Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Artefak

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KUTA DALAM MEMBENTUK KARAKTER WARGA NEGARA BERWAWASAN LINGKUNGAN Bali Widodo; Egi Nurholis
Jurnal Artefak Vol 8, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.627 KB) | DOI: 10.25157/ja.v8i1.5127

Abstract

Perusakan lingkungan sebagai akibat ulah manusia dapat mengancam kehidupan manusia itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang berbasis kearifan lokal masyarakat Kuta dalam membentuk karakter warga negara yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian konseptual dengan metode library research, yakni mengumpulkan data-data dari laporan penelitian, artikel ilmiah atau sumber lain yang relevan dengan topik. Analisis dari pembahasan ini menjelaskan bahwa kearifan lokal masyarakat Kuta yang secara turun temurun menjaga kelestarian hutan adat atau Leuweung Gede dapat membentuk karakter yang peduli akan lingkungan hidup yang baik dan bersih. Maka untuk membentuk karakter peduli lingkungan peserta didik perlu dilakukan upaya: 1) revitalisasi epistemologi Pendidikan Kewarganegaraan; 2) penanaman nilai keadaban masyarakat lokal terhadap lingkungan dalam proses pembelajaran; Upaya ini kemudian diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga dapat menguatkan karakter peduli lingkungan peserta didik sebagai warga negara.Environmental destruction as a result of human activity can threaten human life itself. This study aims to examine the development of Citizenship Education learning based on the local wisdom of the Kuta community in shaping the character of citizens with an environmental perspective. This research is conceptual research using the library research method, which collects data from research reports, scientific articles, or other sources relevant to the topic. The analysis of this discussion explains that the local wisdom of the Kuta community which has been hereditary to preserve the customary forest or Leuweung Gede can form a character that cares about a good and clean environment. So to form a character that cares about the environment, students need to make efforts: 1) revitalizing the epistemology of Citizenship Education; 2) inculcating the value of the local community's civility towards the environment in the learning process; This effort is then applied in Citizenship Education learning so that it can strengthen the character of caring for the environment of students as citizens.
REVITALISASI EPISTEMOLOGIS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN: UPAYA MEMINIMALISIR BENCANA SOSIAL Bali Widodo; Egi Nurholis
Jurnal Artefak Vol 6, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.367 KB) | DOI: 10.25157/ja.v6i2.2583

Abstract

Tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana peranan Pendidikan Kewarganegaraan dalam meminimalisir terjadinya bencana sosial. Dalam perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia, diuraikan secara jelas bahwa negara Indonesia dibangun atas adanya perbedaan suku bangsa, budaya, adat istiadat dan agama. Keberagaman ini rentan untuk terjadinya bencana sosial. Ketegangan sosial dan konflik horisontal serta teror masih acapkali terjadi. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pendidikan nilai dan karakter Pancasila menyiapkan generasi muda menjadi warga negara Pancasilais yang cinta tanah air, mempunyai sikap untuk membela negara dan siap berkorban demi keutuhan bangsa dan negara. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif terhadap realitas yang ada dengan tujuan untuk mendapatkan kebenaran ilmiah yang alamiah dengan melakukan penafsiran terhadap fenomena sosial dalam bentuk studi literatur. Dari hasil kajian literatur didapat bahwa revitalisasi epistemologis Pendidikan Kewarganegaraan dapat menguatkan karakter bangsa untuk meminimalisir terjadinya bencana sosial.This paper is intended to find out how is the role of Civic Education in minimizing the social disasters. In the history of Indonesia’s struggle, it is clearly explained that the state of Indonesia is built on the differences in ethnicity, culture, customs and religion. This diversity is vulnerable to social disasters. Terror, social tensions and horizontal conflicts among groups or communities still occur frequently. Civic Education as character education based on Pancasila values prepares young generation to become Pancasilais citizens who love the motherland, have attitudes to defend the country and are ready to sacrifice for the integrity of the nation and state of Indonesia. The research method used is a type of qualitative research that is descriptive towards the existing reality with the purpose of obtaining natural scientific truths by interpreting social phenomenon in the form of literature review. From the results of the literature study it was found that the epistemological revitalization of Civic Education can strengthen the nation's character in order to minimize the social disasters.
Revitalisasi Pancasila Sebagai Upaya Memupuk Pemahaman Multikultural Bagi Mahasiswa Universitas Galuh Egi Nurholis; Agus Budiman; Jeni Danurahman
Jurnal Artefak Vol 9, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.338 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i2.8941

