Claim Missing Document
Check
Articles

Islamic Values Comprehension and its Correlation with Religious Tolerance Among High School Students Adinda, Firhan; Musthofa, Indhra; al Anshori, Thoriq
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 3 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i3.197

Abstract

This study explores the relationship between students’ understanding of Islamic values and their attitudes toward religious tolerance in a multicultural school setting. As Indonesia continues to face challenges in maintaining interreligious harmony, this research aims to examine whether a stronger comprehension of Islamic teachings promotes more tolerant behavior among students. Using a quantitative correlational approach, the study involved 95 randomly selected Muslim students from a population of 952 at Senior High School 4 Malang City. Data were gathered through a closed-ended questionnaire and analyzed using descriptive and non-parametric statistics with SPSS 25.0. Findings show that 57% of students possess a moderate level of understanding of Islamic values, and 60% demonstrate a moderate attitude toward religious tolerance. The Spearman Rank test revealed a significant positive correlation (r = 0.418, p < 0.05), indicating that deeper knowledge of Islamic principles such as faith, worship, and moral conduct is associated with higher tolerance toward religious diversity. Although this study is limited to one public school and focuses solely on Muslim students, it offers meaningful implications for religious education. It suggests that Islamic Religious Education should not only emphasize cognitive knowledge but also nurture affective and behavioral aspects through contextual, dialogic, and experiential learning strategies. By doing so, schools can better cultivate inclusive attitudes among students. This research contributes empirical support to the idea that fostering Islamic values in a holistic manner can strengthen religious tolerance in Indonesia’s pluralistic educational landscape.
Penguatan baca Qur’an melalui program tahsin Al-Qur’an di sekolah menengah agama ibrah Pulau Pinang Malaysia Musthofa, Indhra; Jannah, Miftahul; Ningrum, Diah Kusuma; Nada, Silvia Khodrotun; Mariyana, Ani’
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i4.21399

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an peserta didik melalui Program Tahsin Al-Qur'an di SMA Ibrah, yang memiliki fokus pada pendidikan umum dan deeniyah. Metode pengabdian terdiri dari survei, pelaksanaan kegiatan pengabdian, evaluasi dan pelaporan. Hasil menunjukkan bahwa program ini telah memenuhi tujuan dengan baik. Program  Praktik Pengalaman Lapangan kolaborasi program Kandidat Sarjana Mengabdi (PPLK-KSM) Internasional Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang berhasil aktif dalam mendukung kegiatan Tahsin Al-Qur'an di SMA Ibrah, mencatat perkembangan peserta didik, dan memberikan laporan kepada pihak sekolah. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an peserta didik dan memberikan kontribusi positif pada lingkungan pendidikan di SMA Ibrah Pulau Pinang, Malaysia.
Peningkatan mutu pendidikan melalui program literasi, recycle, motivasi, dan parenting Musthofa, Indhra; Rizqiyyah, Reza Zaidatur; Irawanto, Annisa Aulia Putri; Wardhana, Alifia Tasya Husna; Syahfitri, Nur Alfi
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i1.21475

Abstract

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, salah satunya dengan menghadirkan program-program unggulan yang menjadi ciri khas suatu sekolah tersebut. Tidak hanya pihak internal sekolah yang dapat memberikan gagasan mengenai program peningkatan mutu sekolah namun pihak eksternal juga dapat memberikan gagasan mengenai program yang dilakukan dalam peningkatan mutu kualitas sekolah, salah satunya dengan kegiatan internship program. Artikel ini membahas tentang bagaimana mahasiswi Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang ikut serta dalam peningkatan mutu pendidikan di Kompleks Pendidikan Dar Al-Ma’arif Kedah Malaysia dengan membawa 4 gagasan program antara lain: Literasi, Recycle, Parenting, dan Motivasi. Metode yang digunakan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kompleks Pendidikan Dar Al-Ma’arif Kedah Malaysia adalah Participatory Action Research dengan kegiatan workshop, focus group discussion, konsultasi, serta terjun langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Pada proses pelaksanaannya dilaksanakan dengan 2 tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap perlaksanaan. Dalam pelaksanaannya melibatkan seluruh civitas akademika di Kompleks Pendidikan Dar Al-Ma’arif Kedah Malaysia. Luaran yang dihasilkan dengan adanya program ini adalah terciptanya suatu ciri khas yang melekat pada Kompleks Pendidikan Dar Al-Ma’arif Kedah Malaysia yang belum pernah ada dalam suatu system pendidikan di Malaysia sebelumnya.
The Relationship of Religion to Tribal, Racial and Interfaith Conflicts Khotimah, Husnul; Musthofa, Indhra
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 1, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i1.26844

