Claim Missing Document
Check
Articles

Sintesis dan Karakterisasi ZnO sebagai Coating Antikorosi ZnO/Al(OH)3 Pada Material Baja Karbon Adhi Setiawan
TEKNIK Vol 39, No 1 (2018)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.895 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v39i1.15659

Abstract

ZnO seringkali digunakan sebagai aplikasi pigmen anti korosi pada logam karena tidak beracun, ramah lingkungan, murah serta memiliki ketahanan korosi yang relatif baik. Partikel ZnO dalam penelitian ini disintesis dengan menggunakan metode presipitasi dengan ZnCl2 dan NaOH sebagai prekursor. Partikel ZnO yang dihasilkan dengan metode tersebut memiliki morfologi berbentuk batang dengan ujung lancip. Hasil SEM menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi NaOH maka ukuran partikel ZnO yang dihasilkan akan semakin kecil. Pada konsentrasi NaOH sebesar 0,5 M dihasilkan ZnO dengan ukuran terkecil sebesar 123 nm. Hasil XRD menunjukkan bahwa ZnO memiliki kristalinitas tinggi dengan ukuran kristal mencapai 47 nm pada konsentrasi NaOH sebesar 0,5 M. Penggunaan pigmen ZnO/Al(OH)3 menunjukkan ketahanan korosi yang baik pada larutan NaCl 3,5% dengan specimen baja karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komposisi ZnO/Al(OH)3 sebesar 1:3 memiliki ketahanan korosi yang terbaik karena memberikan nilai laju korosi terendah yaitu sebesar 0,86 mpy.
Karakteristisasi Limbah Bagasse Ash Pabrik Gula sebagai Alternatif Bahan Dasar Zeolit Sintesis Jihan Nabillah Hanun; Adhi Setiawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagasse ash merupakan limbah yang dihasilkan dari residu proses pembakaran ketel uap (boiler). Pemanfaatan bagasse ash belum maksimal dikarenakan jumlahnya yang terus meningkat setiap hari seiring berjalannya proses produksi pada musim giling. Jumlah penumpukan bagasse ash dengan pemanfaatan yang minim akan menimbulkan masalah pencemaran dan mengurangi estetika lingkungan. Faktanya, bagasse ash memiliki kandungan silika yang tinggi didalamnya sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar adsorben, yaitu zeolit sintesis. Zeolit sintesis dapat diaplikasikan dalam proses adsorpsi dalam menurunkan kandungan logam berat dalam air limbah. Penelitian ini membahas mengenai hasil karakterisasi bagasse ash menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD), Spektrofotometer Inframerah (FTIR), dan Mikroskop Elektron (SEM- EDX) yang dapat mendukung bahwa kandungan silika dalam bagasse ash dapat dimanfaatkan sebagai zeolit sintesis. Perlakuan pada bagasse ash yaitu dipanaskan terlebih dahulu dengan menggunakan oven pada suhu 100°C selama 2 jam dan diayak dengan variasi ukuran diameter partikel 100 mesh dan 200 mesh. Hasil penelitian menunjukan bahwa bagasse ash memiliki kristalinitas yang rendah pada analisis XRD. Analisis FTIR menunjukan adanya serapan kuat pada bilangan gelombang 2000 cm-1 sampai dengan 450 cm-1. Bagasse ash memiliki kandungan silika sebesar 31,65% dengan morfologi permukaan partikel yang tidak beraturan yang ditunjukan dari hasil analisis SEM-EDX.
