Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EVALUASI PENGARUH KONDISI OPERASI KOLOM FRAKSINASI C-1 TERHADAP KUALITAS PRODUK SOLAR DI PPSDM MIGAS CEPU Amalia, Rizqi Dwinanda; Larasati, Niken; Zamrudy, Windi; Purwanto, Dwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6715

Abstract

Kolom fraksinasi yang berada di PPSDM MIGAS Cepu mengalami keterlambatan dalam maintenance dengan umur pemakaian yang sudah lama, sehingga untuk mengetahui alat dapat berjalan baik atau tidak maka diperlukan evaluasi kinerja kolom fraksinasi untuk menghindari terjadinya losses yang menimbulkan kerugikan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cara mengevaluasi kinerja dan efisiensi pada kolom fraksinasi C-1 kilang PPSDM MIGAS Cepu serta mengetahui pengaruh kondisi operasi kolom fraksinasi C-1 berdasarkan uji analisis kualitas (Density, Distilasi 90% Volume Penguapan, Flash Point, Pour Point, dan Color). Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan percobaan. Pendekatan kuantitatif untuk melihat hubungan 2 variabel antara kondisi operasi kolom fraksinasi C-1 dengan hasil produk solar. Hasil data yang dikumpulkan secara kuantitatif dilihat untuk menghitung presentase efisiensi dari kolom fraksinasi C-1 yang dilihat hubungannya dengan hasil analisa produk solar berdasarkan 5 uji parameter yang dibandingkan berdasarkan keputusan spesifikasi DIRJEN MIGAS No. 146.K/10/DJM/2020. Pengujian tersebut terdiri dari density, distilasi 90% vol. penguapan, flash point, pour point, color. Hasil perhitungan yang diperoleh dari efisiensi panas pada kolom fraksinasi C-1 pada 2022 sebesar 73,08% dan heat lossnya sebesar 26,92%, sehingga kolom fraksinasi C-1 masih bekerja cukup baik karena batas minimum efisiensi panas pada kolom fraksinasi adalah 70% dengan batas maksimal heat loss sebesar 30%, sehingga kolom fraksinasi C-1 masih berjalan normal dan layak digunakan mengingat umur alatnya yang sudah kuno. Hasil analisis uji laboratorium produk solar pada tanggal 21-27 Februari 2022 menunjukkan bahwa produk solar dalam keadaan on spec.
ANALISIS KELAYAKAN RDF (REFUSE DERIVED FUEL) SEBAGAI BAHAN BAKAR PENGGANTI BATUBARA DI PT SEMEN GRESIK PABRIK REMBANG Naura, Marsanda Aqillah; Zamrudy, Windi; Laksono , Ilham Dirga
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6717

Abstract

Produksi semen memiliki beberapa tahapan produksi, salah satunya yaitu proses pembakaran yang menggunakan bahan bakar utama batubara. Kebutuhan batubara di pabrik semen berkisar antara 1.600 – 1.800 ton per harinya. Oleh karena itu, pabrik semen berinovasi untuk mengganti bahan bakar ini dengan harga yang lebih ekonomis, dan mudah didapat. Refuse Derived Fuel (RDF) yang merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah perkotaan yang tercampur dengan memisahkan sampah non-combustible untuk menghasilkan campuran yang homogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan RDF terhadap kestabilan proses meliputi temperatur stage 5 preheater, torsi kiln, dan pressure inlet kiln, serta kualitas klinker pada parameter freelime, C3S, dan C2S yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif - kuantitatif dengan mengolah data dari Control Room PT Semen Gresik Rembang. RDF yang dihasilkan dapat menjadi bahan bakar alternatif karena memenuhi syarat dengan nilai kalor sebesar 4.811 kkal/kg, dan nilai moisture sebesar 9,5%. Hasil analisis kestabilan operasi setalah pemasukan RDF pada parameter temperatur stage 5 preheater menunjukkan kondisi yang stabil, torsi kiln menunjukkan kondisi yang fluktuatif dengan nilai standar deviasi yang lebih rendah, pressure inlet kiln menunjukkan kondisi yang fluktuatif, hingga indeks kebutuhan batubara yang menurun sebesar 0,01 ton batubara/ton klinker. Analisis kualitas klinker menunjukkan hasil yang semakin baik setelah pemasukan RDF apabila ditinjau dari parameter freelime yang nilainya berkisar dari 1 – 1,5% kurang dari batas maksimal (2%), serta kuat tekan semen yang semakin baik ditinjau dari kandungan C3S dan C2S-nya. Oleh karena itu, RDF dapat memenuhi klasifikasi sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara.
Pelatihan Pembuatan Biochar dari Sampah Organik di Desa Wringinsongo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Zamrudy, Windi; Iswara, Mochammad Agung Indra; Chalim, Abdul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v11i1.4983

