Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Wedang Jahe Dan Penekanan Pada Titik P6 Pada Ibu Hamil Dengan Emesis Gravidarum Hernugroho, Adella Renanda; Yanti, Linda; Hikmanti, Arlyana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.16503

Abstract

Background : Emesis gravidarum often occurs in pregnant women, where nausea occurs, sometimes accompanied by vomiting at a certain level and over a certain period of time. Based on data from the World Health Organization (WHO), the incidence of emesis gravidarum is 12.5% and a survey at the Mandiraja 1 Community Health Center showed that of the 34 pregnant women undergoing ANC in December 2023, 28 of them experienced emesis gravidarum. If nausea and vomiting is not treated properly, it can result in pathological cases, namely hyperemesis gravidarum. Purpose : This study aims to identify the level of emesis of pregnant women pre and post treatment and skills in carrying out treatment for making ginger wedang and emphasizing point P6.Methods : This research uses a case study method with the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis/Nausea (PUQE) assessment instrument to assess the level of emesis. The number of respondents who participated in this research was 5 people. This research was conducted for 7 days starting from 15 to 22 December 2024 at each respondent's home.Results: Based on the research results, the five respondents experienced a decrease in nausea and vomiting after consuming ginger wedang and emphasizing point P6 every morning for 7 days from moderate level (100%) to mild level (83.3%.) and no or no nausea and vomiting (16.7 %.). Conclution : It can be concluded that the privision of ginger wedang and emphasizing point P6 is effective in reducing the level of emesis gravidarum in pregnant women by 83.3% and respondents are considered to be able to perform treatment procedures skillfully.Suggestion: It is expected that the health center or other health institutions can facilitate pregnant women in terms of knowledge about non-pharmacological treatments that are safe to use during pregnancy. Keywords: Emesis Gravidarum, Ginger Wedang, Point P6 ABSTRAK Latar belakang : Emesis gravidarum sering terjadi pada ibu hamil, dimana terjadi mual kadang disertai dengan muntah dengan tingkatan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan data Data dari World Health Organization (WHO) menunjukan angka kejadian emesis gravidarum sebanyak 12,5% dan survey di Puskesmas Mandiraja 1 menunjukan dari 34 ibu hamil melakukan ANC di bulan Desember 2023 terdapat 28 diantaranya mengalami emesis gravidarum. Mual muntah tersebut jika tidak diatasi dengan benar maka dapat mengakibatkan kasus patologis yaitu hiperemesis gravidarum.Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat emesis ibu hamil pre dan post treatment dan kerempilan melakukan treatment pembuatan wedang jahe dan penekanan pada titik P6.Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan instrumen pengkajian Pregnancy-Unique Quantification Of Emesis/Nausea (PUQE)untuk menilai tingkat emesis. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari yang dimulai pada tanggal 15 sampai tanggal 22 Desember 2024 di rumah masing masing responden.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian kelima responden mengalami penurunan mual muntah setelah pengonsumsian wedang jahe dan penekanan titik P6 dilakukan setiap pagi selama 7 hari dari tingkat sedang (100%) menjadi tingkat ringan (83,3%) dan tidak ada atau tidak mual muntah (16,7%).Kesimpulan : Dapat di simpulkan bahwa pemberian wedang jahe dan penekanan titik P6 efektif untuk mengurangi tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil sebanyak 83,3% dan responden dinilai dapat melakukan prosedur treatment dengan terampil.Saran : Diharapkan pihak puskesmas atau lembaga kesehatan lainnya dapat memfasilitasi ibu hamil dari segi pengetahuan tentang pengobatan non-farmakologis yang aman digunakan selama kehamilan Kata Kunci: Emesis Gravidarum, Wedang Jahe, Titik P6. 
STUDI KASUS PEMBERIAN JUS MENTIMUN PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MANDIRAJA 1 Faizah, Maisarotul; Yanti, Linda; Dewi, Feti Kumala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32339

