Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Jumlah Dosis Pemberian Opioid Dengan Waktu Pulih Sadar Pasien General Anestesi Di RSUD Cilacap Riu, Ayunita Ria Anggriani; Sebayang, Septian Mixrova; Novitasari, Dwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.17737

Abstract

Waktu pemulihan setelah general anestesi yaitu keadaan bagaimana obat keluar dari tubuh setelah pemberian dihentikan, yang disebut prinsip farmakokinetik. Selain itu, faktor lain yang memengaruhi pemulihan adalah cara obat bekerja dalam tubuh. Untuk mengetahui hubungan antara jumlah dosis pemberian opioid dengan waktu pulih sadar pada pasien general anestesi. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 98 responden. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden berada dalam kelompok usia 12-25 sebanyak 40 responden (40.8%) dan jenis kelamin responden yang paling banyak yaitu perempuan sebanyak 50 responden (51.0%) serta IMT kategori yang paling banyak adalah normal sebanyak 82 (92,9%). Pengunaan dosis dengan kategori yang paling banyak yaitu tepat sebanyak 81 responden (82,7%). Waktu pulih sadar pada pasien general anestesi di RSUD Cilacap dengan kategori terbanyak yaitu 5-30 menit sebanyak 81 responden (85,7%. Setelah dilakukan uji bivariat dengan metode spearman rho menunjukkan nilai 0.667 atau p > 0,05. Tidak ada hubungan antara jumlah dosis pemberian opioid dengan waktu pulih sadar pada pasien general.  
Hubungan Coping Dengan Kualitas Tidur Pre Operatif Pada Pasien General Anestesi di Ruang Bangsal RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Valentina, Aida Nur Dewi; Sebayang, Septian Mixrova; Yudono, Danang Tri
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 3 (2025): April 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15193449

Abstract

Patients often harbour concerns and fears regarding the surgical process during the preoperative phase, thus developing negative expectations of the final outcome of the procedure. This contributes to patients perceiving surgery as a significant source of excessive stress.Therefore, effective coping strategies are needed to deal with such stressful situations including maintaining a positive mindset, praying, trying to accept the problems that occur, and sharing experiences with others. Coping strategies can overcome poor sleep quality. Poor sleep quality can be caused by various factors, especially in the preoperative context in general anaesthesia patients. The purpose of this study was to determine the relationship between coping and preoperative sleep quality using general anaesthesia at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. This study used descriptive correlational method with cross sectional design . The instruments used are the WOC questionnaire (measuring coping) and PSQI (measuring sleep quality). Data analysis in this study used Spearman Rho. The results of this study showed that all respondents used the EFC coping strategy (Emotional Focused Coping) with a percentage value of 100% (85 people), most respondents had poor sleep quality with a percentage value of 81.2% (69 respondents), obtained the results of data analysis p= 0.017 with a significance level of 0.05. This value means p < Sig. which means there is a relationship, so there is a relationship between coping and preoperative sleep quality in general anaesthesia patients in the ward room.
Overview of Changes in Blood Pressure and PulsOverview of Changes in Blood Pressure and Pulse in Spinal Anesthesia Sectio Caesarea Patients at Banjarnegara Islamic Hospitale in Spinal Anesthesia Sectio Caesarea Patients at Banjarnegara Islamic Hospital Rahmannisa, Putri Haifa; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri; Suandika, Made
Java Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): July - October 2023
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v1i2.19

Abstract

Background: Hypotension is one of the complications that often occurs after induction of spinal anesthesia. This study aims to determine changes in blood pressure and pulse spinal anesthesia in sectio caesarea patients at Banjarnegara Islamic Hospital. Methods: This study used descriptive quantitative method with cross-sectional approach. This research was conducted in June 2023. The research sample was 44 respondents. The sampling technique was purposive sampling. This research instrument is by observing and recording the results of observations to the research observation sheet and matching observation data with medical records. Results: The results of this analysis showed a change in blood pressure and pulse, namely a decrease in blood pressure in the 15th minute on Systolic Blood Pressure as many as 17 people (38.6%) and Diastolic Blood Pressure as many as 15 people (34.1%). The pulse frequency before induction was predominantly normal as many as 36 respondents (81.8%) and when giving spinal anesthesia induction increased at minute 0 as many as 27 people (61.4%). Conclusion: blood pressure and pulse have changes when given spinal induction of anesthesia.
EDUKASI DAN PELATIHAN MANDIRI DETEKSI DINI PREEKLAMSIA MELALUI PEMERIKSAAN MEAN ARTERIAL PRESSURE PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TALUN CIREBON Medistiana, Serla Medistiana; Sebayang, Septian Mixrova; Ningrum, Ema Wahyu
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i3.13622

