Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Implementasi Media Ular Tangga untuk Meningkatkan Perkembangan Psikososial Lansia di Panti Jompo Kencana Sejahtera Andina Satiya Oktafiani; Rizka Ayudhia Putri; Widya Shafiyah Zahra; Nadine Cornelita Soemarno; Raisya Setianto Wibowo; Shakila Diandra Putri Syaifullah; Uswatun Hasanah; Mulyati Mulyati; Riswano Riswano
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 4 No 02 (2026): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v4i02.527

Abstract

Lansia merupakan individu yang berada di tahap akhir kehidupan sering kali mengalami masalah psikososial seperti merasa terisolasi, perasaan tidak berharga, dan tidak berguna. Kesepian merupakan masalah serius yang sering dihadapi oleh lansia yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik. Masalah ini dapat menjadi penyebab utama problem psikososial pada lansia. Media edukasi dipercaya dapat mengurangi masalah psikososial pada lansia, salah satunya adalah media edukasi permainan ular tangga. Uji coba permainan dilakukan untuk mengetahui peran media terhadap perkembangan psikososial pada lansia. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan yang dilakukan di Panti Jompo Kencana Sejahtera, Kayuringin, Bekasi Barat. Media diujikan kepada 8 lansia dengan rentang usia 50 tahun ke atas serta 1 Caregiver. Hasil uji coba media ular tangga dapat memberikan respons yang positif terhadap perkembangan psikososial pada lansia karena telah mendapat kategori tinggi pada setiap aspek penilaian.
The Role of Elementary School Teachers in Integrating Climate Change Education to Support Students’ Literacy and Numeracy in Achieving the Sustainable Development Goals Gufron Amirullah; Dien Nurmarina Malik; Herwina Bahar; Baharudin; Ika Yatri; Trisni Handayani; Uswatun Hasanah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.14818

Abstract

This study investigates the role of elementary school teachers in integrating Climate Change Education (CCE) and its contribution to teachers’ perceived support for literacy and numeracy in elementary learning. A quantitative survey was conducted with 100 elementary school teachers using a Likert-scale questionnaire measuring teacher role, CCE integration, literacy support, and numeracy support. The instrument demonstrated adequate validity (r-count = 0.48–0.67 > r-table = 0.195) and reliability (Cronbach’s alpha = 0.79–0.86). Descriptive findings indicated relatively high mean scores for teacher role (3.72), CCE integration (3.65), literacy support (3.58), and numeracy support (3.49). Correlation analysis showed positive relationships between teacher role and CCE integration (r = 0.68), literacy support (r = 0.62), and numeracy support (r = 0.55). Regression analysis further revealed that teacher role significantly predicted CCE integration (R² = 0.46; Sig. = 0.000). Teacher role also made significant contributions to perceived literacy support (R² = 0.384; p < 0.001) and perceived numeracy support (R² = 0.303; p < 0.001), indicating a stronger contribution to literacy than numeracy. These findings underscore the strategic role of teachers in embedding CCE into competency-oriented elementary instruction and in fostering literacy and numeracy through environmentally relevant learning contexts.
Peran Interaksi Teman Sebaya dalam Membentuk Perilaku Sopan Santun pada Remaja Clarinda Pusponegoro; Uswatun Hasanah; Elmanora Elmanora
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i3.33382