Abstract

Masalah dapat dialami pada ibu hamil yakni hipertensi. Hipertensi ialah keadaan meningkatnya darah tinggi melebihi normal. Darah tinggi dijelaskan ketika sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Angka Kematian Ibu (AKI) di Banjarnegara tahun 2022 130,83/100.000 lahir hidup secara absolut kematian ibu hamil sebanyak 17 kasus dari total 12.994 kelahiran hidup 5,88% kasus hipertensi kehamilan. Kasus ibu hamil penderita hipertensi di Puskesmas Mandiraja 1 terdapat 6 ibu hamil menderita hipertensi dari 62 wanita hamil pada bulan Desember. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan jus timun pada ibu hamil penderita hipertensi sebagai upaya membantu menurunkan tekanan darah. Metode yang digunakan yakni studi kasus yang dilaksanakan di Puskesmas Mandiraja 1. Sampel penelitian minimal 5 orang responden yaitu ibu hamil yang mengidap penyakit hipertensi dengan pengukuran  140/90 mmHg di wilayah Puskesmas Mandiraja 1. Hasil diperoleh dari penelitian ini yakni setelah mengkonsumsi jus timun 2x/hari dalam 7 hari mengalami penurunan hipertensi rata-rata yaitu sistol 10-20 mmHg dan diastol 10-20 mmHg pada 5 orang responden. Kesimpulan yang diperoleh dengan perawatan komplementer minum jus mentimun pada wanita hamil dengan penderita hipertensi sangat efektif membantu menurunkan tekanan darah. Setelah ibu hamil dengan hipertensi minum jus timun sistol turun menjadi 10 – 20 mmHg dan diastol 10 – 20 mmHg.
Monthly Breast Exam Pada Remaja Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara: Monthly Breast Exam Pada Remaja Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Hikmanti, Arlyana; Feti Kumala Dewi; Linda Yanti; Susilo Rini
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v3i3.1533

Abstract

Breast cancer is a malignancy that often occurs in women, especially in women who have menstruated, including teenagers. However, these women often misunderstand the benefits of breast cancer screening programs such as Awareness examinations, clinical examinations and mammography examinations. The health problem faced at SMA Negeri 1 Rancah Ciamis, West Java is that teenagers do not know about the Monthly Breast Self Exam or are aware of it. The methods used in this PkM include preparation, socialization of the importance of solutions, participant screening, implementation of activities, monitoring and evaluation. This science and technology implementation program aims to: 1). Improving teenagers' skills in carrying out Monthly Breast Self Exam/awareness examinations to detect breast cancer early. 2). Awareness examination was carried out by teenagers to detect breast cancer early at SMA Negeri 1 Rancah Ciamis, West Java. The results of this activity are 1). Adolescents are skilled in carrying out Monthly Breast Self Exams/be aware to detect breast cancer early; 2). Monthly Breast Self Exam/be aware by teenagers for early detection. Keywords: early detection, monthly breast exam, teenagers
Meminimalisir Patologi Kehamilan dengan Deteksi Dini Faktor Resiko Irawati, Fanni Siska; Yanti, Linda; Dewi, Feti Kumala
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16569

