Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Perancangan Kawasan Ekowisata Embung Sendangtirto Kabupaten Sleman SETYOWATI, ENDANG; TISNAWATI, ENDAH
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 5 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Mei 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/31sgj329

Abstract

Kawasan Embung Sendangtirto yang terletak di Kalurahan Sendangtirto, Kabupaten Sleman saat ini telah berkembang menjadi tempat rekreasi warga setempat. Komposisi lansekap yang terdiri dari hamparan dataran dan badan air, kondisi udara yang masih segar serta kegiatan pertanian pada lahan sekitar merupakan beberapa potensi yang dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Oleh karena itu tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah merumuskan Strategi Perancangan Kawasan Embung Sendangtirto berdasarkan konsep ekowisata. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif, dengan analisis kualitatif. Strategi penerapan konsep ekowisata berdasar pada 3 (tiga) prinsip dasar, yaitu (1) upaya pelestarian lingkunga; (2) upaya pelestarian seni budaya lokal; dan (3) upaya pelibatan masyarakat lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Ekstrak Buah Alpukat (Persea Americana Mill) Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS Putri, Diva Fitriana; Setyowati, Endang; Sukoharjanti, Bintari Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19008

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kerusakan kulit, termasuk penuaan dini dan kanker kulit. Salah satu bahan alami yang berpotensi digunakan sebagai tabir surya adalah ekstrak alpukat, yang mengandung antioksidan dan asam lemak esensial. Buah alpukat memiliki kandungan flavonoid sebagai antiviral, antiinflamasi, antialergi, antioksidan, dan mmeiliki nutrisi yang tinggi seperti lemak sehat, serat, vitamin E, vitamin C dan kalium. Oleh karena itu, penting untuk menguji kemampuan ekstrak alpukat dalam memberikan perlindungan terhadap sinar UV, khususnya melalui pengukuran Sun Protection Factor (SPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF ekstrak alpukat menggunakan metode Spektrometri UV-Vis dengan perbandingan konsentrasi 5 ppm, 15 ppm, dan 25 ppm dengan rasio 1:2, dan melakukan pengujian terhadap ekstrak buah alpukat meliputi uji alkaloid, uji flavonoid, uji tanin, uji saponin. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji one way analysis of variance (ANOVA). Dengan kepercayaan 96% P (< 0,05). Hasil dari skrining fitokimia dinyatakan bahwa buah alpukat positif alkaloid dan fenol dan negatif flavpnoid, tanin, dan saponin. Penentuan nilai SPF memiliki beberapa kategori yaitu : minimal (2-4), sedang (4-8), maximal (8-15), ultra >15. Hasil yang didapatkan pada konsentrasi 5 ppm, 15 ppm, dan 25 ppm dapat dikategorikan minimal karena nilai absorbansi yang di dapat berturut-turut 3,0612±0,0308; 2,6308±0,0013; dan 3,0068±0,0008. Untuk ekstrak CV. X pada konsentrasi 5 ppm dan 15 ppm dikategorikan minimal dengan nilai absorbansi yang di dapat berturut-turut 2,0905±0,0021; 2,1255±0,0012 sedangkan pada konsentrasi 25 ppm dikategorikan sedang dengan nilai absorbansi 4,0493±0,0014. Ekstrak alpukat dari CV. X pada konsentrasi 25 ppm memiliki nilai SPF sebesar 4,0493, yang termasuk dalam kategori perlindungan sedang terhadap sinar ultraviolet. Hal ini menunjukkan bahwa pada konsentrasi tersebut, ekstrak alpukat memiliki potensi sebagai bahan alami tabir surya dengan efektivitas perlindungan yang cukup terhadap paparan sinar UV.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Obat Kumur (Mouthwash) Kombinasi Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Daun Sirih (Piper betle L.) sebagai Antiseptik Mulut Muntamah, Muntamah; Setyowati, Endang; Sukoharjanti, Bintari Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19062

