Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Aplikasi pupuk hayati ameliorant, dan pupuk NPK terhadap N total, P tersedia serta pertumbuhan dan hasil jagung pada inceptisols Mieke Rochimi Setiawati; Lia Nur Linda; Nadia Nuraniya Kamaluddin; Pujawati Suryatmana; Tualar Simarmata
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/15121

Abstract

Inceptisols umumnya memiliki tingkat kesuburan tanah rendah sampai sedang. Upaya peningkatan ketersediaan hara tanah Inceptisol dengan pupuk anorganik NPK perlu diimbangi dengan aplikasi pupuk hayati dan amelioran organik. Percobaan ini bertujuan untuk mengurangi dosis pupuk NPK dengan menggunakan pupuk hayati dan amelioran organik serta meningkatkan hasil tanaman jagung. Percobaan dilakukan di Pasir Banteng, Kabupaten Sumedang. Penelitian menggunakan RAK faktorial. Pupuk hayati dengan amelioran organik sebagai faktor pertama sebanyak empat taraf: tanpa pupuk hayati dan amelioran (kontrol), diberi pupuk hayati, amelioran organik, dan gabungan keduanya. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK empat taraf: 100%, 80%, 60%, 40% NPK dosis anjuran.  Dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara pupuk hayati, amelioran organik, dengan pupuk NPK terhadap tinggi tanaman, N-total tanah, bobot tongkol berkelobot dan tanpa kelobot. Pemberian pupuk hayati dan amelioran disertai pupuk NPK 100% dan yang tanpa diberi amelioran menghasilkan bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 1.089 g dan 1.064 g per tanaman. Pemberian pupuk hayati dengan amelioran dan pemberian pupuk NPK 100% menghasilkan bobot pipilan per tanaman 526,08 g dan 539,08 g. Aplikasi pupuk hayati dan amelioran organik belum mampu mengurangi dosis penggunaan pupuk NPK pada Inceptisols asal Pasir Banteng. Inceptisols generally have low to moderate soil fertility. The effort to increase the nutrients availability in Inceptisol through the application of NPK fertilizers need to be balanced with biofertilizers and organic ameliorants. This experiment aimed to reduce the dose of NPK fertilizer by using biofertilizers and organic ameliorants and to increase maizeyields. The experiment was conducted in Pasir Banteng, Sumedang Regency. The factorial RBD was used. The biofertilizer with organic ameliorant as the first factor: no biofertilizer and no ameliorant (control), biofertilizer, organic ameliorant, and combination of both. The second factor was dose of NPK fertilizer: 100%, 80%, 60%, 40% of recommended NPK dose. It was repeated three times. The results showed that there was interaction between biofertilizer, organic ameliorants, with NPK fertilizers on plant height, N-total soil, weight of cobs with and without husk. The application of biofertilizer and ameliorant with 100% NPK fertilizer and without ameliorant were 1,089 g and 1,064 g of cobs without husks, respectively. The application of biofertilizer with ameliorant and 100% NPK fertilizer had a grain weight of 526.08 g and 539.08 g, respectively. The application of biofertilizers and organic ameliorants has not been able to reduce the dose of NPK fertilizer on Inceptisols from Pasir Banteng.
Efektifitas Azotobacter sp. Dan Pseudomonas sp. Pada tanaman sorgum (Shorgum bicolor L.) dalam proses fitoremediasi limbah minyak bumi Pujawati Suryatmana; Mieke Rochimi Setiawati; Nadia Nuraniya Kamaluddin; Diyan Herdiyantoro
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/20146