Abstract

Wringinsongo Village is one of the partner villages of the Malang State Polytechnic. Located in Malang District and the distance is 18 KM from Malang State Polytechnic. Recently, the problem faced by residents is the amount of garbage caused by the large number of people who inhabit the village, the emergence of tourism sites, and the increasing lifestyle. The emergence of garbage in the yard causes new problems for the social environment, so it needs serious attention. Meanwhile, in the area there are already Temporary Disposal Sites (TPS) and Final Disposal Sites (TPA), but if people just throw garbage continuously the garbage will build up. However, if the community is provided with procedures for processing and managing waste first, then the amount of waste can be reduced. One of the impacts of the development of natural bathing tourism in Wringinsongo village is the emergence of waste problems left by visitors to these tourist attractions. For this reason, it is necessary to find an alternative solution that is easy to do safe for the environment, and does not cause a new impact, which is to be processed into fuel by drying and processing it into biochar. With this technical guidance, it is hoped that it can become an insight into new knowledge of technology development that can be developed on a large scale to overcome the waste problem.
PENGARUH KADAR METHYL CELLULOSE DAN RASIO AIR SEMEN TERHADAP KARAKTERISTIK SEMEN INSTAN Purnama, Deffa; Faisal, Muhammad; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.19

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah, industri di bidang properti juga semakin berkembang. Perkembangan tersebut diikuti perkembangan produk bahan bangunan seperti semen. Salah satu inovasi yang berkembang adalah semen instan. Semen instan merupakan suatu campuran semen dengan komposisi tertentu dengan tambahan bahan additif untuk meningkatkan beton yang dihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan percobaan pada semen instan dengan memvariasikan kadar penambahan additif methyl cellulose sebanyak 0%, 0,1%, 0,15%, 0,2%, 0,25%, 0,3% dan variasi rasio air:semen 1:4, 1:2 dan 3:4. Pengujian yang dilakukan pada sample semen instan ialah pengujian water retention dan pengujian kuat tekan, untuk melihat dampak penambahan methyl cellulose dan variasi rasio air:semen. Didapatkan hasil variasi rasio air:semen 1:2 menghasilkan kuat tekan lebih tinggi dari variasi rasio air:semen lainnya. Penambahan additif methyl cellulose sebesar 0,3%, menghasilkan water retention yang lebih tinggi pada variasi rasio air:semen 1:4
PENGARUH DOSIS ANTI REDUKTAN SODIUM BISULFIT TERHADAP UMUR CATRIDGE FILTER PADA SEA WATER REVERSE OSMOSIS (SWRO) I DI PT PJB UBJ O&M PAITON Maulida, Verasari Rismawardani; Zamrudy, Windi; Mustofa, Ali
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.78

