Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Karakteristik Sindrom Turner di Jakarta I M Arimbawa; Jose RL Batubara; Bambang Tridjaya AAP; Aman B Pulungan
Sari Pediatri Vol 9, No 6 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp9.6.2008.386-90

Abstract

Latar belakang. Sindrom Turner adalah kumpulan gejala dengan karakteristik fisik dan hilangnya satukromosom X baik secara komplit maupun parsial, dan sering pula berupa sel mosaik.Tujuan. Untuk mengetahui karakteristik pasien sindrom Turner yang meliputi kariotip, umur saatdiagnosis, perawakan, kelainan penyerta, status pubertas, kadar follicle stimulating hormone (FSH), danusia tulang.Metode. Penelitian merupakan studi deskriptif. Data diperoleh dari Perkumpulan Turner Jakarta dancatatan medik pasien yang berkunjung ke Poliklinik Endokrin Anak RSCM dari tahun 1997-2006.Hasil. Dari 20 kasus yang berhasil dikumpulkan, 17 di antaranya dengan kariotip 45,X, sisanya mosaik.Rerata umur saat diagnosis adalah 7,75 tahun (rentang 0-15 tahun); rerata berat lahir 2590 gram; perawakanpendek 18 pasien (18/20). Terdapat 8 pasien dengan kelainan penyerta yaitu 4 anak kelainan jantung, 3gangguan telinga, dan 1 orang dengan hipertensi. Saat diagnosis tujuh pasien, mengalami pubertas terlambat.Rerata kadar FSH dari 16 pasien adalah 82,94 IU/liter (rentang 13,8-188 IU/liter). Data usia tulang (16pasien) menunjukkan retarded (11 pasien), dan sisanya average.Kesimpulan. Pada penelitian ini karakteristik utama sindrom Turner adalah kariotip 45,X dengankarakteristik fisik perawakan pendek dan pubertas terlambat disertai kelainan penyerta
Prevalensi dan Faktor Risiko Glikosuria pada Remaja Sekolah Menengah Pertama Swasta di Kota Denpasar Made Dwi Purnami; Made Arimbawa; Wayan Bikin Suryawan
Sari Pediatri Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp17.2.2015.129-35

Abstract

Latar belakang. Pemeriksaan urin merupakan salah satu alat skrining yang penting pada DM untuk menentukan glikosuria.Tujuan. Mengetahui prevalensi glikosuria pada sekolah menengah pertama (SMP) swasta di kota Denpasar dan faktor-faktor terkaitDM pada kejadian glikosuria.Metode. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang analitik yang dilakukan pada anak usia 12-14 tahun. Pengukuranantropometri berat badan dan tinggi badan dilakukan dan informasi mengenai riwayat DM pada keluarga menggunakan kuesioner.Glikosuria ditentukan menggunakan urin dipstik reagen strip One Med®. Hubungan beberapa faktor terkait glikosuria dianalisisdengan uji chi-square dan uji multivariat.Hasil. Total didapatkan 431 subyek dari 10 SMP yang memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi glikosuria 3%. Proporsi obesitas lebihbesar pada subyek glikosuria dibandingkan subyek yang tidak (76,9 vs 23,1%). Rasio laki-laki yang glikosuria berbanding perempuanadalah 2:1. Analisis regresi logistik mendapatkan risiko subyek obes dengan glikosuria bermakna signifikan secara statistik [RO 5,8(IK95% 1,6 -21,3), p=0,008].Kesimpulan. Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya glikosuria. Indeks glikosuria massa tubuh (IMT) 􀁴p95 merupakan faktorrisiko kejadian glikosuria.
Profil Pertumbuhan, Hemoglobin Pre-transfusi, Kadar Feritin, dan Usia Tulang Anak pada Thalassemia Mayor Arimbawa Made; Ariawati Ketut
Sari Pediatri Vol 13, No 4 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.109 KB) | DOI: 10.14238/sp13.4.2011.299-304

