Mangrove Center Tuban Untuk Aplikasi Alat Pengumpul Kerang Hijau (Perna viridis L.) Syarifah Hikmah Julinda Sari; Ledhyane Ika Harlyan
Research Journal of Life Science Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.173 KB) | DOI: 10.21776/ub.rjls.2015.002.01.8

Abstract

The coastal waters around the Mangrove Center Tuban, East Java is a potential habitat for the green mussel (Perna viridis L.). Therefore, the water quality of this area need to be assessment. The study was aimed to determine the feasibility of water quality in coastal water f Mangrove Center Tuban for application collecting gear of green mussels. The sampling was conducted by set up three stations randomly in studied area. Parameters was measured including temperature, pH, salinity, DO, depth, turbidity, BOD and TSS. The results showed that the coastal waters around the Mangrove Center Tuban, owned temperature that ranged from 29.10 to 30.67 0C, the pH ranged from 8.23 to 8.37, salinity ranged from 26.87 to 30.30 ‰, DO fall in the range of 6,63- 6.87 mg / L, the water depth at the time of measurement ranges from 40-85 cm. TSS ranged from 206.2 mg / L to 353.7 mg / L, BOD value between 4.05 to 12.2 mg / L, while the turbidity ranged from 134 to 400 NTU. Parameters that below the standard namely temperature, pH, DO, salinity and BOD, while TSS and turbidity were exceed the threshold quality standards set by the government.
Concentration of Heavy Metal (Pb and Cu) in Sediment and Mangrove Avicennia Marina at Porong River Estuary, Sidoarjo, East Java Ledhyane Ika Harlyan; Dwi Retnowati; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Feni Iranawati
Research Journal of Life Science Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.236 KB) | DOI: 10.21776/ub.rjls.2015.002.02.6

Abstract

Abstract –The ability of mangrove (Avicennia) to absorb heavy metal has been known. This study aims to determine whether there are differences of absorption level of non-essential (Pb) essential (Cu) heavy metals in Avicennia marinafrom different location, based on distance of pollutants sources (downstream) toward to the mouth of Porong River Estuary at Sidoarjo. Results showed that accumulation of Pb in the roots and leaves was ranged from 0.0044 to 0.139 ppm and from 0.004 to 0.019 ppm respectively, while in sediment was ranged from 0.0560 to 0.0660 ppm. The accumulation of Cu in the roots and leaves was ranged from 0.07 to 0.415 ppm and 0.0318 to 0.2520 ppm while in sediments was from 0.2930 to 0.381 ppm. The highest concentration of Pb and Cu were found from sediments followed by roots and leaves. The high concentration of heavy metal (Pb and Cu) in the root is likely due to sediment size. The high concentration of heavy metal (Pb and Cu) in the root is likely due to sediment size. When the size is finer, heavy metal accumulation will be higher, although there was no significantly different from different location.
Determination on Yellow Fin Tuna Stock (Thunnus albacares) In South Java Sea Based on Genetic Variation by Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP) Method Feni Iranawati; Lazimatun Nazifah; Ledhyane Ika Harlyan; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Diana Arfiati
Research Journal of Life Science Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.238 KB) | DOI: 10.21776/ub.rjls.2016.003.01.2

Abstract

Indonesia is known as a country with the highest potential production of tuna, with total production more than six hundred thousand ton per year as value as 6.3 trillion IDR per year.However, Tuna fishery have several challenges, as can be identify by the declining in productivity and an average length fish had been caught, and also tuna fishing groundsaregetting farther. This apparently appears as a result of inaccurate determination of fish stock as the basic management unit of tuna fisheries, especially in yellow fin tuna (YFT). This study aims to define population stocks of YFTin South Java Sea based on genetic information. Samples were taken from three fish landing ports (MuaraBaru, Cilacap and Benoa). Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP) technique were applied for Cytochrome Oxidase I genes, using restriction enzymes;HaeIII, RsaI, BamHI, XhoI, and AluI. Genetic variation in populations were evaluated with POPGENE32 software. Result indicate that finer scale of stocks present YFT and should bemanaged differently for effective management purpose and to maintain sustainability of this species.
IbM PORTABLE INSULATED FISH STORAGE BOX UNTUK NELAYAN DESA SUMBERBENING KABUPATEN MALANG Syarifah Hikmah Julinda Sari; Hartati Kartikaningsih; Defri Yona
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v2i2.488

