Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Strategies for achieving graduate scholarships to the student community with Mata Garuda Ria Wierma Putri; Triono, Agus; Sumarja, F.X; Kasmawati; Havez, Muhammad; Riyantika, Annisa
Community Service for Sustainable Community Journal Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/csjsc.v1i1.2024.584

Abstract

Backgrounds: Graduate scholarships are an important resource for pursuing postgraduate studies. However, the process of obtaining scholarships often poses challenges and confusion for students. Methods: In this context, this study aims to explain the effectiveness of socialization and interactive discussions as a strategy to obtain graduate scholarships. Through socialization activities, students can obtain relevant information about the requirements, application process, and success tips in obtaining graduate scholarships. In addition, interactive discussions with fellow students who have similar experiences enable the exchange of knowledge, experiences, and strategies that are useful in facing challenges in the scholarship process. Involvement in student communities such as Mata Garuda also provides access to a wide network and emotional support which is important in motivating and guiding students during the scholarship application process. Results: Involvement in these community activities also helps students build confidence and social skills that can increase their competitiveness in obtaining graduate scholarships. Through this service, it provides important insights for students who are interested in obtaining postgraduate scholarships, especially in terms of the importance of joining student communities and taking advantage of opportunities for socialization and interactive discussions. Findings: The implication of this research is that universities and educational institutions should encourage and support student community activities that can assist students in effectively obtaining graduate scholarships.
Diseminasi Model Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Produk Kain Organik pada Komunitas Kahut Sigerbori di Labuhan Ratu Bandar Lampung Naek Siregar; Ria Wierma Putri; - Rehulina; Abdul Muthalib Tahar
Jurnal Sumbangsih Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v2i1.59

Abstract

Gerakan mempromosikan produk lokal dan ramah lingkungan meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan. Salahsatu usaha lokal di Bandar Lampung yang mendukung prinsip ramah lingkungan adalah Kahut Sigerbori yang merupakan usaha kain dengan pewarnaan alami dan organik bahkan motif shibori menggunakan flora alami. Pertumbuhan usaha lokal yang ramah lingkungan mendorong persaingan antar para usahawan sehingga mereka harus meningkat kreativitas dan kekhasan produk masing masing. Kekhasan produk menjadi nilai tambah yang akan meningkatkan nilai produk tersebut. Tetapi kekhasan ini juga dapat membuka peluang ketertarikan usahawan lain untuk meniru design, menggunakan merek yang sama tanpa izin ataupun membuat produk yang mirip. Kecurangan ini dapat dicegah apabila pemilik asli melakukan perlindungan terhadap produk ciptaannya yaitu Perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI). Namun terkadang pemilik tidak memahami bagaimana cara memperoleh perlindungan tersebut, mengetahui namun berpikir prosedurnya akan sangat rumit atau tidak memahami secara pasti bentuk HAKI yang tepat untuk produk usahanya. Terutama apabila berkaitan dengan metode tradisional, dilakukan oleh grup dan bukan merupakan pencipta pertama. Permasalahan ini sering dialami oleh para usahawan yang bergerak dibidang kerajina seperti halnya komunitas Kahut Sigerbori. Ada beberapa opsi yang dapat diterapkan untuk melindungi HAKI bagi produk kerajinan tangan Kahut Sigerbori dengan melihat tiap elemen elemen yang dapat dilindungi seperti design dilindungi hak cipta, tehnik pewarnaan dan pemotifan dengan perlindungan pengetahuan tradisional, organisme yang digunakan dapat dilindungi dengan sumber daya genetic serta dapat dimungkinkan apabila produk tersebut menggunakan bahan dari daerah geografis tertentu maka dapat dilindungi indikasi geografis bahkan paten jika terdapat inovasi baru.
Perlindungan dan Pemanfaatan Hak Merek dalam Bisnis Waralaba Digital di Era Ekonomi Kreatif Alieffa Nanda Erviana; Rohaini; Ria Wierma Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4225

