Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perbandingan antara Undang-Undang Hukum Perdata dan Hukum Islam tentang Penolakan Ahli Waris dalam Pembagian Harta Waris Warda Zakiya; Nunung Rodliyah; Ria Wierma Putri; M. Fakih; Yennie Agustin MR
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.1987

Abstract

Penolakan ahli waris terhadap harta warisan merupakan isu penting dalam sistem hukum Indonesia karena melibatkan pluralisme hukum antara Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dan hukum Islam. Fenomena ini sering menimbulkan sengketa keluarga akibat perbedaan interpretasi mengenai hak dan kewajiban ahli waris dalam proses pembagian harta. Penelitian ini bertujuan menganalisis persamaan dan perbedaan konsep penolakan waris menurut kedua sistem hukum serta implikasinya terhadap kepastian hukum dan keadilan. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan analisis komparatif, memanfaatkan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, doktrin, jurnal ilmiah, dan publikasi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam KUHPerdata, penolakan waris harus dilakukan melalui prosedur formal di pengadilan dan berdampak pada hilangnya hak atas seluruh bagian harta peninggalan, sedangkan dalam hukum Islam konsep takharuj menekankan musyawarah, kerelaan, dan kesepakatan bersama tanpa prosedur formal yang kaku. Temuan ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara kedua sistem hukum untuk mewujudkan mekanisme pembagian harta waris yang lebih adil, inklusif, dan responsif terhadap keberagaman sosial
Strategies for achieving graduate scholarships to the student community with Mata Garuda Ria Wierma Putri; Triono, Agus; Sumarja, F.X; Kasmawati; Havez, Muhammad; Riyantika, Annisa
Community Service for Sustainable Community Journal Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/csjsc.v1i1.2024.584

Abstract

Backgrounds: Graduate scholarships are an important resource for pursuing postgraduate studies. However, the process of obtaining scholarships often poses challenges and confusion for students. Methods: In this context, this study aims to explain the effectiveness of socialization and interactive discussions as a strategy to obtain graduate scholarships. Through socialization activities, students can obtain relevant information about the requirements, application process, and success tips in obtaining graduate scholarships. In addition, interactive discussions with fellow students who have similar experiences enable the exchange of knowledge, experiences, and strategies that are useful in facing challenges in the scholarship process. Involvement in student communities such as Mata Garuda also provides access to a wide network and emotional support which is important in motivating and guiding students during the scholarship application process. Results: Involvement in these community activities also helps students build confidence and social skills that can increase their competitiveness in obtaining graduate scholarships. Through this service, it provides important insights for students who are interested in obtaining postgraduate scholarships, especially in terms of the importance of joining student communities and taking advantage of opportunities for socialization and interactive discussions. Findings: The implication of this research is that universities and educational institutions should encourage and support student community activities that can assist students in effectively obtaining graduate scholarships.
Diseminasi Model Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Produk Kain Organik pada Komunitas Kahut Sigerbori di Labuhan Ratu Bandar Lampung Naek Siregar; Ria Wierma Putri; - Rehulina; Abdul Muthalib Tahar
Jurnal Sumbangsih Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v2i1.59

Abstract

Gerakan mempromosikan produk lokal dan ramah lingkungan meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan. Salahsatu usaha lokal di Bandar Lampung yang mendukung prinsip ramah lingkungan adalah Kahut Sigerbori yang merupakan usaha kain dengan pewarnaan alami dan organik bahkan motif shibori menggunakan flora alami. Pertumbuhan usaha lokal yang ramah lingkungan mendorong persaingan antar para usahawan sehingga mereka harus meningkat kreativitas dan kekhasan produk masing masing. Kekhasan produk menjadi nilai tambah yang akan meningkatkan nilai produk tersebut. Tetapi kekhasan ini juga dapat membuka peluang ketertarikan usahawan lain untuk meniru design, menggunakan merek yang sama tanpa izin ataupun membuat produk yang mirip. Kecurangan ini dapat dicegah apabila pemilik asli melakukan perlindungan terhadap produk ciptaannya yaitu Perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI). Namun terkadang pemilik tidak memahami bagaimana cara memperoleh perlindungan tersebut, mengetahui namun berpikir prosedurnya akan sangat rumit atau tidak memahami secara pasti bentuk HAKI yang tepat untuk produk usahanya. Terutama apabila berkaitan dengan metode tradisional, dilakukan oleh grup dan bukan merupakan pencipta pertama. Permasalahan ini sering dialami oleh para usahawan yang bergerak dibidang kerajina seperti halnya komunitas Kahut Sigerbori. Ada beberapa opsi yang dapat diterapkan untuk melindungi HAKI bagi produk kerajinan tangan Kahut Sigerbori dengan melihat tiap elemen elemen yang dapat dilindungi seperti design dilindungi hak cipta, tehnik pewarnaan dan pemotifan dengan perlindungan pengetahuan tradisional, organisme yang digunakan dapat dilindungi dengan sumber daya genetic serta dapat dimungkinkan apabila produk tersebut menggunakan bahan dari daerah geografis tertentu maka dapat dilindungi indikasi geografis bahkan paten jika terdapat inovasi baru.
Perlindungan dan Pemanfaatan Hak Merek dalam Bisnis Waralaba Digital di Era Ekonomi Kreatif Alieffa Nanda Erviana; Rohaini; Ria Wierma Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4225

