Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PELATIHAN TEKNIK SNORKELLING BAGI KELOMPOK MASYARAKAT DI PANTAI DONDON, DESA MERTAK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Baiq Hilda Astriana; Mahardika Rizki Himawan; Edwin Jefri; Sadikin Amir; Sitti Hilyana; Paryono Paryono; Nurliah Nurliah
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.374

Abstract

Pantai Dondon, Desa Mertak merupakan salah satu kawasan yang masuk dalam kawasan Teluk Bumbang dan Teluk Awang yang dikenal sebagai salah satu pusat kawasan penangkapan lobster di Pulau Lombok. Larangan penangkapan lobster yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016 telah menyebabkan hilangnya mata pencaharian utama masyarakat di Desa ini. Hal ini mendorong untuk diciptakannya mata pencaharian alternatif bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar kelompok masyarakat Desa Mertak memperoleh keterampilan snorkeling dan pengamatan ekosistem bawah laut sebagai modal dalam upaya peningkatan perekonomian melalui kegiatan ekowisata bahari. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 peserta yang merupakan gabungan masyarakat setempat dan anggota karang taruna Desa Mertak. Metode kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan pemberian bantuan peralatan snorkelling. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dan diikuti dengan diskusi. Banyak permasalahan serta harapan yang disampaikan oleh para peserta terkait dengan pengembangan ekowisata di pantai Dondon. Selanjutnya, dilakukan kegiatan pengamatan ekosistem bawah laut yang merupakan kegiatan penerapan teori atau materi yang telah disampaikan sebelumnya dan memberikan gambaran bahwa kawasan ini memerlukan rehabilitasi terumbu karang. Masyarakat juga diberikan bantuan peralatan set snorkeling, pengenalan fungsi peralatan tersebut, serta teknik snorkeling yang baik dan benar. Kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta kegiatan sehingga dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan taraf kehidupan perekonomian
Penataan Permukiman Pesisir Dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Di Provinsi NTB Rini S. Saptaningtyas; Sitti Hilyana; Pandu K. Utomo; Alfian Pujian Hadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.548 KB)

Abstract

Kawasan pesisir selatan pulau Lombok merupakan destinasi prioritas di Indonesia dengan locus pengembangan wisata pantai. Keberadaan kampung nelayan di Kabupaten Lombok Tengah merupakan kawasan yang harus terintegrasi dengan rencana pengembangan wisata secara luas. Ditinjau dari sisi fisik, sosial, ekonomi dan budaya yang mendukung kehidupan masyarakat nelayan kecil secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan penataan permukiman untuk perbaikan lingkungan dan mengembangkan kampung nelayan sebagai bagian integral kawasan wisata di Lombok Tengah secara ekonomi, sosial dan budaya. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat bersifat partisipatif menggunakan pendekatan Community Based Participatory Approach, jumlah target sasaran pemberdayaan 65 orang. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa secara biogeofisik kampung nelayan di kawasan pesisir Lombok Tengah sesuai untuk diintegrasikan sebagai kawasan wisata pantai dengan mempertimbangkan kebijakan penataan permukiman nelayan berpendekatan “smart living’ sekaligus sebagai show window destinasi baru. Pemberdayaan nelayan kecil di Kabupaten Lombok Tengah dilakukan melalui pelibatan keluarga nelayan sebagai pelaku wisata langsung seperti pemanfaatan hasil tangkap dalam memenuhi kebutuhan kuliner. Pelibatan keluarga nelayan juga dalam berbagai aktivitas wisata seperti transportasi, guide tour,rumah makan dan restaurant. Aktivitas pendukung pengembangan wisata memerlukan pendampingan dan pemberdayaan yang bersifat intens, sehingga masyarakat nelayan mampu terlibat secara professional dalam mendukung kegiatan pariwisata.
Dinamika Pemanfaatan Ruang dan Konflik Tenurial di Kawasan Konservasi Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat Markum; Rosiady H. Sayuti; Sitti Hilyana; Galang Anugrah
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.3.445-455