Abstract

 Interaksi sinergis antara tanaman-bakteri dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja fitoremediasi tanah yang terkontaminasi hidrokarbon (HC). Penelitian bertujuan untuk karakterisasi plant growth promoting rhizobacteria: Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. dalam kinerja fitoremediasi limbah minyak bumi menggunakan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK-Faktorial) terdiri dari inokulasi Azotobacter sp. sebanyak 0%, 1%, 2%, dan 3% per konsentrasi total petroleum hydrocarbon (TPH), dan inokulasi Pseudomonas sp  0%, 1%, 2%, dan 3% per TPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara inokulasi Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. terhadap seluruh variabel respon. Namun, efek mandiri terlihat pada efisiensi biodegradasi HC, yaitu inokulasi Azotobacter sp dosis 3% berbeda secara signifikan dengan kontrol pada fase ke 4 minggu setelah tanam (MST), tetapi tidak signifikan pada fase 14 MST. Inokulasi Pseudomonas sp. tidak memberikan efek yang signifikan antar perlakuan terhadap efisiensi biodegradasi HC pada dua periode pengamatan. Populasi Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. menurun pada periode 4 MST, selanjutnya meningkat  pada periode 14 MST. Pertumbuhan tanaman sorgum mengalami retardasi selama 14 MST. Residu hidrokarbon terakumulasi lebih tinggi di bagian akar daripada di bagian tajuk tanaman. Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. berperan sebagai binding agent yang dapat menghambat serapan hidrokarbon oleh akar sorgum.ABSTRACTThe synergism interaction between plant-bacteria can be used to improve performance of phytoremediation hydrocarbon (HC) contaminated soil. The study aimed to characterize  Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. in petroleum phytoremediation performance using sorghum (Sorghum bicolor L). The research used a randomized block design with two factors: Azotobactersp. inoculation 0%, 1%, 2% and 3% per total petroleum hydrocarbon (TPH) concetration, and Pseudomonas sp inoculation:  0%, 1%, 2% and 3% per TPH concentration. The results showed there was no interaction between Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. inoculation to each response variable. The independent effect of 3% Azotobacter sp. to biodegradation HC efficiency was significantly different from the control at phase 4 weeks after planting (WAP), but not significantly different at phase 14 WAP. Pseudomonas sp. effect did not show a significantly different between treatments on the hydrocarbon biodegradation efficiency in the two observation periods. Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. population decreased at period 4 WAP, then increased at period 14 WAP. The Sorghum growth was retarded during 14 WAP. Hydrocarbon residues accumulated higher in the roots than in shoot. Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. act as a binding agent that can inhibit the hydrocarbons uptake by sorghum roots.
Pemanfaatan Trichoderma harzianum dan biochar untuk mengatasi cekaman kekeringan pada kedelai fase reproduktif Benang - Purwanto; Indrawati - Indrawati; Sumadi Sumadi; Anne - Nuraini; Mieke Rochimi Setiawati
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/20684

Abstract

Pemanfaatan Trichoderma harzianum dan biochar sekam padi diharapkan mampu mengurangi dampak negatif cekaman kekeringan pada tanaman kedelai fase reproduktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi aplikasi Trichoderma harzianum dan biochar sekam padi terhadap fisiologis dan hasil kedelai tercekam kekeringan selama fase reproduktif pembentukan polong (R3) sampai perkembangan biji (R6). Penelitian ini menggunakan rancangan split-split plot. Petak utama adalah cekaman air (75%, 50% dan 25% dari kapasitas lapang. Anak petak yaitu aplikasi Trichoderma harzianum (tanpa aplikasi Trichoderma harzianum dan dengan aplikasi Trichoderma harzianum dosis 50 g kg-1 benih kedelai), sedangkan anak-anak petak yaitu dosis biochar sekam padi (0, 5, dan 10 t ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi aplikasi Trichoderma harzianum 50 g kg-1 benih kedelai dan  biochar  sekam  padi dosis 10 t ha-1 secara fisiologis mampu meningkatkan kadar air relatif (KAR) daun, konduktansi stomata, sedangkan penurunan kadar prolin lebih dipengaruhi oleh adanya penambahan biochar dosis 5 dan 10 t ha-1.ABSTRACTThe use of Trichoderma harzianum and rice husk biochar is expected to reduce the negative effects of drought stress on soybean plants in the reproductive phase. The purpose of this study was to determine the interaction of the application of Trichoderma harzianum and rice husk biochar on the physiology and yield of drought-stressed soybeans during the reproductive phase of pod formation (R3) to seed development (R6). This study uses a split-split plot design. The main plots were water stress (75%, 50%, and 25% of field capacity. The subplots were the application of Trichoderma harzianum (without the application of Trichoderma harzianum and the application of Trichoderma harzianum at a dose of 50 g kg-1 soybean seeds), while the subplots were rice husk biochar doses (0, 5, and 10 t ha-1). The results showed that the interaction of the application of Trichoderma harzianum 50 g kg-1 soybean seeds and rice husk biochar dose 10 t ha-1was physiologically able to increase the relative water content (RWC) leaves, stomatal conductance, while the decrease in proline levels was more influenced by the addition of biochar doses of 5 and 10 t ha-1.
Pengaruh bahan pembawa terhadap efektifitas bakteri pelarut fosfat pada pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L.) pada inceptisol Pujawati Suryatmana; Andi Hana Mufidah Elmirasari; Reginawanti Hindersah; Betty Natalie Fitriatin; Mieke Rochimi Setiawati
Jurnal AGRO Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/25039