Analisis Pengaruh Waktu Deasetilasi terhadap Karakteristik Kitosan dari Cangkang Kepiting Citra Eripramita Yunus; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan produk deasetilasi kitin yang merupakan polimer rantai panjang glukosamin (b-1,4-2 amino-2-dioksi-D-Glukosa). Kitosan terbentuk pada proses penghilangan gugus asetil yang dilakukan setelah tahap demineralisasi dan deproteinasi. Kitosan memiliki banyak kegunaan, seperti sebagai koagulan dalam pengolahan limbah cair. Sebagai bahan baku utama dalam proses pembuatan biasanya digunakan limbah berupa cangkang dari hewan crustacea seperti kepiting. Salah satu parameter penting dalam mengetahui karakteristik kitosan yaitu derajat deasetilasi. Derajat deasetilasi (DD) menentukan seberapa besar persentase penghilangan gugus asetil yang diubah menjadi NH2 (amina). Pada penelitian ini, nilai derajat deasetilasi dioptimalkan dengan menggunakan variasi waktu kontak (4 jam, 5 jam, 6 jam) dengan suhu 125 °C pada tahap deasetilasi. Berdasarkan hasil analisa FT-IR (Fourier Transform Infra-Red) dengan menggunakan Baseline Method pada kitosan cangkang kepiting dapat diketahui nilai DD meliputi 62,4%, 72,2% dan 76,1%. Peningkatan nilai DD ini seiring dengan peningkatan waktu deasetilasi.
Analisis Nilai Kalor dari Briket Ampas Tebu dan Tempurung Kelapa Risya Dwi Maulidya; Adhi Setiawan; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi fosil yang semakin meningkat membutuhkan energi alternatif. Limbah biomassa berasal dari limbah organik dan bahannya mudah didapat. Limbah biomassa berupa ampas tebu dan tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif berupa biobriket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi ampas tebu dan tempurung kelapa terhadap nilai kalor yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam pembuatan briket ini adalah eksperimen dengan melakukan proses karbonisasi pada ampas tebu dan tempurung kelapa yang dilanjutkan dengan pengayakan agar ukuran karbon yang dihasilkan homogen. Jenis binder menggunakan tepung tapioka dengan kadar 10% dari berat adonan briket. Analisis nilai kalor yang digunakan yaitu dengan menggunakan bomb calorimeter berdasarkan SNI 01-6235-2000. Untuk mengetahui nilai kalor terbaik, maka digunakan variasi campuran ampas tebu dan tempurung kelapa yaitu variasi 1 adalah 10% : 90%; variasi 2 adalah 20% : 80%; variasi 3 adalah 30% : 70%; variasi 4 adalah 40% : 60%; dan variasi 5 adalah 50% : 50%. Hasil uji menunjukkan briket dari ampas tebu dan tempurung kelapa yang memenuhi standar mutu briket adalah variasi 1 sebesar 8530,36 kal/gr; variasi 2 sebesar 8134,81 kal/gr; dan variasi 3 sebesar 5959,82 kal/gr.
Recovery Konsentrasi Ammonium dan Fosfat pada Lindi Artifisial Menggunakan Presipitasi Struvite Dian Qoriati; Adhi Setiawan; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lindi yang dihasilkan oleh fasilitas penimbunan limbah B3 memiliki konsentrasi ammonium dan fosfat yang tinggi dengan rasio BOD/COD rendah. Lindi dapat menimbulkan eutrofikasi perairan. Ammonium dan fosfat dapat diolah dengan presipitasi struvite. Presipitasi struvite merupakan proses pengendapan yang mengandung Mg2+ dan PO43- untuk menurunkan konsentrasi NH4+ sehingga terbentuk endapan berupa kristal struvite (MgNH4PO4.6H2O) yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kondisi optimum dari rasio molar Mg2+: NH4+: PO43- dan pH terhadap penurunan konsentrasi ammonium dan fosfat. Penelitian ini dilakukan dengan sistem batch dengan penambahan MgCl2.6H2O dan NaH2PO4.H2O sebagai presipitan dan NaOH 10% sebagai pengatur pH. Rasio molar Mg2+: NH4+: PO43- yang digunakan yaitu adalah 1,0:1,0:1,0; 1,1:1,0:1,1; 1,2:1,0:1,2; 1,3:1,0:1,3 dan 1,4:1,0:1,4. Variasi pH yang digunakan yaitu 7, 8, 9, 10, dan 11. Proses pengadukan menggunakan jartest dengan kecepatan pengadukan 150 rpm selama 30 menit dan proses pengendapan selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum adalah 9 dan rasio molar Mg2+:NH4+:PO43- optimum 1,3:1,0:1,3. Konsentrasi awal ammonium 1.560 mg/l dan residual ammonium 139,10 mg/l. Konsentrasi awal fosfat 34,2 mg/l dan residual fosfat 10,18 mg/l.
