Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pernikahan Dini Mariah Ulfah; Linda Yanti; Prasanti Adriani; Soliyah Soliyah
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.746 KB) | DOI: 10.31101/jkk.1901

Abstract

Perkawinan remaja di Indonesia mengalami penurunan sejak tahun 2008-2018, namun sekarang terjadi peningkatan kembali. Termasuk di Desa Mergolangu dari tahun 2016 sampai 2019 tercatat sebanyak 50 pasangan suami istri dengan persentase 64% untuk pasangan wanita rentang usia 20. Pernikahan dini berpengaruh terhadap aspek kesehatan dan sosial, diantaranya adalah stunting, stress, dan perceraian. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pola asuh terhadap pernikahan dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian retrospektif desain case control dengan jumlah sampel 46 orang. Hasil penelitian menunjukan pola asuh permisif berpengaruh positif (T statistic 4,7540) terhadap pernikahan dini. Kejadian pernikahan dini  63,3% dan 36,7% disebabkan oleh karena faktor lain.
EFEKTIFITAS PELVIC ROCKING EXERCISES DENGAN BIRTHING BALL TERHADAP LAMA WAKTU PERSALINAN PADA IBU PRIMIPARA Surtiningsih Surtiningsih; Linda Yanti; Arlyana Hikmanti; Fauziah Hanum Nur Adriani; Feti Kumala Dewi
Midwifery Care Journal Vol 3, No 3 (2022): July 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v3i3.8880

Abstract

Prolonged labor causes complications for both mother and baby. Pelvic Rocking Exercised (PRE) helps shorten the length of the first and second stages and minimizes prolonged labor. The purpose of this study was to determine the effectiveness of PRE with or without Birthing Ball (BB) on the duration of the first and second stage of labor. The research method used is quasi-experimental, on 57 respondents, posttest only control design and One way Anova statistical test. The results showed that the characteristics of the respondents obtained an average age of 23-24 years, gestational age 39 weeks, uterine fundal height 29-30 cm, and baby birth weight 2992-3037 grams. The average length of the first stage of labor with PRE was 163.75 minutes, PRE with BB 180.59 minutes, and the control group was 380 minutes, while the length of the second stage was PRE 40.10 minutes, PRE With BB 47 minutes, and the control group was 57 minutes. There was a difference in the length of the first stage of labor with PRE with data without BB, with the control group p = 0.000 0.05, and there was a difference in the average length of the second stage of labor in the second stage of labor in women with PRE, PRE with or without BB with control group p=0,0000,05. Conclusion PRE with and without Birthing Ball is effective in shortening the length of labor in the first stage and the second stage.
Upaya Minimalisasi Komplikasi Persalinan dengan Asuhan Komplementer pada Kelompok Ibu Hamil Risiko Tinggi Surtiningsih Surtiningsih; Linda Yanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol 1 No 4 (2022): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v1i4.823