Abstract

Abstract: Polite behavior is an important aspect in social interaction, especially among teenagers. The influence of globalization, digital culture, and the social environment makes behavior such as speaking rudely or disrespecting others begin to be considered normal. One factor that can shape polite behavior is peer interaction. This study aims to determine the effect of peer interaction on polite behavior in adolescents in urban areas. The research method used in this study is a survey with an associative approach. The population in this study were students in grades VII and VIII at SMPN Jakarta, with a sample of 199 students taken using a proportional random sampling technique. This study used a non-test instrument in the form of a Likert scale questionnaire distributed online via Google Form. The regression equation test Y ̂ = 49.332 + 0.183x, which means that every one point increase in peer interaction will increase polite behavior in adolescents in urban areas. The coefficient of determination (R²) value of 0.086 indicates that peer interaction contributes 8.6% to polite behavior in adolescents, which means that peer interaction has an influence, although not dominant, on the formation of polite behavior in adolescents in urban areas. The results of this study indicate that peer interactions have a very significant influence on polite behavior and positive social relationships with peers can shape attitudes, norms. Self-control in adolescents that support the formation of polite behavior in everyday life.Abstrak: Perilaku sopan santun merupakan aspek penting dalam interaksi sosial, terutama di kalangan remaja. Pengaruh globalisasi, budaya digital, serta lingkungan sosial membuat perilaku seperti berbicara kasar atau kurang menghormati orang lain mulai dianggap wajar. Salah satu faktor yang dapat membentuk perilaku sopan santun adalah interaksi teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi teman sebaya terhadap perilaku sopan santun remaja di wilayah perkotaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII di salah satu SMP Negeri di Jakarta Utara, dengan sampel sebanyak 199 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen non-tes berupa angket skala likert yang disebarkan secara online melalui Google Form. Hasil uji persamaan regresi Y ̂ = 49,332 + 0,183x, yang berarti setiap satu poin kenaikan interaksi teman sebaya akan menaikan perilaku sopan santun remaja di perkotaan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,086 menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya memberikan kontribusi sebesar 8,6% terhadap perilaku sopan santun remaja, yang berarti interaksi teman sebaya memiliki pengaruh meskipun tidak dominan terhadap pembentukan perilaku sopan santun pada remaja di wilayah perkotaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap perilaku sopan santun. Hubungan sosial yang positif dengan teman sebaya dapat membentuk sikap, norma, serta kontrol diri remaja yang mendukung terbentuknya perilaku sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluhan Ketahanan Keluarga, Fungsi Keluarga, dan Ketahanan Pangan bagi Keluarga Migran Indonesia di Jepang Hurriyyatun Kabbaro; Uswatun Hasanah; Prastiti Laras Nugraheni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.052.09

Abstract

Proses adaptasi keluarga migran Indonesia di Jepang dihadapkan berbagai tantangan. Kesulitan pemenuhan fungsi keluarga mengancam ketahanan keluarga migran Indonesia di Jepang. Beberapa masalah diidentifikasikan pada keluarga migran Indonesia di Jepang diantaranya terbatasnya kesulitan pemenuhan fungsi agama, terbatasnya akses edukasi terkait pengasuhan anak yang dapat diakses dengan bahasa yang mudah dipahami, kebingungan masyarakat dalam menjalankan sosialisasi budaya Indonesia yang mudah dan menyenangkan bagi anak, kesulitan strategi pemenuhan fungsi pendidikan kewarganegaraan Indonesia yang masih terbatas, terbatasnya pengetahuan pengelolaan pangan yang berkelanjutan, dan masih banyak keluarga migran yang belum terpapar jejaring komunitas dan kelembagaan Indonesia di Jepang yang dapat menjadi modal sosial bagi keluarga migran Indonesia di Jepang. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan mensosialisasikan dan memberikan contoh praktik baik dalam meningkatkan pemenuhan fungsi keluarga migran di Jepang sebagai upaya dalam menjaga kualitas dan ketahanan keluarga. Selain itu, edukasi terkait ketahanan pangan juga diberikan sebagai penguat pemenuhan fungsi keluarga. Program dilaksanakan melalui dua metode, yakni secara tatap muka langsung dan online. Program dilaksanakan di Prefektur Aichi dan bekerjasama dengan PKBM Nishio Darussalam  dan PKBM Sekolah Nusantara Toyota. Hasil menunjukkan  bahwa kegiatan penyuluhan ini menjawab kebutuhan warga terkait edukasi dan konsultasi dalam menghadapi berbagai ketahanan keluarga sebagai keluarga migran di Jepang. Pemenuhan fungsi keluarga merupakan kunci kuatnya ketahanan keluarga.
Analysis of students' interest in learning pancasila education in islamic elementary schools Aurah Jauhara Ali; Uswatun Hasanah; Petrus Paulus Mbette Suhendro
EDUCARE Journal of Primary Education Vol. 6 No. 2 (2025): EDUCARE Journal of Primary Education
Publisher : EDUCARE: Journal of Primary Education Published by Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Kiai Haji Achmad Siddiq State Islamic University of Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/educare.v6i2.370

