Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI LITERATUR PENGARUH LAMA PENYIMPANAN GARAM HALUS BERYODIUM TERHADAP KADAR YODIUM SECARA IODOMETRI Dewi, Alifah Puspita; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.163

Abstract

Garam merupakan salah satu bahan pelengkap kebutuhan pangan dan sumber elektrolit bagi tubuh manusia yang dikonsumsi setiap hari. Pemerintah memilih garam konsumsi sebagai sarana untuk memenuhi angka kecukupan yodium setiap harinya. Penggunaan garam beryodium sangat dianjurkan karena fungsi yodium yang sangat penting bagi tubuh manusia. Apabila yodium dalam tubuh manusia tidak tercukupi, maka hal ini akan menyebabkan terjadinya masalah gizi yang disebut dengan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Pengaruh lama penyimpanan, temperatur, jenis wadah penyimpanan, serta kondisi penyimpanan yang terbuka atau tertutup memiliki pengaruh terhadap kandungan kadar yodium dalam garam. Perlakuan yang digunakan pada studi literatur ini adalah garam disimpan selama 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari, dan 7 hari dengan variabel jenis wadah dalam kondisi terbuka dan tertutup. Studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap kandungan kadar yodium dalam garam, mengetahui pengaruh lama waktu dengan berbagai varian jenis wadah penyimpanan terhadap kandungan kadar yodium, mengetahui pengaruh kondisi wadah penyimpanan terhadap kandungan kadar yodium dan mengetahui lama waktu simpan garam beryodium yang efektif. Berdasarkan studi literatur diketahui pada proses lama penyimpanan garam beryodium, kondisi penyimpanan, temperatur, jenis varian wadah penyimpanan berpengaruh terhadap penurunan kadar yodium dalam garam.
PERHITUNGAN EFISIENSI PADA BOILER di PT. PLTU TANJUNG AWAR-AWAR Maharani, Dendrifika Anggun; Naryono, Eko; Eko, Arif
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.232

Abstract

PT. PLTU Tanjung Awar Awar merupakan Perusahaan pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Energi panas pembakaran digunakan untuk memanaskan air , menghasilkan uap jenuh dan uap lewat jenuh. Selama proses berlangsung dimungkinkan terjadi kehilangan panas atau kalor. Kehilangan panas ini dapat menurunkan efisiensi penyerapan panas dari boiler . Kehilangan panas ini perlu dievaluasi secara rutin dengan cara dilakukan perhitungan efisiensi boiler . Perhitungan dilakukan berdasarkan perhitungan HHV (High Heating Value), batu bara, Q pada boiler dan efisiensi penyerapan panas dari boiler . Dari hasil perhitungan diperoleh efisiensi penyerapan panas pada boiler sebesar 76,92 % pada umpan batu bara sebesar 200 Ton/h.
EVALUASI EFEKTIVITAS ALAT HEAT EXCHANGER 11E-25 PADA KILANG FUEL OIL COMPLEX (FOC) I DI PT PERTAMINA RU-IV CILACAP Khairunnisa, Khairunnisa; Naryono, Eko; A, M Ismail
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.231