Abstract

Attempt to increase soybean production while maintaining soil health can be done by utilizing biofertilizers. However, the application of biological fertilizers on Inceptisols which tend to be acidic often go to meet the problems in its effectiveness. So it is necessary to maintain the effectiveness of inoculants through the selection of appropriate carrier materials. The experiment aimed to determine the effect of the application of Phosphate Solubilizing Bacteria (PSB) in carrier materials from agricultural waste (molasses, coconut water, and bran) to increase BPF viability, growth and yield of soybean (Glycine max L.) on Inceptisols in Jatinangor. The experimental design used was a randomized block design (RBD) consisting of a control treatment (without BPF inoculant), BPF without organic matter; BPF combined with three types of organic matter (each: molasses, coconut water, and rice bran and their mixtures). Experimental results showed that coconut water and rice bran could potentially maintain the viability of the BPF population. Coconut water could significantly increase the number and weight of seeds per soybean plant, with an increase in yield of 41.176% and 18.823%, respectively. Coconut water is an organic substance that has the most potential as a stimulant  material compared with molasses or bran.ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan produksi kedelai sekaligus mempertahankan kesehatan tanah dapat dilakukan dengan memanfaatkan pupuk hayati (biofertilizers). Namun aplikasi pupuk hayati pada Inceptisol yang cenderung masam sering mengalami kendala dalam efektifitasnya. Sehingga perlu upaya untuk menjaga efektifitas inokulan melalui pemilihan bahan pembawa yang tepat. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) dalam bahan pembawa dari limbah pertanian (molase, air kelapa, dan dedak) untuk meningkatkan viabilitas BPF, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.)  pada Inceptisols di Jatinangor. Percobaan dilakukan di rumah kaca kebun percobaan Fakultas Pertanian Unpad. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari perlakuan kontrol (tanpa inokulan BPF), BPF tanpa bahan organik; BPF dikombinasikan dengan tiga jenis bahan organik (masing-masing: molase, air kelapa, dedak padi,  dan campurannya). Hasil percobaan menunjukkan bahwa air kelapa dan dedak padi berpotensi dapat mempertahankan viabilitas populasi BPF. Air kelapa dapat meningkatkan jumlah dan bobot biji per tanaman kedelai secara signifikan, dengan peningkatan hasil masing-masing sebesar 41,176% dan 18,823%. Air kelapa merupakan bahan organik yang paling potensial sebagai bahan stimulan dibandingkan molase maupun dedak. Air kelapa mengandung glukosa, fruktosa, dan sukrosa, asam glutamat dan asam aspartat yang dapat berperan dalam memacu aktifitas BPF.
Bioassay of phosphorus solubilizing isolates for enhance P solubility and growth of rice (Oryza sativa L.) Fitriatin, Betty Natalie; Manurung, Dahlia Florencia; Setiawati, Mieke Rochimi
Jurnal AGRO Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/17754