Abstract

One of the main challenges in teaching Pancasila Education at the elementary school level is the low level of student interest in learning. This is reflected in the lack of attention, low engagement, weak internal motivation, and the tendency to procrastinate. In addition, students perceive the subject as boring, even though Pancasila Education is essential for character formation and the development of social skills. This study employed a descriptive qualitative approach with 28 fifth-grade students and one homeroom teacher as participants. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires based on Crow and Crow’s learning interest indicators. Triangulation techniques were applied to ensure data accuracy, thus providing a comprehensive overview of students’ learning interest in Pancasila Education. The research findings show that students’ interest in learning Pancasila Education is high when visual media and interactive activities are used. However, their awareness and concentration vary due to lecture-based methods and end-of-day scheduling. The main obstacles include difficulty understanding the material and limited media. Learning interest increases through varied methods, interactive media, differentiation, motivation, and more optimal scheduling. This study contributes by demonstrating that students’ interest in learning civics can be enhanced through a combination of interactive media, varied teaching methods, and differentiation. These findings enrich the discourse on effective strategies that improve students’ motivation, focus, and participation in Pancasila learning.
Need Analysis of Story Book based on Ecopedagogy in Supporting Environmental Literacy in Elementary School Uswatun Hasanah; Edwita Edwita; Evita Adnan; Imaningtyas Imaningtyas; Ahmad Januar
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(3).342-353

Abstract

Environmental literacy needs to be developed from an early age because early it can foster awareness and responsible behavior towards nature. Based on observation, public concern for the environment is currently a concern for many parties. This is evidenced by the large amount of garbage scattered in the surrounding environment, one of which is in the school environment. This causes learning to become uncomfortable because of polluted air and dirty environmental conditions. This study aims to analyze students' needs for the development of ecopedagogy-based storybook media. The study used a survey with a phenomenological approach to find out the reality in the field related to the condition of the elementary school environment. The respondents of this study were 20 elementary school teachers from three different schools in Setiabudi District, South Jakarta to provide information about the potential for student environmental literacy issues and the use and acceptance of current media in supporting students' environmental concerns. In addition, 100 students were also involved to measure their environmental literacy. Each school has different characteristics according to the facilities and conditions of the school. The findings show that environmental literacy possessed by students tends to be only cognitive in nature where the knowledge score is 75.5, the cognitive skills score is 63.78, the attitude score towards the environment is 60.08, while the behavior score towards the environment is only 54.76. The results prove that the students' knowledge score is higher than the students' attitudes and behavior towards the environment. On the other hand, based on observations and interviews, 80% of students and teachers strongly agree with the development of ecopedagogy-based story books. This media is a solution to stimulate students' environmental literacy. Therefore, ecopedagogy-based story book products need to be developed to improve students' environmental literacy.Keywords: environmental literacy; story books; ecopedagogy; elementary school
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI MELALUI PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL PADA SISWA KELAS IV SDN MENTENG ATAS 14: Penelitian Tindakan Kelas Firdha Zahrah; Juhana Sakmal; Uswatun Hasanah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13654

