Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PARTISIPASI IBU BALITA KE POSYANDU DI KOTA BANJARMASIN Agus Jalpi; Achmad Rizal
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i2.3546

Abstract

Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat dalam menyelanggarakan pembangunan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis partisipasi ibu balita dalam Kegiatan Posyandu kota Banjarmasin. Rancangan penelitian menggunakan survei analitik dengan  rancangan  Cross Sectional. Sampel diambil 3 bulan terakhir (Oktober – Desember 2018) yang datang ke posyandu yaitu sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan uji chi square test derajat kepercayaan 0,05. Hasil penelitian dengan uji statistik bahwa ada hubungan antara partisipasi ibu balita terhadap kegiatan posyandu di Kota Banjarmasin yaitu pendidikan tinggi diperoleh p-value = 0,000, pengetahuan ibu diperoleh p-value = 0,001, sedangkan dukungan teman sebaya diperoleh p-value = 0,004. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan membantu Puskesmas dan Dinas kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, dan dukungan teman sebaya terhadap partisipasi ibu ke posyandu. Diharapkan kepada ibu yang mempunyai balita mencari informasi kesehatan dan aktif berpartisipasi ke Posyandu di kota Banjarmasin serta supaya dapat memantau tumbuh kembang anak balita.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DESA MANTUYAN KECAMATAN HALONG Hilda Irianty; Agus Jalpi; Eka Vivi Lestari; Khairul Anam
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v11i2.292

Abstract

Latar belakang: pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular di Desa Mantuyan masih sangat kurang. Jumlah kunjungan Posbindu penyakit tidak menular di tahun 2022 sebanyak 302 orang (40%). Sehingga sekitar 60% penduduk Desa Mantuyan belum memanfaatkan fasilitas Posbindu penyakit tidak menular. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular Desa Mantuyan Kecamatan Halong. Subyek dan metode: penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan menggunakan uji chi-square. Sampel penelitian ini berjumlah 92 responden dengan teknik sampling Accidental Sampling. Hasil penelitian sebagian besar responden 57,6% tidak memanfaatkan Posbindu penyakit tidak menular, pengetahuan masyarakat maayoritas baik sebanyak (54,3%), sebagian besar sikap masyarakat positif sebanyak (59,8%) dan aksesbilitas masyarakat akan memanfaatkan Posbindu mayoritas jauh sebanyak (52,2%). Hasil analisis statistik disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,002), sikap (p= 0,026) dan aksesbilitas (p=0,041) dengan pemanfaatan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular.   Kata Kunci: aksesibilitas, pengetahuan, penyakit tidak menular, posbindu, sikap   Background: the use of non-infectious diseases in the village of Mantuyan is still very low.The number of visits after non-contagious diseases in 2022 was 302 people (40%).So about 60 percent of the village population have not been using the post-sensitive facilities for non-sensitive diseases. The purpose of this research is to identify and analyze factors related to the utilization of the united breeding post the disease does not infect the fishing village Halong obscenity. This method of research is categorical with the cross sectional approach and using the chi-square test. This research sample has a total of 92 responders with sampling accidental sampling techniques. Research results mostly responders 57.6 % do not utilize non-infected disease posbindu, good public knowledge (54.3 %), most of society's positive attitudes (59.8 %) and people's accessibility will take advantage of the vast majority ( 52.2 %). From the statistics concluded that a significant relation exists between variables knowledge (p=0,002)attitude (p= 0,026) and accessibility (p = 0,041 ) post integrated development in terms of non-infectious disease.   Keywords: attitude, accessibility, knowledge, non-infectious disease, posbindu
Pemanfaatan Potensi Sekam Padi sebagai Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan dan Meningkatkan Kualitas UMKM di Desa Beringin Kencana Muhammad Suprapto; Yusup Indra Wijaya; Idzani Muttaqin; Budi Setiadi; Agus Jalpi; Rajak Jamali; Abdan Mustaqim Wardana; Meyrida Riana
JPMNT JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA Vol. 2 No. 3 (2024): Juli: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/jpmnt.v2i3.516