Abstract

Perkembangan ekonomi kreatif di era digital telah mengubah paradigma bisnis, di mana hak merek menjadi aset strategis dalam menciptakan nilai tambah dan daya saing, terutama pada model bisnis waralaba digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak merek serta pemanfaatannya dalam pengembangan bisnis waralaba digital di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif, dengan menelaah peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, doktrin hukum, serta studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis masih belum sepenuhnya mengakomodasi perkembangan praktik waralaba digital, terutama terkait penggunaan merek dalam platform daring, domain, dan lisensi digital. Implikasinya, diperlukan pembaruan regulasi dan pedoman yurisprudensi yang lebih responsif terhadap transformasi ekonomi berbasis teknologi. Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara perlindungan hak merek dan inovasi ekonomi kreatif untuk mendorong kepastian hukum serta pertumbuhan usaha berkelanjutan di era digital.
Kekuatan Mengikat Perjanjian Internasional dan Hukum Kebiasaan Internasional: Analisis Perbandingan Monica Viny Angraini; Grace Putri Waghe; Ria Wierma Putri; Le Thi Minh Phuong
Unram Law Review Vol 9 No 2 (2025): Unram Law Review (ULREV)
Publisher : Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ulrev.v9i2.417

Abstract

International treaties and customary international law are two main sources in the international legal system. Both have the function of regulating relations between countries and international actors, but there are differences in the mechanisms of formation and its binding force. This study contributes to fill the analytical gap in previous comparative works by examining how legitimacy and enforceability differ under modern international adjudication contexts.Using normative legal research methods, specifically the statute approach and conceptual analysis, an analysis is conducted on the legal principles, doctrines, and practices of states to understand how the legitimacy and effectiveness of both are recognized in the international legal system.. The results of the study show that international treaties generally have more explicit and specific binding force because they are based on the formal agreement of the parties, while customary international law is binding based on general practices accepted as law (opinio juris). However, in certain situations, customary law can apply more broadly, including to countries that are not parties to an agreement. This study emphasizes the importance of understanding the interaction between the two in an effort to maintain legal certainty and stability of international relations.
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membangun Generasi Berkarakter: Sosialisasi pada Siswa SMA N 1 Abung Semuli Lampung Utara, Provinsi Lampung Triono, Agus; Ria Wierma Putri; Marlia Eka Putri; Yunita Maya Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4282

Abstract

Pengabdian masyarakat di SMA Negeri 1 Abung Semuli ini bertujuan untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi moral generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Siswa sebagai agen perubahan dihadapkan pada krisis identitas, dominasi budaya asing, serta penurunan kesadaran kebangsaan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan komunikatif, partisipatif, dan reflektif, dengan metode penyampaian materi interaktif, diskusi, dan refleksi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Materi mencakup sejarah dan makna Pancasila, tantangan nilai kebangsaan di era digital, serta penguatan karakter melalui tindakan sederhana yang kontekstual. Hasil jangka pendek menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman siswa terhadap Pancasila. Dalam jangka panjang, hasil pengabdian ini mendorong perilaku positif, rasa tanggung jawab sosial, dan identitas nasional yang kuat. Dukungan sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program. Meskipun terdapat keterbatasan waktu dan belum optimalnya sistem tindak lanjut, kegiatan ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan guru, pembentukan duta Pancasila, dan penguatan budaya sekolah. Pengabdian ini menegaskan pentingnya internalisasi Pancasila sebagai langkah strategis menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan.
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membangun Generasi Berkarakter: Sosialisasi pada Siswa SMA N 1 Abung Semuli Lampung Utara, Provinsi Lampung Triono, Agus; Ria Wierma Putri; Marlia Eka Putri; Yunita Maya Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4467

Abstract

Pengabdian masyarakat di SMA Negeri 1 Abung Semuli ini bertujuan untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi moral generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Siswa sebagai agen perubahan dihadapkan pada krisis identitas, dominasi budaya asing, serta penurunan kesadaran kebangsaan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan komunikatif, partisipatif, dan reflektif, dengan metode penyampaian materi interaktif, diskusi, dan refleksi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Materi mencakup sejarah dan makna Pancasila, tantangan nilai kebangsaan di era digital, serta penguatan karakter melalui tindakan sederhana yang kontekstual. Hasil jangka pendek menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman siswa terhadap Pancasila. Dalam jangka panjang, hasil pengabdian ini mendorong perilaku positif, rasa tanggung jawab sosial, dan identitas nasional yang kuat. Dukungan sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program. Meskipun terdapat keterbatasan waktu dan belum optimalnya sistem tindak lanjut, kegiatan ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pelatihan guru, pembentukan duta Pancasila, dan penguatan budaya sekolah. Pengabdian ini menegaskan pentingnya internalisasi Pancasila sebagai langkah strategis menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan.