Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prologia

Analisis Semiotika Representasi Keluarga Ideal Dalam Iklan Layanan Masyarakat Di Majalah Colours Zeny Zeny; Suzy S. Azeharie
Prologia Vol 1, No 2 (2017): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v1i2.2001

Abstract

Di majalah kerap ditemui iklan layanan masyarakat yang ditujukan untuk publik dengan menampilkan gambar yang terdiri dari ayah, ibu dan sepasang anak laki-laki dan perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti representasi keluarga ideal dalam iklan layanan masyarakat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di majalah Colours edisi Juli 2017. Penulis akan mejabarkan dengan analisis semiotika yang juga dilihat dari sudut pandang agama dan budaya tertentu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi massa, iklan, iklan layanan masyarakat, majalah, semiotika Roland Barthes, budaya, agama dan representasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif secara deskriptif. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil analisa semiotika Roland Barthes yang terdiri dari denotasi, konotasi dan mitos serta wawancara mendalam dengan narasumber.
Studi Komparasi Konten Tiktok Dokter Tentang Kesehatan (Analisis Konten Tiktok Dokter @tirtacipeng dan @farhanzubedi) Indrawan, Sanrio; Azeharie, Suzy
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15578

Abstract

With the growing use of technology and social media today. Health professionals also take this opportunity to use the TikTok application as a forum for delivering information about health. Of the various doctors who use TikTok as a channel for disseminating information, there are characteristics or differences of each in the way the information is delivered in the form of content. Therefore, this study wants to examine how the differences in the delivery of messages made between @tirtacipeng and @farhanzubedi in the form of content related to health content. The purpose of the study was to find out the difference in content delivered by doctor Tirta and doctor Farhan Zubedi through a TikTok account. This research was conducted with a qualitative descriptive approach using AIDA theory, through content observation, literature study, and documentation as well as interviews with a doctor's justifier to clarify the truth. The results found that doctor Farhan's content attracts more attention and also gets more responses, compared to Tirta's doctor's content. The main difference can be seen from the delivery of information used by Doctor Farhan dominantly using audiovisual or the use of images with the concept of storytelling to illustrate the situation in accordance with the information being conveyed, while Doctor Tirta is more dominant using verbal in explaining the information and presenting journals, articles, or doctor's references as a reference. proof of the validity of the information. Dengan berkembangnya penggunaan teknologi dan media sosial saat ini. Tenaga ahli kesehatan pun menggunakan kesempatan ini untuk menggunakan aplikasi TikTok sebagai wadah penyampaian informasi tentang kesehatan. Dari berbagai dokter yang menggunakan TikTok sebagai saluran penyebaran informasi, terdapat karakteristik atau perbedaan masing-masing pada cara penyampaian informasinya yang dikemas dalam bentuk konten. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengkaji bagaimana perbedaan penyampaian pesan yang dibuat antara @tirtacipeng dan @farhanzubedi dalam bentuk konten terkait konten kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan konten yang disampaikan oleh dokter Tirta dan dokter Farhan Zubedi melalui akun TikTok. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori AIDA, melalui observasi konten, studi pustaka, dan dokumentasi serta wawancara dengan justifikator seorang dokter untuk mengklarifikasi kebenarannya. Hasil yang ditemukan adalah konten dokter Farhan lebih menarik perhatian dan juga lebih mendapatkan banyak respon, dibandingkan dengan konten dokter Tirta. Perbedaan utamanya terlihat dari penyampaian informasi yang digunakan oleh dokter Farhan dominan menggunakan audiovisual atau penggunaan gambar dengan konsep storytelling untuk mengilustrasikan keadaan sesuai dengan informasi yang sedang disampaikan, sedangkan dokter Tirta lebih dominan menggunakan verbal dalam menjelaskan informasinya serta menyajikan jurnal, artikel, atau referensi dokter sebagai bukti kevalidan informasinya.
Pengaplikasian Strategi dan Teknik Komunikasi Persuasif pada Live Shopping TikTok Vimala Yanthi, Valencia; Azeharie, Suzy
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27656

