Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

“Proedu Plus” Solusi Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis pada Anak Di Sanggar Bimbingan Malaysia Yunie Armiyati; Khoiriyah Khoiriyah; Anggela Putri Maharani
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v5i2.21223

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berdampak pada penurunan kualitas hidup, termasuk pada anak. Anak pekerja migran Indonesia di Sanggar Bimbingan (SB) Malaysia merupakan kelompok rentan dengan faktor risiko PGK yang lebih tinggi akibat kondisi sosial ekonomi dan gaya hidup tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pencegahan PGK melalui Program Edukasi Plus (ProEdu-Plus). Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan terstruktur yang dikombinasikan dengan pemeriksaan status kesehatan (tekanan darah, kadar glukosa darah, dan antropometri), serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 40 siswa, 3 guru pendamping, dan 28 orang tua/wali di SB Sentul, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia. Hasil skrining menunjukkan tingginya faktor risiko, seperti kebiasaan konsumsi minuman manis, makanan instan, dan minuman bersoda, serta adanya kasus obesitas. Sebagian besar peserta juga memiliki pengetahuan yang rendah terkait PGK, hipertensi, dan hiperglikemia. Setelah intervensi ProEdu-Plus, terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta perilaku kesehatan siswa, termasuk kemampuan melakukan manajemen stres. Program ProEdu-Plus efektif sebagai intervensi promotif dan preventif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat dan pencegahan PGK pada anak. Keterlibatan guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan program, serta diperlukan keberlanjutan melalui pemantauan jangka panjang.
Kombinasi Pijat Kaki dan Zikir dalam Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi: Studi Kasus Putri Utami; Yunie Armiyati; Arief Yanto
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.20971

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi yang berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Pendekatan komplementer seperti pijat kaki dan zikir diketahui dapat memberikan efek relaksasi fisiologis dan psikospiritual dalam menurunkan tekanan darah. Novelty studi terletak pada integrasi simultan antara stimulasi fisik melalui pijat kaki dan intervensi psikoreligius zikir untuk menurunkan tekanan darah pada pengelolaan asuhan keperawatan pasien. Studi ini bertujuan menggambarkan efektivitas kombinasi pijat kaki (foot massage) dan zikir dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Desain studi kasus ini adalah desain deskriptif multi case study dengan pendekatan proses keperawatan pada tiga pasien hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian keperawatan, observasi tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, serta dokumentasi menggunakan lembar observasi. Intervensi kombinasi pijat kaki dan zikir diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi ±20–30 menit per sesi pada sore hari. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada ketiga subjek. Tekanan darah sistolik turun rata-rata sebesar  15-20 mmHg dan diastolik sebesar 5-10 mmHg, disertai penurunan keluhan sakit kepala dan peningkatan relaksasi. Kombinasi pijat kaki dan zikir efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kenyamanan pasien hipertensi.
Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an dan Relaksasi Nafas Dalam dengan Dzikir pada Mahasiswa dengan Gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD): Studi Kasus Putri Utami; Yunie Armiyati; Prima Trisna Aji; Noviana Permatasari; Putri EM Bintang
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.20891

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pada saluran pencernaan yang sering dialami oleh mahasiswa akibat pola makan yang tidak teratur, stres akademik, serta gaya hidup yang kurang sehat. Pendekatan terapi komplementer berbasis spiritual seperti murottal Al-Qur’an dan dzikir berpotensi membantu menurunkan gejala GERD melalui efek relaksasi fisiologis dan psikologis. Laporan ini menggunakan desain case report dengan pendekatan single case study yang bertujuan menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Qur’an yang dikombinasikan dengan relaksasi nafas dalam dan dzikir pada mahasiswa pondok pesantren Universitas Muhammadiyah Semarang yang mengalami gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) berupa nyeri ulu hati, sensasi terbakar pada dada (heartburn), serta regurgitasi asam lambung. Intervensi dilakukan selama lima hari berturut-turut dengan durasi sekitar 15 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan intensitas nyeri epigastrium menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) serta observasi terhadap gejala refluks yang dirasakan pasien. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri epigastrium dari skala 6 menjadi skala 2 berdasarkan Numeric Rating Scale setelah lima hari intervensi. Selain itu, sensasi heartburn dan regurgitasi asam lambung juga mengalami penurunan secara bertahap selama periode intervensi. Penerapan terapi murottal Al-Qur’an yang dikombinasikan dengan relaksasi nafas dalam dan dzikir berpotensi menjadi intervensi keperawatan komplementer yang membantu menurunkan gejala GERD serta meningkatkan kenyamanan pasien. Pendekatan relaksasi berbasis spiritual ini dapat digunakan sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik pada pasien dengan gangguan gastrointestinal.
Hambatan dan Fasilitator Kepatuhan Rehabilitasi Jantung pada Pasien dengan Congestive Heart Failure: Systematic Literature Review Annisa Shalma Ginar Pradani; Yunie Armiyati; Chanif Chanif
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59237

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kronis progresif dengan angka morbiditas, mortalitas, dan rehospitalisasi yang tinggi. Rehabilitasi jantung menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam meningkatkan kapasitas fungsional, kualitas hidup, dan menurunkan angka rehospitalisasi pasien CHF. Namun, kepatuhan pasien terhadap program rehabilitasi jantung masih rendah akibat berbagai hambatan fisik, psikologis, sosial, ekonomi, dan sistem pelayanan kesehatan. Di sisi lain, terdapat berbagai faktor fasilitator yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap rehabilitasi jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dan fasilitator kepatuhan rehabilitasi jantung pada pasien CHF berdasarkan evidence penelitian terkini. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang tahun 2021–2026 menggunakan kata kunci terkait CHF, cardiac rehabilitation, adherence, barriers, dan facilitators. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian dilakukan critical appraisal menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Hasil review menunjukkan bahwa kepatuhan rehabilitasi jantung pada pasien CHF dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang saling berinteraksi. Hambatan utama meliputi faktor psikologis dan kognitif, sosial-ekonomi, fisik-klinis, logistik dan geografis, serta sistem pelayanan kesehatan. Sementara itu, fasilitator utama mencakup dukungan sosial, pendekatan home-based dan community-based rehabilitation, pemanfaatan teknologi digital dan mHealth, self-efficacy pasien, serta dukungan tenaga kesehatan dan sistem pelayanan.
Terapi Komplementer Integratif Untuk Kecemasan Pada Penyakit Kronis: Tinjauan Sistematis Intervensi Foot Massage Dan Aromaterapi Lavender Anistasia Aditya Suryani; Yunie Armiyati; Aric Vranada; Amin Samiasih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59549

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami pasien dengan penyakit kronis dan dapat memengaruhi kualitas hidup maupun keberhasilan terapi yang dijalani. Pemanfaatan terapi komplementer menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk membantu mengatasi masalah tersebut karena relatif aman, mudah diterapkan, dan dapat dikombinasikan dengan terapi medis. Kajian ini bertujuan menganalisis bukti ilmiah mengenai penggunaan foot massage dan aromaterapi lavender sebagai intervensi pendukung dalam mengurangi kecemasan pada pasien penyakit kronis. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan penelusuran artikel melalui database Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar. Literatur yang dipilih merupakan publikasi tahun 2021–2026 dengan desain randomized controlled trial, quasi-experimental, dan observasional sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil telaah menunjukkan bahwa aromaterapi lavender berkontribusi dalam menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, serta memperbaiki kualitas hidup pasien. Di sisi lain, foot massage memberikan manfaat berupa penurunan kelelahan, berkurangnya stres, dan peningkatan relaksasi melalui aktivasi sistem saraf parasimpatis. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan kedua intervensi secara bersamaan menghasilkan manfaat yang lebih luas dibandingkan terapi tunggal, terutama terhadap kecemasan, fatigue, kualitas tidur, dan tekanan darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa foot massage dan aromaterapi lavender berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer yang mendukung perawatan pasien penyakit kronis secara holistik.
Manajemen Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Ventilasi Mekanis Jangka Panjang: Suatu Tinjauan Sistematis Mengenai Keselamatan Pasien dan Mutu Pelayanan Failasuf Wibisono; Yunie Armiyati; Aric Vranada
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59717

