I Gusti Lanang Sidiartha
Department Of Child Health, Medical Faculty, Udayana University

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

OBESITAS DAN DEFISIENSI BESI: BEBAN GIZI GANDA PADA SEORANG ANAK Sidiartha, I Gusti Lanang
Medicina Vol 44 No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.435 KB)

Abstract

Obesitas adalah kelebihan gizi, sedangkan de? siensi besi adalahkekurangan gizi. Kedua gangguan gizi ini menjadi masalah kesehatanglobal tidak hanya di negara sedang berkembang, namun juga di negarayang sudah maju. Prevalensi obesitas pada anak dilaporkan meningkatdari 4,2% tahun 1990 menjadi 6,7% tahun 2010 dan diperkirakan menjadi9,1% tahun 2020,1 sedangkan di Denpasar prevalensinya meningkat dari11% tahun 2002 menjadi 21,7% tahun 2010.2,3 Di lain pihak de? siensi besidengan/tanpa anemia dilaporkan berkisar antara 26-45%. Obesitasmaupun de? siensi besi berdampak buruk terhadap kesehatan anak.Obesitas bahkan dapat menyebabkan kematian pada usia muda,sedangkan de? siensi besi berhubungan dengan kemampuan motorikdan kecerdasan anak yang rendah.
Nutritional management in children with disease-related malnutrition : what’s the guideline? I Gusti Lanang Sidiartha
World Nutrition Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 05 Issue 2, February 2022
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V05.i2.0006

Abstract

Background: Disease-related malnutrition (DRM) is one of the most common problems in pediatric patients. Both cancer and congenital heart diseases (CHD) are commonly associated with DRM. Altered nutrition utilization, reduced intake, malabsorption, and hypermetabolism are the main pathophysiology in DRM. Method: A systematic literature searching was performed through Pubmed and Google Scholar websites. Thirty-six articles were included into the study. Results: Malnutrition screening should be performed as soon as possible since early feeding can benefit the patients. One of the most commonly used tools is Screening Tool for Risk on Nutritional Status and Growth (STRONGkids), which was proven to be valid, reproducible, and applicable in pediatric patients with malnutrition. Following screening and assessment, nutrition support can ensue, preferably in the form of enteral nutrition, unless contraindicated. Nutrient-dense formula, also known as protein and energy-enriched formula, aims to aid infants to reach nutrition target rapidly and stimulate anabolism. This formula has been studied in various population, mostly infants with CHD and studies showed favorable outcomes with its administration, namely faster improvement, reduced diuretics use and oxygen supplementation, decreased length of hospital stay, and less antibiotic use. Nutrient-dense formula is also safe and well-tolerated. Conclusion: Proper screening and management should be performed with multidisciplinary approach to achieve the best outcome in children with DRM.
PREVALENS DAN FAKTOR RISIKO OVERWEIGHT/OBESITAS PADA ANAK DAN REMAJA VEGETARIAN DI BALI Ni Nyoman Kanta Karmani; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.624 KB)

Abstract

Obesitas pada anak dan remaja merupakan sebuah faktor risiko terjadinya obesitas, disabilitas dan kematian pada saat mereka menjadi dewasa nanti. Obesitas juga bisa terjadi pada anak dan remaja vegetarian. Prevalens gizi lebih pada balita dan anak vegetarian di ashram Sri Sri Radha Madhava, Gianyar, Bali adalah 13,9%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalens dan faktor risiko overweight/obesitas pada anak dan remaja vegetarian di Bali. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan jumlah subjek 185 anak dan remaja vegetarian dari delapan ashram di Bali. Indeks Massa Tubuh (IMT) diukur dengan pengukuran antropometri, berdasarkan standar WHO 2007 status IMT menurut usia dikatakan normal jika nilai z-skor antara –2 SD-1 SD dan overweight/obesitas jika melewati 1 SD. Analisis data dengan Kai-kuadrat, Fisher’s Exact Test dan regresi logistik. Hasil penelitian ini adalah prevalens overweight/obesitas sebesar 23,8% (18,4% overweight dan 5,4% obesitas). Konsumsi makanan cepat saji vegetarian dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam satu minggu dapat meningkatkan risiko menderita overweight/obesitas sebesar 248 kali lipat. Anak yang menonton televisi lebih dari 2 jam dalam satu hari dan tidur selama lebih dari 8 jam sama-sama berisiko 18 kali menderita overweight/obesitas. Frekuensi olahraga kurang dari 3 kali dalam satu minggu meningkatkan risiko menderita overweight/obesitas sebesar 12 kali lipat. Anak dengan pendapatan perkapita keluarga >Rp.2.000.000,00 juga berisiko menjadi overweight/obesitas sebesar 5 kali lipat. Faktor yang paling berhubungan dengan overweight/obesitas pada anak dan remaja vegetarian di Bali adalah konsumsi makanan cepat saji vegetarian selama lebih dari 3 kali dalam satu minggu. Kata Kunci : Obesitas, Vegetarian, Anak, Prevalens
HUBUNGAN STATUS GIZI ORANGTUA TERHADAP STATUS GIZI ANAK Kadek Dedy Sudiawan; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.17 KB)