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Hal ini terlihat dari kondisi sosial budaya dan geografis Indonesia yang sangat kompleks, beragam dan luas. Indonesia terdiri dari banyak suku, budaya, agama dan kelompok lain, yang semuanya secara bersamaan pluralistik dan heterogen. Namun, keragaman dapat menyebabkan perpecahan jika tidak semua warga memahaminya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mengumpulkan dan membandingkan beberapa jurnal yang disusun, diseleksi dan diklasifikasi sehingga benar-benar memuat informasi yang relevan dan valid tentang multikulturalisme. Sejak didirikan, telah membentuk budaya Indonesia. Namun hari ini, pemahaman kita tentang multikulturalisme mulai berkembang dari konsep dasar ini. Isu kebhinekaan perlu dikaji secara mendalam agar masyarakat Indonesia tidak terlena dengan semboyan bahwa kebhinekaan adalah anugerah bukan kewajiban. Penamaan nilai-nilai Pancasila merupakan pendekatan konkrit terhadap persoalan multikultural di Indonesia, dengan demikian lima sila yang menjadi inti dari kesamaan semua bangsa yang berbeda warna menjadi prinsip dasar bangsa. , yang terkandung dalam dan merupakan salah satu sila Pancasila, tidak dapat dikembalikan. Bukan pula negara sekuler yang memisahkan urusan negara dan urusan agama, tetapi negara agama adalah negara kesatuan dalam Republik Indonesia yang merupakan negara positif yang disepakati oleh semua negara, termasuk semua penyelenggara negara yang agamanya beragam. berarti membutuhkan hukum. Negara memiliki kewajiban untuk melindungi semua agama yang diakui, dan negara tidak boleh ikut campur dalam masalah keyakinan.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Dokdak Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Berbasis Budaya Galuh Aan Suryana; Sri Pajriah; Egi Nurholis; Agus Budiman
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami sejarah dari kampung dokdak serta nilai-nilai kearifan lokal dari masyarakat kampung dokdak berbasis budaya Galuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan design etnografi, melalui tahapan 1) Menetapkan informan, 2) Melakukan wawancara kepada informan, 3) Membuat catatan etnografis, 4) Mengajukan pertanyaan deskriptif, 5) Melakukan analisis wawancara etnografis, 6) Membuat analisis domain, 7) Mengajukan pertanyaan struktural yang merupakan tahap lanjut setelah mengidentifikasi domain, 8) Membuat analisis taksonomik, 9) Mengajukan pertanyaan kontras dimana makna sebuah simbol diyakini dapat ditemukan dengan menemukan bagaimana sebuah simbol berbeda dari simbol-simbol yang lain, 10) Membuat analisis komponen, 11) Menemukan tema-tema budaya, 12) Menulis sebuah etnografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kampung dokdak sudah ada sejak puluhan tahun silam, sehingga selain memiliki nilai kearifan lokal, kampung ini memiliki nilai histori. Adapun nilai-nilai kearifan lokal masyarakat kampung dokdak, yaitu nilai nilai kesederhanaan, nilai kebersamaan, nilai kerjasama/gotong royong, nilai kemandirian, nilai tanggung jawab, nilai kerja keras, nilai kreatif, dan nilai konsisten dan berprinsip. Nilai-nilai keraifan lokal berbasis budaya Galuh dari masyarakat kampung dokdak dapat dilihat dari mata pencaharian yang dijalankan oleh masyarakat sekitar dan teknologi yang digunakan.
Nilai-Nilai Filosofis Simbol Galuh Kembang Cakra Rahayu Kancana Yunie Astrianie; Yeni Wijayanti; Egi Nurholis
Jurnal Artefak Vol 10, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i2.12296