Abstract

Perkembangan ekonomi kreatif di era digital telah mengubah paradigma bisnis, di mana hak merek menjadi aset strategis dalam menciptakan nilai tambah dan daya saing, terutama pada model bisnis waralaba digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak merek serta pemanfaatannya dalam pengembangan bisnis waralaba digital di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif, dengan menelaah peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, doktrin hukum, serta studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis masih belum sepenuhnya mengakomodasi perkembangan praktik waralaba digital, terutama terkait penggunaan merek dalam platform daring, domain, dan lisensi digital. Implikasinya, diperlukan pembaruan regulasi dan pedoman yurisprudensi yang lebih responsif terhadap transformasi ekonomi berbasis teknologi. Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara perlindungan hak merek dan inovasi ekonomi kreatif untuk mendorong kepastian hukum serta pertumbuhan usaha berkelanjutan di era digital.
Kekuatan Mengikat Perjanjian Internasional dan Hukum Kebiasaan Internasional: Analisis Perbandingan Monica Viny Angraini; Grace Putri Waghe; Ria Wierma Putri; Le Thi Minh Phuong
Unram Law Review Vol 9 No 2 (2025): Unram Law Review (ULREV)
Publisher : Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ulrev.v9i2.417

Abstract

International treaties and customary international law are two main sources in the international legal system. Both have the function of regulating relations between countries and international actors, but there are differences in the mechanisms of formation and its binding force. This study contributes to fill the analytical gap in previous comparative works by examining how legitimacy and enforceability differ under modern international adjudication contexts.Using normative legal research methods, specifically the statute approach and conceptual analysis, an analysis is conducted on the legal principles, doctrines, and practices of states to understand how the legitimacy and effectiveness of both are recognized in the international legal system.. The results of the study show that international treaties generally have more explicit and specific binding force because they are based on the formal agreement of the parties, while customary international law is binding based on general practices accepted as law (opinio juris). However, in certain situations, customary law can apply more broadly, including to countries that are not parties to an agreement. This study emphasizes the importance of understanding the interaction between the two in an effort to maintain legal certainty and stability of international relations.
Protection of Traditional Cloth Tapis Lampung in Communal Intellectual Property Rights Regime Yunita Maya Putri; Ria Wierma Putri; Rehulina Rehulina
Dialogia Iuridica Vol. 14 No. 1 (2022): Dialogia Iuridica Journal Vol. 14 No. 1 Year 2022
Publisher : Faculty of Law, Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/di.v14i1.5231

Abstract

Lampung Province has a Traditional Cultural Expressions (TCE) heritage in the form of cloth “Tapis"; if it is not appropriately maintained, it will be vulnerable to being recognized by other countries that can take advantage of its existence. Currently, Indonesia regulates cloth protection in the copyright regime. However, the copyright regime has limitations in protecting it, for example, the limited time of protection provided. In addition, Tapis has Intellectual Property Rights (IPR) potential, not only in copyright-protected motifs but also in original materials and crafts that Geographical Indications can protect. So it can maintain the existence and the work of art and culture itself. In addition, the community can get economic benefits and cultural developments in Indonesia as a developing country. Based on the background above, this research will analyze the development of IPR and the construction initiative to protect Tapis Lampung. In this study, the empirical normative legal method examines and interviews the cloth weaver group through historical approaches. The data used are from laws, regulations, and interviews. Protection for Tapis Lampung can be achieved by using two measures: preventive legal protection by implementing an integrated cultural data collection system that carries out cultural recording and documentation efforts to prevent claims of intellectual property rights protection against culture. Furthermore, in repressive legal protection, rules can provide a legal basis for parties who will take action against outside parties that are considered to have taken or recognized the rights to cultural property clearly and systematically.
Tinjauan Hukum Mengenai Perbedaan Unsur Kesengajaan Dan Kelalaian Dalam Sengketa Medis Di Indonesia Hafizh Abdul Aziz; M. Fakih; Rinaldy Amrullah; Hieronymus Soerjatisnanta; Ria Wierma Putri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16496

Abstract

Sengketa medis sering kali memicu perdebatan mengenai apakah tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis disebabkan oleh kesengajaan atau kelalaian, yang berdampak pada jenis pertanggungjawaban hukum yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan meninjau peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, serta literatur hukum yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa meskipun kesengajaan dan kelalaian memiliki elemen hukum yang berbeda, keduanya memerlukan pembuktian yang kuat dalam proses hukum. Analisis ini memberikan wawasan tentang pentingnya pemahaman yang jelas atas perbedaan tersebut untuk menentukan jalur penyelesaian sengketa yang tepat, baik melalui litigasi maupun non-litigasi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan yang lebih adil dan efisien dalam penyelesaian sengketa medis.