Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Artificial Rainfall Aquifer to Supply Clean Water Requirement During the Dry Season in Selengen Village, North Lombok Regency Yasa, I Wayan; Agustawijaya, Didi Supriyadi; Pracoyo, Atas; Setiawan, Ery; Hasyim, Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Saidah, Humairoh; Jayanegara, I Dewa Gede; Agastya, Dewandha Mas
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i2.608

Abstract

Selengen Village is one of the villages in North Lombok Regency that always experiences drought and lack of clean water every year. The problem of clean water availability is caused by limited water sources on the surface. The frequency of rainwater in Selengen Village is very small and with very low intensity. In order to meet the need for clean water, the community has to pay additional costs to buy clean water or wait for a drop from the government. The Selengan Village community has limited information regarding simple methods that can be used to collect clean water sourced from rainwater. The method used to introduce rainwater capture as a source of clean water is to provide direct outreach to the Selengen Village community about rainwater storage in the form of ABSAH (Artificial Aquifer for Rainwater Savings). The ABSAH method can be done individually or in groups. The socialization was carried out at the Panggung Barat Hamlet office involving the community consisting of farmer groups, community leaders, youth organizations and housewives. The result of the socialization regarding the introduction of artificial rainwater aquifers is the high desire of the community to create rainwater storage, either independently/individually or in groups. In the process of making it, the community hopes to get assistance from the implementation team so that the calculation of the storage volume is in accordance with the volume of water used. Apart from that, the community also hopes to be given drawings of storage designs, installations for collecting water from the roofs of houses and designs of distribution networks to people's homes.
Implementasi Program Kampung Iklim (Proklim) Dalam Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Desa Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah Sulistyowati, Tri; Agustawijaya, Didi Supriyadi; Muchtaranda, Ismail Hoesain; Muhajirah; Sarjan, Achmad Fajar Narotama; Dhiyaulhaq, Faris
Portal ABDIMAS Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/69tpng16

Abstract

Perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi sektor pariwisata, termasuk di tingkat desa wisata yang seringkali mengandalkan keindahan alam dan kearifan lokal. Untuk memastikan keberlanjutan operasional dan daya tarik desa wisata, penerapan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara simultan sangatlah penting. Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program pemerintah berskala nasional yang bertujuan untuk melibatkan masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Upaya adaptasi bertujuan untuk mengurangi kerentanan terhadap dampak tersebut, sementara mitigasi berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang menjadi penyebab perubahan iklim. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk pendampingan pelaksanaan Proklim dalam menghadapi perubahan iklim dan strategi adaptasi  dan mitigasi yang dapat diterapkan. Lokasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat terletak di Desa Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, diskusi, dan pendampingan kepada seluruh masyarakat mengenai perencanaan serta pelaksanaan adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bonjeruk  sudah memahami tujuan, manfaat, dan cara pelaksanaan Program Proklim. Di samping itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Proklim semakin berkembang sehingga mereka menjadi lebih aktif dalam menerapkan strategi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi mengenai pelaksanaan program agar dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, sehingga pembangunan yang berkelanjutan dalam adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim dapat terwujud.