Abstract

Indonesia bahkan global sedang menghadapi permasalahan obesitas. Pada tahun 2008, lebih dari setengah miliar mengalami obesitas dan lebih dari 1,4 miliar orang dewasa kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas telah mengakibatkan setidaknya 2,8 juta orang meninggal setiap tahunnya. Tidak hanya negara-negara berpenghasilan tinggi, obesitas kini juga lazim di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Salah satu faktor risiko terjadinya obesitas adalah riwayat obesitas pada orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik cross-sectional untuk mengetahui hubungan status overweight/obese pada orangtua terhadap overweight/obese pada anak.Sebanyak 162 orang anak yang dipilih secara simple random sampling dari Taman Kanak-kanak di wilayah Kota Denpasar dilibatkan dalam penelitian ini. Didapatkan risiko overweight/obeselebih tinggi pada anak dengan bapak overweight/obese (OR 2.021, P=0.034), ibu overweight/obese (OR 2.322, P=0.009), dan kedua orangtua overweight/obese (OR 5.882, P=0.000). Hal ini menujukkan bahwa terdapat hubungan status overweight/obese orangtua terhadap status overweight/obese anak.
PREVALENSI BERAT BADAN BERLEBIH DAN OBESITAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN NILAI AKADEMIS PADA REMAJA KELAS SEPULUH SMA N 1 BANGLI TAHUN 2012 ID Ayu Eka Cahyani; IGL Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.463 KB)

Abstract

Prevalensi berat badan berlebih dan obesitas semakin meningkat pada anak dan remaja. Kedua kondisi tersebut berdampak negatif terhadap kesehatan, salah satunya penurunan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi berat berlebih dan obesitas serta hubungannya dengan nilai akademis pada remaja di kelas sepuluh (X) SMA N 1 Bangli tahun 2012. Pendekatan potong lintang dilakukan terhadap sampel populasi berjumlah 217 siswa berusia 14 sampai 17 tahun. Status gizi berat berlebih dan obesitas ditentukan berdasarkan nilai IMT >1 – 2 SD dan > 2 SD menurut standar WHO sedangkan nilai akademis diperoleh dari data administrasi sekolah. Variabel perancu nilai akademis yang juga diuji adalah jenis kelamin, pekerjaan orang tua, ketersediaan komputer dan buku pelajaran serta durasi bermain internet dan durasi menonton TV. Hasil penelitian ini didapatkan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada responden adalah sebesar 7,8% dan 2,8%. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel jenis kelamin, status gizi, ketersediaan komputer, dan durasi bermain internet/gameberhubungan dengan nilai akademis (p < 0,05). Hasil analisis multivariat regresi logistik terhadap variabel tersebut didapatkan variabel  yang berhubungan dengan nilai akademis  kurang dari rata-rata adalah variabel status gizi berat berlebih dan obesitas (OR 3,79; IK95% 1,36 – 10,58; p = 0,01) dan jenis kelamin laki-laki (OR 3,03; IK95% 1,70 – 5,41, p < 0,001). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang kuat antara jenis kelamin laki-laki dan status gizi dengan nilai akademis. Remaja dengan status gizi berat berlebih dan obesitas memiliki kemungkinan yang lebih besar yaitu 3,79 kali untuk memperoleh nilai akademis kurang dari rata-rata.    
KARAKTERISTIK ASMA PADA ANAK DI PUSKESMAS I DENPASAR TIMUR TAHUN 2019-2021 Made Michel Kresnayasa; I Nyoman Budi Hartawan; I Gusti Lanang Sidiartha; Dyah Kanya Wati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i8.P04