Limbah Penghasil Energi Listrik Melalui Microbial Fuel Cell (Alternatif : Limbah Domestik IPLT Keputih, Surabaya) Suci Wulandari; Adhi Setiawan; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem MFC merupakan sebuah alat yang dapat menghasilkan energi listrik dari energi kimia melalui reaksi katalitik menggunakan mikroorganisme. MFC ini memanfaatkan metabolisme dari mikroorganisme untuk menghasilkan arus listrik dari berbagai substrat organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemilihan material logam aluminium, seng dan tembaga yang berbentuk pelat sebagai elektroda dengan luas permukaan 132,68 cm2. Reaktor yang digunakan merupakan reaktor double-chamber, dengan tiap kompartemen memiliki dimensi 11 cm x 15 cm x 15 cm. Kompartemen anoda diisi limbah tinja dari balancing tank IPLT Keputih, Surabaya sedangkan kompartemen katoda diisi dengan akuades dengan suplai udara dan membran Nafion 117 sebagai media transfer proton. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi elektroda Zn/Cu merupakan kombinasi elektroda yang menghasilkan produksi listrik paling besar. Hasil penelitian menunjukkan pada hari pertama untuk kombinasi elektroda Zn/Cu menghasilkan tegangan maksimum sebesar 984,955 mV, kuat arus maksimum sebesar 9,845 mA, daya maksimum sebesar 9,697 mW serta kerapatan daya maksimum sebesar 7,31 x 10-2 mW/cm2. Perolehan energi listrik yang dihasilkan oleh kedua kombinasi berbeda secara signifikan, dan secara waktu kontak, semakin lama waktu kontak maka akan semakin kecil besaran energi listrik yang dihasilkan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produksi energi listrik maksimum dihasilkan dari kombinasi elektroda dengan material logam seng dan tembaga.
Sintesis dan Karakterisasi TiO2-Karbon Aktif Tempurung Kelapa sebagai Photocatalyst Agent dalam Pengolahan Limbah Cair Batik Putri Dwi Anggraini; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi industri batik banyak menggunakan bahan kimia dan pewarna sintetis dalam proses produksinya. Limbah cair yang dihasilkan, apabila tidak diolah akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu metode alternatif dalam pengolahan limbah cair batik yaitu metode fotokatalis. Kelebihan metode fotokatalis yaitu dapat mendegradasi bahan anorganik dan bahan organik, biaya operasi yang rendah dan ramah lingkungan. Penelitihan ini bertujuan sintesis dan karakterisasi TiO2/C sebagai photocatalyst agent dalam pengolahan limbah cair batik. Karakterisasi yang digunakan meliputi pengujian kualitas arang aktif teknis, FTIR, dan XRD. Kualitas karbon aktif telah memenuhi (SNI) 06-3730-1995 tentang syarat mutu karbon aktif teknis powder. Pengujian XRD dari hasil sintesis didapatkan TiO2 tipe anatase. Hasil pengujian FTIR karbon aktif terbaca gugus fungsi O-H, C=C, C-O dan gugus C-C. FTIR TiO2 dan sintesis TiO2/C terbaca gugus Ti-O-C dan Ti-O-Ti.