Abstract

Introduction: In Karangmangu Village there are 37 pregnant women, from the results of the examination it is known that only 40.5% of pregnant women have a mild risk while 59.5% have a moderate to high risk such as maternal age <20 years or >35 years, anemia, lack of energy chronic kidney disease, vulvar varicose veins, hepatitis and 1 HIV positive pregnant woman. The purpose of this activity is the formation of a companion group for high-risk pregnant women, early detection and monitoring of high-risk pregnant women, preparation and planning for childbirth through physical and psychological preparation that is integrated with complementary care. Methods: preparation and coordination with village midwives and village officials, then screening and outreach to participants, namely all pregnant women and 37 pregnant women who were at high risk with early detection methods, lectures, discussions and deliberation Results: The formation of a companion group for high-risk IU. From the results of early detection, it was found that there were pregnant women with preeclampsia and old age, anemia, diabetes mellitus, chronic energy deficiency, urine protein, blood glucose. Detection of hypertension found that pregnant women are at risk of hypertension by examining the cold pressor test and increasing knowledge and skills. Conclusion: The formation of a companion group for high-risk pregnant women who can perform early detection and monitoring of high-risk pregnant women, preparation and planning for childbirth through physical and psychological preparation that is integrated with complementary care.
Upaya Pemberdayaan Ibu dalam Perencanaan Kehamilan yang Sehat Linda Yanti; Surtiningsih Surtiningsih; Fauziah Hanum Nur Adriyani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.112 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendauluan: Hasil dari wawancara terhadap beberapa wanita usia subur di Desa Linggasari yaitu terdapat ibu- ibu yang mengatakan keterlambatan melakukan suntik KB memicu adanya kehamilan yang tidak diinginkan, selain itu adanya permasalahan berupa gangguan pertumbuhan pada bayi dan balita (stunting) yang disebabkan karena ketidaksiapan saat menjalani proses kehamilan Tujuan: Untuk mencari alternative solusi pemecahan masalah diatas, maka Perencanaan kehamilan yang sehat tentunya merupakan cara yang efektif untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan dari adanya kehamilan yang belum direncanakan. Merencanakan kehamilan merupakan perencanaan kehamilan untuk mempersiapkan kehamilan guna mendukung terciptanya kehamilan yang sehat dan menghasilkan keturunan yang berkualitas yang diinginkan oleh keluarga. Metode: Metode kegiatan ini adalah pretest dan post test, ceramah, diskusi dan pemberian informasi. Hasil: Kegiatan ini diikuti 35 peserta yang terdiri dari wanitas usia subur, wanita yang baru memiliki anak satu, dan hasil monev didapatkan peserta yang berencana hamil sudah melepas kontrasepsinya, melakukan pemeriksaan kesehatan kepuskesmas, konsultasi dengan bidan, dan menabung Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan informasi tentang upaya pemberdayaan ibu dalam perencanaan kehamilan yang sehat Kata kunci: Pemberdayaan, Perencanaan Kehamilan Sehat ABSTRACT Introduction: The results of interviews with several women of childbearing age in Linggasari Village, namely there are mothers who say that delays in taking family planning injections trigger unwanted pregnancies, in addition to problems in the form of growth disorders in infants and toddlers (stunting) caused by unpreparedness at the time of birth. go through the process of pregnancy Objective: To find alternative solutions to the problems above, planning a healthy pregnancy is certainly an effective way to prevent the adverse effects of an unplanned pregnancy. Planning a pregnancy is planning a pregnancy to prepare for pregnancy to support the creation of a healthy pregnancy and produce quality offspring desired by the family. Methods: The methods of this activity are pretest and posttest, lectures, discussions and providing information. Results: This activity was attended by 35 participants consisting of women of childbearing age, women who have just had one child, and the results of the monitoring and evaluation showed that participants who planned to become pregnant had removed their contraception, conducted health checks at the health center, consulted with midwives, and saved money. Conclusion: There was an increase in participants' knowledge after being given information about efforts to empower mothers in planning a healthy pregnancy Keywords: Empowerment, Healthy Pregnancy Planning
Hulu Hilir Penanggulangan Masalah Gizi Bayi dan Balita di Kabupaten Banyumas Fauziah Hanum Nur Adriyani; Linda Yanti; Rosi Kurnia Sugiharti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.349 KB)

Abstract

Permasalahan gizi menjadi isu yang mendesak untuk diselesaikan karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Sumber daya manusia adalah faktor utama penentu kesuksesan sebuah Negara. Kabupaten Banyumas menduduki peringkat ke 5 dengan permasalahan gizi di Jawa Tengah. Studi ini bertujuan melihat hulu-hilir upaya penanggulangan pemasalahan gizi di Kabuapten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method atau kuantitatif dan kualitatif dengan model sequential explanatory yaitu menganalisis data menggunakan penelitian kualitatif dan dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, di hulu (level kebijakan) telah banyak sekali kebijakan pemerintah yang dilahirkan sebagai upaya percepatan penanggulangan masalah gizi. Banyak masyarakat maupun implementer program di level akar rumput yang belum memiliki penguasaan pengetahuan yang memadai terkait masalah gizi itu sendiri, baik dampaknya, faktor penyebabnya, hingga cara penanggulangannya. Hal ini didapatkan dari angka kejadian masalah gizi di Kabupaten Banyumas yaitu pada kasus Wasting di Kabupaten Banyumas paling banyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I 419 (12.5%), Kasus several wasting tertinggi beradi di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II 383 (16.5%), dan Puskesmas Cilongok I dengan kasus stunting dan underweight paling tinggi di wilayah Kabupaten Banyumas yaitu sejumlah 786 bayi dan balita dengan stunting serta 167 bayi dan balita dengan under weight. Dapat disimpulkan bahwa Permasalahan gizi di Kabupaten Banyumas berupa masalah underweight, stunting, several wasting, dan wasting masih tinggi.
Teknik Counter Pressure untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Avni Zaharoh; Fauziah Hanum N.A; Linda Yanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.42 KB)