Abstract

Asthma is a chronic inflammatory disease that occurs in the respiratory tract and most commonly seen in children. The prevalence of asthma continues to increase from time to time, according to WHO and GINA, the number of people with asthma in the world reaches 300 million people, this figure is expected to continue to increase to 400 million people in 2025. This study aims to determine the characteristics of children with asthma in puskesmas I East Denpasar, 2019 - 2021. This research was a descriptive study by taking data of medical records from 2019 to 2021 at Puskesmas I East Denpasar. The sample used is a child patient diagnosed with asthma with a total sampling method, that means the whole population is the subject of the study. The results of taking medical record data of 74 samples showed that cases of asthma in children at Puskesmas I East Denpasar in 2019-2021 were more common in males than females and were dominated by children with an age range of 0-4 years. In addition, asthma patients in children were mostly found in children with excess nutritional status without a history of atopic dermatitis. Asthma sufferers in children are mostly found in males and in the age group of 0 - 4 years. The majority of children who suffer from asthma are children with excess nutritional status and only a few have a history of atopic dermatitis. Keywords: Asthma, characteristics, children, nutritional status.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR I Nyoman Ali Suandana; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.084 KB)

Abstract

Obesitas adalah keadaan patologis, dimana terjadi peningkatan lemak di dalam tubuh baik hiperplasia atau hipertropi sel lemak. Aktivitas fisik adalah semua pergerakan tubuh yang melibatkan otot secara aktif dan mengeluarkan energi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara aktivitas fisik dan status obesitas pada anak Sekolah Dasar. Aktivitas fisik terbagi menjadi tiga variabel yaitu waktu tidur, menonton TV, bermain di luar. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan metode cross sectional, dengan jumlah sampel 128 orang. Kriteria obesitas menggunakan indikator Body Mass Index (BMI) dengan persentil ?95 dikategorikan sebagai obesitas berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) 2000. Berdasarkan pemeriksaan fisik, responden yang mengalami obesitas sebanyak 43 orang (34%). Hubungan aktivitas fisik dan obesitas diuji menggunakan chi-square dan logistic regression. Uji chi-square mendapatkan waktu tidur dengan p=0,001 dan OR waktu tidur ? 8 jam =4,89 (95% CI 2,158;11,074). Bermain di luar rumah, p=0,019 dan OR bermain di luar rumah ? 2 jam =8,28 (95% CI 1,051;65,25). Pada uji logistic regression, waktu tidur p=0,001 dan OR waktu tidur ? 8 jam =5,54 (CI 95% 2,259;13,61). Bermain di luar rumah  mendapatkan p=0,037 dan OR bermain di luar rumah ? 2 jam =10,12 (95% CI 1,152;88,89). Pada uji chi-square dan logistic regression, menonton TV memiliki nilai p>0,05. Waktu tidur dan bermain di luar rumah  memiliki hubungan yang signifikan terhadap status obesitas anak. Menonton TV tidak memiliki hubungan dengan obesitas.    
HUBUNGAN RIWAYAT OBESITAS PADA ORANGTUA DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR Ni Putu Lia Juliantini; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.938 KB)

