Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ASPEK HUKUM CYBERBULLYING DI KALANGAN REMAJA DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK Hidayah, Astika Nurul; Kartini, Ika Ariani; Susanti, Rahtami
Community Services and Social Work Bulletin Vol 1, No 2 (2021): Community Services and Social Work Bulletin Volume 1 No. 2 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.288 KB) | DOI: 10.31000/cswb.v1i2.5866

Abstract

The world of today's youth cannot be separated from the internet. In addition to using the internet for learning needs, teenagers also use the internet to interact in cyberspace through social media. Although it provides many benefits, social media in cyberspace also has the potential to cause negative impacts in the form of cyberbullying, namely mental violence by a person or group of people against another person or group of people in cyberspace so that the victim feels mistreated. According to Law Number 19 of 2016 concerning Amendments to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (UU ITE), cyberbullying is categorized as a crime and has legal sanctions. The purpose of the science and technology activity for the community "Legal Aspects of Cyberbullying Among Adolescents in the Perspective of Law Number 19 of 2016 concerning Amendments to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions" is to provide understanding to students at the Purwokerto Muhammadiyah Women's Orphanage about cyberbullying. and its regulation in the ITE Law so that female students can use social media on the internet wisely.
Explanation of women's reproductive health rights in PIK-R group Talagening Village, Purbalingga Regenc Riani, Evicenna Naftuchah; Pangesti, Wilis Dwi; Kartini, Ika Ariani
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high number of cases of violence against women and children must be a common concern. Women and children are very vulnerable to violence, therefore all parties must make a joint movement to prevent all acts of violence.Women must be literate or aware of their reproductive health rights in order to avoid various types of violence. The types of violence experienced by female victims, both adults and children, are physical, psychological, sexual, neglect, trafficking, exploitation and others.This service focuses oncounseling on women's reproductive health rights as a preventive effort so that people are able to be literate/aware of women's reproductive health rights.The number of women in Purbalingga Regency over the age of 18 who became victims of violence in 2019 was 23 cases, in 2020 there were 17 cases and in 2021 there were 3 cases. Meanwhile, the number of girls aged 0-18 years who experienced violence in 2016 was 31 cases, in 2017 there were 18 cases and in 2018 there were 23 cases.This service activity focuses on educating women's reproductive health rights as an effort to increase public knowledge, especially women so that they are able to improve women's health and lives.The method used is lecture, discussion and question and answer.Participantactively participate in discussions and ask questions about things that are not understood. The discussion process discussed issues related to women's reproductive health rights.The result of the activity is that there is an increase in knowledge about women's reproductive health rights.
PROPORSIONALITAS PEMBANGUNAN HUKUM EKONOMI BISNIS DAN HUKUM EKONOMI SOSIAL (KAJIAN PEMIKIRAN SUNARYATI HARTONO) Arifah, Kuni Nasihatun; Kartini, Ika Ariani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Sunaryati dalam proporsionalitas pembangunan Hukum Ekonomi Pembangunan dan Hukum Ekonomi Sosial di Indonesia. Metode penelitian menggunakan metode penelitian normative dengan pendekatan perundang-undangan dan history. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Sunaryati membagi hukum ekonomi menjadi dua dimensi yakni hukum ekonomi pembangunan yang berbicara pada tataran keseluruhan aspek kebijakan pembangunan hukum ekonomi nasional, sedangkan hukum ekonomi sosial adalah berbica pada tataran hasil yang dinikmati dari pembangunan untuk kesejahteraan sosial rakyat. Pada konteks terkini, kebijakan pembangunan nasional yang tertuang dalam dokumen kebijakan Rencana Pembanguanan Jangka Panjang dan Jangka Menengah Nasional belum mampu terimplementasi dengan baik yang mengindikasikan bahwa hukum ekonomi sosial belum tercapai, hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kemiskinan, Indeks Pembanguan Manusia (IPM) yang rendah dan juga akses hak terhadap hal fundamental seperti pendidikan, Kesehatan dan pekerjaan serta perlindungan sosial yang belum merata
PENERAPAN SANKSI PEREDARAN LIQUID VAPE TANPA CUKAI (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS): IMPLEMENTATION OF SANCTIONS FOR THE DISTRIBUTION OF LIQUID VAPE WITHOUT EXCISE (CASE STUDY IN BANYUMAS REGENCY) Dwika Yulansyah Nur Ikhwan; Ika Ariani Kartini
Journal Presumption of Law Vol 6 No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jpl.v6i2.10608