Abstract

Formulasi dan evaluasi fisik sediaan obat kumur (mouthwash) ini dibuat dari kombinasi eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan daun sirih (Piper betle). Eceng gondok kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antibakteri, sedangkan daun sirih kaya akan eugenol, yang juga berfungsi sebagai antiseptik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi dan evaluasi fisik sediaan obat kumur kombinasi ekstrak eceng gondok dengan konsentrasi 5%, 15%, 30% dan daun sirih dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Penelitian ini menggunakan metode infundasi dan maserasi. Formula sediaan mouthwash kombinasi ekstrak Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) ini kemudian dilakukan pengujian mutu yang meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, kejernihan, uji viskositas dan uji tinggi busa. Hasil pengujian evaluasi fisik sediaan obat kumur untuk uji organoleptis F0 berwarna putih keruh, F1, F2, dan F3 berwarna kuning kecokelatan, berbentuk cair, dan memiliki bau khas mint. Uji homogenitas F0 tidak homogen, F1, F2, dan F3 homogen. Uji pH 6,15; 5,82; 5,71; 5.68. Uji kejernihan F0 tidak jernih, F1, F2 dan F3 jernih. Uji viskositas 6,0; 5,36; 6,2; 5,63. Uji tinggi busa 4 cm; 3 cm; 5 cm; 10 cm. Kesimpulan dari uji evaluasi fisik sediaan obat kumur kombinasi ekstrak eceng gondok dengan konsentrasi 5%, 15%, 30% dan daun sirih dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dinyatakan memenuhi persyaratan yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, kejernihan, uji viskositas, sedangkan uji tinggi busa F0 dan F1 yang memenuhi persyaratan. Berdasarkan penelitian dari ketiga hasil sediaan obat kumur yang paling baik yaitu F1 karena memenuhi semua syarat uji evaluasi fisik.
Analisis Kemometrika Kandungan Fitokimia Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bunga Asoka (Ixora Coccinea L.) Widiansyah, Risma Anindya; Setyowati, Endang; Khudzaifi, Muhammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20719

Abstract

Bunga asoka (Ixora coccinea L.) dikenal bukan hanya karena keindahanya, tetapi juga karena kandungan senyawa aktifnya seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan yang dapat berkontribusi terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemometrika antara kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak bunga asoka yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dan etil asetat. Kandungan flavonoid total diukur menggunakan kuersetin sebagai standar pembanding, sedangkan fenolik total menggunakan asam galat. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH pada konsentrasi 40, 60, 100, dan 120 ppm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung flavonoid total sebesar 4,267 ± 0,006 mgEK/mL dan fenolik total sebesar 6,227 ± 0,027 mgEAG/mL, lebih tinggi dibandingkan ekstrak etil asetat. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa nilai IC50 pada kuersetin yaitu sebesar 2,9495 ppm, ekstrak etanol 70% sebesar 32,589 ppm dan etil asetat sebesar 148,508 ppm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat tergolong aktivitas antioksidan kategori sedang dibanding dengan kuersetin dan ekstrak etanol 70% yang tergolong sangat kuat. Hasil analisis kemometrika menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki hubungan yang lebih kuat dengan aktivitas antioksidan dibandingkan ekstrak etil asetat. Kandungan fenolik total etanol membentuk korelasi positif dengan aktivitas antioksidan metode DPPH etanol. Hasil tersebut membuktikan bahwa pelarut etanol 70% lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa aktif dari bunga asoka yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan.
EFEKTIVITAS SEDIAAN KRIM EKSTRAK BUNGA SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L) SEBAGAI PENUMBUH RAMBUT PADA KELINCI NEW ZELAND Ashfa, Sayyidati Maulia; Setyowati, Endang; Sukoharjanti, Bintari Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20853