Abstract

Penanganan nyeri dalam persalinan merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh pemberi asuhan. Metode non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri salah satunya adalah terapi counter pressure. Teknik counter pressure adalah pijatan yang dilakukan dengen memberikan tekanan yang terus-menerus selama kontraksi pada tulang sacrum pasien dengan pangkal atau kepalan tangan. Tekanan yang diberikan dalam Teknik ini dapat diberikan dalam Gerakan lurus atau lingkaran kecil. Tujuan pemberian teknik counter pressure adalah untuk mengurangi nyeri kontraksi dalam proses persalinan kala 1 fase aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang merupakan metode untuk memahami individu yang dilakukan secara integratif dan komprehensif untuk menyelesaikan masalah yang dialami pasien. Penanganan nyeri yang telah diberikan pada ny. m menggunakan Teknik counter pressure ini dapat menurunkan rasa nyeri proses persalinan pada kala 1 fase aktif dengan skala nyeri pada angka 9 sebelum dilakukan terapi dan menurun ke angka 7 pada percobaan pertama dan Kembali turun menjadi 4 pada percobaan kedua selama 20 menit pada setiap pemberian terapi. Teknik counter pressure yang diberikan pada pasien bersalin ny. m dapat menurunkan nyeri. Manfaat sebagai sumber informasi untuk masyarakat ataupun tenaga Kesehatan dalam menangani nyeri punggung untuk meningkatkan rasa nyaman menggunakan Teknik counter pressure
Minuman Jahe untuk Ibu Hamil dengan Hiperemesis Gravidarum di Era Pandemi Covid-19 Heri Kusyati; Surtiningsih Surtiningsih; Linda Yanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.496 KB)

Abstract

Pendahuluan : Hiperemesis gravidarum bukan faktor utama yang menyebabkan angka kematian ibu di Indonesia. Kejadiannya cukup besar yaitu 60-80% pada primigravida dan 40-60% pada multigravida dan satu diantara 1000 kehamilan mengalami gejala lebih berat . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas minuman jahe dan pijat akupresure dalam mengurangi mual muntah berlebihan pada masa pandemi covid-19. Metode : Studi kasus Hasil : kami melaporkan tentang hiperemesis gravidarum pada ibu hamil umur 31 tahun hamil 5 minggu 5 hari di masa pandemi covid-19. Kesimpulan : Pemberian minuman jahe efektif mengurangi frekuensi mual muntah pada ibu hamil
Formula Kacang Hijau untuk Penambahan Lila Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (Kek) Nabiyla Fathimah Alhasani; Linda Yanti; Surtiningsih Surtiningsih
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.473 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1013

Abstract

Seseorang yang menderita ketidakseimbangan protein dan energi yang masuk ke tubuhnya hingga bertahun-tahun disebut Kurang Energi Kronik. Seseorang dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm dapat dikatakan orang tersebut memiliki resiko terkena Kurang Energi Kronik (KEK) dan jika pengukuran lebih besar atau sama dengan 23,5 cm maka tidak memiliki resiko terkena KEK. Prevalensi ibu hamil yang menikah pada usia muda lebih tinggi jika dibandingkan dengan usia yang lebih tua. Sebesar 33,5% memikah diusia 15-19 tahun sedangkan sebanyak 23.3% menikah diusia 20-24 tahun. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui efektifitas kacang hijau pada ibu hamil dengan KEK. Studi kasus merupakan metode yang dipakai dalam penelitian ini. Subjeknya ialah ibu hamil trimester 1 yang berumur 21 tahun 12 minggu 1 hari dengan KEK. Peneliti melakukan percobaan formula kacang hijau yang diberikan kepada ibu hamil dengan KEK selama 21 hari dan pengukuran dilakukan setiap hari ke-7. Dari penelitian yang diberikan pada ibu hamil selama 21 hari memberikan efek kenaikan LILA sebanyak 0,7 cm dan berat badan sebanyak 0,6kg.
Pembentukkan “KEPOKMILI” (Kelompok Ibu Hamil Peduli) Sebagai Upaya Deteksi Dan Pemantauan Hypertensi Kehamilan Linda Yanti; Feti Kumala Dewi; Surtiningsih Surtiningsih; Fauziah Hanum Nur Adriyani; Arlyana Hikmanti; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9125

