Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KINERJA HEAT EXCHANGER PADA LUBE OIL COMPLEX III (LOC III) BERDASARKAN FOULING FACTOR DAN PRESSURE DROP PT. PERTAMINA RU-IV CILACAP Rahmadhani, Putri; Naryono, Eko; Andy, Bhama
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6978

Abstract

Heat Exchanger (HE) merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan panas antara dua fluida yang berbeda temperaturnya. HE yang telah dioperasikan pada jangka waktu tertentu perlu dievaluasi kinerjanya berdasarkan nilai fouling factor, pressure drop dan efisiensi. HE yang dievaluasi adalah HE Lube Oil Complex-III pada unit Fresh Gas and Recycle Gas di PT. Pertamina RU IV Cilacap. Pertukaran panas terjadi antara charge oil dengan gas hydrogen hasil reaksi dari reaktor berkatalis. Pada HE dapat terjadi kerak akibat akumulasi bahan pengotor dari reaksi berkatalis yang terbawa oleh gas hydrogen dari reaktor ke HE akibat katalis yang sudah jenuh dan dapat meningkatkan nilai fouling factor, pressure drop dan menurunkan efisiensi. Untuk itu perlu dilakukan pergantian katalis pada reaktor untuk mengurangi akumulasi pengotor yang terbawa dari reaktor ke HE. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi pengaruh pergantian katalis terhadap perubahan nilai fouling factor, pressure drop dan efisiensi HE. Evaluasi dilakukan dengan menghitung ketiga nilai tersebut berdasarkan data sekunder dari lapangan yang dikumpulkan tahun 2022 dan 2023. Data tersebut kemudian dihitung rata rata dan digunakan untuk menghitung nilai fouling factor, pressure drop dan efisiensi HE sebelum dan sesudah pergantian katalis. Hasil yang didapatkan setelah pergantian katalis terjadi penuruan fouling factor dari 0,001658 ft2.F/Btu menjadi 0,001575 ft2.F/Btu, pressure drop 10,6811 psi menjadi 9,5364 psi untuk shell dan 18,9667 psi menjadi 8,6353 psi untuk tube, efiensi naik dari dari 80,76% menjadi 80,97%. Pergantian katalis berpengaruh pada fouling factor dan pressure drop dengan kenaikan efisiensi yang kecil.
APLIKASI TEKNOLOGI BIO-DRYING UNTUK PROSES PENGERINGAN SAMPAH ORGANIK MENJADI BAHAN BAKAR Naryono, Eko; Lusiani, Cucuk Evi; Ariani, Ariani; Sa'diyah, Khalimatus; Asrori, Asrori
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3740

Abstract

Desa Wringinsongo merupakan desa binaan dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) sejak tahun 2020 dan menjadi mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Berdasarkan hasil diskusi antara Jurusan Teknik Kimia, Polinema dan warga Desa Wringinsongo, salah satu masalah di desa tersebut yang dapat diselesaikan sesuai dengan bidang ilmu di Jurusan Teknik Kimia adalah pengolahan sampah menjadi bahan bakar. Permasalahan sampah yang mencemari lingkungan di Desa Wringinsongo disebabkan banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung terutama di daerah wisata pemandian alam. Teknologi bio-drying melalui proses pengeringan sampah menjadi bahan bakar dapat digunakan sebagai alternatif solusi yang ramah lingkungan yang dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan PkM. Hal ini sejalan dengan Rencana Strategis Polinema (Renstra Polinema 2021-2025) di bidang pemeliharaan lingkungan hidup dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk Desa Binaan Polinema, Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Kegiatan PkM yang dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 berjalan lancar dan para peserta sangat antusias untuk mempraktikkan secara langsung pengeringan sampah organik dengan metode teknologi bio-drying untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif
PEMBUATAN BIOETANOL DARI SARI TEBU (Saccharum Officinarum) DENGAN PROSES FERMENTASI Dimyati, Mohammad; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7031