Abstract

Ventilasi mekanik jangka panjang (Long-Term Mechanical Ventilation/LTMV) merupakan salah satu bentuk terapi penunjang kehidupan yang diberikan kepada pasien dengan gangguan pernapasan kronis. Seiring meningkatnya penerapan Home Mechanical Ventilation (HMV), berbagai manfaat telah dilaporkan, seperti peningkatan kualitas hidup pasien serta berkurangnya frekuensi dan durasi perawatan di rumah sakit. Namun demikian, penggunaan ventilasi mekanik dalam jangka panjang juga menghadirkan tantangan yang berkaitan dengan keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Dalam kondisi ini, perawat memegang peranan penting melalui pemantauan kondisi pasien, pencegahan komplikasi, pemberian edukasi kepada keluarga, serta koordinasi pelayanan secara berkesinambungan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menelaah, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai manajemen keperawatan pada pasien pengguna ventilasi mekanik jangka panjang dengan penekanan pada aspek keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2021–2024. Proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan sepuluh artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan empat tema utama, yaitu keselamatan pasien pada pengguna LTMV, pemantauan dan pencegahan komplikasi, mutu pelayanan dan keberlanjutan perawatan, serta kontribusi perawat dalam pelaksanaan HMV. Berbagai strategi seperti pemantauan berkelanjutan, pemanfaatan telemonitoring, penggunaan indikator mutu, edukasi bagi caregiver, dan kerja sama multidisiplin terbukti mendukung peningkatan keselamatan pasien serta mutu pelayanan. Dengan demikian, manajemen keperawatan memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengoptimalkan luaran pasien melalui peningkatan kompetensi perawat, sistem pemantauan yang terstandar, dan keterlibatan aktif keluarga dalam proses perawatan.
Unpreparedness in Self-Management: A Description of Self-Management of Type II Diabetes Mellitus Patients in Health Facilities Femy Melia Rahmawati; Satriya Pranata; Yunie Armiyati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.7110

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disorder caused by hyperglycemia. If uncontrolled, it can be fatal. Therefore, effective self-management and self-control activities are necessary for sufferers. Self-management includes behaviors related to diet, exercise physique, monitoring sugar blood And maintenance foot. This study aims to identify self-management on patient DM type 2 in Internal Medicine Polyclinic, Sekarwangi Regional Hospital. This study used a quantitative descriptive method with a survey approach. The instrument used to measure diabetes self-management was the DSMQ (Diabetes Self-Management Questionnaire) questionnaire adapted into Indonesian. The sample size of this study was 120 type 2 DM patients, using a quota sampling method, in accordance with established inclusion and exclusion criteria. Data analysis used in this study was descriptive univariate analysis. This study shows that the characteristics of respondents were on average 53 years old, had suffered from DM for around 4 years, 61.6% were female, 44.1% had secondary education, 65% were married, 80.8% were employed, 73.3% had no family history of the disease, and 74.1% of respondents had never attended DM education . Analysis score s elf-management shared into three category that is Good Enough And bad, The results of this study showed that respondents who performed self-management were fair (42.5%), good (29.1%), and poor (28.3). The average subscales were fair glucose management, adequate dietary control, poor physical activity, and poor health services. This indicates that most respondents have not performed self-management effectively. It is important for nurses to facilitate proper self-management for DM patients and implement specific programs for DM patients.
The Effect of Healing Touch Therapy on Anxiety: Systematic Literature Review Ramlah Ramlah; Yunie Armiyati; Mohammad Fatkhul Mubin
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.7137