Abstract

Preeklamsia merupakan gangguan kehamilan yang terkait dengan hipertensi, dengan disertai proteinuria tinggi. Dengan salah satu penyebab terjadinya yaitu iskemik uteroplasenta. MAP sebagai salah satu pencegahannya bisa dilakukan dengan deteksi dini pemeriksaan MAP. Pemeriksaan MAP ini sangat mudah dilakukan dan bisa dilakukan secara mandiri oleh ibu hamil. Pemeriksaan MAP juga sangat penting karena dengan melakukan pemeriksaan secara teratur bagi Ibu hamil untuk mendeteksi dini preeklamsia sejak awal kehamilan sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius dan terjadi HELLP Syndrome. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan Ibu hamil tentang Preeklamsia dan perhitungan MAP untuk deteksi dini preeklamsia. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dan demonstrasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilakukan di Balai Desa Kecomberan kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Peserta yang hadir berjumlah 26 ibu hamil. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan preeklamsia dan kemampuan menghitung MAP. Luaran Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa booklet dan publikasi jurnal pengabdian kepada Masyarakat.
Faktor yang mempengaruhi hipotermia postoperatif pada pasien pembedahan elektif general anestesi Ibrahim, Rikhap; Sebayang, Septian Mixrova; Yanti, Linda
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1190

Abstract

Hipotermia pascaoperasi merupakan masalah klinis yang dapat memperburuk kondisi pasien, memperpanjang masa rawat inap, meningkatkan risiko komplikasi, dan menambah biaya perawatan. Meskipun prevalensinya cukup tinggi, masih terbatas penelitian yang meneliti faktor-faktor penyebabnya, terutama dalam konteks lokal dan operasi elektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipotermia pascaoperasi di RSUD Jatiwinangun Purwokerto, ditinjau dari variabel usia, jenis kelamin, lama operasi, indeks massa tubuh (IMT), status fisik ASA, jenis operasi, suhu ruangan, dan waktu transisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien yang menjalani operasi elektif dengan anestesi umum pada periode 2–27 Agustus 2023, dengan teknik total sampling sebanyak 65 pasien. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan pengukuran suhu tubuh di ruang pemulihan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama operasi, waktu transisi, status ASA, dan jenis operasi memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian hipotermia (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa keempat faktor tersebut berpengaruh terhadap terjadinya hipotermia pascaoperasi di RSUD Jatiwinangun.
Pengaruh Edukasi Virtual Room Tour Terhadap Kecemasan Pasien Pra Operasi Anestesi Regional Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Nurillahi, Intan Sebi; Sebayang, Septian Mixrova; Ningrum, Ema Wahyu
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1454

Abstract

Pasien yang akan menjalani pembedahan dengan anestesi regional sering kali mengalami kecemasan praoperasi, yang dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis mereka. Edukasi pasien merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat mengurangi kecemasan. Virtual room tour salah satu metode yang memberikan gambaran yang jelas tentang ruang operasi, proses anestesi, dan alur tindakan yang akan dijalani pasien, sehingga dapat mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan rasa nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi virtual room tour terhadap kecemasan praoperasi pada pasien yang akan menjalani anestesi regional. Metode penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 135 responden dengan teknik consecutive sampling. Kuesioner kecemasan yang digunakan the amsterdam preoperative anxiety and information scale (APPAIS). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan kecemasan yang signifikan setelah diberikan edukasi virtual room tour, dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Virtual room tour dalam penelitian ini terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan praoperasi pada pasien yang menjalani anestesi regional. Metode edukasi ini efektif digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kesiapan mental dan kenyamanan pasien sebelum menjalani prosedur operasi dengan anestesi regional berbasis audio-visual. Implikasi praktis: Penerapan edukasi virtual room tour instalasi bedah sentral dapat menjadi strategi edukatif yang mendukung tenaga kesehatan, khususnya perawat dan dokter anestesi, dalam meningkatkan kesiapan praoperasi serta kondisi mental pasien.
Gambaran Pengetahuan Dan Keterampilan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Tentang Pemeriksaan LEMON Pada Pra Anestesi Lyna Lyvia Br.Hutagaol; Sebayang, Septian Mixrova; Wahyu, Ema
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.335