Abstract

ABSTRAK Data Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, dimana AKI meningkat dari 4.627 kematian tahun 2020. Angka AKI wilayah Banjarnegara pada tahun 2022 mencapai 130,83 per 100.000 kelahiran hidup. Upaya menurunkan angka kematian ibu adalah peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan. Tujuan pada pengabdian ini yaitu meminimalisir patologi kehamilan dengan deteksi dini faktor risiko. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan. Alur kegiatanya meliputi persiapan dan koordinasi, skrining peserta, pretest, penyuluhan, pemeriksaan deteksi dengan Skor Poedji Rochjati, postest, monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilakukan di rumah kader Bantarwaru 24 desember 2023 dengan jumlah 9 peserta. Hasil dari penyuluhan sebagian besar usia reproduksi sehat 7 orang (77,8%), sebagian besar pendidikan dasar 6 orang (66,6%), gravida terbanyak multigravida 6 orang (66,6%) dan paritas terbanyak  pada primipara 8 orang (88,8%).Berdasarkan skor poedji rochjati terdapat 2 (22,2%) dengan hasil scrinning usia >35 tahun memiliki kategori kehamilan risiko tinggi (KRT).Berdasarkan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat dari hasil pretest mayoritas memiliki nilai baik sejumlah 4 responden (44,4%). Berdasarkan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat dari hasil prostest terdapat peningkatan pengetahuan baik sebanyak 6 orang (66,6%) karena memperhatikan dengan baik saat diberi materi penyuluhan. Kata Kunci: Kehamilan,Pengetahuan, Faktor Resiko Kehamilan, Deteksi Dini  ABSTRACT Data on maternal mortality rate increases every year, the MMR increased from 4,627 deaths 2020. The Maternal Mortality Rate in Banjarnegara Regency in 2022 will reach 130.83 per 100,000 live births. Efforts made to reduce maternal and newborn mortality rates are increasing knowledge through outreach. The aim of this service is to minimize pregnancy pathology by early detection of risk factors. The method used is the extension method. The flow of activities includes preparation and coordination, participant screening, pretest, counseling, detection examination with the Poedji Rochjati Score, posttest, monitoring and evaluation. The activity was carried out at the Bantarwaru cadre's house on December 24 2023 with a total of 9 participants. The results of the counseling were mostly healthy reproductive age 7 people (77.8%), mostly basic education 6 people (66.6%), gravida mostly multigravida 6 people (66.6%) and most parity in primipara 8 people (88 .8%). Based on the Poedji Rochjati score, there were 2 (22.2%) with screening results aged >35 years who had the high risk pregnancy (KRT) category. Based on Community Service results from the pre test results, the majority of respondents had good knowledge, 4 people (44.4 %). Based on the Community Service results from the prostest results, there was an increase in good knowledge by 6 people (66.6%) because they paid good attention when given counseling material. Keywords : Pregnancy, Knowledge, Pregnancy Risk Factors, Early Detection
PENGARUH LAID BACK POSITION TERHADAP NYERI LASERASI PADA IBU POST PARTUM Feti Kumala Dewi; Linda Yanti; Susilo Rini
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 11: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan episiotomi maupun robekan perineum yang terjadi spontan mempunyai dampak ketidaknyamanan pada ibu postpartum. Ketidaknyamanan berupa nyeri perineum, inkontinensia urin dan dyspareunia. Laid back position dapat menjadi salah satu alternatif bagi ibu menyusui pasca kelahiran seksio sesarea dan nyeri laserasi. Laid back position yaitu posisi menyusui dengan ibu yang bersandar pada bantal yang diletakkan di atas kursi, tempat tidur, maupun dinding. di Puskesmas Mandiraja 1 terdapat 25 ibu post partum dengan laserasi dan 15 diantaranya mengalami kesulitan dalam menyusui anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Laid Back Position Terhadap Nyeri Laserasi Pada Ibu Post Partum. Metode penelitian Quasy Eksperimental dengan pendekatan One Group Pre Test Post Test Design. Penelitian menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian adalah ibu primipara dan multipara dengan persalinan normal, jumlah responden sebanyak 20 responden. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Instrument penelitian ini menggunakan checklist Visual Analog Scale. Analisa data bivariate menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian karakteristik usia tertinggi adalah usia 21-35 tahun sejumlah 15 responden (75%), pendidikan tertinggi adalah pendidikan menengah (SLTA) sejumlah 12 responden (60%) dan paritas tertinggi adalah primipara sejumlah 11 responden (55%). Hasil uji wilcoxon test Pengaruh Laid Back Position Terhadap Nyeri Laserasi Pada Ibu Post Partum didapatkan nilai p-value 0,000 (p<0,05) sehingga ada pengaruh Laid Back Position Terhadap Nyeri Laserasi Pada Ibu Post Partum. Dengan Laid Back Position responden merasa nyaman dan rileks sehingga mampu meminimalkan rasa nyeri pada luka jahitan
Kombinasi Terapi Massage Effleurage Dan Kompres Hangat Dalam Menurunkan Rasa Nyeri Persalinan Kala 1 Istikomah, Evita Nurul; Surtiningsih; Yanti, Linda
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data persalinan di Banjarnegara pada tahun 2021 sekitar 14.283, sedangkan angka persalinan di Puskesmas Purwanegara 1 cukup tinggi pada tahun 2021 yaitu  458. Data pra survey menunjukan bahwa dari total 23 ibu bersalin, 15 diantaranya mengeluhkan nyeri persalinan. Nyeri apabila ibu tidak bisa memanajemen nyerinya maka akan mengakibatkan persalinan panjang dan komplikasi lainnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri pada persalinan menggunakan Massage Effleurage dan Kompres Hangat. Tujuannya untuk mengidentifikasi data subjektif dan objektif ibu bersalin kala 1, mengidentifikasi tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi Massage Effleurage dan Kompres Hangat, mengidentifikasi rerata penurunan nyeri, dan mengidentifikasi lama persalinan kala 1 dan kala 2. Metode penelitian studi kasus ini menggunakan teknik deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu bersalin inpartu kala 1 total sampel 5 responden. Hasil dari penelitian menunjukan adanya perbedaan tingkat nyeri pre dan post diberikan Massage Effleurage dan Kompres Hangat terdapat penurunan skala nyeri sebanyak 2,8. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan responden dapat menerapkan terapi yang telah diberikan dan dapat digunakan sebagai cara menurukan nyeri saat akan bersalin.
Terapi Pijat Guna Membantu Proses Penyembuhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita Nurbariyah, Siti; Adriyani, Fauziah Hanum Nur; Yanti, Linda
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 2 No 2 (2022): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v2i2.204

