Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Koneksi

Peran Youtuber dengan Penonton dalam Menjalankan Gaya Hidup Sehat New Normal (Studi Kasus Youtuber Shiely Venessa) Jesvanny Jesvanny; Riris Loisa; Sisca Aulia
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10538

Abstract

The development in the 4.0 industrial revolution resulted in the internet developing rapidly, so that the application of technology has spread throughout all sectors. This was coupled with the Covid-19 pandemic, and made changes in the pattern of people's lives in Indonesia which led to an increase in internet users in Indonesia to 175.4 million million or it can be said that 50 % of the total population of Indonesia. And the social media that is in the spotlight is Youtube so it is used in this study. The purpose of this study is to determine whether there is a role for Youtuber and the audience in carrying out a new normal healthy lifestyle. The research method used in this research is qualitative with data collection techniques in the form of observation and interviews with YouTubers and Subscribers, and with the aim of knowing whether there is a Youtuber role with the audience in carrying out a new normal healthy lifestyle. The results of the study show that YouTubers are very interested in creating content about this new normal healthy lifestyle and Subscribers and Viewers provide good comments and responses with new normal healthy lifestyle content.Perkembangan dalam revolusi industri 4.0 mengakibatkan internet berkembang dengan pesat, hingga penerapan teknologi pun telah menyebar di seluruh sektor. Hal ini ditambah dengan pandemi Covid-19 yang membuat perubahan dalam pola hidup masyarakat Indonesia. Pengguna internet di Indonesia melonjak hingga 175,4 juta jiwa atau dapat dikatakan 50% dari total penduduk Indonesia. Penggunaan media sosial juga melonjak salah satunya Youtube. Penelitian ini ingin mengetahui ada tidaknya peran youtuber dengan penonton dalam menjalankan gaya hidup sehat new normal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan youtuber dan pelanggan (subscriber), dan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya peran youtuber dengan penonton dalam menjalankan gaya hidup sehat new normal. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa para youtuber sangat tertarik untuk membuat konten tentang gaya hidup sehat new normal, subscriber dan penonton (viewer) memberikan komentar dan tanggapan yang baik dengan konten gaya hidup sehat new normal.
Penggunaan Media Sosial Tinder dan Fenomena Pergaulan Bebas di Indonesia Cervia Ferdiana; Eko Harry Susanto; Sisca Aulia
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6622

Abstract

Tinder is an online dating social media that is used by the majority of young people. The presence of Tinder at the moment, has an unconscious influence on daily life. The existence of Tinder can help someone to find a friend or life partner. However, now there is a phenomenon of the function of social media online dating that is misused by the public. The purpose of this study is to find out the shift in function of social media Tinder, the choice of social media Tinder as medium to find promiscuity friends, and an increase in promiscuity among young Indonesians using social media Tinder. This study is a qualitative study with phenomenological methods. Data collection techniques in this study were in-depth interviews, participant observation, literature and the online data article. The results of this study are that there is an increase in promiscuity among young people in Indonesia using social media dating online Tinder because the majority of Tinder users has an open mindset then has high curiosity of something that has never been felt, and last because the environmental factors that support the individual to enter promiscuity. Tinder merupakan media sosial kencan daring yang digunakan mayoritas kalangan anak muda. Media sosial kencan daring Tinder dapat membantu seseorang untuk menemukan teman ataupun pasangan hidup. Namun, kini muncul fenomena fungsi media sosial kencan daring Tinder yang disalahgunakan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui adanya pergeseran fungsi dari media sosial Tinder, pemilihan media sosial Tinder sebagai sarana untuk mencari teman pergaulan bebas, dan adanya peningkatan pergaulan bebas yang terdapat di kalangan anak muda Indonesia menggunakan media sosial Tinder. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipan, studi pustaka dan juga penelusuran data secara daring. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat adanya peningkatan pergaulan bebas di kalangan anak muda Indonesia dengan menggunakan media sosial kencan daring Tinder. Hal ini karena mayoritas pengguna Tinder mempunyai pemahaman atau pola pikir yang terbuka, rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi untuk mencoba sesuatu yang baru, dan faktor lingkungan yang mendukung individu untuk memasuki pergaulan bebas.
Komunikasi Antarpribadi Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Anak Berkebutuhan Khusus Mustika, Yolanda Aileen; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21614