Abstract

Background: The LEMON assessment serves as a reliable predictor to identify intubation difficulties in airway evaluation, neck mobility limitation being the most important factor associated with intubation challenges. The LEMON assessment is important for anesthesiology students to learn to be able to recognize potential difficulties when intubating, especially in patients with unexpected conditions. Objective: This study aims to determine the level of knowledge and skills of anesthesiology nursing students at Harapan Bangsa University about the LEMON assessment in pre-anesthesia. Method: This study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. Sampling was carried out using a proportionate simple random sampling technique, with a total of 68 respondents of anesthesiology nursing students level II. Data collection was carried out using questionnaires and OSCE checklist observations. Result: The results of this study showed that the average age of respondents was 19.63 years, the youngest age was 18 years old, and the oldest age was 22 years old. The majority of respondents were female, as many as 47 respondents (61.1%). The majority of students have good knowledge, as many as 45 respondents (66.2%), and skills categorized as skilled, as many as 57 respondents (83.8%). Conclution: The findings of this study indicate that the majority of students have good knowledge and skills in performing the LEMON assessment. keyword : Lemon Examination, Knowledge, Skills, Pra-anesthesia
Pengaruh Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pascaoperasi Urolithiasis Dengan Spinal Anestesi El Halawah, Futuh; Wibowo, Tophan Heri; Sebayang, Septian Mixrova
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1870

Abstract

Postoperative pain is a common problem in urolithiasis patients undergoing spinal anesthesia and may hinder recovery. Autogenic relaxation is a non-pharmacological method that can help reduce pain. This study aimed to examine the effect of autogenic relaxation on postoperative pain levels in urolithiasis patients with spinal anesthesia. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was applied. A total of 50 respondents were selected using accidental sampling and divided into an intervention group receiving autogenic relaxation and a control group receiving only education. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Results showed a significant reduction in pain in the intervention group (p=0.001), while no significant change was observed in the control group (p=1.000). Between-group analysis after the intervention revealed a significant difference (p=0.001). In conclusion, autogenic relaxation is effective in reducing postoperative pain among urolithiasis patients with spinal anesthesia and may serve as a complementary therapy in postoperative pain management.
Gambaran Nyeri Tenggorokan Pasca Operasi Pada Pasien Anestesi Umum Dengan Intubasi Endotrakeal Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Anggi Sofyan, Reza; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1879

Abstract

Nyeri tenggorokan pasca operasi (Post Operative Sore Throat atau POST) merupakan salah satu komplikasi yang paling umum terjadi setelah tindakan intubasi endotrakeal. POST akan menimbulkan odinofagia, rasa tidak nyaman atau gatal di tenggorokan, disfonia, serta disfagia.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran nyeri tenggorokan pada pasien anestesi umum dengan intubasi endotrakeal di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2025 dengan Teknik pegambilan sampel total sampling sebanyak 51 responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini mendeskripsikan masalah yang terjadi dengan pengumpulan data dilakukan bersamaan secara serentak dalam satu waktu antara faktor risiko dengan efeknya. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang mengalami nyeri sedang pada jenis kelamin perempuan 25 responden (49%), usia dewasa (>19-59 tahun) 33 responden (64,7%), ASA II 29 responden (56,9%), ukuran ETT 7.0 sejumlah 18 responden (35,3%), tekanan balon ETT >30cmH20 25 responden (49%), lama terintubasi >60 menit 26 responden (51%). Kesimpulan: secara keseluruhan jenis kelamin, usia, ASA, ukuran ETT, tekanan balon ETT, lama terintubasi mempengaruhi tingkat nyeri tenggorokan pasca operasi dengan intubasi endotrakeal tube.
Gambaran Post Operative Nausea and Vomiting Pada Pasien Sectio Caesarea Dengan Metode Enhanced Recovery Caesarean After Surgery Di RSUD Ajibarang Widiyastuti, Widiyastuti; Sebayang, Septian Mixrova; Hikmanti, Arlyana
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1894

Abstract

Caesarean delivery has complications, one of which is Post Operative Nausea and Vomiting (PONV). Over time, new methods have been applied to reduce PONV complications, using the Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) method. This study aims to describe the occurrence of Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) in patients undergoing Caesarean Section (CS) delivery at Ajibarang Regional General Hospital. The research design is a descriptive study with a cross-sectional approach, involving 83 patients selected by purposive sampling according to inclusion criteria. The research instrument used the RINVR observation sheet, and data were collected from primary and secondary sources, then analyzed univariately. The results showed that the majority of patients were aged 26-35 years (45.8%), had no history of PONV or motion sickness (69.9%), fasted less than 6 hours (91.6%), and most patients underwent surgery lasting 1 hour (62.7%). Additionally, most patients experienced PONV symptoms that were mild (10.8%), with no moderate, severe, or very severe symptoms found. This study concludes that the application of the ERACS method at Ajibarang Regional General Hospital is proven effective in minimizing the incidence and severity of PONV in CS patients, with most patients experiencing no PONV or only mild symptoms (10.8%).