Abstract

The Covid-19 pandemic has demanded society to adapt to online activities, including economic ones. Electronic commerce (e-commerce) has become a crucial aspect in sustaining economic activities, allowing them to continue even in an online setting.. The utilization of e-commerce has become so popular that it prompted TikTok to introduce features such as TikTok Shop and TikTok Live. These features are used for real-time online buying and selling activities, commonly known as live shopping. The account @louissescarlettfamily engages in live shopping and has successfully set a record for the highest product sales in Southeast Asia. This research aims to understand the persuasive communication strategies and techniques employed by the @louissescarlettfamily account during TikTok live shopping. The study utilizes a qualitative approach and a case study method, drawing on DeFleur and Ball-Rokeach's theory of persuasive communication strategies and Howell's theory of persuasive communication techniques. The findings indicate that the @louissescarlettfamily account employs psychodynamic and meaning construction strategies. The account uses five techniques during TikTok live shopping: transfer, putting it up to you, bandwagon, say it with flowers, and reassurance. Additionally, the research reveals the application of coercive communication by emphasizing time constraints to create urgency and expedite purchase decisions. Pandemi Covid-19 menuntut masyarakat untuk beradaptasi dengan kegiatan secara daring, salah satunya kegiatan ekonomi. Perdagangan elektronik (e-commerce) menjadi aspek penting dalam menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi sehingga memungkinkannya tetap berjalan bahkan secara daring. Pemanfaatan e-commerce sangat populer di masyarakat Indonesia sehingga mendorong platform TikTok untuk menghadirkan fitur-fitur seperti Tiktok Shop dan TikTok Live. Kedua fitur ini digunakan untuk kegiatan jual beli online secara real time, yang biasa dikenal dengan live shopping. Akun @louissescarlettfamily aktif melakukan live shopping dan berhasil mencatat rekor penjualan produk terbanyak se-Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan teknik komunikasi persuasif yang dilakukan akun @louissescarlettfamily pada live shopping di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, dengan merujuk pada teori strategi komunikasi persuasif oleh DeFleur dan Ball-Rokeach dan teori teknik komunikasi persuasif oleh Howell. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa akun @louissescarlettfamily menerapkan strategi psikodinamika dan the meaning construction. Akun tersebut menggunakan lima teknik yaitu teknik transfer, putting it up to you, bandwagon, say it with flowers, dan reassurance pada live shopping di TikTok. Selain itu, peneliti juga menemukan adanya penerapan komunikasi koersif dengan menekankan pada keterbatasan waktu untuk menciptakan urgensi dan mempercepat keputusan pembelian.
Co-Authors Adinda, Sheren Aldo Aldo Alma Syafiera Anastasia Cahyadi Anastasia Putri Yuniarti Anastasya, Nikita Andilia, Marcella Andy Andy Antony Antony Audrey Andrea Hastan Aulia, Shabila Aureliya Ramadhanti Bernica Irnadianis Ifada Calvin Calvin Chang, Keith Prasethio Chaterine Setiawan Chintia Oktavia Christa, Vanessa Christina Derio, Calvin Dhea Marianti Elvina Marcella Wijaya Enjelly, Enjelly Eric Eric Erlina Sebastian Fatinah Ghiyats Femisyah, Jazzy Tiara Fenika Fenika Fernando, Luis Fitria Ferliana Suryadi Garry Rykiel Helena Helena, Helena Hutama, Victor Huwae, Marchantia Putri Nesya Ian Handani Indrawan, Sanrio Intan Puspitasari Irena, Lydia Irvan Andress Anthony Jeceline Jeceline Jessica Gunawan Jessica Halim Juandi Rusdianto Kambey, Alannys Zefanya Karn Bell Kezia Natalia Sjofjan Leonardo Leonardo Mailinda Mailinda Marcella, Shellie Margareth, Hanna Marlene Sandra Mckanzie, Yoel Mela Cristanty Melina Melina Michael Stefanus Micheal Micheal Mikael Rainer Anggiprana Monica Veronica Muhammad Adi Pribadi Muljono, Andreas Putra Nathania, Metta Nelly Nelly Nigar Pandrianto Nissi, Keizah Noho, Nabir I.B. Novalia Novalia Nurkholis Majid Nurul Khotimah Olivia Junifer Cendana Paramita, Sinta Prameswari, Darlyss Charolina Eva Ratna Sari Puspa Rendy Reynaldo Rezasyah, Teuku Rini Oktaviani Rizki Tanto Wijaya Rizkiana, Talenta Rocki Prasetya Suharso Sandinatha, Alvina Oeyta Shani Dwi Putri Sheren Millennia Wijaya Solagracia, Andreas Stella Sonia Stella Stella Sthevani, Kezia Sukendro, Gregorius Genep Susanto, Veren Tania Tania Theonaldy, Kriston Thommy Thorina, Jenifer Vanessa Junaidi Vanny Novella Vicktor Fadi Vimala Yanthi, Valencia Viona viona, Viona Wensi Wensi Wicaksono, Raihan Zahran Willen Tifvany Wilson Wilson Winardi Aldrian Winoto, Jessica Vallery Wiryana, Febiola Wulan Purnama Sari Yoedtadi, Muhammad Gafar Yola Nahria Mufida Yuliana Yuliana Zeny Zeny