Abstract

Desa Sumberbening terletak di Pesisir Pantai Kondangmerak dan berpenduduk mayoritas adalah nelayan yang menggunakan perahu yang berukuran sedang untuk menangkap ikan dan menyimpan hasil tangkapannya sebelum di labuhkan ke pelabuhan terdekat untuk dipasarkan. Permasalahan  yang  dialami  oleh  Mitra IbM  yaitu  pada  kondisi tempat penyimpanan sehingga es mudah mencair dan menurunkan kualitas ikan tangkapan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah diatas adalah dengan memberikan bantuan alat  portable insulated  fish storage  box  pada mitra  IbM yaitu sebuah kotak berinsulasi, yang akan mempertahankan kondisi dingin lebih lama karena es tidak   mudah   mencair. Selain   itu,   alat   tersebut   bisa   dipindah-pindah   sehingga memudahkan penanganan ikan untuk dipasarkan dan dipindahkan apabila kapal/perahu tidak beroperasi sehingga keamanan alat tersebut bisa terjaga. Kurangnya keterampilan fish handling dan sanitasi pada mitra akan diatasi dengan pelatihan penanganan ikan sehingga mutu ikan yang dijual akan baik dan pada akhirnya akan membantu menaikkan kesejahteraan nelayan Desa Sumberbening.
TEKNIK PEMBIBITAN DAN PENANAMAN MANGROVE DI BANYUURIP MANGROVE CENTER, DESA BANYUURIP, KECAMATAN UJUNGPANGKAH, KABUPATEN GRESIK Defri Yona; Nurin Hidayati; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Irfan Naufal Amar; Kharisma Wisnu Sesanty
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i1.744

Abstract

Banyuurip is one village in East Java that has successfully replanting its mangrove forest. Mangrove forest in Banyuurip had experienced losses due to changes into aquaculture and also abrasion from the Java Sea. However, with the concern and willingness of local fishermen who realized the loss of mangrove brought significant impact to their fish catching, mangrove replanting was carried out since 2007. This effort went well because they did the seedling process by themselves. Seedling process in Banyuurip is dominated by mangrove Avicennia sp and Rhizophora because these mangroves are found in high numbers in Banyuurip. Seedling is carried out using polybag and the germination was conducted in an area called ‘bedengan’ to protect the seeds from the sun. The seeds are watered using water pump regularly and supervision is conducted to prevent the seeds from being eaten by crab. At present, mangrove seedling in Banyuurip is running well and the seeds are either used by themselves or are selling to another mangrove places.
PROGRAM DOKTOR MENGABDI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BERBASIS MANGROVE DI DESA BANYUURIP KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK JAWATIMUR Muhammad Arif Rahman; Defri Yona; Nurin Hidayati; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Iis Nur Rodliyah
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i2.1109

Abstract

Sejak tahun 2013, Pemerintah Desa Banyuurip bersama dengan Kelompok Pelestari Mangrove dan Lingkungan Banyuurip mendirikan Kawasan Ekowisata dan Konservasi Mangrove yang dikenal dengan nama Banyuurip Mangrove Center (BMC). Selain sebagai tempat pembibitan dan pelestarian mangrove, kawasan ekowisata yang mulai dibuka pada tahun 2015 ini memiliki berbagai jenis mangrove dengan jenis yang mendominasi adalah Avicennia sp. dan Rhizophora. Saat buah mangrove melimpah, penduduk sekitar BMC kadang memanfaatkannya sebagai olahan seperti sirup dan jenang untuk dikonsumsi sendiri. Berangkat dari permasalahan ini, Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Tahun 2018 dilakukan untuk membantu para pengelola ekowisata mangrove dalam memanfaatkan dan mengelola produk-produk mangrove untuk mengembangkan ekowisata mangrove yang telah berjalan. Kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan pengolahan produk mangrove oleh praktisi dari Lamongan yang telah sukses mengolah kopi mangrove serta tim dari KeSEMaT, Semarang yang telah memiliki banyak desa binaan dengan berbagai macam produk seperti stik mangrove, krupuk mangrove, cendol mangrove serta batik mangrove. Dengan adanya pemanfaatan dan pengelolaan produk mangrove, maka BMC diharapkan dapat menjadi satu paket tempat wisata yang lengkap, yakni wisata alam, wisata pendidikan, dan juga wisata ekonomi.Kata kunci: BMC, Mangrove Jawa Timur, Produk Mangrove
Cadmium and zinc accumulation behaviour of hyperaccumulator Arabidopsis halleri ssp. gemmifera in the hydroponic system Syarifah Hikmah Julinda Sari; Mei-Fang Chien; Chihiro Inoue
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.102.4155