Abstract

Latar belakang. Thalassemia adalah kelainan bawaan sintesis hemoglobin, dan salah satu penyakit monogenetik paling banyak dijumpai. Di Indonesia diperkirakan akan lahir 2500 anak dengan thalassemia mayor setiap tahunnya. Berkat kemajuan penanganan medis, sebagian besar pasien akan mengalami pertumbuhan normal pada masa anak-anak namun selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan dan keterlambatan pubertas secara signifikan.Tujuan. Mengetahui gambaran tinggi badan, kecepatan tumbuh, usia tulang, kadar hemoglobin pretranfusi, dan kadar feritin serum pasien thalassemia.Metode. Laporan serial kasus pada anak yang menjalani rawat inap di Sub-bagian Hematologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar dari bulan Desember 2010-Februari 2011. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel.Hasil. Limabelas subyek thalassemia mayor, berumur antara 1,9 tahun – 13,5 tahun, 7 laki-laki dan 8 perempuan. Dua anak berumur kurang dari 3 tahun dan 7 anak telah memasuki usia pubertas. Semua pasien telah menjalani terapi kelasi besi deferioksamin namun kualitasnya tidak memadai. Perawakan pendek ditemukan pada 4 anak (26%), semua subjek mempunyai kecepatan tumbuh <5 cm/tahun. Secara klinis satu orang dikategorikan sebagai pubertas terlambat. Kadar hemoglobin rata-rata pre-transfusi dapat dipertahankan ≥8 mg/dl (10), sisanya (5) memiliki hemoglobin rata-rata di bawah 8 mg/dl. Empat anak dengan feritin serum di atas 3000 ng/ml, dan semua subjek mempunyai perawakan pendek. Pada evaluasi radiologi manus sinistra 5 anak memiliki usia tulang terlambat. Kesimpulan. Perawakan pendek didapatkan pada 26% kasus dan semua subjek telah memasuki usia pubertas. Semua subjek mempunyai perawakan pendek dan memiliki kadar feritin serum >3000 ng/ml. Sari Pediatri2011;13(4):299-304.
Co-Authors Alice Indradjaja, Alice Aman B Pulungan Anak Agung Ngurah Ketut Putra Widnyana Ayu Diah Perdana Paramita Bambang Tridjaya AAP Boy Arief Fachri Damastra, Garda Bagus Dewi, Ni Nyoman Gita Kharisma Fadilah, Siska Nuri Felix Arie Setiawan Gusti Ayu Putu Sri Satya Mahayani Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya H Salim Hendy Halim Herman Saputra Herman Saputra I Gde Ardika Nuaba I Gde Ardika Nuaba I Gde Raka Widiana I Gusti Agung Trisna Windiani I Gusti Lanang Sidiartha I Gusti Ngurah Sanjaya Putra I K Kari I Made Darma Yuda I Made Kardana I MADE SUDANA I MADE WINANTARA I Nyoman Budi Hartawan I Putu Sudiarta I Wayan Bikin Suryawan I Wayan Gustawan Ida Bagus Gede Suparyatha Ida Bagus Ramajaya Sutawan, Ida Bagus Ramajaya Imanuel Yulius Malino Jose RL Batubara Kadek Adi Suryamulyawan Kartika Yantie, Ni Putu Veny Ketut Ariawati Ketut Suarta Khamil, Achri Isnan Komang Ayu Trisna Dewi Komang Ayu Witarini Leni Lukman Lestari, Afrila Tutut Dwijati Luh Gede Yuliadewi NS Luh Gede Yuliadewi NS Made Ayu Krishna Levina, Made Ayu Made Dwi Purnami Made Gede Dwi Lingga Utama Melisa Anggraeni Muharja, Maktum Ni Made Adi Tarini Ni Putu Siadi Purniti NP Veny Kartika Yantie Paramita, Ayu Diah Perdana Prastika, Andika Putri, Navisa Ayudia Putu Gede Karyana, Putu Gede Putu Meitri Nirmala Utami Rizki Fitria Darmayanti SANJAYA, I GUSTI NGURAH PRABU WIRA Selangga, Dewa Gede Wiryangga Setiyawan, I Made Karma Sholeha, Irdatus Soetjiningsih Soetjiningsih Wardhani, Maharani Tri Wega Upendra Sindhughosa Wibowo, Jihan Nafila Zakwan bin Ahmad