Abstract

This study aims to improve narrative text writing skills through the Picture Word Inductive Model (PWIM) for fourth-grade students at SDN Menteng Atas 14. This classroom action research follows the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The subjects of this study were 22 students of class IV-A at SDN Menteng Atas 14. The research was conducted during the even semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through tests, observations, field notes, and documentation. The results indicated an improvement in students' narrative text writing skills. In cycle I, 15 students achieved a score of ≥75, with a percentage of 68.18%. In cycle II, 20 students achieved a score of ≥75, reaching a percentage of 90.90%. Teacher activity in cycle I reached 82%, while student activity reached 79%. In cycle II, teacher activity increased to 100%, and student activity rose to 97%. Based on these findings, it can be concluded that the application of PWIM can effectively improve students' narrative text writing skills.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPLANASI MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V SDN PISANGAN TIMUR 11. Anisa Rizki Fadhilah Karnagar; Juhana Sakmal; Uswatun Hasanah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas V SDN Pisangan Timur 11 melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi dengan pendekatan berbasis genre. Latar belakang penelitian adalah rendahnya keterampilan menulis teks eksplanasi oleh siswa. Terdapat 31,03% atau 9 siswa dari 29 siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimum sebelum tindakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis & McTaggart, yang terdiri dari tiga siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes menulis dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase ketuntasan siswa dari 31,03% pada pra-siklus menjadi 82,76% pada siklus III. Penerapan PjBL juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran dengan aktivitas guru mencapai 100% dan aktivitas siswa mencapai 82,5% pada siklus terakhir. Dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning yang terintegrasi dengan pendekatan berbasis genre efektif untuk meningkatkan kemampuan teks menulis eksplanasi siswa.
PENERAPAN PEMBELAJARAN TERPADU MATERI AKTIVITAS EKONOMI PADA PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI FINANSIAL DI SEKOLAH DASAR Hilda Azlia Meilisa; Endang M Kurnianti; Uswatun Hasanah
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v14i2.363

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan pembelajaran terpadu pada mata pembelajaran IPS materi aktivitas ekonomi dalam meningkatkan literasi finansial kelas IV di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Jenis penelitian ini yang menggabungkan data dari repertoire sastra dan menjadikan “teks” sebagai bahan analisis. Data ini diambil daridatabase artikel-artikel ilmiah yang telah diakses melalui google schoolar, SINTA, dan beberapa situs-situs jurnal ilmiah lainnya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan pembelajaran terpadu materi aktivitas ekonomi pada pembelajaran IPS kelas IV untuk meningkatkan literasi finansial di sekolah dasar sudah dilaksanakan. Dari beberapa artikel diatas peneliti menemukan keterhubungan erat dalam pembelajaran terpadu dengan meningkatkan literasi finansial di sekolah dasar.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJAAN TERPADU DI SEKOLAH DASAR Annisa Rizqi Humaira; Endang M. Kurnianti; Uswatun Hasanah
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v14i2.384

Abstract

Dalam sistem pendidikan Indonesia, pendidikan karakter perlu segera diperkuat. Daerah tempat siswa sekolah dasar dan tambahan memiliki lebih banyak pelanggaran disiplin dan peraturan. Motivasi di balik penelitian ini adalah untuk membedakan pemanfaatan instruksi karakter melalui pembelajaran yang mencakup semua. Makalah ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif berbasis literatur sebagai metodenya. Data dari buku dan artikel digabungkan dan dikelompokkan dalam penelitian semacam ini untuk memberikan analisis tentang subjek yang sedang dibahas. Informasi terkait dikumpulkan dari kumpulan data Peneliti Google selama 2018-2023. Pembedahan yang dipimpin ditujukan untuk meningkatkan pengembangan pribadi melalui integratif mencari tahu bagaimana bekerja dengan pembelajaran pembaca. Konsekuensi dari kajian informasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan karakter melalui pembelajaran yang bersifat menyeluruh merupakan kebutuhan wajib pedoman bahasa Indonesia, dan dengan demikian karakter siswa dapat ditingkatkan ke jenjang berikutnya. Pembelajaran Lengkap Pelaksanaan instruksi karakter menggabungkan penggunaan sekolah karakter pada semua tahap dari niat untuk penilaian.