Abstract

Heat exchanger merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mentransfer energi panas antara dua fluida berdasarkan perbedaan temperatur. Pada PT Pertamina RU-IV Cilacap, Heat Exchanger 11E-25 digunakan untuk memanaskan crude oil sebelum memasuki ke furnace. Lokasi Heat Exchanger 11E-25 ini berada di Crude Distilling Unit (CDU) I pada Kilang Fuel Oil Complex (FOC) I. Sistem peralatan ini telah relatif lama dioperasikan, yang diperkirakan efektivitas dari Heat Exchanger 11E-25 ini menurun sehingga perlu diketahui. Metode evaluasi efektivitas alat heat exchanger dilakukan dengan cara pengambilan data suhu pemanas masuk dan keluar saat kondisi di lapangan, data pada control room berupa flowrate crude oil dan long residue, hasil dari laboratorium pengujian hasil produk berupa viskositas crude oil dan long residue serta buku literatur. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai Dirt Factor (Rd) sebesar 0,0146 hr.ft2.°F/Btu dengan nilai yang diperbolehkan sebesar 0,003 hr.ft2.°F/Btu. Pada Pressure Drop (ΔP) didapatkan nilai sebesar 7,160 Psi dengan nilai yang diperbolehkan sebesar 10 Psi. Efektivitas pada kondisi aktual (kondisi saat di lapangan) sebesar 38% dengan nilai yang diperbolehkan sebesar 30%. Berdasarkan harga Rd sebesar 0,0146 hr.ft2.°F/Btu dengan melebihi nilai yang diperbolehkan maka Heat Exchanger 11E-25 masih layak dioperasikan namun demikian perlu dilakukan pembersihan secara berkala agar dapat bekerja secara maksimal.
STUDI KELAYAKAN PEMANFAATAN LIMBAH (BLOTONG, AMPAS TEBU, TETES) SEBAGAI BIOBRIKET Firmansyah, Ahmad Haris; Zamrudy, Windi; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3798

Abstract

Peningkatan produksi gula di Indonesia sebanding dengan limbah yang dihasilkan, salah satunya adalah limbah blotong. Limbah jenis ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan bau menyengat yang menganggu masyarakat sekitar sehingga perlu diolah lebih lanjut. Pemanfaatan limbah blotong dipadukan dengan ampas tebu dan tetes sebagai biobriket diharapkan dapat menjadi solusi penanganan limbah industri dan untuk pencarian energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan variasi arang blotong dan ampas tebu terbaik dalam pembuatan biobriket limbah produksi gula dan mengetahui kelayakan biobriket dari blotong tebu ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial. Pembuatan biobriket dilakukan dengan metode kuantitatif eksperimental diawali dengan pengeringan, dilanjutkan dengan karbonisasi dan pembriketan. Pembuatan biobriket dilakukan dengan variasi perbandingan bahan baku arang blotong dan ampas tebu sebesar  100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20. Hasil terbaik biobriket diperoleh pada variasi perbandingan blotong dan ampas tebu (90:10) yang menghasilkan kadar air briket 4,35%, laju pembakaran 0,107 g/menit dan nilai kalor 3.2520 kal/g.  Analisis ekonomi yang telah dilakukan menunjukkan adanya prospek ekspor yang cukup besar diberbagai negara. Selain itu,  produksi biobriket ini diproyeksikan menghasilkan laba bersih sebesar Rp  1.676.372.932,60 dan titik impas sebesar 75% dengan waktu pengembalian modal selama 2,1 tahun. Analisis aspek sosial lingkungan menunjukkan adanya peningkatan mutu hidup dan penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat sekitar.  Studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bisnis biobriket berbahan baku blotong dan ampas tebu layak dilakukan jika ditinjau dari segi ekonomi dan sosial.
DESAIN COOLER PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Salsabila, Anne Rahma; Chumaidi, Achmad; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4181

Abstract

Tahapan proses pada pembuatan disproportionated rosin dari gondorukem yaitu tahap persiapan, pencampuran, reaksi kimia, pengendapan, pemisahan, dan pemurnian. Pada tahap pemurnian, disproportionated rosin produk dari evaporator didinginkan sebelum disimpan dalam tangki penyimpanan menggunakan cooler. Tujuan pendinginan untuk menurunkan suhu disproportionated rosin produk evaporator agar sesuai dengan kondisi operasi tangki penyimpanan. Oleh karena itu diperlukan desain cooler yang sesuai untuk menurunkan suhu disproportionted rosin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desain cooler pada prarancangan pabrik disproportionated rosin dengan kapasitas 3000 ton/tahun. Acuan yang digunakan pada perhitungan desain cooler adalah buku Process Heat Transfer oleh Donald Q. Kern menggunakan bantuan microsoft excel. Dari hasil perhitungan didapatkan tipe cooler yaitu Double Pipe Heat Exchanger (DPHE) dengan dimensi ukuran 2x1¼, NPS 1¼, schedule 40, diameter dalam pipa 0,115 ft, diameter luar pipa 0,138 ft, panjang pipa 20 ft, dan jumlah hairpin sebanyak 3 buah. Desain cooler ini diharapkan dapat menjadi acuan desain kebutuhan alat pada proses industri.
ANALISIS EFEKTIVITAS PROSES FILLING AND PACKING DI PERUSAHAAN AGRIKULTUR Fereste, Safira; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4183