Abstract

Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) adalah tanaman banyak tumbuh di indonesia yang mengandung banyak senyawa aktif seperti Flavonoid, Saponin, dan asam amino yang sangat efektif untuk merangsang pertumbuhan rambut. Bagi wanita, rambut adalah mahkota, sedangkan bagi pria, rambut memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan diri. Kebotakan tetap menjadi masalah bagi setiap orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas tanaman bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) sebagai penumbuh rambut pada kelinci New Zealand. Metode : penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. penelitian ini, dibuat tiga formula krim dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Pelarut yang digunakan yaitu etanol 70% karena memiliki tingkat kepolaran yang sedang. Penelitian ini dilakukan pada empat ekor kelinci New Zealand yang diberi perlakuan selama 21 hari untuk menguji efektivitas krim Hibiscus rosa-sinensis L dalam pertumbuhan rambut. Kemanjuran pertumbuhan rambut diuji pada hari ke-7, 14, 21 dengan mengaplikasikan krim dua kali sehari. Hasil : pengujian Karakteristik fisikokimia sediaan krim uji organoleptis F0 berwarna putih kental, F1, F2, F3 berwarna merah bata; uji Homogenitas keempat sediaan memenuhi syarat atau homogen; uji pH semua sediaan memenuhi syarat. Untuk uji Aktivitas rata rata panjang rambut kelinci (mm) diperoleh kontrol negatif 4,69 mm ; F0 6,70 mm ; F1 7,68 mm ;F3 10,75 mm ; Kontrol positif 14,69 mm. Kesimpulan : pada pengujian Efektivitas sediaan krim ekstrak bunga sepatu sebagai pertumbuhan pada rambut dengan tiga formula krim pada konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% menunjukkan bahwa krim dengan konsentrasi yang lebih tinggi (F3) memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan panjang rambut, mencapai rata-rata 10,75 mm.
Juridical Review of Settlement Regulations : Naughty Debtors In Banking Law In Indonesia Setyowati, Endang; Ana Kadarningsih
International Journal of Law, Crime and Justice Vol. 1 No. 1 (2024): March : International Journal of Law, Crime and Justice
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijlcj.v1i1.97

Abstract

This research was motivated by several cases resulting from the actions of naughty debtors which caused significant losses for Indonesia. There is a legal vacuum in Law Number 10 of 1998 concerning Banking, making it difficult for law enforcers to determine criminal acts committed by naughty debtors. The problem formulation taken is how banking law in Indonesia is in the perspective of legal objective theory, and what is the juridical review of bad debtors in the banking law. This research uses a normative legal research approach with a theory and legal principles approach. Several things need to be reviewed due to the impact caused by Law Number 10 of 1998 concerning Banking, namely that there is an article that can only ensnare bank employees if there is some form of criminal liability. Apart from that, there is no clause that regulates criminal sanctions for bank employees who collude with debtors. Bank Indonesia can impose administrative sanctions, but this authority is not regulated expressly and unequivocally in the Banking Law. So that Bank Indonesia has the potential to abuse its authority in determining actions.    
Fetal Mummification in a Friesian Holstein Cow in West Bandung Regency: A Case Report Satrio, Faisal Amri; Aulia, Anis; Rasyida, Ghinna Aulia; Bari, Fathul; Septiyani, Septiyani; Setyowati, Endang
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 9, No. 2, JULY 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v9i2.45093

Abstract

This report describes a case of fetal mummification in a Friesian Holstein cow on a smallholder farm in Indonesia. The cow, in its second pregnancy at approximately four months of gestation, had exhibited vaginal discharge for about 10 hours before examination. Clinical inspection revealed a reddish-brown discharge from the vagina, and the cow was found in sternal recumbency. Per-vaginal palpation showed that the cervix was dilated to approximately a hand's width. The palpation also indicated the absence of fremitus, fetal movement, fetal reflexes, placentomes, and amniotic fluid. The fetus was palpable, dry, and firm. Management of the case involved the extraction of the fetus along with the placenta. Pathological findings included the absence of amniotic fluid, a reddish-brown placenta, and a dry fetus with fully developed and intact bones, which had a blood-like odor but was not foul-smelling. The post-treatment included intrauterine administration of Neo-Kotrimok® (four boluses) and an intramuscular injection of Vitol-140® (10 mL). The prognosis was classified as fausta-dubius. Based on anamnesis, clinical examination findings, and pathological findings, the cow was diagnosed with fetal mummification, a reproductive disorder affecting pregnancy.
Feasibility Study Analysis of the Citizenship E-Module for Indonesian Language and Literature Education Students: Reviewed from Material and Media Aspects Surahman, Harry; Setyowati, Endang
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10453