Abstract

Communication that occurs between parents and children is the biggest factor that has the potential to have a major influence on the progress of children's learning achievements. Interpersonal communication is a type of communication in which everyone exchanges feelings, thoughts, emotions and other information directly. Communication is an interactive process that is needed by everyone. But in reality, not all communication runs effectively because of various obstacles in conveying messages, especially if the communicant in the communication process is a child with special needs. Establishing a communication process with children with special needs requires skills, especially for parents to communicate. One way to communicate with children with special needs is to apply an interpersonal communication model. This research has a goal focus to find out what kind of interpersonal communication is given by parents who have children with special needs, to instill confidence in achieving an achievement. The method applied in this research is a descriptive and qualitative research method. Parents with children who have special needs (Deaf Friends) with minimum achievements at the district level as research subjects. The results of this study prove that the subject effectively applies interpersonal communication to encourage high achieving children. Efforts have been made by parents to maximize interpersonal communication with children with special needs to develop their abilities, namely by implementing interpersonal communication as much as possible so that it has an effect on attitudes of openness, empathy, supportive, and positive behavior, similarities and methods of self-development such as training methods and increase self-confidence in children. Komunikasi yang terjadi antar orang tua dan anak merupakan faktor terbesar yang berpotensial memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan prestasi belajar anak. Komunikasi interpersonal merupakan jenis komunikasi dimana setiap orang bertukar perasaan, pikiran, emosi, dan informasi lainnya secara langsung. Komunikasi merupakan proses interaktif yang dibutuhkan oleh setiap orang. Namun pada kenyataannya, tidak semua komunikasi berjalan efektif karena berbagai hambatan dalam menyampaikan pesan, terutama jika komunikan dalam proses komunikasi tersebut adalah anak berkebutuhan khusus. Menjalin proses komunikasi dengan anak berkebutuhan khusus memerlukan keterampilan, khususnya bagi orang tua untuk berkomunikasi. Salah satu caranya untuk berkomunikasi dengan anak berkebutuhan khusus adalah dengan menerapkan model komunikasi interpersonal. Penelitian ini memiliki fokus tujuan untuk mengetahui komunikasi antarpribadi seperti apa yang diberikan para orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus, untuk menanamkan rasa percaya diri dalam meraih sebuah prestasi. Metode yang diaplikasikan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dan kualitatif. Orang tua dengan anak yang memiliki kebutuhan khusus (Teman Tuli) dengan prestasi minimal tingkat kabupaten selaku subjek penelitian. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa subjek efektif menerapkan komunikasi antarpribadi untuk mendorong anak berprestasi. Usaha yang telah dilakukan oleh orang tua demi memaksimalkan komunikasi antarpribadi dengan anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemampuan dirinya, yaitu dengan menerapkan komunikasi antarpribadi semaksimal mungkin sehingga berefek kepada sikap terbukaan, empati, supportive, dan berperilaku positif, kesamaan dan metode pengembangan diri seperti metode pelatihan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam diri anak-anak.
Komunikasi Love Language Anak Autisme dengan Orang Tua Krisjanto Kusuma, Angelina Maria; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27596

Abstract

The concept of Love Language serves as a foundation for understanding how children with special needs, specifically those with autism, communicate affection towards their parents and vice versa. Autism, as a genetic syndrome, often poses challenges to family dynamics, particularly in communication and expressing love towards family members due to the communication impairments associated with autism. The aim of this research is to examine how Love Language communication occurs between children with autism and their parents. Interpersonal Communication serves as the theoretical basis to explore how the Five Love Languages form the basis of communication in expressing affection between autistic children and their parents. The applied research methodology is qualitative and descriptive. Data collection involves interviews with families having a first-level autistic child and observations of interaction patterns between autistic children and their parents. The analysis of Love Language is used to understand the communication of affection between autistic children and their parents. The results indicate that the most commonly used Love Languages from children to parents are Quality Time (spending time together) and Physical Touch (physical contact). On the other hand, parents' Love Languages towards their autistic children include Acts of Service (providing assistance) and Quality Time (spending time together). Konsep Love Language menjadi landasan untuk memahami bagaimana cara komunikasi anak berkebutuhan khusus autisme dalam mengekspresikan kasih sayang anak kepada orang tua mereka dan juga sebaliknya. Autisme sebagai sindrom genetik sering menjadi tantangan dinamika keluarga dalam berkomunikasi terutama dalam mengekspresikan kasih sayang kepada anggota keluarga dikarenakan autisme sendiri merupakan sebuah gangguan anak dalam kemampuan berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana komunikasi Love Language dari anak berkebutuhan khusus autisme dengan orang tua mereka. Komunikasi Interpersonal menjadi landasan teori untuk mengeksplorasi bagaimana Five Love Languages menjadi sebuah dasar komunikasi dalam mengekspresikan kasih sayang antara anak autisme kepada orang tua dan sebaliknya. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, di mana pengumpulan data menggunakan teknik wawancara kepada keluarga yang memiliki anak autisme tingkat satu dan melakukan observasi kepada pola interaksi antara anak autisme dengan orang tuanya. Dari hasil penelitian ini analisis Love Language digunakan sebagai komunikasi pengekspresian kasih sayang antara anak autisme dengan orang tua. Dari anak kepada orang tua yang paling digunakan adalah Quality Time atau menghabiskan waktu bersama dan Physical Touch atau pemberian sentuhan, sedangkan love language yang digunakan dari orang tua dengan anak autisme adalah Act of service atau memberikan pelayanan dan Quality Time atau menghabiskan waktu bersama.
Analisis Semiotika Representasi Penyintas Pelecehan Seksual Film Like & Share Rinaldi, Keyza Baby; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.27603

