Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

STUDI LITERATUR PENGARUH KUAT ARUS, TEGANGAN, SUHU DAN WAKTU TERHADAP PELAPISAN LOGAM DENGAN METODE ELECTROPLATING Muhammad Haris Fahmi; Windi Zamrudy
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.234

Abstract

Electroplating pada dunia industri banyak dimanfaatkan akhir-akhir ini dengan tujuan untuk perbaiakan penampakan benda kerja yang dilapisi maupun untuk mencegaha atau menghambat lajut korosi logam.  Electroplating merupakan proses pelapisan logam yang dilakukan dengan mengalirkan arus listrik searah pada elektroda-elaktroda melalui larutan elektrolit. Tembaga, krom dan nikel biasanya digunakan sebagai logam pelapis saat proses  electroplating, karena merupakan logam pelapis yang sering digunakan serta mempunyai penghantar panas dan listrik yang baik. Pengaruh parameter kuat arus, tegangan, suhu dan waktu pada electroplating dibahas pada makalah ini. Penggunaan kisaran tegangan electroplating dan batasan waktu dari hasil beberapa penelitian juga diuraikan pada makalah ini.
PENGARUH SUHU TERHADAP KUALITAS PRODUK PADA RUANG PENYIMPANAN DI PT PCTDI SIDOARJO Rivdatul Aulia; Windi Zamrudy; Sukma Hendrawan
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.302

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kelembapan udara adalah suhu dan cuaca. Kelembapan merupakan kandungan uap air di dalam 1 kg udara kering. Kondisi kelembapan suatu ruangan dapat mempengaruhi daya tahan suatu benda. Penelitian dilakukan pada gudang penyimpanan PT. PCTDI. PT. PCTDI merupakan salah satu perusahaan produsen cat terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kota Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam memproduksi cat, PT. PCTDI memerlukan berbagai macam bahan baku yang perlu disimpan dalam kondisi yang baik dan dijaga daya tahannya agar tercipta produk yang berkualitas. Daya tahan bahan baku cat dipengaruhi oleh kondisi di dalam gudang penyimpanan. Salah satu kondisi yang mempengaruhi adalah kelembapan. Kelembapan gudang perlu diatur untuk menjaga kualitas bahan baku agar tidak cepat rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindetifikasi permasalahan nyata yang terdapat di PT. PCTDI untuk memperoleh kondisi terbaik suhu pada ruang penyimpanan bahan baku dan pengaruhnya terhadap kualitas produk.
PELATIHAN PEMBUATAN YOGURT UNTUK BINAAN PANTI ASUHAN YAYASAN SITI FATIMAH PANDAAN: Pelatihan Pembuatan Yogurt Nanik Hendrawati; Luchis Rubianto; Windi Zamrudy; Mutia Devi Hidayati
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i1.109

Abstract

Yayasan yatim piatu SITI FATIMAH terletak di desa Nogosari Kec.Pandaan. dengan jumlah anak asuh sekitar 117 anak. Karena letaknya yang strategis panti dapat dikembangkan menjadi tempat usaha dikarenakan akses terhadap pasar dan pembeli sangat dekat. Namun permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan usaha yaitu: 1. Terbatasnya pekarangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian/ peternakan 2. Belum memiliki keterampilan teknik mengolah produk susu 3. Belum memiliki keterampilan manajemen usaha kecil serta teknik pengembangan usaha. Sejalan dengan renstra Pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Malang, pemberdayaan Koperasi dan UMKM, maka tim PPM Jurusan Teknik Kimia Polinema melaksanakan program Pelatihan Pembuatan Yogurt yang dilaksanakan di yayasan Siti Fatimah pada tanggal 2 Oktober 2020 secara daring dan luring dikarenakan masih dalam kondisi pandemi. Pemaparan materi oleh tim PPM secara online, sedangkan praktek pembuatan yogurt dilakukan secara langsung oleh perwakilan tim PPM Teknik kimia dibantu mahasiswa. Selain memberikan arahan praktek secara langsung, perwakilan tim juga memberikan video tutorial pembuatan yogurt, modul praktek, bahan pembuatan yogurt berupa susu skim dan starter yogurt kepada pengurus yayasan Siti Fatimah. Pengurus yayasan Siti Fatimah sangat antusias mengikuti semua tahapan kegiatan, dan akan mentransfer ilmu yang didapat ke anak didik dan masyarakat sekitar, sehingga mampu membuat yogurt sebagai usaha produktif.
STUDI LITERATUR PENGARUH AKTIVASI FISIKA DAN KIMIA TERHADAP KUALITAS KARBON AKTIF DARI LIMBAH PERTANIAN DAN PERKEBUNAN Handini Listyorini; Windi Zamrudy; Diyah Indriya Lestari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.398