Abstract

Arabidopsis halleri ssp. gemmifera is classified as Cd and Zn hyperaccumulator plant, however, the disparity accumulation preferences in organs (root, stem and leaves) between cadmium and zinc seems less understandable. Therefore, this study aimed to portray accumulation behaviour toward the presence of Cd and Zn in the hydroponic method employing A. halleri ssp. gemmifera. The experiment was conducted by applying this plant using 2 and 300 µM of Cd, and 2 and 200 µM Zn, together with 20% Hoagland solution for 7 days, separately. The results showed that Zn in the medium was uptake faster than Cd. Furthermore, increasing Cd/Zn supply at the medium resulted in an increasing accumulation of Cd/Zn in the organs of the plant. In both Cd treatments, the accumulation followed the order of stem>root>leaves, indicating Cd transportation to the upper part has occurred during this period. The same accumulation preference pattern was also reported in the 200 µM Zn supply. However, at 2 µM Zn supply, Zn accumulation was mainly found in the leaves, followed by the root and stem. A. halleri ssp. gemmifera uptake Zn faster from the medium and translocate rapidly to the leaves at low-level Zn supply. Increasing Zn supply concentration might inhibit the translocation of Zn from stem to leaves. Meanwhile, regardless of Cd supply concentrations, this plant could only translocate Cd to the stem mostly within a short-time exposure period. Therefore, this study concluded that A. halleri ssp. gemmifera exhibited different accumulation responses when exposed to different Cd and Zn supply concentrations.
Struktur komunitas fitoplankton dan kaitannya dengan ketersediaan zat hara dan parameter kualitas air lainnya di perairan Timur Surabaya Setya Indra Padma Putri; Syarifah Hikmah Julinda Sari
Depik Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.979 KB) | DOI: 10.13170/depik.4.2.2455