Abstract

Rokok elektrik sudah berkembang dan populer di Indonesia sejak tahun 2012. Seiring berjalannya waktu produksi liquid vape juga kian meningkat, tak sedikit para produsen yang mengabaikan peraturan mengenai cukai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis perizinan pada perdagangan liquid vape di Kabupaten Banyumas dan penerapan sanksi terhadap penjual serta pengedar liquid vape tanpa cukai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris, menggunakan data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yaitu: 1). Apa saja jenis perizinan yang diperlukan pada perdagangan liquid vape di Kabupaten Banyumas?; dan, 2). Bagaimana penerapan sanksi terhadap penjual dan pengedar liquid vape tanpa cukai di Kabupaten Banyumas? Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan liquid vape di Kabupaten Banyumas dilakukan baik melalui toko fisik maupun platform online, perizinan perdagangan liquid vape didapatkan melalui DPMPTSP, dan masih ditemukan liquid vape tanpa cukai beredar. Wawancara dengan responden mengungkapkan bahwa mayoritas pengguna liquid vape tanpa cukai mengalami efek samping kesehatan, ditemukan pula pelanggaran berupa pemalsuan pita cukai. DPMPTSP dan Bea Cukai telah melakukan penerapan sanksi berupa sanksi administrasi hingga sanksi pidana terhadap para pelanggar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Effective and Efficient Dispute Resolution Through Optimation of Court Connected Mediation Indriati Amarini; Noorfajri Ismail; Ratna Kartika Wati; Marsitiningsih Marsitiningsih; Ika Ariani Kartini
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 14 (2023): Proceedings of International Conference on Legal Studies (ICOLAS 2023)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v14i.908

Abstract

The judiciary is a mechanism provided by the state to resolve disputes. However in practice, dispute resolution in court is not in accordance with the principles of justice, namely effective and efficient judicial institutions. This research aims to analyze the legality and development of mediation in court. The research method used is library research with secondary data sources in the form of laws and regulations, research results and literature. One of the progressive ideas of the Supreme Court of the Republic of Indonesia in order to realize effective and efficient courts, among others, is to strengthen the institution of mediation in the Court for the settlement of civil disputes. However, it seems that the efforts of the Supreme Court institutions need to be further refined through improving the quality and quantity of human resources, improving supporting infrastructure and court institutions are consistent in supporting the mediation development programs in the Court.
Double Certificates and Its Resolution in (Study of Supreme Court Decision Number 976 K/PDT/2015) Soediro Soediro; Ika Ariani Kartini; Efi Miftah Faridli; Nur’aeni Nur’aeni
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 14 (2023): Proceedings of International Conference on Legal Studies (ICOLAS 2023)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v14i.910

Abstract

One of the goals of the Basic Agrarian Law (Undang-Undang Pokok Agraria, UUPA) is to provide legal certainty for all individuals and to facilitate the functioning of the earth, water, and space, as well as natural resources. In reality, however, the law has not yet provided legal certainty over land in the case of double certificates, as stated in Supreme Court Decision No. 976 K/PDT of 2015. The problem posed by this study is how and what the obstacles are for prevent the development of duplicate certificates. This is normative legal research employing secondary data, the statute approach, and the conceptual approach. To prevent the occurrence of double certificates, it is necessary to implement a computerization/digitization program for land registration maps to reduce error by humans, acquire data on land parcels that have certificates, make plotting efforts utilizing GPS (Global Positioning System) technology, restrict the land registration process and administration pertaining to village land, and implement blockchain technology in land administration. Meanwhile, the public's lack of interest in registering their land through the Comprehensive Systematic Land Registration (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, PTSL) scheme, procedural errors in the land assessment procedure, a negative land publication system in which the data presented is not necessarily valid, and the state's inability to guarantee the accuracy of the data presented are impediments to these efforts. Moreover, the present agrarian law is a colonialist relic that is not in the community's best interests.
Analisis Penerapan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim : Studi Pelanggaran Prinsip Berdisiplin Tinggi Ersa Julia Azahra; Ika Ariani Kartini; Indriati Amarini; Marsitiningsih
Jurnal Sakato Ekasakti Law Review Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sakato Ekasakti Law Review
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/krh93f71

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip “Berdisiplin Tinggi” dalam Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) di Indonesia, khusunya terkait pelanggaran kedisiplinan hakim. Prinsip ini mengatur kewajiban hakim untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari integritas dan profesionalitas hakim dalam menegakkan kekuasaan kehakiman yang independen dan akuntabel. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis deskriptif terhadap dokumen hukum dan literatur terkait. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip berdisiplin tinggi merupakan instrumen etik yang berfungsi menjaga integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas hakim. Penegakannya dilakukan melalui pengawasan internal oleh Mahkamah Agung dan pengawasan eksternal oleh Komisi Yudisial. Pelanggaran terhadap prinsip ini dapat dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pemberhentian tetap. Oleh karena itu, penegakan disiplin yang konsisten diperlukan untuk menjaga kehormatan lembaga peradilan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan di Indonesia.
Pemberdayaan Nasyiatul Aisyiyah Muhammadiyah melalui Pelatihan Paralegal : Perlindungan Hukum Perempuan dan Anak di Kabupaten Banyumas Susilo Wardani; Ika Ariani Kartini; Ratna Kartika Wati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1696