Abstract

The Cakra Rahayu Kancana symbol is an identity for the Galuh community in Ciamis Regency with philosophical values. The purpose of this research is to find out about the history and philosophical values of the Galuh Kembang Cakra Rahayu Kancana symbol. The method used in this research is a historical method with heuristic, criticism (external and internal), interpretation, and historiography stages. The results showed that the history of the rahayu kancana symbol stems from the legacy of Maharaja Prabu Niskala Wastu Kancana (1371-1475 AD) and the heritage of R.A.A Koesoemadiningrat (1839-1886 AD) during the Sunda-Galuh kingdom. The Galuh Cakra Rahayu Kancana symbol (Kembang Chakra) is found on the Astana Gede Kawali Site in inscriptions I and VI, while in the legacy of R.A.A Koesoemadiningrat, the Chakra is found on a trident or three-pointed spear at the Galuh Pakuan Museum. The philosophical value in the Cakra Rahayu Kancana symbol is about the spirit of leadership values conveyed by previous kings in the Sundanese-Galuh Tatars that the leadership that must be implemented is not only in the form of laws but must be carried out. going out well according to Tritangtu (tekad, ucap jeung lampah) must be aligned and balanced.
Paradigma Pedagogi Reflektif Terintegrasi Flipped Classroom pada Materi Majapahit Mempersatukan Nusantara Menggunakan Media Pembelajaran Peta Timbul Printina, Brigida Intan; Kusmayadi, Yadi; Nurholis, Egi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14309

Abstract

Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped Classroom pada materi Majapahit mempersatukan nusantara merupakan implementasi pembelajaran yang dilakukan pada kelas Media Pembelajaran Sejarah menggunakan sarana peta timbul. Tujuan penelitian yang pertama menguraikan pengalaman pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped Classroom menggunakan media pembelajaran peta timbul, yang kedua ialah menganalisis hasil pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped classroom menggunakan media pembelajaran peta timbul. Metode penulisan menggunakan penelitian kualitatif, dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.  Subjek penelitian ini ialah mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma angkatan 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berdinamika dan menjawab hasil penugasan berdasarkan 3 nilai keutamaan dalam PPR yaitu  nilai Competence atau penggalian konteks didapatkan hasil rata-rata mahasiswa mendapatkan 87% tingkat pemahaman dalam penggalian konteks pemahaman materi,  Pada nilai Compassion penggalian pengalaman, ada sekitar 86% pengalaman yang didapat untuk memaknai dinamika pengerjaan proyek dan sebagian besar memahami bahwa pengerjaan proyek peta timbul memliki banyak tantangan. Mahasiswa mendapatkan nilai Conscience dengan cara merefleksikan proses pengalaman dan banyak yang merasa mendapatkan wawasan dan pemaknaan dari pengerjaan media pembelajaran peta timbul, karena ada sekitar 88% mahasiswa yang mampu menggali nilai ketelitian, kesabaran, kreativitas serta tanggungjawab. Tindak lanjut dari hasil pembelajaran bahwa ada 21 mahasiswa yang akan menggunakan media yang sama dengan alasan kebermaknaan dalam dinamika kelompok  dalam pengerjaannya, dan menambah kemampuan metakognitif untuk menemukan relevansi pembelajaran sejarah. Sedangkan ada 4 mahasiswa yang tidak menggungakan karena memakan waktu, tenaga dan biaya.
Nilai-Nilai Karakter Tradisi Merlawu Situs Ciluncat pada Masyarakat Desa Ciparigi Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Fauzi, Ahmad Rizky; Wahyunita, Rina; Nurholis, Egi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.10458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai Merlawu Ciluncat dan nilai-nilai karakter dalam tradisi merlawu pada masyarakat Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Merlawu berawal dari asal kata lawuh yang berarti makanan, diberi awalan mer- sebagai bentuk “saling”, jadi Merlawu secara bahasa berarti berbagi makanan. Tradisi Merlawu adalah bentuk penghargaan dan mendo’akan leluhur atas segala jasanya terutama dalam penyebaran agama Islam. Selain itu juga sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rezeki yang diberikan-Nya terutama dalam hal hasil bumi. Acara tersebut dilaksanakan satu tahun sekali tiap bulan Maulud (Rabi’ul Awal) tepatnya pada hari Jum’at di akhir bulan. Latar belakang penulisan adalah dengan adanya kajian nilai-nilai budaya sebagai wujud kearifan local, salah satunya ialah Tradisi Merlawu dinilai relevan untuk direvitalisasi, terutama dalam merespon krisis moral yang terjadi akhir-akhir ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, serta studi dokumen. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Prosesi pelaksanaan merlawu Ciluncat ini secara umum dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: 1) Persiapan, 2) Acara Inti, dan 3) Makan Bersama (mer-lawuh). Masyarakat Ciparay memiliki nilai-nilai karakter yang diwujudkan dalam tradisi hajat bumi diantaranya religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Penerapan Media Pembelajaran Timeline untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Keaktifan Siswa di SMAN 3 Ciamis Rahma, Erischa; Subagja, Royas Aulia; Nurholis, Egi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16401