Abstract

The main problem faced by Beringin Kencana Village is the waste of rice husk waste, which is often burned or disposed of without further utilization. The purpose of this study is to optimize the potential of rice husks as an environmentally friendly alternative energy source and to improve the quality of MSMEs in the village. The methods used in this study include surveys and interviews with farmers and MSME actors, SWOT analysis, case studies on the application of technology, and trials of converting rice husks into energy. The results of the study show that the application of rice husk conversion technology has succeeded in reducing waste, providing efficient energy alternatives, and increasing MSME income by 20%. The application of this technology also has a positive impact on the environment by reducing carbon emissions and the use of fossil fuels. With these results, Beringin Kencana Village can be an example for other villages in utilizing agricultural waste sustainably.
Hubungan Pengetahuan, Frekuensi Konsumsi Fast Food dan Genetik dengan Kejadian Obesitas Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Uniska MAB Banjarmasin: Correlation between Knowledge, Frequency of Fast Food Consumption and Genetics with Obesity Incidence of Students at the Faculty of Public Health Uniska MAB Banjarmasin Netty; Agus Jalpi; Nurul Indah Qariati
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 2: DECEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/promotif.v12i2.2732

Abstract

Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Obesitas mengakibatkan beberapa penyakit yaitu diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker. Kelebihan berat badan dan obesitas sekarang secara dramatis meningkat di Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di perkotaan termasuk Indonesia (WHO, 2017). Tujuan penelitian mengidentifikasi dan menganalisis hubungan pengetahuan, frekuensi konsumsi fast food dan genetik dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Uniska MAB Banjarmasin. Metodelogi penelitian ini merupakan penelitian survey analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa semester 5 Peminatan Kesehatan Reproduksi dan Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Uniska MAB Banjarmasin yang berjumlah 93 orang, sedangkan sampel penelitian sebanyak 49 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis data menggunakan uji schi square, yaitu menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan nilai kemaknaan p-value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami obesitas sebanyak 25 orang (51%), responden berpengetahuan cukup sebanyak 21 orang (42,8%), responden yang sering mengkonsumsi fast food yaitu sebanyak 29 orang (59,2%), sedangkan responden memiliki kategori adanya genetik sebanyak 27 orang (55,1%). Analisis chi sqaure diperoleh pengetahuan p-value = 0,032, frekuensi konsumsi fast food p-value = 0,027, sedangkan genetik p-value = 0,000, artinya ada hubungan dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Uniska MAB Banjarmasin. Diharapkan kepada mahasiswa agar selalu rutin mengontrol berat badan, dan memperbaiki pola hidup, salah satunya tidak terlalu sering mengkonsumsi fast food serta memberitahu kepada orang tua agar selalu menjaga berat badan karena obesitas agar berdampak kepada penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, jantung, hipertensi, stroke, kanker dan lain sebagainya.
Hubungan Pengetahuan Siswi Dan Dukungan Lingkungan Keluarga Terhadap Kecemasan Menghadapi Menarche Pada Siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pabahana Sari, Hijriyana Yunita; Rizal, Achmad; Rahman, Eddy; Norfai, Norfai; Jalpi, Agus
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 11, No 2 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v11i2.10959