Abstract

Violence against women and children remains a serious issue in Banyumas Regency, exacerbated by limited legal awareness and inadequate community-based legal assistance capacity. This condition highlights the need for community empowerment through strengthening the role of women’s organizations at the grassroots level. This community service program aims to empower members of Nasyiatul Aisyiyah Muhammadiyah Banyumas through paralegal training to enhance legal understanding and initial legal assistance capacity for women and children. A participatory approach was employed, including material enrichment, group discussions, group dynamics, and role-playing activities. The results indicate an improvement in participants’ understanding of paralegal concepts, women’s and children’s rights, and basic legal procedures for handling cases of violence. Furthermore, the training increased participants’ readiness to act as initial legal companions and strengthened the organizational role of Nasyiatul Aisyiyah as a community-based legal protection actor. This program contributes to expanding access to justice and reinforcing sustainable legal protection for women and children at the community level.
PENERAPAN PRINSIP PUBLIC GOOD GOVERNANCE DALAM HUBUNGAN INTERNASIONAL MELALUI PERJANJIAN SISTER CITY (STUDI KASUS SISTER CITY KOTA BANDUNG) Ika Ariani Kartini
Kosmik Hukum Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/kosmikhukum.v14i2.743

Abstract

Berbagai bentuk perjanjian internasional semakin digalakkan di kalangan negara-negara maju dan berkembang, begitu pula halnya dengan perjanjian sister city. Perjanjian sister city sendiri telah ada di Amerika Serikat (USA) dan kota-kota aliansinya di berbagai benua. SCI didirikan pada 1956 sebagai bagian dari ‘The National League of Cities’ yang kemudian memisahkan diri menjadi semacam NGO atau korporasi non-profit pada 1967. Sementara di Indonesia istilah ini digunakan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri adalah Sister City, dengan keluarnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 193/1652/PUOD tanggal 26 April 1993 perihal Tata Cara Pembentukan Hubungan Kerjasama Antar Kota (Sister City) dan Antar Provinsi (Sister Province) dalam dan luar negeri. Sebenarnya jauh sebelum itu secara terbatas sister city sudah dimulai di Indonesia, misalnya Pemerintah Kota Bandung dengan Braunschweig, Jerman yang menandatangani MOU kerjasama sister city pada Juni 1960, dan dengan Fort Worth, USA pada April 1990. Pelaksanaan sister city telah sesuai instrumen hukum internasional dan telah mampu menempatkan prinsip good governance pada kalangan pemerintahan daerah propinsi maupun kota, sehingga tercapai kerjasama yang baik dan berkesinambungan. Kata kunci : Hubungan Internasional dan Sister City.
PERANAN BANK SYARIAH DALAM SOSIALISASI DAN EDUKASI MASYARAKAT TENTANG KEMANFAATAN PRODUK DAN JASA PERBANKAN SYARIAH Astika Nurul Hidayah; Ika Ariani Kartini
Kosmik Hukum Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/kosmikhukum.v16i1.1306

Abstract

Tujuan pembangunan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah terciptanya masyarakat adil dan makmur, berdasarkan demokrasi ekonomi dengan mengembangkan sistem ekonomi yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan. Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, sistem ekonomi syariah menjadi salah satu alternatif pilihan sistem perekonomian Indonesia setelah terbukti mampu bertahan pada saat krisis perekonomian yang menghantam Indonesia pada tahun 1998. Setelah dikeluarkannya payung hukum yang mengatur mengenai perbankan syariah di Indonesia, perbankan syariah di Indonesia berkembang dengan cukup pesat walaupun masih tertinggal jauh dari perbankan konvensional. Agar perkembangan perbankan syariah dapat lebih maksimal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia membuat Grand Strategy Perkembangan Pasar Perbankan Syariah di Indonesia. Salah satu dari grand strategy tersebut merupakan sarana untuk dapat mewujudkan ciri mendasar perbankan syariah yaitu agar perbankan syariah dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Harapan agar masyarakat dapat meninggalkan praktik riba dalam perbankan harus didukung dengan peranan bank syariah untuk aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar terbangun pemahaman mengenai kemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah. Kata kunci: perbankan syariah, peranan bank syariah, sosialisasi dan edukasi