Biokoagulan Biji Trembesi (Samanea saman) dan Daun Mimba (Azadirachta indica) dalam Mengolah Air Limbah Industri Asam Fosfat Emeralda Eka Putri Setyawati; Adhi Setiawan; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri asam fosfat menghasilkan air limbah yang berasal dari Sulphuric Acid Plant, Phosphoric Acid Plant, dan Granulated Gypsum Plant. Air limbah yang dihasilkan dari masing–masing plant dilakukan pengolahan dengan metode koagulasi dan flokulasi. Penggunaan koagulan sintetik yang digunakan pada industri asam fosfat dapat menyebabkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Koagulan alami biji trembesi dan daun mimba dipilih karena dapat menurunkan kadar pencemar tanpa memberikan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Polimer koagulan alami lebih kuat dalam pengikatan flok ketika aliran turbulen. Reaksi yang terjadi pada koagulan alami yaitu polielektrolit, yang mampu membentuk flok lebih kuat karena terjadi mekanisme double layer, flokulasi, adsorpsi–netralisasi muatan, dan adsorpsi–bridging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persentase penurunan kadar pencemar pada air limbah industri asam fosfat dengan menggunakan koagulan biji trembesi dan daun mimba. Penambahan biji trembesi dan daun mimba sebagai koagulan dalam fasa larutan. Proses pembuatan koagulan diawali dengan penghilangan bagian–bagian yang tidak diinginkan, penumbukan masing–masing serbuk biji trembesi daun mimba sebesar 40 mesh, ekstraksi soxhlet dan evaporasi dengan vacum rotary evaporator, jar test, dan analisis parameter. Variasi dosis yang digunakan pada proses jar test yaitu 50 mL/L, 75 mL/L, 100 mL/L, dan 125 mL/L. Konsentrasi terbaik penambahan koagulan didapat pada variasi 125 mL/L. Komposisi larutan kombinasi koagulan alami yaitu 50% biji trembesi dan 50% daun mimba. Efisiensi removal yang dihasilkan TSS, fosfat, dan fluoride berturut–turut sebesar 49,34 %, 53,40 %, 82,86 %.
Penurunan Kadar Fluoride dan COD pada Industri Asam Fosfat Menggunakan Kombinasi Metode Presipitasi Elektrokoagulasi dengan Elektroda Alumunium Nadya Ayu Arianingtyas; Adhi Setiawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan asam fosfat akan menghasilkan air limbah yang perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke badan air. Air limbah atau yang disebut dengan Acid Water (AW) dihasilkan dari blowdown proses SWC (Shutdown Water Cleaning) di unit Phosporic Acid Plant (PA) dan kondensat steam di unit Sulfuric Acid Plant (SA). Proses pengolahan limbah menggunakan bahan kimia, membutuhkan perlengkapan mekanik serta biaya yang cukup besar. Teknologi pengolahan air limbah yang lain dibutuhkan sebagai alternatif pengolahan yang lebih efisien yaitu meggunakan kombinasi metode presipitasi elektrokoagulasi. Kombinasi metode presipitasi elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan air limbah yang dapat meminimalisir bahan kimia dan biaya yang lebih murah, sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian tentang pengolahan air limbah fluoride industri asam fosfat menggunakan kombinasi metode presipitasi elektrokoagulasi. Penelitian dilakukan menggunakan reaktor presipitasi dan elektrokoagulasi, menggunakan presipitan Ca(OH)2, serta pelat elektroda alumunium dengan ukuran 10 cm x 20 cm. Air limbah fluoride yang digunakan berasal dari industri asam fosfat dengan volume sebesar 10 liter diolah secara batch dengan tahapan pengolahan presipitasi kemudian elektrokoagulasi lalu diukur konsentrasi dari COD dan fluoride. Hasil pengukuran kandungan COD dan fluoride dianalisis berdasarkan pengaruh dari nilai tegangan yang digunakan yakni 17 Volt, 22 Volt, dan 27 Volt. Nilai tegangan listrik yang semakin meningkat, didukung dengan kondisi pH 9 dan waktu kontak selama 60 menit, maka penurunan konsentrasi fluoride dan COD meningkat semakin baik. Penurunan terbesar fluoride adalah 99,96% dengan konsentrasi 0,58 mg/L dan COD 65,24 % dengan konsentrasi 8,87 mg/L dengan menggunakan tegangan listrik sebesar 27 V.