Abstract

Menarche terjadi pada usia 10-15 tahun, namun ada juga yang mengalami lebih cepat atau dibawah usia tersebut. Menurut Kemenkes RI (2018) umur kejadian menarche di Indonesia rata-rata terjadi pada umur 12,4 tahun dengan prevalensi 60%, pada usia 9-10 tahun sebanyak 2,6%, usia 11-12 tahun sebanyak 30,3%, dan pada usia 13 tahun sebanyak 30%. Sisanya mengalami menarche di atas umur 13 tahun. hasil survei di Amerika Serikat tahun 2013 mengenai masalah remaja dalam menghadapi pubertas, diperoleh hasil 5-50% remaja mengalami kecemasan premenarche. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Siswi dan Dukungan Keluarga terhadap Kecemasan Menghadapi Menarche pada Siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pabahanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas IV, V dan VIMIN Pabahanan yaitu sebanyak 131 siswi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan menarche dengan kecemasan menghadapi menarche pada siswi (p = 0,000 < α 0,05) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pabahanan. Terdapat hubungan dukungan lingkungan keluarga dengan kecemasan menghadapi Menarche pada siswi (p = 0,000 < α 0,05) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pabahanan. Saran bagi tenaga kesehatan masyarakat sebaiknya melakukan penyuluhan kesehatan terkait dengan pengetahuan menarche, sehingga hal ini tidak dianggap tabu lagi oleh masyarakat.
Efektivitas Fogging dan Faktor Risiko Terhadap Kejadian DBD di Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin: Agustina, Norsita; Suryanto, Deny; Ilmi, M. Bahrul; Rizal, Achmad; Jalpi, Agus; Anam, Khairul
Jurnal Skala Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Skala Kesehatan Edisi Juli 2025
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v16i2.470

Abstract

The working area of North Banjarmasin District includes 10 Banjarmasin sub-districts, including especially the Sungai Andai Health Center, which is one of the five main health centers in North Banjarmasin district. Based on data from the Banjarmasin City Health Office, in 2022 there were 5 cases of dengue patients, in 2023 there were 9 cases of dengue patients with a time span from January to April 2023. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the use of fogging and risk factors for the incidence of dengue. This type of research is an analytical survey research using a cross sectional design. The population of this study is the entire community in Sungai Andai Village, which totals 9,172 heads of families in 2023. The sample of this study was 100 respondents by using accidental sampling, namely sample selection based on coincidence at the time of data collection. Test statistics using the Chi Square Test. The results of this study showed that there was a relationship between gender, mosquito repellent use, fogging and knowledge requests with the incidence of dengue (P-value < ( = 0.05). ) and there was no relationship between the use of mosquito nets and the incidence of dengue in the Sungai Andai Village Working area. It is recommended to the public to further increase efforts to eradicate mosquito nests (PSN) and monitor larvae regularly and thoroughly.
The Effect of Immunization Programs to Reduce The Number of Cases of Infectious Diseases in The Community Jalpi, Agus; Netty, Netty; Rizal, Achmad; Irianty, Hilda
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 1 (2025): MAY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/xdbgtr31

Abstract

Immunization programs are one of the most effective public health interventions to prevent and reduce the incidence of infectious diseases. This study aims to analyze the effect of immunization programs on the reduction of infectious disease cases in the community. A quantitative method was employed using a descriptive and correlational analysis approach, based on secondary data from health department reports and records of immunization coverage and infectious disease cases over the past five years. The findings indicate a significant correlation between increased immunization coverage and decreased incidence of diseases such as measles, diphtheria, and hepatitis B. The discussion highlights disparities in immunization coverage between regions, the influence of social and educational factors, and implementation challenges in the field. The study concludes that although immunization is proven to be effective, its success relies heavily on supportive policies, community education, and adequate healthcare infrastructure. These findings provide important contributions to strengthening national immunization policies in a more equitable and sustainable manner.
PELATIHAN DAN PEMBUATAN TRIPIKON DALAM MENJAGA SANITASI LINGKUNGAN KEPADA BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN KUIN SELATAN Agustina, Norsita; Indah, Meilya Farika; Rahman, Eddy; Chandra, Chandra; Asrinawaty, Asrinawaty; Hadi, Zuhrupal; Rizal, Achmad; Jalpi, Agus; Norfai, Norfai; Suryanto, Deny; Handayani, Eka; Fauzan, Akhmad; Mahmudah, Mahmudah; Ariyanto, Edy
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i1.636

