Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STUDI LITERATUR PEMANFAATAN CAMPURAN MINYAK JELANTAH DAN PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN KARAKTERISTIK BAKAR SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE FRYING Feby Sisilia Watu; Eko Naryono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.126

Abstract

Sampah organik merupakan bahan buangan dari kegiatan rumah tangga, kegiatan komersial, industri atau aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar setelah dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kadar air serta meningkatkan nilai panas pada sampah organik. Nilai kadar air maksimum untuk bahan bakar padat adalah 15% sedangkan untuk nilai kalor minimum bahan bakar padat adalah 20.920 kJ/kg (SNI  01-6235-2000). Salah satu metode pengeringan sampah adalah metode frying. Metode frying mengeringkan sampah  dengan cara kontak langsung menggunakan minyak panas sehingga mampu mengeringkan sampah dengan cepat dan menghasilkan produk kering yang aman untuk dibakar. Pengeringan sampah dengan metode frying dapat menurunkan kadar air 80-90% dan meningkatkan nilai kalor hingga lebih dari 20.000 kJ/kg. Hasil terbaik diperoleh pada kisaran suhu 140 – 150°C dan waktu pengeringan 5 – 10 menit yang menghasilkan nilai kadar air dibawah 5% dan nilai kalor lebih dari 20.000 kJ/kg.
PENGARUH KOTORAN SAPI DAN UKURAN PARTIKEL TERHADAP PEMBENTUKAN BIOGAS Olivia Izzati Atiqa; Rahajeng Arum Mayang; Eko Naryono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.15

Abstract

Energi alternatif yang berpeluang untuk dikembangkan adalah energi biogas karena dapat diolah dari berbagai macam sumber bahan organik dan ramah lingkungan. Salah satu tempat pembuangan sampah yang berpotensi sebagai tempat penyedia sampah organik adalah Rumah Pilah Kompos Daur ulang (PKD) Tlogomas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan jumlah kotoran sapi terhadap produksi biogas. Penelitian dilakukan melalui proses fermentasi selama 24 hari dalam alat digester tipe batch  dengan volume 6 L pada variasi pencacahan ±2 cm, ±4 cm, dan ±6 cm serta rasio limbah sayuran dan kotoran sapi yaitu 1:0,1; 1:0,3, dan 1:0,5. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah kotoran sapi dapat meningkatkan produksi biogas. Pada pencacahan  ±2 cm, ±4 cm, ±6 cm, produksi biogas tertinggi ditunjukkan pada rasio 1:0,5 berturut-turut sebesar 1,1 L, 1,2815 L, dan 0,4091 L. Selain itu, diketahui bahwa volume biogas tertinggi dihasilkan pada limbah sayuran dengan pencacahan ±4 cm.
STUDI LITERATUR PENGARUH LAMA PENYIMPANAN GARAM HALUS BERYODIUM TERHADAP KADAR YODIUM SECARA IODOMETRI Alifah Puspita Dewi; Eko Naryono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.163

Abstract

Garam merupakan salah satu bahan pelengkap kebutuhan pangan dan sumber elektrolit bagi tubuh manusia yang dikonsumsi setiap hari. Pemerintah memilih garam konsumsi sebagai sarana untuk memenuhi angka kecukupan yodium setiap harinya. Penggunaan garam beryodium sangat dianjurkan karena fungsi yodium yang sangat penting bagi tubuh manusia. Apabila yodium dalam tubuh manusia tidak tercukupi, maka hal ini akan menyebabkan terjadinya masalah gizi yang disebut dengan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Pengaruh lama penyimpanan, temperatur, jenis wadah penyimpanan, serta kondisi penyimpanan yang terbuka atau tertutup memiliki pengaruh terhadap kandungan kadar yodium dalam garam. Perlakuan yang digunakan pada studi literatur ini adalah garam disimpan selama 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari, dan 7 hari dengan variabel jenis wadah dalam kondisi terbuka dan tertutup. Studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap kandungan kadar yodium dalam garam, mengetahui pengaruh lama waktu dengan berbagai varian jenis wadah penyimpanan terhadap kandungan kadar yodium, mengetahui pengaruh kondisi wadah penyimpanan terhadap kandungan kadar yodium dan mengetahui lama waktu simpan garam beryodium yang efektif. Berdasarkan studi literatur diketahui pada proses lama penyimpanan garam beryodium, kondisi penyimpanan, temperatur, jenis varian wadah penyimpanan berpengaruh terhadap penurunan kadar yodium dalam garam.
STUDI LITERATUR PENAMBAHAN GLISEROL PADA PENGUAPAN VINASSE SEBAGAI ANTI KERAK Mifta Rahmidinna; Eko Naryono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.119