Abstract

Kebutuhan karbon aktif di Indonesia semakin meningkat. Hal ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya aplikasi karbon aktif pada industri sebagai adsorben. Oleh karena itu, diperlukan produksi dan penelitian dalam pembuatan karbon aktif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi fisika dan kimia pada karbon aktif serta analisis karakteristik karbon aktif dari limbah pertanian dan perkebunan, seperti tempurung kelapa, tempurung kemiri, kulit durian, kulit singkong, dll. Metode yang digunakan berupa analisis deskriptif kualitatif dengan menganalisis variabel bebas berupa suhu karbonisasi 300-8000C, aktivator, dan bahan dasar limbah. Proses yang digunakan terdiri atas dua yaitu karbonisasi dan aktivasi. Proses aktivasi fisika menggunakan gas antara lain H2O, O2, N2, sedangkan pada aktivasi kimia menggunakan bahan kimia : KOH, H3PO4, HCl, ZnCl2, CaCl2. Hasil studi menunjukkan bahwa didapatkan daya serap iodium terbaik dengan aktivasi kimia menggunakan   aktivator H3PO4 dari kulit singkong diperoleh hasil 2.537,71 mg/g. Aktivator H3PO4 berperan penting terhadap karakteristik karbon aktif karena dapat menyerap kandungan mineral pada bahan yang akan dijadikan karbon aktif. Daya serap iodium ini dijadikan acuan karena mempengaruhi kualitas karbon aktif. Tingginya bilangan iod akan menghasilkan pori-pori yang banyak, sehingga daya adsorpsi yang dihasilkan juga semakin besar. Hasil tersebut telah memenuhi SNI 06-3730-1995.
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN KOMPOS DI DESA BINAAN POLINEMA, WRINGIN SONGO, TUMPANG Windi Zamrudy; Rosita Dwi Chrisnandari; Eko Naryono
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i2.175