Abstract

This study was prepared with the aim of increasing interest and learning activeness in achieving students' understanding of history learning using the application of timeline learning media in class XI F2 students of SMA Negeri 3 Ciamis in the 2024-2025 school year. This type of research is classroom action research with instruments of interview sheets and observation sheets. The subjects of this study were students consisting of 34 students. The object of this research is students' understanding of history learning. The data were analyzed descriptively and presented in the form of tables and graphs. The results showed an increase in activeness and interest in learning in cycle 1 by 26% to 79% in cycle 2, then the understanding of learning the history of students in cycle 1 amounted to 67.6% then in cycle 2 increased to 88.23%. This means an increase of 30.3%. Thus the use of timeline learning media in history subjects can increase interest and activeness in achieving the learning understanding of students in class XI F2 SMA Negeri 3 Ciamis.
Dinamika Kehidupan Nelayan Pangandaran 1970-2012: Transformasi Sosial Ekonomi dalam Konteks Negara Maritim Fahmi, Rezza Fauzi Muhammad; Nurholis, Egi; Rahayu, Tiara Kirani; Meilani, Rosa; Apriliani, Alma; Ramadhan, Afiyah Armina
Jurnal Artefak Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i1.17979

Abstract

The purpose of this research is to analyze the dynamics of Pangandaran fishermen's lives 1970-2012: socio-economic transformation in the context of a maritime nation. With a focus on social, economic and political changes in Indonesia as a maritime nation. During this period, fishermen shifted from traditional fishing gear to modern technology, increasing their catch and changing their economic mindset. This study highlights how technological changes, government policies, and globalization affect fishermen's lives and their impact on their welfare and community identity. The method used is the historical method through literature studies. Data are taken from primary and secondary sources, such as history books and journal articles. The results of this study indicate that in the midst of modernization, Pangandaran fishermen still maintain local traditions and maritime culture, reflecting their existence against changing times. The adaptation of fishermen in maintaining local traditions in the midst of modernization shows that maritime culture is not only a heritage, but also a potential to be developed as an identity and economic strength of a maritime nation. Comparative research is needed with other coastal areas in Indonesia to understand the pattern of fishermen's transformation in different cultural, geographical and policy contexts, as a basis for formulating a holistic national maritime strategy.
Strategi Adaptasi Sistem Pengetahuan Adat Komunitas Kampung Kuta dalam Menghadapi Tekanan Globalisasi: Studi Kritis Terhadap Ketahanan Budaya dan Konservasi Alam Nurholis, Egi; Sudarto, Sudarto; Budiman, Agus; Ramdani, Dadan
Jurnal Artefak Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i1.20928

Abstract

This study examines the impact of globalization on the indigenous knowledge system of the Kuta Village community in Ciamis and the adaptation strategies they employ to maintain cultural resilience and environmental sustainability. Using a qualitative approach through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, the research finds that the community integrates traditional rules (pamali), sacred forest preservation rituals, cultural education, and selective use of environmentally friendly technologies. Traditional institutions act as key mediators between tradition and modernization, ensuring sustainable use of natural resources. These strategies not only preserve cultural identity but also strengthen the ecological functions of the customary territory. The findings highlight that local wisdom-based adaptation can effectively respond to globalization pressures without sacrificing core values. The study recommends formal recognition and policy support for indigenous knowledge systems as vital social capital for sustainable development.