Abstract

The film "Like & Share" is a teenage drama film from Indonesia. The movie narrates the experiences of two friends named Lisa, portrayed by Aurora Ribero, and Sarah, portrayed by Arawinda, as they navigate through their lives and explore their sexuality together. However, the two of them experienced many obstacles in their friendship and also in their traumatic romance. Sarah, who is in a relationship with Devan, experiences sexual thoughts carried out by her boyfriend. In this study, qualitative methods are employed, utilizing John Fiske's semiotic analysis techniques to investigate, scrutinize, and explore the degrees of reality, representation, and ideology in the film Like & Share. The film Like & Share shows acts of sexual violence and what the survivors did in dealing with this problem with persuasive communication so that the victim made peace with the situation by giving a peace statement, but Sarah, as the perpetrator of the sexual disclosure, did not want to embrace it and Sarah took revenge accompanied by her best friend. Lisa. Film “Like & Share” merupakan film drama remaja yang berasal dari Indonesia, film ini berkisah tentang dua orang sahabat bernama Lisa yang diperankan oleh Aurora Ribero dan Sarah yang diperankan oleh Arawinda yang sedang mengeksplorasi kehidupan dan seksualitas mereka bersama. Tetapi banyak rintangan yang mereka berdua alami dalam persahabatan dan juga dalam percintaan yang traumatis. Sarah yang tengah menjalin hubungannya dengan Devan mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis semiotika John Fiske guna mengetahui, menelaah, dan mendalami level realitas, level representasi, dan level ideologi dalam film Like & Share. Film Like & Share memperlihatkan tindakan pelaku kekerasan seksual dan apa yang dilakukan oleh penyintasnya dalam menghadapi masalah ini dengan komunikasi persuasif agar korban berdamai dengan keadaan tersebut dengan memberikan surat pernyataan damai namun Sarah sebagai penyintas pelecehan seksual tersebut tidak mau menerimanya dan Sarah membalas dendamnya ditemani oleh sahabatnya Lisa. 
Personal Branding Dancer Laki-laki di Media Sosial TikTok Teodorus, Reynald Adril; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.27783

Abstract

A dancer, regardless of gender, must do personal branding on social media. This research wants to know the strategies male dancers use in building personal branding and the impact of personal branding on male dancers' career opportunities. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection methods are interviews, observation, literature study, and documentation. The results show the strategies used by male dancers in this study when building personal branding, namely being consistent and committed to maintaining quality, collaborating with brands, and uploading content on accounts regularly. Personal branding built through social media can open career opportunities such as dancer content creators. Seorang penari atau dancer, terlepas dari gender, perlu melakukan personal branding di media sosial. Penelitian ini ingin mengetahui strategi yang digunakan dancer laki-laki dalam membangun personal branding dan mengetahui dampak personal branding terhadap peluang karir dancer laki-laki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil menunjukkan strategi yang digunakan dancer laki-laki pada penelitian ini saat membangun personal branding yakni konsisten dan berkomitmen menjaga kualitas, berkomitmen terhadap brand yang bekerjasama, mengunggah konten pada akun secara berkala. Personal branding yang dibangun melalui media sosial bahkan mampu membuka peluang karir seperti dancer content creator. 
Pengaruh Minat terhadap Kepuasan Khalayak (Studi pada Podcast PodHub di Kanal YouTube Deddy Corbuzier) Meicella, Fioren; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33283