Abstract

Bioetanol diproduksi melalui proses fermentasi dan destilasi, proses destilasi menghasilkan limbah yang berwarna coklat pekat yang dikenal dengan istilah vinasse. Pada pembuatan 1 liter etanol akan menghasilkan limbah vinasse sebanyak 13 liter (1:13). Vinasse dapat mencemari air, udara, dan tanah apabila langsung dibuang ke lingkungan. Vinasse perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu metode pengolahan yang dapat dilakukan adalah dengan cara evaporasi. Proses evaporasi menghasilkan sisa padatan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Penguapan vinasse akan menimbulkan kerak dan dapat mengakibatkan saluran pada evaporator tersumbat. Pada penelitian ini digunakan gliserol sebagai anti-scaling agent agar tidak timbul kerak pada evaporator. Penelitian ini bertujuam untuk mempelajari pengaruh penambahan gliserol pada penguapan vinasse, mempelajari pengaruh jumlah penguapan air pada penguapan vinasse agar tidak terjadi kerak, dan mempelajari pengaruh konsentrasi gliserol terhadap massa kerak yang dihasilkan.Penelitian dilakukan dengan cara mencampurkan gliserol pada vinasse dengan gliserol sebanyak 0,06 ppm, 0,11 ppm, dan 0,16 ppm kemudian diuapkan. Hasil penelitian dievaluasi berdasarkan studi literatur kemudian massa kerak yang didapatkan dari literatur diinterpolasi dengan variabel penambahan gliserol sebanyak 0,06 ppm, 0,11 ppm, dan 0,16 ppm untuk mengetahui jumlah pembentukan kerak selama penguapan vinasse. Dan diperoleh hasil kerak yang terbentuk dengan penambahan gliserol dengan kosentrasi 0,06 ppm, 0,11 ppm, dan 0,16 ppm menghasilkan kerak  sebesar 1,108 gram, 1,1057 gram, dan 1,1035 gram.
PENGABDIAN KEPADA WARGA DESA BINAAN POLINEMA, WRINGINSONGO, KEC. TUMPANG, KAB. MALANG MELALUI PEMBUATAN VCO DENGAN METODE FERMENTASI Eko Naryono; Cucuk Evi Lusiani; Bambang Widiono; Wianthi Septia Witasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1268-1275

Abstract

Desa Wringinsongo merupakan desa binaan Polinema yang sejak 2020 lalu, desa tersebut dijadikan sebagai Desa Tangguh dalam upaya ketahanan menghadapi pandemi Corona Virus Diesease 2019 (Covid-19). Keseluruhan lahan di Desa Wringinsongo secara geologis merupakan tanah subur yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan.  Salah satu hasil perkebunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan penggunaannya adalah kelapa. Kelapa dapat diproses untuk menghasilkan virgin coconut oil (VCO) yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia terutama di masa pandemi Covid -19 ini. Dalam upaya meminimalkan dampak dari pandemi dalam jangka panjang terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, Desa Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang melakukan kerjasama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kerjasama yang dilakukan berupa pemberian bimbingan teknis untuk pembuatan VCO oleh Jurusan Teknik Kimia, Polinema kepada warga Desa Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat dari Polinema yang sejalan dengan Rencana Strategis Polinema (Renstra Polinema 2016-2020) untuk meciptakan iklim usaha bagi UMKM dalam hal ini adalah Desa Binaan Polinema, Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Dengan adanya bimbingan teknis ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi  bagi warga desa binaan sebagai pengetahuan baru dan dapat dikembangkan menjadi usaha baru untuk membantu mengembangkan ekonomi dari warga setempat. Kegiatan PpM yang dilaksanakan pada tanggal 05 September 2021 berjalan lancar dan antusiasme peserta sangat baik untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan VCO dengan metode fermentasi.
EVALUASI EFEKTIVITAS ALAT HEAT EXCHANGER 11E-25 PADA KILANG FUEL OIL COMPLEX (FOC) I DI PT PERTAMINA RU-IV CILACAP Khairunnisa Khairunnisa; Eko Naryono; Muhammad Ismail Arrijal
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.231