Abstract

Much has been studied about the agrarian issues and its conflicts in Indonesia, but few of them have been explored in the context of small islands designated as a conservation areas. To fill the gap, this paper aims to analyze the dynamics of spatial utilization and tenurial conflict in the conservation area of Moyo Island, West Nusa Tenggara. Based on qualitative methods, the data was gathered through observation, in-depth interviews with 20 key informants, and secondary sources. This study reveals that spatial utilization practices on Moyo Island are problematic which has triggered a conflict as consequence. Forest areas have been openly and collectively encroached on by the local community to become agricultural land due to a lack of control by the local government as the authority. Meanwhile, extensive fishing practices and tourism activities are threatening the long-term viability of coral reefs in coastal areas. These difficulties are also intertwined with tenurial conflicts between local communities and Nature Conservation Agency of West Nusa Tenggara regarding land boundaries as well as the problem among local people and the private sector purchasing and selling property under the table. All in all, this study offers policy recommendations to resolve those problems on conservation area of Moyo Island.
KOLABORASI TRIPLE HELIX REHABILITASI MANGROVE DENGAN SISTEM SILVOFISHERY DI DESA PAREMAS LOMBOK TIMUR Eni Hidayati; Sitti Hilyana; Mahardika Rizqi Himawan; Saptono Waspodo; Sitti Latifah; Hardianty Hardianty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.12135

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode rehabilitasi mangrove yang dapat meningkatkan tutupan mangrove sekaligus memberikan pendapatan kepada masyarakat yaitu silvofishery. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah merehabilitasi lahan bekas tambak yang sudah tidak produktif dengan metode silvofishery di Desa Paremas, Lombok Timur. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata, Praktikum dan Praktik Kerja Lapang, tahapan kegiatan pengabdian yaitu (i) diskusi dengan pemerintah desa mengenai visi-misi Desa Paremas dan penentuan lokasi rehabilitasi, (ii) pengumpulan data dasar mengenai parameter lingkungan yang penting bagi pertumbuhan mangrove seperti durasi dan periode pasang-surut, salinitias, substrat, dan pH, (iii) penentuan jenis mangrove yang sesuai dengan parameter lingkungan, (iv) pembuatan desain silvofishery dan penanaman dan (v) monitoring semai mangrove. Rehabilitasi dilakukan di area bekas tambak seluas 4 hektar milik desa dengan jenis mangrove Rhizophora mucronata. Kegiatan ini menerapkan kolaborasi triple helix antara akademisi (Universitas Mataram), pemerintah (Pemerintah Desa Paremas) dan swasta (Yamamoto Lumber Forest, Co., Ltd). Akademisi berperan dalam penanaman, monitoring, dan penelitian, pemerintah berperan untuk memastikan status tenurial dan regulasi tata kelola silvofishery, dan swasta menyediakan dana untuk pembuatan tambak silvofishery serta bibit ikan/udang/kepiting. Evaluasi keberhasilan rehabilitasi dilakukan berdasarkan pertumbuhan tinggi dan persentase hidup semai mangrove. Persentase hidup bibit mangrove yang ditanam yaitu sekitar 80% dengan pertumbuhan semai rata-rata 10 cm dalam satu bulan. Kata kunci: rhizophora mucronata; tambak ramah lingkungan; wanamina. ABSTRACTOne method of mangrove rehabilitation that can increase mangrove cover while providing income to the community is silvofishery. The purpose of this community service activity is to rehabilitate abandoned fishponds that are no longer productive using the silvofishery method in Paremas Village, East Lombok. Through Community Service Lectures, Practicums and Field Work Practices, the stages of community service activities are (i) discussions with the village government regarding the vision and mission of Paremas Village and determination of rehabilitation locations, (ii) collection of basic data regarding environmental parameters that are important for mangrove growth such as duration and tidal period, salinity, substrate, and pH, (iii) determining mangrove species according to environmental parameters, (iv) making silvofishery designs and planting and (v) monitoring mangrove seedlings. Rehabilitation was carried out in abandoned fishpond area of 4 hectares belonging to the village with the Rhizophora mucronata mangrove species. This activity implements triple helix collaboration between academics (University of Mataram), government (Paremas Village Government) and the private sector (Yamamoto Lumber Forest, Co., Ltd). Academics play a role in planting, monitoring, and research, the government has a role in ensuring tenure status and regulation of silvofishery management, and the private sector provides funds for the construction of silvofishery ponds and fish/shrimp/crab seeds. Evaluation of the success of rehabilitation is carried out based on the height growth and survival rate of mangrove seedlings. The survival percentage of planted mangrove seedlings is around 80% with an average seedling growth of 10 cm in one month. Keywords: rhizophora mucronata; environmental-friendly pond; silvofishery
PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT-OBATAN DI KAWASAN PESISIR DAN PULAU KECIL Soraya Gigentika; Sitti Hilyana; Nurliah Nurliah; Ibadur Rahman; Edwin Jefri
Jurnal Pepadu Vol 3 No 3 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.434 KB)