Abstract

Podcasts, with their on-demand nature, are a popular form of new media among Generation Z. Accessible via platforms like YouTube in audio-visual format, podcasts attract audiences with engaging and relevant content. One notable example is PodHub, a segment of Deddy Corbuzier's Close The Door podcast, hosted by Deddy Corbuzier and Vidi Aldiano. This research investigates the influence of audience interest on satisfaction with the PodHub podcast.Using the Uses and Gratification theory, the study applies a quantitative approach with purposive sampling and a questionnaire for data collection. The sample includes Generation Z individuals residing in Jakarta, aged 12–27, who actively listen to PodHub. The results reveal a strong positive relationship between interest and satisfaction. The correlation coefficient is 0.862, indicating a very high correlation, while the determination value of 74.4% confirms that interest significantly affects satisfaction. These findings highlight that relevant content, combined with an engaging communication style, enhances the audience’s experience. Interest plays a critical role in shaping audience satisfaction, demonstrating its importance in media consumption patterns. The research underscores how PodHub successfully meets the needs of its audience, emphasizing the potential of podcasts as a medium for delivering satisfying and meaningful content. Podcast dalam bentuk audio visual melalui saluran YouTube semakin banyak digemari khalayak. Salah satu contoh podcast yang populer di Indonesia adalah PodHub, bagian dari podcast Close The Door milik selebritis Deddy Corbuzier. Podcast ini dipandu oleh Corbuzier dan penyanyi Indonesia, Vidi Aldiano. Penelitian ini akan mengukur pengaruh minat terhadap kepuasan khalayak terhadap podcast PodHub. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification dengan pendekatan kuantitatif. Dengan teknik purposive sampling peneliti menyebarkan kuesioner dengan sampel generasi Z dengan rentang usia 12- 27 tahun berdomisili Jakarta.  Penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif antara variabel dengan hasil uji koefisien korelasi menunjukkan nilai 0,862, artinya korelasi kedua variabel tersebut sangat tinggi. Nilai determinasi sebesar 74,4% menunjukkan adanya pengaruh antara variabel minat terhadap variabel kepuasan khalayak. Ketertarikan pada konten yang relevan, dan gaya komunikasi yang menarik mampu menciptakan pengalaman memuaskan bagi pendengar podcast PodHub. 
Analisis Semiotika Representasi Budaya dalam Film "Agak Laen” Maulana, Azzahra Putri; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 9 No. 1 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i1.33499

Abstract

Film as a communication medium in shaping public opinion, spreading values, and preserving culture. This study focuses on the role of film as a mass communication medium that is able to convey moral messages and social values. This study uses a descriptive qualitative method with Roland Barthes' semiotic theory to analyze signs and symbols in the film Agak Laen. This study analyzes how the film Agak Laen reflects the shift in Batak cultural values ​​in the context of modern society, although the film Agak Laen does not focus on indications of Batak culture. By focusing on the philosophy of Dalihan Na Tolu, this study examines how these traditional values ​​adapt to changing times. The results of the study show that this film presents a complex picture of the Batak cultural identity that continues to develop. In addition, the film Agak Laen shows a form of self-criticism for the government through the symbol of the night market. This is considered a representation of the government's lack of attention to local businesses and it is hoped that through this social criticism the government can pay attention to how local businesses that provide jobs for the lower classes can continue to operate. Film sebagai media komunikasi dalam membentuk opini publik, menyebarkan nilai-nilai, dan melestarikan budaya. Penelitian ini berfokus pada peran film sebagai media komunikasi massa yang mampu menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori semiotika Roland Barthes untuk menganalisis tanda dan simbol dalam film berjudul “Agak Laen”. Penelitian ini menganalisis bagaimana film “Agak Laen” merefleksikan pergeseran nilai-nilai budaya Batak dalam konteks masyarakat modern. Meskipun film “Agak Laen” tidak fokus pada indikasi kebudayaan Batak, dengan fokus pada falsafah Dalihan Na Tolu, penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai tradisional ini beradaptasi dengan perubahan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menyajikan gambaran yang kompleks tentang identitas budaya Batak yang terus berkembang. Selain itu film “Agak Laen” menunjukkan sebuah bentuk otokritik untuk pemerintah melalui simbol pasar malam. Hal tersebut dianggap sebagai representasi dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap usaha-usaha lokal dan diharapkan melalui kritik sosial tersebut pemerintah dapat memperhatikan bagaimana usaha-usaha lokal yang menjadi lapangan pekerjaan untuk masyarakat kecil bisa tetap beroperasi.
Analisis Komunikasi Kelompok Adi and Friends Organizer Menggunakan Teori Leader-Member Exchange (Studi Pada Pernikahan Klien) Sissy, Cecilia; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33330