Abstract

Prevalensi obesitas mengalami peningkatan setiap tahunnya, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Obesitas terjadi akibat pengaruh beberapa faktor, salah satunya adalah riwayat obesitas pada orangtua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara riwayat obesitas pada orangtua dengan kejadian obesitas pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif analitik dengan metode pendekatan cross-sectional dan sampel sebanyak 128 anak sekolah dasar. Status gizi obesitas ditentukan dengan indeks massa tubuh menurut usia dan jenis kelamin, apabila persentil ? 95, maka disebut sebagai obesitas berdasarkan Center for Disease Center and Prevention (CDC) 2000. Data dianalisis dengan menggunakan Chi-square. Nilai p dinyatakan bermakna secara statistik jika p<0,05. Pada penelitian ini didapatkan 43 anak yang mengalami obesitas. Dari hasil uji bivariat didapatkan kedua orangtua yang obesitas memiliki anak obesitas sebanyak 75% dengan nilai p=0,001, OR=10,5, CI 95%= 3,168;34,803,  ayah obesitas yang memiliki anak obesitas sebanyak 30% dengan nilai p=0,393, OR=1,5, CI 95%= 0,591;3,810,  ibu obesitas yang memiliki anak obesitas sebanyak 28,6% dengan nilai p=0,618, OR=1,4, CI 95%= 0,372;5,268, serta non obesitas yang memiliki anak obesitas sebanyak 22,2%. Simpulan penelitian ini, bahwa kedua orangtua yang obesitas mempunyai hubungan yang signifikan dengan obesitas pada anak sekolah dasar.
HUBUNGAN ANTARA SCREEN TIME DENGAN OBESITAS PADA ANAK Desak Ayu Sri Cinthya Uttari; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.081 KB)

Abstract

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) mencatat tahun 2010, ditemukan bahwa anak usia 6-12 tahun yang mengalami obesitas sebanyak 9,2%. menurunnya penggunaan energi (energy expenditure), hal ini dikaitkan dengan menurunnya aktivitas fisik anak yang digantikan dengan aktivitas menetap yang salah satu contohnya adalah screen time. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang bermakna antara screen time dengan obesitas pada anak, mencari hubungan antara kebiasaan anak mengemil ketika melakukan screen time, serta ketersedian televisi di kamar anak. Metode penelitian yang dilakukan adalah cross sectional analitik dengan metode pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Sampel diambil dari tiga Sekolah Menegah Pertama di Denpasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat aktivitas screen time terhadap munculnya obesitas pada anak dengan nilai P = 0,000 (<0.05) dan nilai OR = 3,305 (95%CI :1,894 - 5,768), sejalan dengan tingkat aktivitas screen time pada kebiasaan mengemil saat screen time ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik yaitu P-Value = 0.001 (<0.05) dan nilai OR = 1,689 (95%CI : 1,206-2,366). Pada penelitian ketersediaan televisi di kamar anak dengan munculnya obesitas tidak ditemukan hubungan yang bermakna yaitu dengan hasil P-value = 0,070 (>0.05) dan nilai OR = 1,378 (95%CI :0,952-1,993). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingginya tingkat aktivitas screen time mengemil ketika melakukan screen time merupakan salah satu faktor munculnya kejadian obesitas pada anak, sedangkan tersedianya televisi di kamar pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik.  
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN STATUS OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR Putu Austin Widyasari Wijaya; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.727 KB)

