Claim Missing Document
Check
Articles

Management of Acute Pseudomembrane Candidiasis due to Multicranial Paresthesia in Patients with Nasopharynx Carcinoma: Case Report. Yannie Febby Martina Lefaan; Tenny Setiani Dewi
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 7 No. 2 (2022): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/sod.v7i2.4000

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan keganasan pada daerah kepala dan leher, tumor pada nasofaring dapat mengenai satu atau lebih saraf kranial dan menyebabkan multikranial parestesia. Tujuan: Penulisan laporan kasus ini dimaksudkan untuk memaparkan penatalaksanaan kandidiasis pseudomembran akut akibat multikranial parestesia pada pasien KNF. Laporan Kasus: Pasien perempuan usia 55 tahun, dikonsulkan ke bagian ilmu penyakit mulut dari bagian Onkologi Radiasi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung untuk tatalaksana oral hygiene sebelum kemoterapi. Pasien diketahui mengalami KNF dengan cedera pada saraf N. II, N.V dan N.VI. Pemeriksaan ekstraoral kondisi umum tampak lemah, bibir tampak deviasi ke sisi kanan, konjungtiva anemis, sklera non ikterik. Pemeriksaan intraoral, tampak banyak sisa makanan pada rongga mulut. Mukosa labial, mukosa bukal, palatum, dan dorsum lidah tampak adanya plak putih, bisa dikerok dan meninggalkan daerah eritem. Diagnosis lesi oral adalah kandidiasis pseudomembran akut. Penatalaksaan pada pasien berupa pemberian chlorhexidine digluconate 0,12% dan nystatin oral suspension. Penyembuhan terjadi 14 hari setelah perawatan. Kesimpulan: Penatalaksaan kandidiasis pseudomembran akut pada pasien KNF dengan multikranial parestesia dilakukan dengan mempertimbangakan kondisi sistemik dan lokal. Pemberian nystatin oral suspension, chlorhexidine digluconate 0,12% dan pemberian edukasi kepada pasien beserta keluarga terbukti membantu meningkatkan kebersihan rongga mulut dan kesuksesan perawatan.
STEVEN JOHNSON SYNDROME DENGAN IMPLIKASI ORAL PARAH SERTA PENATALAKSANAANNYA : LAPORAN KASUS Fika Faradillah Drakel; Tenny Setiani Dewi
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 16 No 1 (2022): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v16i1.7

Abstract

Background: Steven Johnson Syndrome (SJS) is an acute mucocutaneous syndrome that predominantly involve the skin and mucous membranes. SJS is an immune-mediated disease that have been associated with erythema multiforme (EM). The most common triggers are viruses, food allergies, autoimmune reactions and medicine. The medicines that most commonly cause SJS are non-steroidal anti-inflammatory drugs, antibiotics, antifungals, and anticonvulsants. Case: A 32-year-old man was consulted from the Dermatology Department with a diagnosis of drug induce SJS and was given cetirizine and dexamethasone. The patient presented to the Oral Medicine Department complaining of mouth pain, dysphagia, ulcers, oedema and haemorrhagic of the lips, difficult eating, drinking and speaking. Extra-oral examination found that the surface of the lips was covered with a white layer, bloody and crusted, and erythematous rash on his neck, arm, abdomen, palms and feet, with a diameter of 2-6 mm. Intra-oral examination found multiple ulcers and erosive lesions that spread on the tongue, palate, buccal and labial mucosa. This condition established as an oral lesion related to SJS. Case Management: The management of the oral lesion was given corticosteroid mouthwash, 0.12% chlorhexidine digluconate, lip compress with 0.9% NaCl and 1% hydrocortisone ointment. Conclusion: Steroid mouthwash to suppress inflammation as well as a combination of 0.12% chlorhexidine digluconate antiseptic drug suppresses the infection process and complications that continue in the oral cavity and 0.9% NaCl solution as a moist wound healing. This therapy plays an important role in the healing process of oral lesions in patients with SJS.