Abstract

Cartridge filter dengan ukuran pori absolut kurang dari 10 μm adalah pretreatment minimum yang disarankan untuk setiap sistem reverse osmosis (RO). Cartridge filter dilengkapi dengan pengukur tekanan untuk menunjukkan tekanan diferensial, dengan demikian menunjukkan tingkat pelanggarannya. Untuk menjaga waktu tinggal cartridge filter agar dapat bertahan lebih lama yaitu dengan cara menyesuaikan dosis anti reductant pada cartridge filter. Dalam teori yang dijelaskan 1.34 mg sodium metabisulfit dapat menghilangkan 1 mg chlorine bebas. Dalam praktisnya, 3 mg sodium metabisulfit biasanya digunakan untuk menghilangkan 1 mg chlorine. Sodium metabisulfit digunakan sebagai anti reduktan yang berfungsi untuk menghilangkan kandungan chlorine pada air proses sebelum masuk ke RO. Metode yang digunakan dalam menjaga umur cartridge filter agar dapat bertahan lebih lama yaitu dengan cara trial dosis injeksi anti reduktan dari 2 bag menjadi 1 bag atau dari 1.8 ppm menjadi 0.8 ppm. Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama pengurangan dosis yaitu umur cartridge filter mengalami kenaikan menjadi kurang lebih 2 minggu, hal ini menunjukkan bahwa penurunan dosis anti reduktan terbukti dapat menjaga umur cartridge filter.
PENURUNAN KANDUNGAN BESI TERLARUT DI ECONOMIZER INLET MENGGUNAKAN KOMBINASI PENGOLAHAN AIR PADA PLTU PAITON UNIT 3, 7 DAN 8 Audia, Tsamara Amalia; Zamrudy, Windi; Yulianto, Erwan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.108

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan suatu kegiatan yang memproduksi listrik dengan menggunakan bahan bakar untuk memanaskan air dalam boiler yang menghasilkan uap. Air sebelum masuk ke boiler dilakukan pemanasan awal dengan economizer inlet yang merupakan bagian dari boiler. Air laut diproses terlebih dahulu di unit condenser polisher plant dengan beberapa metode, sehingga mengurangi resiko korosi dan scaling. Metode tersebut dipilih sesuai dengan jenis bahan pipa yang digunakan pada boiler. Pada unit 7 dan 8 bahan pipa boiler menggunakan all-ferrous maka metode yang digunakan [AVT(R)] dengan penambahan NH4OH untuk menaikan pH yang akan membentuk magnetit berupa Fe3O4 yang akan menjadi proteksi bagi pipa tersebut. Pada unit 3 pipa berbahan dasar besi, menggunakan metode combine water treatment, yang merupakan metode gabungan antara NH4OH dan O2 pada treatmentnya yang membentuk hematit. Pada penelitian ini menggunakan metode corrosion monitor selama 3 hari pada unit 3, 7 dan 8. Hasil yang didapatkan pada unit 3 selisih volume 326.31 L, pH 9.09, total Fe 3.49 ppb. Pada unit 7 selisih volume 257.52, pH 9.28, total Fe 0.45 ppb. Pada unit 8 selisih volume 257.52, pH 9.51, total Fe 0.32. Hasil analisa yang dilakukan terlihat lebih banyak kandunganFe terlarut pada unit 3 dibandingkan dengan unit 7 dan 8.
STUDI LITERATUR FAKTOR-FAKTOR PENGARUH PADA PELAPISAN NIKEL DAN PERKEMBANGANNYA Permana, Prayoga Adi; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.230

Abstract

Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui hasil kinerja dari Pelapisan logam nikel menggunakan metode elektroplating beberapa tahun terakhir ini banyak dikembangkan.Ada banyak alasan tuntutan efisiensi bahan,waktu dan biaya, tentunya pengembangan metode terus dilakukan untuk melapisi objek, diantaranya termasuk pengendalian korosi, ketahanan terhadap keausan dan tujuan dekoratif. Dalam konteks ini, salah satu rujukan metode yang sering disarankan untuk kebutuhan maintenance akibat korosi dan kebutuhan estetika, dengan perhatian khusus pada logam individu serta pelapis Ni yang dibuat dengan cara elektrodeposisi. Dalam studi literatur ini akan dilihat bagaimana faktor-faktor yang berpengaruh terhadap deposisi dalam kondisi optimal dan metode pengembangan electroplating juga dibahas pada makalah ini.
STUDI LITERATUR PENGARUH KUAT ARUS, TEGANGAN, SUHU DAN WAKTU TERHADAP PELAPISAN LOGAM DENGAN METODE ELECTROPLATING Fahmi, Muhammad Haris; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.234