Abstract

Heat exchanger merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mentransfer energi panas antara dua fluida berdasarkan perbedaan temperatur. Pada PT Pertamina RU-IV Cilacap, Heat Exchanger 11E-25 digunakan untuk memanaskan crude oil sebelum memasuki ke furnace. Lokasi Heat Exchanger 11E-25 ini berada di Crude Distilling Unit (CDU) I pada Kilang Fuel Oil Complex (FOC) I. Sistem peralatan ini telah relatif lama dioperasikan, yang diperkirakan efektivitas dari Heat Exchanger 11E-25 ini menurun sehingga perlu diketahui. Metode evaluasi efektivitas alat heat exchanger dilakukan dengan cara pengambilan data suhu pemanas masuk dan keluar saat kondisi di lapangan, data pada control room berupa flowrate crude oil dan long residue, hasil dari laboratorium pengujian hasil produk berupa viskositas crude oil dan long residue serta buku literatur. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai Dirt Factor (Rd) sebesar 0,0146 hr.ft2.°F/Btu dengan nilai yang diperbolehkan sebesar 0,003 hr.ft2.°F/Btu. Pada Pressure Drop (ΔP) didapatkan nilai sebesar 7,160 Psi dengan nilai yang diperbolehkan sebesar 10 Psi. Efektivitas pada kondisi aktual (kondisi saat di lapangan) sebesar 38% dengan nilai yang diperbolehkan sebesar 30%. Berdasarkan harga Rd sebesar 0,0146 hr.ft2.°F/Btu dengan melebihi nilai yang diperbolehkan maka Heat Exchanger 11E-25 masih layak dioperasikan namun demikian perlu dilakukan pembersihan secara berkala agar dapat bekerja secara maksimal.
Penyuluhan Pengendalian Mutu Produk Susu Terfermentasi Skala Home Industry pada Pondok Pesantren Raudhatul Madinah-Batu Ningsih, Wahyuni; Naryono, Eko; Moentamaria, Dwina; Takwanto, Anang; Hakim, Arif Rahman
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Maret
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i2.387

Abstract

Fermented milk in the form of yogurt is a type of processed milk that is beneficial for the body's health. This product could become a home industry scale entrepreneurial product for the Raudhatul Madinah Islamic boarding school, Batu. Quality products whose quality is maintained over time will certainly be a special attraction for customers. This service activity aims to provide education about quality control of fermented milk products at the Raudhatul Madinah-Batu Islamic Boarding School. The methods used are lectures, discussions, questions and answers, and mentoring. The form of yogurt quality control is outlined in the SOP document, then pH tests and organoleptic tests (sour, aroma, texture) are also carried out on the yogurt products produced. Then, participants were asked to fill out a partner satisfaction questionnaire with service activities. The results of the questionnaire showed that 62% of participants agreed and 37% strongly agreed that they were satisfied with the service activities carried out.
PENGERINGAN SAMPAH PADAT ORGANIK MENGGUNAKAN METODE BIO-DRYING DI SALAH SATU PASAR KOTA MALANG Handayani, Melly; Mahendra, Ananda Rizky; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5071

Abstract

Manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, akan menghasilkan sampah baik jenis organik maupun anorganik. Pengelolaan sampah khususnya daerah perkotaan perlu diklakukan sebagai upaya dalam mengurangi timbunan sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu metode pengelolaan sampah yang efektif digunakan dan ramah lingkungan adalah metode bio-drying. Pengeringan biologis (bio-drying) merupakan salah satu alternatif biokonversi mekanis-biologis pada pengolahan sampah organik. Penerapan  hasil rancangan ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan ke lingkungan terutama timbulnya bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah di TPS salah satu Pasar Kota Malang. Penelitian ini dilakukan menggunakan reaktor tray bio-drying dengan massa sampah padat organik 5 kg pada setiap tray dengan laju alir aerasi 0,04167 m3/menit pada masing-masing tray. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan metode tray bio-drying mampu menurunkan kadar air awal sebesar 62.69% hingga menjadi 9.49%. Hasil rancangan pada kapasitas 4 m3 sampah per hari, untuk digunakan mengolah sampah di salah satu Pasar Kota Malang dengan bentuk reaktor empat persegi panjang dengan ukuran Panjang 8 m, lebar 3,3 m, dan tinggi 2,5 m. Pada sisi bawah dasar reactor dipasang kawat ram. Blower yang digunakan 2 buah dengan kapasitas masing masing 20 m3 /menit. Tujuan dari rancangan reaktor ini dapat bekerja secara kontinyu yang bertujuan untuk mengeringkan sampah sebesar 4m³ per hari, dengan produk sampah kering yang dihasilkan sekitar 250kg per hari sehingga dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan ke lingkungan terutama meminimalkan timbulnya bau yang tidak sedap.
EVALUASI KINERJA ALAT HIGH PRESSURE HEATER PT PLN NUSANTARA POWER UP TANJUNG AWAR – AWAR Sinaga, Paska Maryanti; Naryono, Eko; Effendi, Rizqi Rajiv
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6623