Abstract

Fosfat merupakan salah satu unsur yang berperan penting bagi pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Namun, ketersediaan unsur P terlarut yang dapat diserap oleh tanaman sangat kecil karena berikatan dengan kation yang berada di dalam tanah. Salah satu upaya dalam meningkatkan P tersedia dalam tanah adalah dengan pemanfaatan agen hayati Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). Penelitian ini bertujuan untuk menguji isolat BPF yang dapat meningkatkan kelarutan P dan pertumbuhan padi pada uji hayati. Percobaan ini dilaksanakan di Rumah Kaca Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Masing-masing perlakuan jenis bakteri adalah kontrol, Bacillus substilis, B. megatherium, Pseudomonas mallei, Burkholderia sp., dan isolat campuran. Hasil percobaan menunjukkan isolat BPF yang diuji memiliki kemampuan yang bervariasi dalam meningkatkan enzim fosfatase, kelarutan P, dan pertumbuhan padi pada uji hayati. Lebih lanjut, perlakuan BPF campuran memberikan pengaruh lebih baik terhadap aktivitas fosfatase, P terlarut dan pertumbuhan padi dibandingkan isolat tunggal.ABSTRACTPhosphorus is an element that important for soil fertility and plant growth. However, the phosphate nutrient can be uptaken by plants only in a small amount because it binds to cations in the soil. The effort for enhancing the soil P availabilty is by the phosphorus solubilizing bacteria (PSB). This study aimed to test PSB  isolates  for increasing P solubility and rice growth using bioassay. The experiment conducted at the greenhouse in Jatinangor District, Sumedang Regency, West Java with  Randomized Block Design (RBD) for PSB isolates with five replications. Each type of bacteria treatment was control, Bacillus substilis, B. megatherium, Pseudomonas mallei, Burkholderia sp., and mixed isolates. The results showed that the P solubilizing  isolates had various abilities to enhance phosphatase, P solubility, and rice growth using bioassay. Furthermore, the mixed PSB isolates had a better effect on phosphatase activity, dissolved P and rice growth than single isolates.
Bioassay of phosphorus solubilizing isolates for enhance P solubility and growth of rice (Oryza sativa L.) Fitriatin, Betty Natalie; Manurung, Dahlia Florencia; Setiawati, Mieke Rochimi
Jurnal AGRO Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/17754

Abstract

Fosfat merupakan salah satu unsur yang berperan penting bagi pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Namun, ketersediaan unsur P terlarut yang dapat diserap oleh tanaman sangat kecil karena berikatan dengan kation yang berada di dalam tanah. Salah satu upaya dalam meningkatkan P tersedia dalam tanah adalah dengan pemanfaatan agen hayati Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). Penelitian ini bertujuan untuk menguji isolat BPF yang dapat meningkatkan kelarutan P dan pertumbuhan padi pada uji hayati. Percobaan ini dilaksanakan di Rumah Kaca Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Masing-masing perlakuan jenis bakteri adalah kontrol, Bacillus substilis, B. megatherium, Pseudomonas mallei, Burkholderia sp., dan isolat campuran. Hasil percobaan menunjukkan isolat BPF yang diuji memiliki kemampuan yang bervariasi dalam meningkatkan enzim fosfatase, kelarutan P, dan pertumbuhan padi pada uji hayati. Lebih lanjut, perlakuan BPF campuran memberikan pengaruh lebih baik terhadap aktivitas fosfatase, P terlarut dan pertumbuhan padi dibandingkan isolat tunggal.ABSTRACTPhosphorus is an element that important for soil fertility and plant growth. However, the phosphate nutrient can be uptaken by plants only in a small amount because it binds to cations in the soil. The effort for enhancing the soil P availabilty is by the phosphorus solubilizing bacteria (PSB). This study aimed to test PSB  isolates  for increasing P solubility and rice growth using bioassay. The experiment conducted at the greenhouse in Jatinangor District, Sumedang Regency, West Java with  Randomized Block Design (RBD) for PSB isolates with five replications. Each type of bacteria treatment was control, Bacillus substilis, B. megatherium, Pseudomonas mallei, Burkholderia sp., and mixed isolates. The results showed that the P solubilizing  isolates had various abilities to enhance phosphatase, P solubility, and rice growth using bioassay. Furthermore, the mixed PSB isolates had a better effect on phosphatase activity, dissolved P and rice growth than single isolates.
Introducing microbial-coated fertilizer to increase the yield and quality of broccoli in a pot experiment Hindersah, Reginawanti; Rochimi Setiawati, Mieke; Rahmatika Risanti, Rara; Aditya, Fasa; Bina Nugraha, Gita
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.51511