Abstract

This study aims to determine the feasibility of the material and media aspects of the Citizenship E-Module for Indonesian Language and Literature Education Students. This study is a development study of the Citizenship E-Module for Indonesian Language and Literature Education Students. The development of the Citizenship E-Module for Indonesian Language and Literature Education Students refers to the 4D model developed by Thiagarajan et al. (1974) which consists of 4 stages, namely Define, Design, Development, and Disseminate, modified to suit this study. This textbook was tested for feasibility by material and media experts. The instrument used was an expert validation instrument. Based on the results of the study, it can be concluded that the Citizenship E-Module for Indonesian Language and Literature Education Students is declared suitable for use as a Citizenship E-Module for Indonesian Language and Literature Education Students by material and media experts.
Peningkatan Pemahaman Siswa MA Darul Ulum Kota Semarang Mengenai Batas Usia Perkawinan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan Mukharom, Mukharom; Nuryanto, Ahmad Dwi; Triasih, Dharu; Setyowati, Endang
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v4i1.894

Abstract

Indonesia menempati posisi ke-2 di ASEAN dan ke-7 di dunia sebagai negara dengan angka perkawinan anak paling tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, 1 dari 9 perempuan usia 20-24 tahun (11%) menikah pada usia anak. Perkawinan anak pada ujungnya akan menghambat Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan uji materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, terkait batas usia perkawinan. MK menyatakan perbedaan batas usia perkawinan antara laki-laki dan perempuan menimbulkan diskriminasi. Pada Pasal 7 Ayat 1 Undang-Undang Perkawinan mengatur batas minimal usia perkawinan laki-laki adalah 19 tahun sementara perempuan adalah 16 tahun. MK memberi tenggat waktu tiga tahun bagi pembuat Undang-Undang melakukan perubahan tentang Undang-Undang Perkawinan terkait usia batas pernikahan bagi perempuan. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan membatasi usia perkawian menjadi 19 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Pengabdian kepada Masyarakat kali ini ditempatkan di MA Darul Ulum Kota Semarang dan terlaksana pada tanggal 22 November 2025. Adapun metodenya yaitu, ceramah, diskusi tanya jawab dan kuesioner pre dan postest. Tujuannya agar guru dapat memahami Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Dari data hasil yang telah diterima melalui kuisioner menunjukan bahwa para siswa banyak yang belum mengetahui tentang aturan terbaru tentang perkawinan. Sehingga sangatlah penting Pengabdian kepada masyarakat untuk terus dilaksanakan.
Hubungan Durasi Terapi Anti Tuberkulosis Kategori I Dengan Kejadian Hepatotoksisitas Pada Pasien Tuberkulosis Di Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Sunan Kudus Putri, Nabila Aulia; Setyowati, Endang; Arif, Fahrudin
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i2.116952

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis. Tingginya kasus penemuan penyakit TB baru menyebabkan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) mencakup isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid yang bersifat hepatotoksik semakin meningkat dan penggunaannya dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko kejadian hepatotoksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi terapi anti tuberkulosis kategori I dengan kejadian hepatotoksisitas pada pasien tuberkulosis di rawat jalan Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain case cohort yang bersifat Retrospektif, dilakukan pada bulan Januari - Desember 2025. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel total yaitu pada 14 pasien TB paru, dan pengumpulan data menggunakan data sekunder dari Rekam Medis pasien TB paru kategori I. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Spearman Rank dan uji Mann-Whitney U. Pola terapi yang diberikan pada pasien TBC paling banyak yaitu OAT KDT (isoniazid 150 mg, rifampisin 75 mg, pirazinamid 400 mg, dan etambutol 275 mg) pada fase intensif. Persentase kejadian hepatotoksisitas pada fase intensif hanya terjadi pada 1 pasien (9,1%) dan tidak terjadi hepatotoksisitas pada fase intensif dan lanjutan pada 13 pasien (90,9%). Hasil analisis menunjukkan nilai ρ value = 0,602 dan r = -0,145.