Abstract

Tanaman obat seperti kunyit, temulawak, dan jahe berkhasiat untuk meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuh sehingga baik dikonsumsi guna mencegah berbagai penyakit atau pemeliharaan kesehatan, termasuk pemeliharaan kesehatan sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap terjangkitnya virus Covid-19. Selain itu, tanaman obat tersebut sangat mudah dibudidayakan, termasuk di lahan pekarangan rumah. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat di kawasan pesisir dan pulau kecil terhadap optimalisasi pekarangan rumah untuk ketersediaan obat-obatan keluarga, maka dilakukan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Gili Air Desa Gili Indah Kecamatan Pemanang Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat peserta penyuluhan karena dapat menambah pengetahuan tentang tanaman obat-obatan dan membangun sikap mental dan jiwa kewirausahaan.
Kelayakan Finansial pada Usaha Pengolahan Abon Ikan Skala Rumah Tangga di Kawasan Konservasi TWP Gili Matra, Kabupaten Lombok Utara Soraya Gigentika; Sitti Hilyana
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 8 No. 3 (2022): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.632 KB) | DOI: 10.29303/jseh.v8i3.134

Abstract

The large potential of fish resources and human resources in Gili Matra TWP is one of the opportunities that can be utilized by fish processing community groups in Gili Matra TWP. One of the fish processing groups in Gili Matra TWP is the Putri Bahari group which carries out business activities of processing shredded fish. In this study, a business feasibility study and investment feasibility will be carried out in a household-scale shredded fish processing business carried out by the Putri Bahari Group in the Gili Matra TWP area. Data collection in this study was carried out in Gili Air Hamlet, where the respondents were members of the Putri Bahari Group and fishermen in Gili Air Hamlet. Data analysis conducted in this study consisted of descriptive analysis, business analysis, and investment analysis. The results obtained in this study indicate that the fish floss processing business carried out by the Putri Bahari fish processing group is feasible to be carried out in the short term (for 1 year) and in the long term (for 15 years). Fish floss production activities will be carried out 2 times a week for 5 months during the medium fish season and 3 times a week for 5 months during the fish season. The net profit obtained from the shredded fish processing business is Rp 46,352,500. The results showed that the shredded fish processing business in TWP Gili Matra had an R/C value of 2.11; ROI value of 371.86%; PP value of 0.27 years or 3.23 months; NPV value of Rp 30,681,818; IRR value of 15.18%; and the Net B/C value of 15.77.
Rehabilitasi Terumbu Karang dengan Aplikasi Metode Web Spider dalam Mendukung Ekowisata di Desa Labuan Pandan Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur Edwin Jefri; Nurliah; Mahardika Rizqi Himawan; Ayu Adhita Damayanti; Wiwid Andriyani Lestariningsih; Sitti Hilyana; Sadikin Amir; Paryono; Saptono Waspodo; Soraya Gigentika; Ibadur Rahman; Chandrika Eka Larasati; Rhojim Wahyudi; Sholihati Lathifa Sakina; Lalu Ferdi Alfarisi Murdin; Nyoman Widi Artha Putra
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.120

