Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH SUHU TERHADAP KUALITAS PRODUK PADA RUANG PENYIMPANAN DI PT PCTDI SIDOARJO Aulia, Rivdatul; Zamrudy, Windi; Hendrawan, Sukma
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.302

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kelembapan udara adalah suhu dan cuaca. Kelembapan merupakan kandungan uap air di dalam 1 kg udara kering. Kondisi kelembapan suatu ruangan dapat mempengaruhi daya tahan suatu benda. Penelitian dilakukan pada gudang penyimpanan PT. PCTDI. PT. PCTDI merupakan salah satu perusahaan produsen cat terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kota Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam memproduksi cat, PT. PCTDI memerlukan berbagai macam bahan baku yang perlu disimpan dalam kondisi yang baik dan dijaga daya tahannya agar tercipta produk yang berkualitas. Daya tahan bahan baku cat dipengaruhi oleh kondisi di dalam gudang penyimpanan. Salah satu kondisi yang mempengaruhi adalah kelembapan. Kelembapan gudang perlu diatur untuk menjaga kualitas bahan baku agar tidak cepat rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindetifikasi permasalahan nyata yang terdapat di PT. PCTDI untuk memperoleh kondisi terbaik suhu pada ruang penyimpanan bahan baku dan pengaruhnya terhadap kualitas produk.
PENGARUH INJEKSI NAPHTA OFF TERHADAP CATALYTIC NAPHTA DI REGENERATOR-REAKTOR RFCCU (RESIDUAL FLUIDIZED CATALYTIC CRACKING UNIT) Cristina, Mery; Zamrudy, Windi; Mufti, Hery A.
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.397

Abstract

Naphta off di CDU (Crude Distillation Unit) VI PT. Pertamina RU III Plaju-Palembang mengalami penumpukan, sehingga perlu adanya pengolahan kembali untuk meningkatkan nilai jualnya. PT. Pertamina RU III Plaju Palembang berusaha untuk mengelola produk yang tidak memenuhi spesifikasi atau memiliki nilai jual rendah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan naphta off sebagai bahan injeksi di MTC (Mixed Temperature Control) yang merupakan bagian dari RFCCU (Residiual Fluidized Catalytic Cracking Unit). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh laju alir injeksi naphta off terhadap %yield dan Octane Number (ON) produk catalytic naphta di RFCCU (Residual Fluidizied Catalytic Cracking Unit), serta melakukan perhitungan kebutuhan panas dari regenerator-reaktor pada kondisi %yield dan ON catalytic naphta optimum. Variabel bebas yang digunakan adalah laju alir injeksi naphta off, yakni 0; 24,42; 89,73; 96,13; 96,46; 97,1; 101,19 (Ton/Day). Dari hasil penelitian diketahui, semakin banyak laju alir naphta off yang diijeksikan, maka %yield catalytic naphta cenderung meningkat, namun pengaruhnya pada ON mengalami penurunan. % Yield catalytic naphta tertinggi (54,51%) diperoleh pada laju alir 97,1 T/D. Pada laju alir naphta off tersebut juga menghasilkan ON catalytic naphta sebesar 91, yang masih memenuhi batas minimal standar Pertamina RU III (≥ 91). Kondisi operasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk catalytic naphta optimal %yield (54,51 %) dan ON (91) adalah pada suhu reaktor 502,36°C dan suhu regenerator 661°C, dengan kebutuhan panas regenerator-reaktor sebesar 470,38 BTU/lb feed.
ANALISIS TSS, BOD, COD, DAN MINYAK LEMAK LIMBAH CAIR PADA INDUSTRI SUSU Savira, Salsabila Alya; Zamrudy, Windi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3722

Abstract

Limbah cair merupakan bahan sisa dari kegiatan industri maupun perumahan yang menggunakan bahan baku air dan mempunyai suatu karakteristik yang ditentukan oleh sifat fisik, kimia, serta biologi limbah. Instalasi Pengolahan Air Limbah yang beroperasi dengan baik maka akan menghasilkan limbah cair keluaran (effluent) yang sesuai dengan baku mutu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan TSS, BOD, COD, serta Minyak Lemak yang terdapat didalam influent dan effluent, serta menghitung removal efficiency limbah cair milik salah satu industri susu di Jawa Timur yang di uji oleh Laboratorium Lingkungan Jasa Tirta Mojokerto. Metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitik yang sampelnya menggunakan effluent limbah cair bulan Januari-Desember 2022. Parameter yang dianalisis yaitu TSS (Total Suspendid Solid), BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), serta Minyak Lemak. Hasil yang diperoleh untuk rata-rata influent TSS; BOD; COD; dan minyak lemak sebesar 518; 454,5; 2.402; dan 3,93 mg/L. Setelah dilakukan proses pengolahan air limbah dihasilkan rata-rata effluent TSS; BOD; COD; dan minyak lemak yaitu 9; 10,41; 28,13; dan 2,08 mg/L. Presentase penurunan kandungan (removal efficiency) TSS; BOD; COD; dan minyak lemak sebesar 95% ; 95,3% ; 95,9% ; 46,7%. Dari hasil tersebut memenuhi standar baku mutu air limbah sebelum dibuang menuju badan air sesuai Keputusan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan Tahun 2016.
STUDI KELAYAKAN PEMANFAATAN LIMBAH (BLOTONG, AMPAS TEBU, TETES) SEBAGAI BIOBRIKET Firmansyah, Ahmad Haris; Zamrudy, Windi; Naryono, Eko
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3798

Abstract

Peningkatan produksi gula di Indonesia sebanding dengan limbah yang dihasilkan, salah satunya adalah limbah blotong. Limbah jenis ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan bau menyengat yang menganggu masyarakat sekitar sehingga perlu diolah lebih lanjut. Pemanfaatan limbah blotong dipadukan dengan ampas tebu dan tetes sebagai biobriket diharapkan dapat menjadi solusi penanganan limbah industri dan untuk pencarian energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan variasi arang blotong dan ampas tebu terbaik dalam pembuatan biobriket limbah produksi gula dan mengetahui kelayakan biobriket dari blotong tebu ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial. Pembuatan biobriket dilakukan dengan metode kuantitatif eksperimental diawali dengan pengeringan, dilanjutkan dengan karbonisasi dan pembriketan. Pembuatan biobriket dilakukan dengan variasi perbandingan bahan baku arang blotong dan ampas tebu sebesar  100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20. Hasil terbaik biobriket diperoleh pada variasi perbandingan blotong dan ampas tebu (90:10) yang menghasilkan kadar air briket 4,35%, laju pembakaran 0,107 g/menit dan nilai kalor 3.2520 kal/g.  Analisis ekonomi yang telah dilakukan menunjukkan adanya prospek ekspor yang cukup besar diberbagai negara. Selain itu,  produksi biobriket ini diproyeksikan menghasilkan laba bersih sebesar Rp  1.676.372.932,60 dan titik impas sebesar 75% dengan waktu pengembalian modal selama 2,1 tahun. Analisis aspek sosial lingkungan menunjukkan adanya peningkatan mutu hidup dan penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat sekitar.  Studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bisnis biobriket berbahan baku blotong dan ampas tebu layak dilakukan jika ditinjau dari segi ekonomi dan sosial.