Abstract

Bioetanol adalah bahan bakar alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan yang dapat mengurangi emisi gas hidrokarbon. Salah satu bahan baku potensial untuk produksi bioetanol adalah sari tebu. Pembuatan bioetanol dari sari tebu memiliki potensi yang tinggi, karena ketersediaan bahan baku yang melimpah. Proses produksi bioetanol dari sari tebu melalui tahapan hidrolisis dan fermentasi sukrosa menjadi glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama hidrolisis terhadap konsentrasi glukosa dan lama fermentasi terhadap konsentrasi etanol. Dalam penelitian ini, dilakukan serangkaian tahapan mulai dari proses hidrolisis sari tebu, yang diterapkan dengan variasi waktu 60, 90, dan 120 menit. Setelah proses hidrolisis selesai, sari tebu yang telah dihidrolisis menjalani fermentasi selama 60 menit, dengan dua variasi waktu fermentasi, yaitu selama 3 hari dan 7 hari. Tahap terakhir dari penelitian ini adalah proses distilasi untuk mendapatkan hasil etanol. Berdasarkan hasil penelitian, kadar glukosa dari sari tebu setelah proses hidrolisis adalah 9,5%,4,5% dan3,7%  pada variasi waktu 60, 90 dan 120 menit. Proses fermentasi glukosa hasil hidrolisis sari tebu dengan konsentrasi 9,5%, menghasilkan etanol dengan konsentrasi sebesar 6,66%, dan  5,89% setelah fermentasi selama 3 hari, dan 7 hari.
PID-Controlled Pyrolysis of Medical Mask Waste for Enhanced Alternative Fuel Production Lusiani, Cucuk Evi; Dewi, Ernia Novika; Hardjono, Hardjono; Naryono, Eko; Febriani, Nahdiyah Nur; Nurlaila, Istiqomah Hanifa
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v9i2.8685

Abstract

The escalating volume of plastic-based medical mask waste, exacerbated by the COVID-19 pandemic, presents an urgent environmental challenge that can be addressed through sustainable valorization. This study proposes a novel, integrated approach by evaluating the effectiveness of a Proportional-Integral-Derivative (PID) temperature control system to minimize thermal fluctuations critical for consistent product selectivity of the pyrolysis process. A rigorous comparative evaluation of the Cohen-Coon (CC) and Internal Model Control (IMC) tuning methods demonstrated IMC's superiority, achieving a significantly shorter settling time of 114 minutes and a low overshoot of 0.45, ensuring stable isothermal operation. Pyrolysis process conducted under this optimized control condition (at 250°C for 5 hours) resulted in high liquid fuel yields and improved physical characteristics (density 785.8 kg/m3, viscosity 1.546 cSt). Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID) confirmed that the liquid fuel exhibits hydrocarbon fractions highly similar to commercial kerosene and diesel. These findings underscore that the precision of the IMC-PID method is the key technical enabler for enhancing both process stability and the subsequent quality and yield of valuable liquid fuel derived from medical mask waste.
Penyuluhan Pengendalian Mutu Produk Susu Terfermentasi Skala Home Industry pada Pondok Pesantren Raudhatul Madinah-Batu Ningsih, Wahyuni; Naryono, Eko; Moentamaria, Dwina; Takwanto, Anang; Hakim, Arif Rahman
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i2.387

Abstract

Fermented milk in the form of yogurt is a type of processed milk that is beneficial for the body's health. This product could become a home industry scale entrepreneurial product for the Raudhatul Madinah Islamic boarding school, Batu. Quality products whose quality is maintained over time will certainly be a special attraction for customers. This service activity aims to provide education about quality control of fermented milk products at the Raudhatul Madinah-Batu Islamic Boarding School. The methods used are lectures, discussions, questions and answers, and mentoring. The form of yogurt quality control is outlined in the SOP document, then pH tests and organoleptic tests (sour, aroma, texture) are also carried out on the yogurt products produced. Then, participants were asked to fill out a partner satisfaction questionnaire with service activities. The results of the questionnaire showed that 62% of participants agreed and 37% strongly agreed that they were satisfied with the service activities carried out.
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DAN KERTAS DI JURUSAN TEKNIK KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI TERMAL SISTEM INDIRECT Agustin, Shelly D.P; Rasyada, Fina; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.48