Pengaruh Removal TDS dan Warna dengan Menggunakan Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Tawas pada Limbah Industri Minuman Bir Arwinda Praditasari; Adhi Setiawan; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi industri minuman bir menghasilkan limbah, parameter TDS dan warna cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan koagulan PAC dan Tawas terhadap removal TDS dan warna dengan menggunakan flokulan polymer anionic. Metode penelitian ini dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pertama analisis karakteristik TDS dan warna air limbah fish pond dilakukan dengan pengujian jartest. Hasil analisis parameter TDS dan warna yang belum memenuhi standart baku mutu. Konsentrasi awal TDS dan warna air limbah industri menunjukan adalah 1450 mg/L dan 218 PtCo. Hasil penelitian didapatkan dosis optimum koagulan PAC dan flokulan polymer anionic sebesar 40 mg/L dan 3 mg/L dengan efisiensi removal TDS dan warna sebesar 82,46 % dan 82,09%. Dosis optimum koagulan tawas dan flokulan polymer anionic yaitu 35 mg/L dan 3 mg/L dengan efisiensi removal TDS dan warna sebesar 70,69 % dan 78,60 %.
Co-Authors Abda Abda Achmad Fatoni Agung Nugroho Agung Nugroho Agung Nugroho Agung Nugroho Agung Nugroho Ahmad Erlan Afiuddin Aisyah Nur Rahmadania Alfinura Fajrin Alfinura Fajrin Amilia Kristina Dewi Ananda Augista Firtsanti Anggara Trisna Nugraha Anggraini, Febby Dwi Melanny Arianingtyas, Nadya Ayu Arita Rochma Nilasari Arwinda Praditasari Azzahro, Annisa Basyiruddin, Fariz Bawafi, Muhammad Iqbal Ali Cahyono, Luqman Catur Rini Widyastuti, Catur Rini Chelvin Sugiarto Citra Eripramita Yunus Citra Eripramita Yunus Denny Dermawan Denny Dermawan Deris Eko Saputro Devina Puspitasari Devina Puspitasari Dewi, Tanti Utami Utami Dhani, Mey Rohma Dian Nur Hanifah Dian Qoriati Dika R. Widiana Dwi Rasy Mujiyanti Dzulfikar, Muhammad Hanif Eka Mayangsari, Novi Emeralda Eka Putri Setyawati Endang Pudji Purwanti Fajrin, Alfinura Falenia Firdatul Jannah Fariha, Chandra Nur Firnandi, Rahmad Fitri Hardiyanti Fitri Hardiyanti Gunawan, Karina Larasati Hanastasia, Rizka Lutfita Hanifah, Dian Nur Hanifah, Dian Nur Hanoni Hanun, Jihan Nabillah Inayatul Wulandari Indri Santiasih Jihan Nabillah Hanun Lintang Indra Liuqil Mahfudz Luqman Cahyono M. Ari M. Ari M. Miftahul Munir M. Miftahul Munir Maulidya, Risya Dwi Mirna Apriani Mochamad Luqman Ashari Mochamad Yusuf Santoso Mochammad Choirul Rizal Muhamad Ari Muhammad Asrul Nizam Mukhlis Mukhlis Munir, M. Miftahul Nadya Ayu Arianingtyas Nilasari, Arita Rochma Nora Amelia Novitrie Novi Eka Mayangsari Novitrie, Nora Amelia Nurhidayati, Dyah Isna Pawitra, Tiane Prianto, Haekal Irfan Titan Prima Astuti Handayani Priyambodo N. A. Nugroho Puguh Pribadhi Purwanti, Endang Pudji Puspitasari, Devina Putri Dwi Anggraini Putri, Desita Ramadona Syah Qurrotul Aini Rahmawati, Devi Ayu Risya Dwi Maulidya Rizka Lutfita Hanastasia Rizki Medy Prasetyo Rizki Noviana Damayanti Saputro, Deris Eko Satriavi, Aulia Diva Setiani, Vivin Siti Muthi’ah Suci Wulandari Tanti Utami Dewi Tarikh Azis Ramadani Tri Bagus Setiawan Ulvi Pri Astuti Utomo, Agung Prasetyo Vira Fadilah Qurani Vivin Setiani Vivin Setiani Widiyastuti Widiyastuti Widiyastuti Widiyastuti Widiyastuti Widiyastuti Winardi, Sugeng Wiwik Dwi Pratiwi Wiwik Dwi Pratiwi, Wiwik Dwi