Abstract

Obesitas merupakan kondisi berlebihnya lemak dalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Penelitian di beberapa negara pada tahun 2010, didapatkan 43 juta anak mengalami overweight dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor risiko obesitas yaitu berat badan lahir dengan status obesitas pada anak sekolah dasar. Metode penelitian berupa deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 128 siswa anak sekolah dasar (SD). Obesitas pada anak ditentukan menggunakan indikator Body Mass Index (BMI) dengan kriteria obesitas persentil BMI ?95. Data dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test, Risk Estimated, regresi logistik. Sebanyak 43 siswa mengalami obesitas dan hanya 1 diantaranya memiliki berat lahir yang rendah. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p=0,585 (p>0,05) dan odd ratio (OR)=0,651 (IK 95% 0,066 ; 6,499). Hasil uji multivariat dilakukan terhadap variabel berat badan lahir rendah (BBLR), usia, dan jenis kelamin dan didapatkan nilai p=0,015 (p<0,05) untuk variabel jenis kelamin terhadap status obesitas anak. Nilai OR anak laki-laki obesitas dibandingkan anak perempuan obesitas yaitu OR= 2,558 (IK 95% 1,2 ; 5,4). Berat badan lahir tidak memiliki hubungan terhadap kejadian obesitas pada anak-anak.  
Co-Authors AA Raka Karsana Adnyana, I Gusti Agung Ngurah Sugitha Ahmad Syafiq Anak Agung Ngurah Ketut Putra Widnyana Anak Agung Ratna Purnama Santhi Anggareni, Komang Tria Aria Kekalih Arimbawa * Artawan Artawan Ayu Putri Satyawati Ayu Setyorini Mestika Mayangsari Ayu Shintia Shanti Bagus Ngurah Putu Arhana Bambang Supriyatno BNP Arhana Chaliza Adnan Damayanti Rusli Sjarif Desak Ayu Sri Cinthya Uttari Dewa Nyoman Wirawan Dewa Nyoman Wirawan, Dewa Nyoman Dewi Sutriani Mahalini Dian Sulistya Ekaputri Dini Mutia Hasanah Doddy Kurnia Indrawan Dyah Kanya Wati Dyah Kanya Wati Eka Gunawijaya Elmy S Endy Paryanto Prawirohartono Gusti Ayu Putu Nilawati Hanzelina Hanzelina Hartono Gunardi Hendra Santoso Hendy Hendy I Gusti Agung Ngurah Sugitha Adnyana I Gusti Agung Trisna Windiani I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi I Gusti Ngurah Made Suwarba I Gusti Ngurah Sanjaya Putra I Ketut Adi Wirawan I Kompiang Gede Suandi I Made Arimbawa I Nyoman Ali Suandana I Nyoman Budi Hartawan I Putu Gede Karyana I Wayan Bikin Suryawan I Wayan Dharma Artana I Wayan Dharma Artana, I Wayan Dharma I Wayan Gustawan ID Ayu Eka Cahyani Ida Bagus Gede Suparyatha Ida Bagus Subanada Ida Bagus Subanada IGN Sanjaya IKG Suandi IKG Suandi IKG Suandi Ina Susianti Timan Kadek Dedy Sudiawan Kadek Tresna Adhi Kadek Wini Mardewi Kartika Yantie, Ni Putu Veny Katharina Yosephin Lakonawa Ketut Ariawati Ketut Dewi Kumara Wati Ketut Suarta Komang Ayu Witarini Kompiang Gede Suandi Lakonawa, Katharina Yosephin Luh Gede Yuliadewi NS M Kardana Made Michel Kresnayasa Made Ratna Dewi Made Suadnyani Pasek Made Yos Darmayasa Ni Luh Putu Ariastuti Ni Luh Putu Maharani Ni Luh Putu Sudiasih Ni Luh Putu Surya Candra Eka Pertiwi Ni Luh Sri Apsari Ni Made Chandra Mayasari Ni Made Dwiyathi Utami Ni Nyoman Kanta Karmani Ni Nyoman Metriani Nesa Ni Putu Andina Kluniari Ni Putu Ayu Wulan Noviyanti Ni Putu Eka Suwitri Ni Putu Lia Juliantini Ni Putu Siadi Purniti Ni Putu Yunik Novayanti Novita Tjiang Noviyanti, Ni Putu Ayu Wulan NP Veny Kartika Yantie P Suwendra Putu Austin Widyasari Wijaya Putu Ayu Widyanti Putu Diah Vedaswari Putu Gede Karyana, Putu Gede Putu Mas Vina Paramitha Cempaka Putu Satya Pratiwi Putu Vivi Paryati Rini Andriani Romy Widianto, Romy Romy Windiyanto Sawitri, Anak Agung Sagung Setiyawan, I Made Karma Sidiartha, I Gusti Ayu Dian Noviyani Silvia Sudarmadji Sindhughosa, Wega Upendra Sudaryat S Sudiasih, Ni Luh Putu Suryadi Limardi Suwitri, Ni Putu Eka Tjiang, Novita W Retayasa Wanami Putri, Ni Made Wini Jayesthiwi Yuliana Yuliana