Abstract

Wringinsongo is one of the rural areas in Tumpang District, Malang Regency, East Java Province that offers numerous advantages, particularly in the agricultural and tourism sectors. Wringinsongo's growing population, increasingly diverse consumption patterns, the establishment of modern markets, and community economic activities all contribute to increased waste generation. The volume of waste at the Wringinsongo Temporary Disposal Site (TPS) has reached 15 m3, causing environmental and social issues. The majority of the waste in TPS and TPA is organic waste generated by households. The accumulation of organic waste in TPS and TPA will produce anaerobic decomposition compounds, namely methane gas, which is the primary cause of the greenhouse effect, which has a negative impact on the environment. Composting is one method of waste processing that can be used to reduce waste in TPA and TPS. Basic composting knowledge and skills are acquired during the composting process in order to achieve the desired results. Thus, community service is provided with the intention of offering technical composting guidance. Counseling and direct practice in composting are the methods used. Counseling is used to provide insight into waste processing via composting, while practice is employed to provide skills and direction in the composting process. This activity generates initial compost, which can be added to with new organic waste every day, enables household organic waste to be managed independently.
BIMBINGAN TEKNIS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DI SENTRA INDUSTRI TAHU TEGALPASANGAN – PAKIS – MALANG Prayitno Prayitno; Sri Rulianah; Windi Zamrudy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tofu industrial center of Tegalpasangan - Pakis - Malang is one of the large tofu industrial centers in Malang Regency, where in the tofu industrial center there are no less than 20 tofu industries, most of which are Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) with a workforce of 2 - 4 people with an average production capacity of 2-5 quintals of soybeans per day. Like other cottage industries, tofu is produced manually without mechanical equipment, and there is little attention to good, healthy production methods. Likewise, without the existence of a wastewater treatment plant (IPAL) to treat waste water generated from the production process, which results in pollution of the aquatic environment. Community service activities aim to increase the knowledge, understanding and skills of partners (tofu industry owners) in producing tofu and treating wastewater properly and healthily. Technical guidance is provided in the form of GMP (Good Manufacturing Product) training, HACCP (Hazard Analitycal and Critical Control Point), waste treatment and provision (grant) of WWTP equipment. The results of PkM activities show that the provision of training and IPAL grants provides significant benefits for the knowledge and skills of partners, especially in handling waste water produced from the tofu industry so that it can reduce environmental pollution.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BINAAN PANTI ASUHAN YAYASAN SITI FATIMAH PANDAAN Windi Zamrudy; Imron Rosyidi; Heny Dewajani; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v8i1.128

Abstract

The Department of Chemical Engineering at the State Polytechnic of Malang in carrying out its function, namely carrying out the Tri Dharma of Higher Education is required to carry out community service through various forms of activity, for this reason, collaboration with the Siti Fatimah Pandaan Orphanage Foundation is carried out. The purpose of this PkM is to provide counseling and understanding of the program which is expected to be a provision for assistants to be independent and can improve students' skills. The PkM program at the Siti Fatimah Pandaan Orphanage Foundation was chosen by considering the efficiency and intensity of program implementation. Aspects of the problems that are resolved in this PkM Program are improving the ability, competence, and understanding of the target audience. This PkM activity consists of several activities, including: 1) Assistance in the manufacture of hand sanitizers, 2) Submission of materials for making hand sanitizers. The results of the PkM showed an increase in participants' knowledge and skills in making hand sanitizers. In addition, increasing understanding of the introduction and application of production management and marketing of hand sanitizers. Furthermore, several PkM achievements that have been achieved include: Articles published in national journals with ISSN, and publication of activities on social media
Syngas Production from Updraft Co-Gasification Process Using Compost, Coffee Husk, and Coal as a Raw Materials Dewajani, Heny; Zamrudy, Windi; Ariani, Ariani; Arianto, Anang; Nur Abror Falah, Muhammad
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 12, No 2 (2023): December 2023 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v12i2.47972

Abstract

The coffee husk biomass from plantation products and compost from household waste processing is currently underutilized. Therefore, efforts are needed to enhance the value of compost and coffee husk as raw materials for producing syngas through co-gasification processes. Due to the low calorific values of these materials, it is necessary to add materials with higher calorific values. In this study, low-quality coal was used for this purpose. The research aims to investigate the influence of airflow rate and mass composition of raw materials on the quality of syngas which produced through the updraft co-gasification process. The stages conducted in this study include raw material pretreatment and characterization, gasification process, and syngas analysis. The experimental variables used were the percentage composition of raw materials, consisting of coffee husk and coal, and airflow rates of 10, 15, 20, and 25 liters per minute. The research results indicate that syngas with the highest Lower Heating Value (LHV) was produced from the co-gasification process using raw materials with a composition of 75% coffee husk and 25% coal, along with an airflow rate of 20 liters per minute. The LHV of the syngas was 5045.56 kJ/m3, consisting of 20.28% CO and 6.89% H2.
PEMANFAATAN LIMBAH DAUN MAHONI DAN DAUN BAMBU MENJADI BRIKET Pranata, Estitika Fidya; Lestari, Febri Dwi; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.3757