Abstract

Increasing broccoli yield and quality is essential to meet consumer expectations for nutrient-rich vegetables. Implementing a balanced mix of chemical fertilizers and biofertilizers may support this goal. A greenhouse experiment was conducted to examine the effect of Bacillus-coated NPK combined fertilizer (BCN) on the growth, nutrient uptake, yield, and vitamin content of broccoli heads. The experiment was arranged in a Randomized Block Design with seven treatments and four replications. These treatments included different combinations of BCN type and dose, two levels of NPK, and a control without fertilizer. Results showed that BCN did not affect plant growth or N, P, and K content in the soil, but it increased the chlorophyll content index, nutrient uptake, and the shoot-to-root ratio. Although BCN did not influence yield, it enhanced Vitamin B-complex and K levels in the broccoli heads. The study concluded that in this short-term experiment, BCN improved N, P, and K levels in the shoots and increased the nutritional value of broccoli heads.  ABSTRAK Peningkatan hasil dan kualitas brokoli merupakan salah satu cara untuk memenuhi harapan konsumen akan sayuran bernilai gizi tinggi. Penerapan pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk hayati dapat mendukung harapan tersebut. Percobaan di rumah kaca dilakukan untuk mengamati pengaruh pupuk kombinasi NPK berlapis Bacillus (NBB) terhadap pertumbuhan, penyerapan hara, hasil, dan kandungan vitamin pada bonggol brokoli. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari kombinasi jenis dan dosis NBB, dua dosis NPK, dan satu perlakuan kontrol tanpa ABSTRAK Peningkatan hasil dan kualitas brokoli merupakan salah satu cara untuk memenuhi harapan konsumen akan sayuran bernilai gizi tinggi. Penerapan pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk hayati dapat mendukung harapan tersebut. Percobaan di rumah kaca dilakukan untuk mengamati pengaruh pupuk kombinasi NPK berlapis Bacillus (NBB) terhadap pertumbuhan, penyerapan hara, hasil, dan kandungan vitamin pada bonggol brokoli. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari kombinasi jenis dan dosis NBB, dua dosis NPK, dan satu perlakuan kontrol tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NBB tidak memengaruhi pertumbuhan tanaman dan kandungan N, P, dan K dalam tanah, tetapi meningkatkan indeks kandungan klorofil, penyerapan hara, dan rasio pucuk terhadap akar. Meskipun tidak mempengaruhi hasil panen, NBB meningkatkan vitamin B kompleks dan K di bunga brokoli.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam percobaan jangka pendek, NBB meningkatkan nutrisi N, P, dan K  pada tajuk serta nilai gizi bunga brokoli.