Abstract

Electroplating pada dunia industri banyak dimanfaatkan akhir-akhir ini dengan tujuan untuk perbaikan penampakan benda kerja yang dilapisi maupun untuk mencegah atau menghambat laju korosi logam. Electroplating merupakan proses pelapisan logam yang dilakukan dengan mengalirkan arus listrik searah pada elektroda-elektroda melalui larutan elektrolit. Tembaga, krom dan nikel biasanya digunakan sebagai logam pelapis saat proses electroplating, karena merupakan logam pelapis yang sering digunakan serta mempunyai penghantar panas dan listrik yang baik. Pengaruh parameter kuat arus, tegangan, suhu dan waktu pada elektroplating dibahas pada makalah ini. Penggunaan kisaran tegangan electroplating dan batasan waktu dari hasil beberapa penelitian juga diuraikan pada makalah ini.
STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK MINYAK CENGKEH (CLOVE OIL) DARI BEBERAPA METODE DISTILASI Nirwana, Chrysan Hawa; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.271

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam hayati yang banyak dan beragam. Di antaranya adalah tanaman-tanaman penghasil minyak atsiri (essential oil). Minyak cengkeh (Syzygium Aromaticum) merupakan salah satu minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Semakin banyaknya minyak cengkeh yang dibutuhkan masyarakat maka sebagian besar produksi minyak cengkeh dilakukan menggunakan penyulingan. Terdapat banyak metode distilasi pada era modern saat ini untuk memperoleh minyak cengkeh. Kajian ini bertujuan membandingkan hasil karakteristik minyak cengkeh dari berbagai metode distilasi untuk memperoleh kualitas minyak cengkeh yang terbaik, serta menganalisis metode distilasi yang efektif dan efisien untuk menghasilkan kualitas minyak cengkeh yang berkualitas tinggi sesuai standar mutu. Pada makalah ini diuraikan beberapa perolehan karakteristik minyak cengkeh dari metode distilasi uap, distilasi air, distilasi uap dan air, serta dengan bantuan microwave dalam kondisi operasi pada masing-masing metode. Hasil evaluasi dari berbagai metode distilasi yang menghasilkan karakteristik minyak cengkeh terdapat pada metode uap dan air distilasi (steam-hydro distillation) dengan microwave dihasilkan kadar eugenol, rendemen (%), indeks bias, dan warna yaitu 89,76%; 5,20%; 1,5178; dan cokelat kekuningan.
STUDI LITERATUR ISOLASI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) DARI BEBERAPA METODE DISTILASI Putri, Amalia Sagita; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak atsiri merupakan salah satu komoditi yang memiliki potensi besar di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) terbesar, dan dinilai sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Minyak nilam mengandung beberapa senyawa salah satunya yaitu patchouli alcohol yang menjadi parameter kualitas minyak nilam, dengan standart kadar minimal 30 persen. makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa metode Isolasi terhadap kualitas minyak nilam yang dihasilkan, membandingkan pengaruh penggunaan beberapa metode isolasi terhadap kadar patchouli alcohol pada minyak nilam, dan menentukan metode Isolasi minyak nilam yang menghasilkan kadar patchouli alcohol tertinggi. Kajian ini dilakukan dengan membandingkan hasil isolasi minyak nilam steam distilation , steam hydro distilation dan water bubble distilation untuk ditentukan metode isolasi yang paling baik. Pada makalah ini diuraikan bahwa secara umum salah satu metode isolasi minyak nilam menghasilkan kadar patchouli alcohol yang lebih tinggi dan dinilai menghasilkan kualitas minyak nilam yang lebih baik. Hasil peninjuan ini menunjukan bahwa water bubble distilation merupakan metode yang paling baik yang menghasilkan ekstrak patchouli alcohol hingga sebesar 93,75%.