Abstract

Sampah merupakan permasalahan global yang dapat mencemari lingkungan. Indonesia memproduksi sebanyak 65 juta ton sampah pada tahun 2017, di Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang memproduksi campuran sampah plastik dan kertas sebanyak ±30 kg per hari. Sampah plastik dan kertas dapat diolah dengan metode dekomposisi termal. Dekomposisi termal adalah proses perubahan senyawa kimia kompleks menjadi senyawa kimia yang lebih sederhana yang disebabkan adanya panas. Tahapan proses dalam degradasi termal adalah drying, pirolisis, gasifikasi dan pembakaran. Penelitian ini menghasilkan energi panas yang dapat digunakan untuk memanaskan air dengan tujuan mengetahui pengaruh laju alir udara dan pengaruh perbandingan rasio kertas plastik terhadap energi panas yang dihasilkan. Variabel yang digunakan adalah rasio massa kertas : plastik yaitu 1:4, 1:3, 1:2, 1:1 dengan variabel 2 L/Min, 3 L/Min, 4 L/Min, 5 L/Min, 6 L/Min. Laju alir udara yang terbaik dalam proses dekomposisi termal adalah 2 L/min dengan rasio 1:3 yang dapat memanaskan air hingga suhu 75 oC
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK DARI RUMAH PKD TLOGOMAS DENGAN KOTORAN SAPI DAN EM 4 SEBAGAI BIOGAS Atiqa, Olivia Izzati; Mayang, Rahajeng Arum; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Pilah Kompos Daur ulang (PKD) Tlogomas Salah satu tempat pembuangan sampah yang berpotensi sebagai tempat penyedia sampah organik seperti sayuran dan limbah rumah tangga yang dapat menghasilkan biogas dalam jumlah yang cukup besar. Biogas adalah suatu gas yang terdiri dari beberapa unsur gas seperti gas metana (CH4), karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S) dan amoniak (NH3) serta memiliki sifat mudah terbakar yang dapat dihasilkan dari berbagai macam limbah organik melalui proses fermentasi. Percobaan dilakukan dalam digester anaerobik berukuran 6 liter, bahan baku yang digunakan adalah limbah sayuran, kotoran sapi, penambahan EM4 sebesar 0%, 1% dan 2% serta penambahan jumlah air sebesar 5%,10% dan 15%. Fermentasi dilakukan secara batch dengan pengukuran gas (tekanan, suhu, pH, serta massa) yang dilakukan pengamatan setiap 6 hari sekali sampai hari ke-24. Hasil penelitian menunjukkan pada penambahan EM4 sebesar 0% menghasilkan volume biogas tertinggi sebesar 0,21L dengan yield sebesar 0,044%. Produksi volume biogas terbanyak terjadi pada penambahan jumlah air sebanyak 10%, faktor yang menyebabkan produksi biogas tinggi yaitu pH proses mencapai optimum.
PENGARUH KOTORAN SAPI DAN UKURAN PARTIKEL TERHADAP PEMBENTUKAN BIOGAS Mayang, Rahajeng Arum; Atiqa, Olivia Izzati; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.18

Abstract

Energi alternatif yang berpeluang untuk dikembangkan adalah energi biogas karena dapat diolah dari berbagai macam sumber bahan organik dan ramah lingkungan. Salah satu tempat pembuangan sampah yang berpotensi sebagai tempat penyedia sampah organik adalah Rumah Pilah Kompos Daur ulang (PKD) Tlogomas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan jumlah kotoran sapi terhadap produksi biogas. Penelitian dilakukan melalui proses fermentasi selama 24 hari dalam alat digester tipe batch dengan volume 6 L pada variasi pencacahan ±2 cm, ±4 cm, dan ±6 cm serta rasio limbah sayuran dan kotoran sapi yaitu 1:0,1; 1:0,3, dan 1:0,5. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah kotoran sapi dapat meningkatkan produksi biogas. Pada pencacahan ±2 cm, ±4 cm, ±6 cm, produksi biogas tertinggi ditunjukkan pada rasio 1:0,5 berturut-turut sebesar 1,1 L, 1,2815 L, dan 0,4091 L. Selain itu, diketahui bahwa volume biogas tertinggi dihasilkan pada limbah sayuran dengan pencacahan ±4 cm.
STUDI LITERATUR PENAMBAHAN GLISEROL PADA PENGUAPAN VINASSE SEBAGAI ANTI KERAK Rahmidinna, Mifta; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.119

Abstract

Bioetanol diproduksi melalui proses fermentasi dan destilasi, proses destilasi menghasilkan limbah yang berwarna coklat pekat yang dikenal dengan istilah vinasse. Pada pembuatan 1 liter etanol akan menghasilkan limbah vinasse sebanyak 13 liter (1:13). Vinasse dapat mencemari air, udara, dan tanah apabila langsung dibuang ke lingkungan. Vinasse perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu metode pengolahan yang dapat dilakukan adalah dengan cara evaporasi. Proses evaporasi menghasilkan sisa padatan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Penguapan vinasse akan menimbulkan kerak dan dapat mengakibatkan saluran pada evaporator tersumbat. Pada penelitian ini digunakan gliserol sebagai anti-scaling agent agar tidak timbul kerak pada evaporator. Penelitian ini bertujuam untuk mempelajari pengaruh penambahan gliserol pada penguapan vinasse, mempelajari pengaruh jumlah penguapan air pada penguapan vinasse agar tidak terjadi kerak, dan mempelajari pengaruh konsentrasi gliserol terhadap massa kerak yang dihasilkan.Penelitian dilakukan dengan cara mencampurkan gliserol pada vinasse dengan gliserol sebanyak 0,06 ppm, 0,11 ppm, dan 0,16 ppm kemudian diuapkan. Hasil penelitian dievaluasi berdasarkan studi literatur kemudian massa kerak yang didapatkan dari literatur diinterpolasi dengan variabel penambahan gliserol sebanyak 0,06 ppm, 0,11 ppm, dan 0,16 ppm untuk mengetahui jumlah pembentukan kerak selama penguapan vinasse. Dan diperoleh hasil kerak yang terbentuk dengan penambahan gliserol dengan kosentrasi 0,06 ppm, 0,11 ppm, dan 0,16 ppm menghasilkan kerak sebesar 1,108 gram, 1,1057 gram, dan 1,1035 gram.
STUDI LITERATUR POTENSI BLENDING RESIDU OIL MBC – PTCF UNTUK MFO LOW SULPHUR SEBAGAI BAHAN BAKAR KAPAL DI PT. PERTAMINA Rizqi, Ega Yanuar; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.121