Abstract

Suatu perusahaan manufaktur dalam menghasilkan produk yang baik hingga mencapai target, memerlukan metode untuk meningkatkan produktivitas para operatornya. Setiap harinya dalam melakukan proses produksi, Perusahaan agrikultur memberlakukan pembagian kerja operator menjadi 3 shift dengan total jam kerja per shift 8 jam.  Beban kerja pada area produksi dalam tiap shiftnya perlu dilakukan evalusi agar lebih efektif. Dengan demikian dapat diketahui apakah pembagian beban kerja tiap pekerjaan yang dilakukan oleh masing – masing operator telah merata. Hal ini bertujuan menghindari adanya beberapa operator yang mendapatkan beban kerja melebihi batas standart. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis beban kerja masing – masing operator dalam satu area produksi filling and packing. Penentuan beban kerja operator dilakukan dengan menggunakan Time Motion Analysis dengan alat stopwatch untuk mendapatkan cycle time per masing – masing kegiatan. Setelah melakukan analisis beban kerja menggunakan Time Motion Analysis, peneliti dapat memberikan usulan kepada Perusahaan agrikultur agar Perusahaan agrikultur dapat meningkatkan produktivitas operator. Hasil penelitian ini yaitu beban kerja operator pada Perusahaan agrikultur belum merata. Berdasarkan % beban kerja  OPT 1 dan OPT 2 bisa dilakukan oleh satu orang karena pada supply botol telah menggunakan mesin unscramble. Berdasarkan % beban kerja OPT 6 melebihi standart dikarenakan proses pembuatan box dilakukan secara manual.
Characterization of the Bioenergy Potential of Corncob and Rice Husk mixtures in Biochar Briquettes Asrori, Asrori; Alfarisyi, Mirza Fathus Syifa; zainuri, Ach. Muhib; Naryono, Eko
Evrimata: Journal of Mechanical Engineering Vol. 01 No. 01, 2024
Publisher : PT. ELSHAD TECHNOLOGY INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70822/evrmata.vi.22

Abstract

Briquettes are a form of solid fuel that is produced using waste from the agricultural, industrial and household sectors. For example, briquettes can be produced from biomass waste such as rice straw and corn cobs, which are potential resources that can be utilized to produce bioenergy in the form of briquettes. This study aims to develop and test the characteristics of biomass briquettes in order to evaluate the quality of the biochar briquettes and the calorific value they produce. The method used in this study was experimental, in which the adhesive and the composition of the mixed ingredients were varied as independent variables to affect the quality of the briquettes, while the moisture content, ash content, burning rate,put birds, calorific value is used as the dependent variable. In this study, the results obtained for water content ≤ 5%, volatile matter ≤ 10%, calorific value ≤ 6.553 cal/g, and a burning rate of 0.17 gram/minute which is expected according to the Indonesian National Standard (SNI) 01 6235 2000, namely the water content ≤ 8%, volatille matter ≤ 10%, calorific value ≤ 5,000 cal/g. The results of this study indicate that the biomass briquettes can meet the established quality standards, with appropriate moisture, ash and volatile matter content. In addition, the resulting calorific value also reaches the desired figure, indicating the potential of biomass briquettes as an efficient alternative fuel. The combustion rates found in this study also indicate that the biomass briquettes have characteristics that allow stable and effective combustion. Thus, this research succeeded in developing and testing the characteristics of biomass briquettes as an alternative fuel. The results of this study can contribute to the development of renewable energy sources and efficient use of biomass waste, as well as promote efforts to mitigate the negative impacts of the conventional energy sector on the environment.
PENGABDIAN KEPADA WARGA DESA BINAAN POLINEMA, WRINGINSONGO, KEC. TUMPANG, KAB. MALANG MELALUI PEMBUATAN VCO DENGAN METODE FERMENTASI Naryono, Eko; Lusiani, Cucuk Evi; Widiono, Bambang; Witasari, Wianthi Septia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1268-1275