Abstract

Biomassa dari limbah daun mahoni dan daun bambu saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga perlu adanya pengolahan lebih lanjut. Kedua limbah daun tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif terbarukan berupa briket. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran dari daun mahoni dan daun bambu terhadap kualitas briket. Tahapan penelitian ini adalah sortasi, pirolisis, pengayakan, pencampuran (komposisi arang daun mahoni (ADM) dan arang daun bambu (ADB) yaitu 10:90; 30:70; 50:50; 70:30; 90:10 (% w/w)), penambahan perekat (tapioka 10%), pencetakan, pengeringan, serta pengujian. Tahap pengujian briket yang dilakukan yaitu uji kerapatan, uji waktu pembakaran, uji kadar air, uji kadar abu, uji nilai kalor, dan uji warna pembakaran. Hasil terbaik pengujian nilai kalor tertinggi 5.346,17 kal/g; nilai kadar abu terrendah 33,33%; nilai kadar air tertinggi 37%; nilai kerapatan tertinggi 0,76 g/cm3; nilai waktu pembakaran tertinggi 0,87 g/menit terdapat pada variabel ADM:ADB 90:10 (% w/w). Sedangkan untuk nilai kalor terendah 4,15 kal/g terdapat pada variabel ADM:ADB 70:30 (% w/w) dan nilai waktu pembakaran terendah diperoleh 0,56 g/menit pada variabel ADM:ADB 10:90 (% w/w). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil uji menunjukkan semakin besar komposisi masing-masing bahan baku maka nilai parameter kualitas briket akan mendekati syarat SNI 01-6235-2000. Namun, nilai kadar air dan kadar abu yang diperoleh pada semua variabel tidak memenuhi syarat SNI, maka dari itu di perlukan penelitian lebih lanjut yang berhubungan dengan pengeringan briket dan campuran komposisi briket agar parameter briket sesuai dengan syarat SNI.  
SUBSTITUSI TANAH LIAT MENGGUNAKAN CAMPURAN SLUDGE IPAL DAN BOTTOM ASH TERHADAP PREDIKSI KUALITAS CLINKER DENGAN METODE RAW MIX DESIGN Damayanty, Elsa; Zamrudy, Windi; Laksono, Ilham Dirga
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6639

Abstract

Sludge Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang semakin menumpuk di Indonesia. Meskipun dikategorikan sebagai limbah B3, sludge IPAL memiliki kemiripan dengan tanah liat sebesar 45,17%.  Hal tersebut tentu menjadi solusi untuk dapat memanfaatkan sludge IPAL kawasan industri Dumai sebagai pengganti tanah liat pada industri semen khususnya pada PT Semen Gresik Pabrik Rembang melalui unit Alternatif Fuel, Raw Material (AFR) & Waste Management. Dengan adanya unit ini, sludge IPAL akan digunakan sebagai alternatif raw material. Namun, dikarenakan kandungan air yang cukup besar sludge IPAL memerlukan treatment khusus seperti dicampur dengan alternatif raw material yang sudah ada yaitu bottom ash. Hal ini yang mendasari penelitian terkait substitusi tanah liat menggunakan campuran sludge IPAL dan bottom ash terhadap bahan baku utama pembuatan semen yaitu clinker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis seberapa besar sludge IPAL dan bottom ash dapat menyubstitusi tanah liat ditinjau dari segi prediksi kualitas clinker dengan menggunakan metode raw mix design. Substitusi tanah liat dengan menggunakan campuran sludge IPAL dan bottom ash dilakukan dengan persentase yaitu 10; 20; 30; 40; dan 50%.  Penggunaan campuran sludge IPAL dan bottom ash mulai dari 10 – 50% terjadi penurunan prediksi kualitas clinker yang ditinjau dari C3S; C2S; C3A; dan C4AF, tetapi substitusi hingga 50% tersebut masih memenuhi prediksi kualitas clinker dengan kandungan C3S; C2S; C3A; dan C4AF sebesar 65,471; 9,826; 8,985; dan 10,642%.