Abstract

Abstrak: Keberadaan berbagai agama merupakan sunatullah yang telah ditetapkan oleh tuhan di bumi ini. Dengan adanya agama, manusia akan mendapat pandangan hidup yang akan mereka pegang seumur hidupnya. Dalam beragama, setiap masyarakat dipengaruhi oleh suku maupun budaya di masing masing daerah. Dalam pelaksanaanya, setiap agama saling mengadakan kontak sosial antar masyarakat baik itu positif maupun negatif. Dalam beragama, setiap umatnya akan mengembangkan dan menyeruh kepada masing masing pemeluk agamanya. Selain itu dalam setiap agama tentunya terdapat perintah untuk toleransi antar agama. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode kajian pustaka. Adanya pluralitas agama dan suku serta makin tingginya moderenitas horizontal bangsa Indonesia telah menimbulkan kontak kontak sosial budaya secara cepat dan meluas, termasuk kontak antar umat beragama. Akibat terjadinya kontak atau interaksi antar umat beragama tersebut kemudian dapat terjadi konflik ketika satu diantara kedua kelompok menganggap kelompok lain merugikannya, baik identitas maupun berbagai kebutuhannya. Persoalan persoalan pada level sosial-budaya antar kelompok agama maupun ditambah dengan persoalan politik sering melahirkan konflik antar umat beragama. Oleh karena itu, persoalan agama dalam masyarakat merupakan persoalan yang harus ditangani dan ditanggulangi dengan segera karena menyangkut penganut umat beragama agar tercipta kehidupan masyarakat yang damai dan hidup rukun selaras sesuai dengan yang dicita-citakan oleh setiap agama di seluruh dunia.Abstract: The existence of various religions is a sunatullah that has been established by God on this earth. With the existence of religion, humans will get a view of life that they will hold for the rest of their lives. In religion, every society is influenced by ethnicity and culture in each region. In its implementation, each religion establishes social contact between people, both positive and negative. In religion, every member of the community will develop and call upon each adherent of their religion. In addition, in every religion, of course, there is an order for tolerance between religions. This article was written using the literature review method. The existence of religious and ethnic plurality as well as the increasing horizontal modernity of the Indonesian nation has given rise to fast and widespread socio-cultural contacts, including contact between religious communities. As a result of contact or interaction between religious communities, conflict can then occur when one of the two groups considers the other group to be detrimental to them, both their identity and their various needs. Issues at the socio-cultural level between religious groups and coupled with political issues often give birth to conflicts between religious communities. Therefore, the issue of religion in society is a problem that must be addressed and dealt with immediately because it involves adherents of religious communities in order to create a peaceful society and live in harmony in accordance with what every religion in the world aspires to.
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGI MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA KURIKULUM MERDEKA Musthofa, Indhra; Khotimah , Husnul
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i1.5114

Abstract

Globalisasi yang terjadi saat ini membawa masyarakat Indonesia melupakan pendidikan karakter bangsa. Padahal, pendidikan karakter merupakan suatu pondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Oleh karena itu, salah satu yang diterapkan adalah pembentukan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan sebagaimana di Sekolah formal guru telah mengkonsep pembentukan karakter religius untuk meningkatkan kepribadian siswa dan meningkatkan religius siswa melalui pembelajaran PAI serta melalui kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research. Informan penelitian ini adalah waka kurikulum, guru PAI dan siswa. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi data, memaparkan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, strategi pembentukan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan di SMA BSS Malang terdiri dari 3 (tiga): Pertama, strategi pemahaman, Kedua strategi pembiasaan, Ketiga strategi keteladanan. Implikasi pembentukan karakter religius siswa melalui pembelajaran PAI di SMA BSS Malang adalah meningkatkan keimanan siswa dan ketaqwaan kepada Allah, membentuk akhlaqul karimah