Abstract

Desa Wringinsongo merupakan desa binaan Polinema yang sejak 2020 lalu, desa tersebut dijadikan sebagai Desa Tangguh dalam upaya ketahanan menghadapi pandemi Corona Virus Diesease 2019 (Covid-19). Keseluruhan lahan di Desa Wringinsongo secara geologis merupakan tanah subur yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan.  Salah satu hasil perkebunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan penggunaannya adalah kelapa. Kelapa dapat diproses untuk menghasilkan virgin coconut oil (VCO) yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia terutama di masa pandemi Covid -19 ini. Dalam upaya meminimalkan dampak dari pandemi dalam jangka panjang terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, Desa Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang melakukan kerjasama dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kerjasama yang dilakukan berupa pemberian bimbingan teknis untuk pembuatan VCO oleh Jurusan Teknik Kimia, Polinema kepada warga Desa Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat dari Polinema yang sejalan dengan Rencana Strategis Polinema (Renstra Polinema 2016-2020) untuk meciptakan iklim usaha bagi UMKM dalam hal ini adalah Desa Binaan Polinema, Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Dengan adanya bimbingan teknis ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi  bagi warga desa binaan sebagai pengetahuan baru dan dapat dikembangkan menjadi usaha baru untuk membantu mengembangkan ekonomi dari warga setempat. Kegiatan PpM yang dilaksanakan pada tanggal 05 September 2021 berjalan lancar dan antusiasme peserta sangat baik untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan VCO dengan metode fermentasi.
ANALISIS KINERJA TURBIN UAP BERDASARKAN PARAMETER EFISIENSI ISENTROPIS DAN EFISIENSI TERMAL INDUSTRI PEMBANGKIT LISTRIK Faikoha, Karima Nur; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7178

Abstract

Industri Pembangkit Listrik merupakan salah satu perusahaan pembangkit listrik dengan kapasitas 660 MW. Pembangkit ini menggunakan turbin uap untuk mengkonversi energi panas menjadi energi mekanik, lalu diubah menjadi energi listrik. Agar kinerja Industri Pembangkit Listrik dapat berjalan dengan efisien dan sesuai standar, diperlukan performance test secara berkala, khususnya pada turbin uap. Parameter yang sering digunakan untuk analisis kinerja turbin uap adalah efisiensi isentropis, efisiensi termal, dan turbine heat rate. Efisiensi isentropis digunakan untuk membandingkan kondisi aktual terhadap kondisi ideal alat. Efisiensi termal adalah persentase energi panas yang dapat diubah menjadi kerja. Turbine heat rate adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menghasilkan 1 kWh energi listrik. Tujuan analisis  ini adalah  mengevaluasi kinerja turbin uap pada Industri Pembangkit Listrik terhadap parameter efisiensi isentropis, efisiensi termal, turbine heat rate, dan membandingkan hasil perhitungan efisiensi isentropis dari hasil perhitungan nilai aktual dengan nilai teoritis. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan, nilai efisiensi isentropis pada High Pressure Turbin sebesar 82,45%, pada Intermediate Pressure Turbin sebesar 80,4%, dan pada Low Pressure Turbin sebesar 68,3%. Nilai heat rate dan efisiensi termal pada net turbine heat rate masing masing sebesar 2087,2 kcal/kWh dengan efisiensi termal sebesar 41,22% sedangkan nilai gross turbine heat rate 1987,8 kcal/kWh dengan efisiensi termal sebesar 43,28%.  
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES INDUSTRI KALIUM SULFAT DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO Santoso, Agus Budi; Hardjono; Naryono, Eko; Sa'diyah, Khalimatus; Chrisnandari, Rosita Dwi; Suryandari, Ade Sonya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7302