Abstract

Kelurahan Kuin Selatan merupakan wilayah kawasan dataran rendah/tinggi/rawa dan dekat dengan sungai. Yang dinama angka Buang Air Sembarangan (BABS) di sungai hampir 95%. Sehingga dengan begitu juga angka kejadian penyakit yang disebabkan oleh air juga tinggi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan oengabdian kepada masyarakat ialah sosialisasi pelatihan pembuatan tripikon kemudian diakhiri dengan pemasangan tripikon di tempat yang telah disepakati bersama mitra. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ialah berdasarkan hasil pre-test nilai rerata tingkat pengetahuan peserta tentang tripikon dan manfaatny sebesar 65 dengan nilai maksimum adalah 75. Dan nilai minimum adalah 45, kemudian dilakukannya sosialisasi serta pelatihan pembuatan tripikon setelah diberikan intervensi dilakukan post-test menjadi 87 dengan nilai maksimum adalah 100 dan nilai minimum 76. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan adanya peningkatan nilai rerata skor pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan serta pelatihan pembuatan tripikon. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ialah mitra mampu dan memahami tripikon serta mampu mempraktikkan membuat tripikon guna menjaga sanitasi lingkungan khususnya daerah sungai sekitar kuin selatan.
The Effect of Immunization Programs to Reduce The Number of Cases of Infectious Diseases in The Community Agus Jalpi; Netty Netty; Achmad Rizal; Hilda Irianty
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 1 (2025): MAY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/xdbgtr31

Abstract

Immunization programs are one of the most effective public health interventions to prevent and reduce the incidence of infectious diseases. This study aims to analyze the effect of immunization programs on the reduction of infectious disease cases in the community. A quantitative method was employed using a descriptive and correlational analysis approach, based on secondary data from health department reports and records of immunization coverage and infectious disease cases over the past five years. The findings indicate a significant correlation between increased immunization coverage and decreased incidence of diseases such as measles, diphtheria, and hepatitis B. The discussion highlights disparities in immunization coverage between regions, the influence of social and educational factors, and implementation challenges in the field. The study concludes that although immunization is proven to be effective, its success relies heavily on supportive policies, community education, and adequate healthcare infrastructure. These findings provide important contributions to strengthening national immunization policies in a more equitable and sustainable manner.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Jamban Sehat Keluarga Jenis Tripikon S Di Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023 A. Guruh Maulidi Yanur; Agus Jalpi; Mahmudah Mahmudah; Achmad Rizal
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.17010

Abstract

Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah suatu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Dalam upaya Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) yang menjadi salah satu program utama kesehatatan. Pemerintah berupaya menciptakan suatu inovasi bagi masyarakat secara luas terutama dalam mengatasi pencemaran di daerah perairan maka munculah ide atau gagasan menciptakan suatu Teknologi Tepat Guna (TTG) yaitu Jamban Sehat Jenis tripikon S. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Jamban Sehat Keluarga Jenis Tripikon S Di Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 174 buah pada dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 64 buah dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan dan pernyataan tentang pengetahuan, sikap, tingkat ekonomi, dukungan tokoh masyarakat dan dukungan tenaga kesehatan. Hasil dari penelitian ini 37 responden (57,8%) tidak menggunakan tripikon s, 27 responden (42,2%) menggunakan s. Tidak ada hubungan pengetahun dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,564), tidak ada hubungan sikap dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,067), ada hubungan tingkat ekonomi dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,003), tidak ada hubungan dukungan tokoh masyarakat dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,676), Tidak ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,632). Saran bagi pemilik agar dapat memaksimalkan penggunaan jamban tripikon s dan bagi peneliti diharapkan dapat meneliti variabel lainnya seperti faktor lingkungan dan faktor psikososial yang dapat mempengaruhi penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) jamban sehat keluarga jenis tripikon s di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tingkat Ekonomi, Dukungan, Penggunaan Tripikon S