Abstract

The wedding organizer builds a work team to organize and ensure the event runs smoothly according to the agreement in the planning process. Smoothness of group communication, there is a good team dynamic, when a group is a whole unit and is not separated from each other, so that it influences each other. This research uses the Leader-Member Exchange theory and the concept of group communication in Wedding organizing. This research also aims to know the group communication process, obstacles, and barriers of the Adi and Friends Organizer team. The subjects of this research are Adi and Friends Organizer, and the object of research is their group communication. The results of the research showed that comfort in the work grew from the comfort of the family atmosphere and understanding the requests and needs at wedding events to achieve client loyalty or satisfaction. This research found that obstacles are sudden changes that affect time and communication tools, also, the crew's communication experience was not good in using words that caused miscommunication and misinformation. The management barriers included a lack of understanding of the wedding organizer's sense of responsibility and work culture. Wedding organizer membentuk tim kerja untuk mengatur dan memastikan acara berjalan dengan baik sesuai kesepakatan dalam proses perencanaan. Kelancaran komunikasi kelompok terdapat dinamika tim yang bagus, yaitu ketika sebuah kelompok sebagai kesatuan yang utuh dan tidak terlepas satu sama lain sehingga saling mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan teori Leader-Member Exchange dan menggunakan konsep komunikasi kelompok dan wedding organizer. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi kelompok, kendala, dan hambatan tim Adi and Friends Organizer. Subjek penelitian ini adalah Adi and Friends Organizer dan objek penelitian adalah komunikasi kelompok Adi and Friends Organizer. Hasil penelitian menunjukan bahwa kenyamanan dalam lingkungan kerja tumbuh karena rasa solidaritas dari suasana kekeluargaan yang diberikan serta memahami keinginan dan kebutuhan klien pada acara pernikahan untuk mencapai loyalitas atau kepuasan klien. Selain itu, penelitian ini mengetahui kendala seperti perubahan mendadak yang mempengaruhi waktu yang terbatas serta tidak mendukungnya alat komunikasi dan mengetahui hambatan komunikasi serta hambatan manajemen dalam tim Adi and Friends Organizer. Hambatan komunikasi yang dialami crew adalah kurang baik dalam penggunaan kata yang menimbulkan miskomunikasi dan misinformasi. Hambatan manajemen yaitu belum memahami rasa tanggung jawab dan budaya kerja Wedding organizer.
Strategi Komunikasi Konten Kreator Edsa Estella di TikTok Christina, Christina; Aulia, Sisca
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33335

Abstract

TikTok has become one of the most popular informative social media applications in the digital era, encompassing various aspects of life, including health. Edsa Estella, a content creator on TikTok, provides her audience with educational and inspiring content about healthy lifestyles. This study employs a qualitative method to analyze data, with data collection techniques conducted through observation of the TikTok account @edsaestella and in-depth interviews. The findings reveal that Edsa’s content covers various aspects of a healthy lifestyle, including exercise, nutrition, diet, and mental health, emphasizing the importance of self-love. Her content is dominated by motivational themes that aim to encourage a healthy lifestyle, presenting information in an engaging and easily digestible manner for her audience. Through an inspiring and motivational approach, Edsa Estella’s content successfully encourages her audience to adopt healthy lifestyles by utilizing compelling storytelling, appealing visuals, and trending music. The @edsaestella account also optimizes factors that enhance a strong connection with its audience. This study aims to provide deeper insights into the role of content creators as information disseminators, social media as a medium for distribution, and healthy living as an increasingly popular positive trend. TikTok menjadi salah satu aplikasi media sosial informatif terpopuler di era digital ini, yang berisikan berbagai macam aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Edsa Estella, seorang kreator konten di TikTok, menyajikan informasi mengenai gaya hidup sehat melalui konten yang mengedukasi dan menginspirasi kepada audiensnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi terhadap akun TikTok @edsaestella dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konten yang diproduksi Edsa mencakup berbagai aspek gaya hidup sehat, mulai dari olahraga, nutrisi, dan pola makan, hingga kesehatan mental yang menggarisbawahi pentingnya mencintai diri sendiri (self-love). Edsa mendominasi tema kontennya dengan motivasi untuk menjalani hidup sehat, menghadirkan informasi yang menarik dan mudah dipahami oleh audiensnya. Melalui pendekatan yang inspiratif dan penuh motivasi, konten yang dibuat Edsa Estella mampu menginspirasi audiens untuk menjalani gaya hidup sehat dengan memperhatikan daya tarik bercerita, visual, dan penggunaan tren musik. Akun @edsaestella juga mengoptimalkanm faktor yang dapat mendukung hubungan kuat dengan audiensnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih lanjut mengenai peran konten kreator sebagai penyampai informasi, media sosial sebagai sarana penyebaran, dan gaya hidup sehat sebagai tren positif yang semakin berkembang.