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia masih tergolong tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, yang berdampak pada  meningkatnya kebutuhan pangan nasional, sehingga diperlukan intensifikasi di sektor pertanian. Konsumsi pupuk nasional mencapai 4,47 juta ton pada tahun 2023. Salah satu pupuk yang banyak digunakan adalah kalium sulfat (K₂SO₄), namun produksi dalam negeri masih terbatas sehingga impor tetap mendominasi. Sungai Kalipait di Bondowoso, Jawa Timur menawarkan potensi sumber senyawa  sulfat yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal, dengan kandungan sulfat yang dapat diolah menjadi K₂SO₄. Kajian  ini bertujuan menentukan kapasitas produksi optimal serta memilih metode produksi paling efektif untuk mendirikan pabrik K₂SO₄ berbasis bahan baku lokal. Tahapan produksi melibatkan pre-treatment air Sungai Kalipait dan reaksi konversi dengan kalium klorida, dengan analisis terhadap teknologi seperti Mannheim furnace dan double decomposition untuk mendapatkan efisiensi maksimal dan dampak lingkungan minimal. Penentuan kapasitas produksi pabrik dilakukan dengan metode linier dan discounted, menggunakan data produksi, konsumsi, ekspor, impor, dan rata-rata tahunan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pabrik direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.533 ton per tahun. Diharapkan hasil dari kajian ini dapat mendukung pembangunan pabrik K₂SO₄ di Bondowoso pada 2027, memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2045 dalam bidang pertanian berkelanjutan.
Co-Authors A, M Ismail Achmad Chumaidi, Achmad Agung Ari Wibowo Agus Budi Santoso Agustin, Shelly D.P Alfarisyi, Mirza Fathus Syifa Alifah Puspita Dewi Andy, Bhama Ariani Ariani Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arif Eko Arif Rahman Hakim Asrori Asrori Atikah Atikah Atiqa, Olivia Izzati Bambang Irawan Bambang Widiono Budiono, Arief Chrisnandari, Rosita Dwi Cucuk Evi Lusiani Dendrifika Anggun Maharani Dewi, Alifah Puspita Dewi, Ernia Novika Effendi, Rizqi Rajiv Ega Yanuar Rizqi eko, arif Faikoha, Karima Nur Febriani, Nahdiyah Nur Feby Sisilia Watu Fereste, Safira Fina Rasyada Firmansyah, Ahmad Haris Hardjono Hardjono Hardjono, Hardjono Indragiri, Galih Pamungkas Irfin, Zakijah Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Lusiani, Cucuk Evi Maharani, Dendrifika Anggun Mahendra, Ananda Rizky Mayang, Rahajeng Arum Melly Handayani, Melly Mifta Rahmidinna Mohammad Dimyati, Mohammad Muhammad Ismail Arrijal Muhammad Suharto Naila Adiba Ningsih, Wahyuni Nurlaila, Istiqomah Hanifa Olivia Izzati Atiqa Pratama, Andhika Rifqi Putra Prayitno Prayitno Rahajeng Arum Mayang Rahmadhani, Putri Rahmidinna, Mifta Rasyada, Fina Rizqi, Ega Yanuar Ronilaya, Ferdian Rucita Ramadhana Sa'diyah, Khalimatus Salsabila, Anne Rahma Sandra Santosa Sandra Santoso Shelly D.P Agustin Shelly D.P. Agustin Sinaga, Paska Maryanti Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Sri Rulianah, Sri Subagiyo Subagiyo Suryandari, Ade Sonya Takwanto, Anang Vania Mitha Pratiwi Wianthi Septia Witasari Widiono, Bambang Windi Zamrudy Witasari, Wianthi Septia Yusuf, Novan Kurnia Zainuri, Ach. Muhib