Abstract

Desa Labuan Pandan merupakan desa wisata bahari dan berada di pesisir pantai timur pulau Lombok, garis pantai dengan pasir hitam yang bersih sepanjang 2 km, memiliki ekosistem terumbu karang dengan panjang paparan terumbu (reef flat) sekitar 100 m dari bibir pantai sampai daerah tubir, namun secara visual jika menggunakan alat snorkeling memperlihatkan sebagian besar kondisi terumbu karang di perairan dalam kondisi rusak. Ekosistem terumbu karang walaupun sudah rusak perlu pengeloaan yang serius seperti melakukan rehabilitasi ekosistem dengan teknik propagasi atau transplantasi karang dengan metode rangka web spider. Metode pelaksanaan terdiri dari dua tahapan yaitu penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan ini melibatkan Komunitas Pemuda Labuan Pandan Kreatif (KOMPAK) dan perangkat desa. Proses pelatihan melibatkan persiapan fasilitas, seleksi fragmen, penanaman transplan, dan pemantauan. Aktivitas ini menghasilkan dampak yang signifikan terhadap pemahaman masyarakat tentang metode transplantasi karang. Implementasi teknik rangka web spider menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan transplan yang dipengaruhi oleh pemilihan bibit yang tepat, penempatan transplan yang strategis, dan pemeliharaan rutin.
Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Pertumbuhan Berat Kepiting Bakau (Scylla serrata) Muhammad Najamuddin Sayuti; Sitti Hilyana; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i1.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan berat kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian menggunakan Rancangaan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan yaitu pemberian pakan 2 kali sehari (FI); pemberian pakan 1 kali sehari (FII); pemberian pakan 1 kali 2 hari (FIII); pemberian pakan 1 kali 3 hari (FIV). Data dianalisis dengan menggunakan Anova (P<0,05) dan uji-t. Bahan uji yang digunakan sebanyak 24 ekor kepiting yang dipelihara dengan sistem baterai didalam keranjang plastik berukuran 46 cm x 33 cm x 16,5 cm. Keranjang plastik dibagi menjadi dua bagian dengan cara memasang plastik sekat sebagai sekat dibagian tengahnya sehingga satu keranjang berisi 2 ekor kepiting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan 1 kali sehari menghasilkan pertumbuhan optimal, pertumbuhan nisbi, dan laju pertumbuhan spesifik yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan pemberian pakan 2 kali sehari, 1 kali 2 hari, dan 1 kali 3 hari. Analisis ragam menunjukkan bahwa setiap perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan nisbi dan laju pertumbuhan spesifik kepiting bakau (p>0,05).
Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) pada Bak Terkontrol Lakhsmi Dewi Paramaatman; Sitti Hilyana; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu media terhadap pertumbuhan nisbi dan laju pertumbuhan spesifik) kepiting bakau (Scylla serrata) pada bak terkontrol. Perlakuan suhu yang digunakan yaitu suhu 30oC, suhu 33oC, suhu 36oC, dan suhu ruang sebagai kontrol. Semua hewan uji pada perlakuan kontrol diberi perlakuan pemotongan kedua capit sedangkan pada tiga perlakuan lainnya tidak dilakukan pemotongan capit. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali ulangan secara individu. Dalam penelitian ini, hewan uji pada perlakuan suhu 36oC hanya mampu bertahan hidup selama 10-14 hari. Hasil analisis statistik (uji t) diperoleh bahwa peningkatan suhu media (30oC dan 33oC) tidak diikuti oleh perbedaan pertumbuhan nisbi dan laju pertumbuhan spesifik secara signifikan (p>0,05), namun demikian suhu 30oC cenderung memberikan respon pertumbuhan optimal yang lebih cepat dibandingkan dengan suhu 33oC dan perlakuan kontrol. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh suhu di bawah 30oC atau suhu di atas 36oC untuk melihat respon pertumbuhan kepiting bakau. Walaupun penggunaan suhu tinggi tidak memberi pengaruh yang nyata secara statistik, namun untuk mempercepat pencapaian pertumbuhan optimal sebaiknya pemeliharaan kepiting bakau dilakukan pada suhu 30oC.
Pengaruh Padat Tebar terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Abalon Dihibrid (Haliotis sp.) yang Dipelihara di Rakit Apung Imam Firdaus; Sitti Hilyana; Salnida Yuniarti Lumbessy
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i2.21

Abstract

Abalon (Haliotis sp) dihibrid merupakan salah satu jenis biota perairan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, tetapi hasil produksinya masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Salah satu upaya peningkatan produksi abalon adalah dengan pembenihan secara intensif melalui peningkatan padat tebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup (SR) abalon (Haliotis sp) dihibrid. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2012, yang berlokasi di Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok Sekotong Barat, Dusun Gili Genting, Kabupaten Lobar, Provinsi NTB. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan 4 perlakuan padat tebar yaitu 25, 50, 75, dan 100 ekor/m2, dengan lima kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan padat tebar tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup (SR) abalon (Haliotis sp.) dihibrid, namun berpengaruh terhadap jumlah pakan yang dikonsumsi (FI). Hasil rata-rata menunjukkan bahwa padat tebar 50 ekor/m2 memberikan pertumbuhan bobot mutlak serta kelangsungan hidup (SR) yang cenderung lebih tinggi dibandingkan pada padat tebar 25, 75 dan 100 ekor/m2, meskipun secara uji statistik nilai rata-ratanya tidak berbeda nyata