Abstract

PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar – Awar merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap di Indonesia dengan bahan bakar utama batubara. Prinsip kerja dari pembangkit listrik ini adalah memanaskan air dan mengubah air menjadi uap kering dalam boiler menggunakan panas dari pembakaran batubara. Sebelum air memasuki boiler, air dipanaskan pada alat penukar panas yaitu high pressure heater (HPH). Pada PLTU ini, terdapat tiga alat high pressure heater (HPH) yaitu HPH 1, HPH 2, dan HPH 3. Pemanasan air umpan sebelum menuju boiler bertujuan untuk meningkatkan kinerja boiler dan mengurangi penggunaan batubara pada produksinya. Dengan tujuan tersebut, maka menjadi penting untuk menjaga efektifitas kinerja dari alat HPH. Penurunan efisiensi efektivitas kinerja alat HPH dapat menyebabkan suhu air umpan yang masuk boiler lebih rendah, sehingga dibutuhkan pemanasan yang lebih besar dalam boiler. Evaluasi ini bertujuan untuk menghitung kinerja alat HPH dengan menggunakan metode The American Society of Mechanical Engineers Performance Test Codes (ASME PTC) 12.1.  Pada Evaluasi ini dilakukan perhitungan nilai TTD (Terminal Temperature Difference), DCA (Drain Cooler Approach), dan TR (Temperature Rise) yang kemudian dibandingkan dengan data desain dari setiap alat HPH. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kinerja alat high pressure heater di PLTU Tanjung Awar – Awar masih berfungsi dengan baik karena nilai TTD, DCA, dan TR berada pada batas desain. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai TTD untuk HPH 1, 2, dan 3 masing-masing adalah 5.35°C; 4.37°C; dan 3.5°C, sedangkan nilai DCA masing-masing adalah 6.3°C; 8°C; dan 4.2°C. Adapun nilai TR untuk HPH 1, 2, dan 3 berturut-turut adalah 35.4°C; 35°C; dan 23.3°C.
PERHITUNGAN NILAI PARAMETER KELARUTAN HILDEBRAND PELARUT CAMPURAN ORGANIK DALAM EKSTRAKSI BITUMEN Indragiri, Galih Pamungkas; Irfin, Zakijah; Moentamaria, Dwina; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6925

Abstract

Pemilihan pelarut dalam ekstraksi bitumen berdasarkan nilai rendemen yang dihasilkan menghabiskan biaya besar dan proses panjang. Pelarut yang belum banyak digunakan adalah pelarut campuran organik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan pelarut campuran organik serta mencari formulasi pelarut yang sesuai untuk ekstraksi bitumen. Penentuan formulasi ini menggunakan parameter kelarutan hildebrand yang berfungsi untuk mendapatkan indeks kelarutan yang mendekati dengan bitumen asbuton yang akan diekstrak dengan berbasis pada pelarut campuran organik untuk cat yaitu thinner. Formulasi ini mengacu pada pemilihan bahan organik dengan campuran low boiling point 10-30%, medium boiling point 25-45%, high boiling point 45-60%. Dengan acuan tersebut dalam penelitian ini menggunakan formula 60[T]:30[PA]:10[EP], 55[T]:35[PA]:10[EP], 45[T]:45[PA]:10[EP], 60[T]:25[PA]:15[EP], 50[T]:30[PA]:20[EP], 55[T]:30[PA]:15[EP], dan 55[T]:25[PA]:20[EP] dimana [T] adalah toluen, [PA] adalah propil asetat, dan [EP] adalah etil propionat. Nilai parameter tersebut dihitung menggunakan Ms. Excel. Nilai parameter kelarutan hildebrand formula tersebut adalah 18,0401; 17,9919; 17,8779; 18,0472; 17,9505; 18,0024; dan 18,0010 MPa0,5 berturut-turut. Pelarut campuran organik dari toluen, propil asetat dan etil propionat dapat melarutkan bitumen dari asbuton. Formula komposisi yang memiliki kedekatan nilai parameter kelarutan Hildebrand dengan bitumen 19,1502 MPa0,5 adalah 60[T]:25[PA]:15[EP] sebesar 18,0472 MPa0,5.