Abstract

Abstract. The objetives of the present research were to determine relationship of phytoplankton abundance and community structure with environmental factors.The research was conducted in twelve stations along East Surabaya’s Coastal Waters. The samplings were represented early dry season (May-July 2013). Regression Correlation Analisis and Principle Component Analysis were involved to determine the relationship between community structure of phytoplankton and nutrient availability as well as other environmental parameters. The results showed that the concentration of Nitrate (NO3-N) was ranged from 1.80mg/L to 7.31 mg/L while Phosphate (PO4-P) was 0.20 – 4.75 mg/L. The phytoplankton abundance was varied between 3300 cell/L to 47000 cell/L. The highest phytoplankton abundance was found in the estuary and deacreased toward the sea areas. The dDiversity and evennes indices were low category, while dominance index was found to be relatively high, where Skeletonema sp. was predominant. Diversity index was not correlated significantly with nutrient availability, while there were a significant correlation between phytoplankton abundance and environment parameters namely salinity, DO and brighnessKeywords : phytoplankton abundance; oseanography factor; spatial analysis; coastal watersAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara kelimpahann dan struktur komunitas fitoplankton dengan faktor lingkungan di perairan pesisir. Penelitian dilakukan pada 12 stasiun berbeda di Perairan Timur Surabaya. Sampling plankton dan kualitas air mewakili awal musim kemarau (Mei – Juli 2013). Analisis regresi korelasi dan analisis komponen utama dilakukan untuk melihat keterkaitan struktur komunitas dan ketersedian zat hara dan parameter lingkungan lainnya di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kandungan zat hara yang relatif tinggi: Nitrat (NO3-N) antara 1,80 – 7,31 mg/L dan Fosfat (PO4-P) antara 0,20 – 4,75 mg/L. Distribusi fitoplankton bervariasi antara 3,3 – 4,7.103sel/L. Kelimpahan plankton paling tinggi didapat pada stasiun muara sungai dengan indikasi penurunan ke arah laut. Indeks keragaman jenis (H’) dan indeks keseragaman jenis (E) relatif rendah; sebaliknya indeks dominasi tinggi (D0,5) dengan didominasi oleh Skeletonema sp.. Indeks diversitas menunjukkan hubungan yang tidak bermakna dengan zat hara. Namun, kelimpahan fitoplankton berkorelasi secara signifikan dengan parameter salinitas, DO dan kecerahan.Kata kunci :kelimpahan fitoplankton; faktor oseanografi; analisis spasial; perairan pesisir
Co-Authors Abdullah Hamid Ade Yamindago Adi, M Arif As' Agung Yunanto Aida Sartimbul Aini, Misba Nur Akhmad Amirudin Akhmad Amirudin Albarra, Nurhafizh Sri Andira, Andira Anggara, Arik Ardelia Annisa Larasati Ardelia Annisa Larasati, Ardelia Annisa Arifianti, Dwi Nurjanatin Ayuingtyas, Wulan Cahya Bambang Semedi Bernads Daniel Marolop Siagian Billy Arif Mahendra Chihiro Inoue Citra Satrya Utama Dewi Citra Syananta Daduk Setyohadi David Vernandes Defri Yona Defri Yona Defri Yona Dewa Gede Raka Wiadnya Dewi, Citra Satrya Utama Diana Arfiati Diza, Novia Fara Dumatubun, Innocentius Arya Panji Pramudewata Dwi Nurjanatin Arifianti Dwi Retnowati Effendy, Citra Ravena Putri Eko Sulkhani Yulianto Erfan Rohadi Estina Fahreza Okta Setyawan Fatmawati, Riska Feni Iranawati Feni Iranawati Feni Iranawati, Feni Galuh Dyah Pitaloka Hayyu Guntur Guntur Iis Nur Rodliyah, M.Ed Irfan Naufal Amar Jessica Feibe Ambar Kirana Johar Setiyadi Junika Chintia Ayu Putri Kartikaningsih, Hartati Kharisma Ayu Zeina Halisah Kharisma Wisnu Sesanty Kretarta, Anedathama Krisnanto, Wahyu Fajar Lazimatun Nazifah Ledhyane Ika Harlyan Lee, Ming-An Lestariadi, Riski Agung Maretha Dewi Maheswari Mei-Fang Chien Mela Dita Maharani Mochamad Arif Zainul Fuad Muh. Arif Rahman Muhammad Arif Asadi Muhammad Arif Asadi, Muhammad Arif Muhammad Azka Dzikri Firdausi Muhammad Fathur Rayyan Muhammad Lathiful Khuluq Muhammad Rafly Haryansyah Nevandra, Adinda Prameswari Aisyah Nurhafizh Sri Albarra Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurin Hidayati Nurin Hidayati Priyanka Mondal Rafika Devi Agustin Rahman, Muhammad Arif ramadhan, firman Rarasrum Dyah Kasitowati Rarasrum Dyah Kasitowati, Rarasrum Dyah Rayyan, Muhammad Fathur Riski Agung Lestariadi Rohenda, Amelia Rumantya, Matthew Adi Bekti Safitri Widya Ningtias Saputra, Dhira Kurniawan Setya Indra Padma Putri Setyawan, Fahreza Okta Syamsuddin, Maura Fayza Dwinanda Tri Djoko Lelono Tsania Humairoh Vidayanti, Viky Widodo S Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Wirdana, Nurmalisa Wulan Cahya Ayuingtyas Yanuar, Adi Tiya Zefanya Nandaningtyas