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang melibatkan organ pernapasan bagian atas dan organ pernapasan bagian bawah. Penyebab infeksi ini diantaranya ialah virus, jamur dan bakteri. Diperkirakan setiap anak mengalami ISPA 3-6 kali per tahunnya. Berdasarkan hasil utama Riskesdas (Riset kesehatan dasar) pada tahun 2018 menunjukkan prevalensi ISPA di Indonesia mengalami penurunan dibandingkan hasil utama Riskesdas pada tahun 2013 yaitu dari 25% menjadi 9,3% dan prevalensi ISPA pada balita sebesar 7,8%. Pada tahun 2019 jumlah kunjungan balita batuk atau kesulitan bernapas sebesar 7.047.834 kunjungan dan pada tahun 2020 menjadi 4.972.553 kunjungan, terjadi penurunan 30% dari kunjungan tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi pijat guna membantu proses penyembuhan infeksi saluran pernapasan akut pada balita.
Pengaruh Karakteristik Lansia Terhadap Tingkat Literasi Kesehatan Pasien Hipertensi di Puskesmas Sumbang 1 Kabupaten Banyumas Putri, Dwi Rizki Ramadina; Susanti, Indri Heri; Yanti, Linda
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v8i2.373

Abstract

Low health literacy has the impact of having difficulty in understanding the procedures or health services that must be carried out. The purpose of this study was to determine the effect of elderly characteristics on the level of health literacy of hypertensive patients at Puskesmas Sumbang 1, Banyumas Regency. This type of research was using quantitative research with Chi-Square data analysis. The approach used in this study was a cross-sectional approach. The sampling method used a total sampling of 51 elderly people with hypertension. Data were collected by filling out the Health Literacy Scale European Union 16 Question (HLS-EU-Q16) questionnaire. The results showed that there was an influence of elderly characteristics on the level of health literacy consisting of age and gender so that the level of health literacy of the elderly at Puskesmas Sumbang 1 Banyumas Regency was in the adequate category
Pengaruh Terapi Musik Gamelan Langgam Jawa Terhadap Tingkat Stres pada Lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran Kabupaten Banyumas Meliyana, Asri; Kurniawan, Wasis Eko; Yanti, Linda
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v8i2.376

Abstract

Stress is the body's non-specific response to any load demand. Javanese style music therapy is designed to provide a detailed introduction to the client's situation and problem, a type of traditional Indonesian music that looks similar to keroncong. The purpose of this study was to determine the effect of Javanese gamelan music therapy on stress levels in the elderly. This type of research uses quantitative research with Pre-experiment method, type one group pretest-posttest design. The population in this study amounted to 90 people, all at the Sudagaran Elderly Social Service Institution. This research method uses simple random sampling as many as 20 respondents based on the Slovin formula. The results of the Wilcoxon signed rank test showed that the p-value was 0.000 <0.05 which indicated the influence of stress levels on the elderly before and after Javanese gamelan music therapy was performed at the Sudagaran Elderly Social Service Institution, Banyumas Regency. Javanese gamelan music therapy is effective in reducing stress levels in the elderly in nursing homes.
Upaya Pencegahan stunting Melalui Edukasi Sari Kacang Hijau Dan Stunting Pada Balita Usia 1-5 Tahun D iwilayah Puskesmas Mandiraja 1 Kabupaten Banjarnegara Al Zaminati, Latifah May Isnaeni; Adriyani, Fauziah Hanum Nur; Yanti, Linda
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v4i1.1363

Abstract

ABSTRAK Prefalensi stunting di Jawa Tengah adalah (20,8%) dan di Kabupaten Banjarnegara (22,2%) ini merupakan angka yang tinggi. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang umum terjadi di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan pemberian sari kacang hijau kepada balita usia 1-5 tahun, sari kacang hijau dipilih sebagai intervensi non-farmakologis karena kandungan proteinya yang tinggi, peting untuk pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai stunting dan upaya pencegahanya. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dilanjutkan dengan tanya jawab serta menggunakan leaflet lalu menilai pengetahuan orang tua dengan mengisi kuesioner. Peserta PKM adalah 10 orang tua yang memiliki balita. Orang tua balita diberi edukasi mengenai sari kacang hijau dan stunting, evaluasi pengetahuan, pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar usia orang tua berkisar 20-30 tahun yaitu sebanyak 6 (60%). Usia anak 12-24 bulan 4 (40%), 25-36 bulan 1 (10%), 37-48 bulan 4 (40%) dan 49-60 bulan 1 (10%). Pendidikan terakhir orang tua didapat sebanyak 20% SD, 40% SMP, dan 40% SMA/SMK. Hasil dari edukasi stunting dan sari kacang hijau sebanyak 10 dari 10 orang tua berpengetahuan kurang dan setelah diberi edukasi mengenai stunting dan sari kacang hijau pengetahuan orang tua meningkat menjadi sangat baik. Kesimpulanya edukasi dengan metode ceramah dan tanya jawab disertai menggunakan media seperti leaflet efektif untuk meningkatkan pengetahuan.