Abstract

International Maritime Organization mengeluarkan peraturan untuk mengurangi kandungan sulphur pada bahan bakar kapal menjadi maksimal 0.5 wt% per 1 Januari 2020. Artinya, penggunaan High Sulphur Fuel Oil sebagai bahan bakar kapal harus diganti dengan Low Sulphur Fuel Oil. Salah satu jenis LSFO yang dapat diproduksi menjadi bahan bakar kapal jenis MFO Low Sulphur adalah PTCF dari PT. TPPI. Namun nilai viskositas PTCF tergolong rendah, sehingga diperlukan proses melalui metode blending dengan MBC dari PPSDM Cepu yang merupakan residu jenis Low Sulphur Waxy Residue dengan nilai pour point tinggi. Berdasarkan review jurnal, dilakukan penentuan titik optimal blending yang bertujuan untuk mengetahui komposisi blending yang tepat melalui perhitungan terhadap viskositas dan pour point blending dengan metode refutas dan biaya blending MBC:PTCF. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh blending terhadap viskositas, pour point, dan komposisi blending yang optimal terhadap karakteristik produk MFO LS yang mengacu pada SK Dirjen Migas No. 0179.K/10/DJM.S/2019. Variabel yang digunakan adalah persentase rasio MBC:PTCF sebesar 20:80; 25:75; 30:70; 35:65; 40:60; 50:50 dan diperoleh komposisi optimal pada komposisi 30:70 dengan viskositas sebesar 18.1 cst, pour point sebesar 25.6 oC, dan biaya sebesar 59.4027 usd/bbl.
Co-Authors A, M Ismail Achmad Chumaidi, Achmad Agung Ari Wibowo Agus Budi Santoso Agustin, Shelly D.P Alfarisyi, Mirza Fathus Syifa Alifah Puspita Dewi Andy, Bhama Ariani Ariani Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arif Eko Arif Rahman Hakim Asrori Asrori Atikah Atikah Atiqa, Olivia Izzati Bambang Irawan Bambang Widiono Budiono, Arief Chrisnandari, Rosita Dwi Cucuk Evi Lusiani Dendrifika Anggun Maharani Dewi, Alifah Puspita Dewi, Ernia Novika Effendi, Rizqi Rajiv Ega Yanuar Rizqi eko, arif Faikoha, Karima Nur Febriani, Nahdiyah Nur Feby Sisilia Watu Fereste, Safira Fina Rasyada Firmansyah, Ahmad Haris Hardjono Hardjono Hardjono, Hardjono Indragiri, Galih Pamungkas Irfin, Zakijah Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Lusiani, Cucuk Evi Maharani, Dendrifika Anggun Mahendra, Ananda Rizky Mayang, Rahajeng Arum Melly Handayani, Melly Mifta Rahmidinna Mohammad Dimyati, Mohammad Muhammad Ismail Arrijal Muhammad Suharto Naila Adiba Ningsih, Wahyuni Nurlaila, Istiqomah Hanifa Olivia Izzati Atiqa Pratama, Andhika Rifqi Putra Prayitno Prayitno Rahajeng Arum Mayang Rahmadhani, Putri Rahmidinna, Mifta Rasyada, Fina Rizqi, Ega Yanuar Ronilaya, Ferdian Rucita Ramadhana Sa'diyah, Khalimatus Salsabila, Anne Rahma Sandra Santosa Sandra Santoso Shelly D.P Agustin Shelly D.P. Agustin Sinaga, Paska Maryanti Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Sri Rulianah, Sri Subagiyo Subagiyo Suryandari, Ade Sonya Takwanto, Anang Vania Mitha Pratiwi Wianthi Septia Witasari Widiono, Bambang Windi Zamrudy Witasari, Wianthi Septia Yusuf, Novan Kurnia Zainuri, Ach. Muhib