Abstract

ABSTRAK Hypertensi kehamilan masih menjadi penyebab utama dari angka kmatian ibu (AKI). Di Indonesia sebayak 1.077 kasus ibu meninggak karena mengalami hypertensi kehamilan, di Jawa Tengah sebanyak 156 ibu meniggal karena hypertensi kehamilan dan kabupaten banyumas sebanyak 29 kasus kematian terjadi saat hamil. Permasalahannya adalah terdapat 2 kasus kematian tersebt berada di kecamatan kembaran. Di Desa Bantarwuni terdapat 5 ibu hamil yang mengalami hypertensi, belum ada kelompok ibu hamil yang terbentuk sehingga banyak informasi penting yang tidak diketahui oleh ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk KEPOKMILI (Kelompok Ibu Hamil Peduli), ibu hami juga mampu memberdayakan diri, peningkatan pengetahuan, meningkatkan partisipasi dan minat untuk deteksi dini, pemantauan, dan pencegahan hypertensi serta komplikasi kehamilan. Metode kegiatan ini dengan ceramah, tanya jawab, diskusi pembentukan kelompok ibu hamil perduli, edukasi, deteksi dini dan pemantauan hypertensi kehamilan pemberian informasi dan pemberdayaan diri. Khalayak sasaran yang dipilih adalah ibu hamil dan tempat yang dipilih adalah di Desa Bantarwuni. Hasil kegiatannya yang diikuti oleh 28 peserta penetapan fasilitator, pembentukan KEPOKMILI, pretest, pemberian informasi, posttest, deteksi hypertensi ibu hamil dengan pemeriksaan cold pressor test (CPT), pemantauan tekanan darah. Kesimpulan: terbentuknya KEPOKMILI, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan setelah kegiatan, terdapat 4 ibu hamil yang beririko hypertensi, pemantauan tekanan darah dilakukan intensif selama 1 minggu sekali. Saran: Diharapkan ibu hamil yang baru dapat bergabung dengan komunitas KEPOKMILI, deteksi hypertensi ibu hamil dapat dilakukan dengan pemeriksaan CPT, pemantauan tekanan darah ibu hamil harus dilakukan setiap 1 minggu sekali untuk semua ibu hamil. Kata Kunci: Hypertensi, KEPOKMILI (Kelompok Ibu Hamil Peduli), Cold Pressor Test (CPT)  ABSTRACT Pregnancy hypertension is still the main cause of maternal mortality (MMR). In Indonesia, 1,077 cases of mothers died due to pregnancy hypertension, in Central Java, 156 mothers died due to gestational hypertension, and in Banyumas district, 29 cases of death occurred during pregnancy. The problem is that there were 2 cases of death in the Twin District. In Bantarwuni Village there are 5 pregnant women who experience hypertension, no groups of pregnant women have been formed so that there is a lot of important information that pregnant women do not know. This activity aims to form KEPOKMILI (Caring Pregnant Women Group), pregnant women are also able to empower themselves, increase knowledge, increase participation and interest in early detection, monitoring, and prevention of hypertension and complications of pregnancy. The method of this activity is with lectures, questions and answers, discussions on forming groups of caring pregnant women, education, early detection and monitoring of pregnancy hypertension, providing information and self-empowerment. The selected target audience is pregnant women and the chosen place is in Bantarwuni Village. The results of the activities which were attended by 28 participants were the appointment of facilitators, formation of KEPOKMILI, pretest, provision of information, posttest, detection of hypertension in pregnant women by examining the cold pressor test (CPT), monitoring of blood pressure. Conclusion: the formation of KEPOKMILI, there was an increase in the knowledge of pregnant women before and after the activity, there were 4 pregnant women who were at risk of hypertension, blood pressure monitoring was carried out intensively once a week. Suggestion: It is expected that new pregnant women can join the KEPOKMILI community, detection of hypertension in pregnant women can be done by CPT examination, monitoring of blood pressure in pregnant women must be done once every 1 week for all pregnant women. Keywords: Hypertension, KEPOK MILI (Concerned Pregnant Women Group), Cold Pressor Test (CPT)
Formula Madu Untuk Mengatasi Diare Pada Balita Di Puskesmas Wanadadi 1 Banjarnegara: Studi Kasus Yuni Nur Indriani; Fauziah Hanum NA; Linda Yanti
Indonesian Health Science Journal Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v2i2.26

Abstract

Introduction: Diarrhea cases are generally more dominant in children under 5 years of age or toddlers because their physical condition is still weak and they are easily infected with the spread of bacteria that cause diarrhea. If not treated immediately, it can cause death. The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving honey formula to toddlers with diarrhea without dehydration. Case Presentation: We report a case of diarrhea without dehydration in toddler An. G aged 1 year 5 months 21 days who came to the health center with good general condition, weight 9.3 kg, abdominal bloating, and increased bowel sounds auscultation. Conclusion: Honey formula is more effective in dealing with diarrhea in toddlers, after consuming honey within 24 hours there is a change in the consistency of the stool to become denser, the frequency of defecation decreases and the general condition of children under five is getting better. Suggestion: Giving formula honey to toddlers with diarrhea is very good if you don't consume excessively and know the dose, which is given for 5 days with a dose of 5 cc/1 teaspoon of honey and given 3 times a day every 8 hours.