Abstract

Patient anxiety that is not handled properly can have an impact on the patient's deterioration in health status and quality of life. One of the therapies that can be applied is to overcome patients' anxiety disorders with touch healing therapy. . One therapy that can be applied to address anxiety disorders in patients with anxiety disorders is healing touch therapy. The purpose of this literature review was to determine the effect of healing touch therapy on anxiety. This literature review was conducted through a search of publications in Google Scholar, Somantic Scholar Proquest, and PubMed between 2019 and 2025 using the PRISMA method. The keywords used were "Healing Touch" OR "Therapeutic Touch" AND Anxiety OR "Anxiety Disorders". The search for related articles from seven sources met the inclusion criteria, the results of the search for articles from several sources obtained 170 articles, of which only 6 articles met the criteria. The conclusion was that healing touch therapy has an effect on patient anxiety. Healing touch therapy is an intervention that can be implemented or carried out by nurses to help reduce patient anxiety levels.
Efektivitas Monitoring EWS Terintegrasi Berbasis Elektronik Terhadap Deteksi Risiko Mortality di RS Bendan Kota Pekalongan Himawati; Vivi Yosafianti Pohan; Tri Hartiti; Masrukhi; Yunie Armiyati
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.18115

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of an integrated electronic-based Early Warning Score (EWS), known as TeBar, compared with a paper-based EWS form in detecting mortality risk at Bendan Regional General Hospital, Pekalongan City. A quasi-experimental study with a pretest–posttest control group design was employed. The sample consisted of 60 inpatient ward nurses selected using purposive sampling. The inclusion criteria were staff nurses working in the Jlamprang and Truntum wards, while nurse managers and nurses on leave, permission, or ward transfer during the study period were excluded. The intervention involved monitoring patients using the electronic integrated EWS (TeBar) in the intervention group, whereas the control group used the conventional paper-based EWS form. Data were collected using web-based observation sheets. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann–Whitney U Test. The results showed that before implementing the electronic EWS, most mortality risk detections in the intervention group were inaccurate (80%); however, after implementation, all detections were accurate (100%). In the control group, mortality risk detection using the paper-based EWS remained largely inaccurate both before (66.7%) and after (60%) the intervention. The Wilcoxon test revealed a significant difference in mortality risk detection before and after the use of the electronic EWS (TeBar) in the intervention group (p = 0.000), whereas no significant difference was found in the control group using the paper-based EWS (p = 0.346). Furthermore, the Mann–Whitney U test indicated a significant effect of electronic EWS (TeBar) monitoring on mortality risk detection compared to the paper-based EWS (p = 0.000). In conclusion, the electronic EWS (TeBar) is effective in detecting early mortality risk in inpatient wards at Bendan Regional General Hospital, Pekalongan. The use of electronic EWS improves the accuracy of clinical documentation, accelerates clinical decision-making, and enhances patient safety as part of efforts to improve the quality of nursing care.
Peningkatan Kualitas Tidur Sebagai Strategi Pencegahan Hipertensi: Tinjauan Sistematis Intervensi Non-Farmakologi Nurul Auliyah; Siti Aisah; Yunie Armiyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61213

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi, termasuk di Indonesia. Kualitas tidur yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatik, peningkatan kadar kortisol, dan gangguan sistem renin-angiotensin-aldosteron. Tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas intervensi non-farmakologi dalam meningkatkan kualitas tidur sebagai strategi pencegahan hipertensi, dengan fokus pada aplikasi pengingat istirahat berbasis teknologi. Metode tinjauan sistematis dilakukan sesuai pedoman PRISMA melalui pencarian artikel pada PubMed, Scopus, CINAHL, dan Google Scholar periode Januari 2020–April 2025. Dari 427 artikel yang ditemukan, 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil lima intervensi efektif diidentifikasi, yaitu aplikasi pengingat istirahat, relaksasi otot progresif, latihan pernapasan dalam, terapi musik, dan pembatasan penggunaan layar sebelum tidur. Aplikasi pengingat istirahat memberikan hasil terbaik dengan penurunan tekanan darah sistolik sebesar 8–12 mmHg, peningkatan durasi tidur rata-rata 1,6 jam per malam, serta penurunan skor PSQI dari 8,4 menjadi 4,1 (p<0,001). Kesimpulan intervensi non-farmakologi, terutama aplikasi pengingat istirahat, efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur serta menurunkan risiko hipertensi. Perawat memiliki peran penting dalam mengintegrasikan intervensi ini ke dalam asuhan keperawatan holistik