Co-Authors . Purwanto Abdul Hasyim Sodiq Abraham Suriadikusumah Adawiyah, Aliya Z Ade Setiawan Adhitiya Rana Adinata, Kustiwa Adinata, Kustiwa Aditya, Fasa Aditya, Fasa Aditya, Fasa Afrilandha, Nandha Agung Karuniawan Aisyah, Ayu Siti Alia Halimatusy Alin Kusumah Dewi Alyani Shabrina Amalia Chusnul Anas Ramdhani Andi Hana Mufidah Elmirasari Andina Chotimah Anggi Jingga Anne Nuraini Anne Nurbaity Anni Yuniarti Apong Sandrawati Arafah, Mayang Sunduz Ari Abdulah Safari Asmiran, Priyanka Azwari, Fachruddin Benang Purwanto Benny Joy Benny Joy Benny Joy Betty N. Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Bina Nugraha, Gita Chotimah, Andina Damayani, Maya Daud Siliwangi Saribun Dedeh H Arief Dedeh H. Arief Dedi Widayat Dewi, Yeni Wispa Diana Nafitri Cahayaningrum Diky Indra Wibawa Diky Indrawibawa Dirga Sapta Sara Diyah Sri Utami Diyan Herdiyantoro Diyan Hermiyantoro Djuansah, Muhamad Rahman Djuwansah, Muhamad Rachman DWI ANDREAS SANTOSA DWI NINGSIH SUSILOWATI DWI NINGSIH SUSILOWATI Eka Safitri Eko Pranoto Eko Pranoto Eko Pranoto Ellin Harlia Emma Trinurani Sofyan Eulis Tanti Marlina Evi Entang Fatimah Evi Entang Fatimah Fani Fauziah Fani Fauziah, Fani Fasa Aditya Fatantia Husnaeni Fera Siti Meilani Fiky Yulianto Wicaksono Fitriatin, Betty N Gordon Pius Marihot Halimah, Ummu ‘Azizah Hari R Harlyadi Haryo Probo Kusumo Herdiantoro, Diyan Herlianti, Anissa Mutiara Hermawan, Mega Kartika Hersanti - Hindersah, Raginawanti Husnaeni, Fatantia I. Syarifain, Roby Iin Handayani Ilyas, Ichsan Imas Komalasari Indrawati - Indrawati Iskariman, Ahlan Azman Isna Niar Rahmatul Azizah Isnaniar Rahmatul Azizah Jajang Sauman Hamdani Kaffah, Ruhnayati Khoiriyyah, Luluatul Khumairah, Fiqriah Hanum Kustiwa Adinata Kustiwa Adinata Latifah, Tipah Leoni Silvia Lia Nur Linda Lubis, Ary Satria Maharani, Nadhira Saniya Mahdi Argawan Putra Mahfud Arifin Manurung, Dahlia Florencia Masako Akutsu Maulana, Nurzen Maya Damayani Maya Damayanti Mayang Sunduz Arafah Melani . Melani Melani Muhamad Khais Prayoga Muhamad Khais Prayoga Nabila Syifa Ariani Nadia Nuraniya Kamaluddin Nanda Aditya Setyawan Nandha Afrilandha Neni Rostini Neni Rostini Neni Rostini Nenny Nurlaeny Nida Uli Al-Azmiya Nizar Ulfah Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nurmayulis Nurullita Fitri Qurnia Oviyanti Mulyani Pirda Nurhopipah Prayoga, Muhamad Khais Prayoga, Muhamad Khais Priyanka Asmiran Pujawati Suryatmana Pujawati Suryatmana Putra Utama Putri Sri Judiani Purba Rachelita, Nadia Rahma Tia Harahap Rahma Tia Harahap Rahmatika Risanti, Rara Rana, Adhitiya Ratna Ayu Permata Aini Reginawanti Hindersah Reginawati Hindersah Restu Wulansari Restu Wulansari, Restu Rhazista Noviardi Richard A. Gunawan Ridha Hudaya Ridha Hudaya Rija Sudirja Risanti, Rara Rahmatika Risanti, Rara Rahmatika Salsabilla, Camilla Shabrina Rahma Fauzia Shafwah Zylvi Azkiannissa Shinta Nurrizqi Indrayani Silke Stoeber Silmi Rahadiana Putri Stoeber, Silke Stoeber, Silke Sumadi Sumadi Suryatma, Pujawati Susiyanti, Susiyanti Suswanto, Irwan Syifa Nabila Kurnia Tessa Novianty Putri Asova Tien Turmuktini Tualar Simarmata Tualar Slmarmata Ummu ‘Azizah Halimah Utami, Deswita Uum Umiyati Wati, Dyah Aditya Yanti Ningtyas, Dewi Nurma Yati Rachmiati Yati Rachmiati, Yati Yori Tridendra Yudith Silfani Yuli Astuti Hidayati Yuliati Machfud Yuyun Sumarni Zaenal Mutaqin Zahra Ilmiyati