Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : midang

EDUKASI PELESTARIAN WARISAN BUDAYA BAGI MASYARAKAT KAMPUNG DUKUH DESA CIROYOM KECAMATAN CIKELET KABUPATEN GARUT Kunto Sofianto; Dade Mahzuni; Ade Kosasih; Widyo Nugrahanto; Etty Saringendyanti; Eko Wahyu Koeshandoyo; Ayu Septiani; Budi Gustaman
Midang Vol 1, No 1 (2023): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2023
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v1i1.44448

Abstract

Kegiatan PPM yang dilakukan berjudul “Edukasi Pelestarian Warisan Budaya bagi Masyarakat Kampung Dukuh Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut”. Kegiatan PPM yang dilaksanakan merupakan bagian integral dari riset berjudul Kehidupan Religi (Agama) Masyarakat Sunda di Jawa Barat. Kegiatan PPM ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Adat Kampung Dukuh. Salah satu hal yang melatarbelakangi kegiatan PPM ini ialah generasi muda di sekitar Kampung Dukuh belum memahami dengan baik berbagai regulasi yang terkait dengan pelestarian budaya. Di samping itu, selama ini tidak ada upaya terstruktur yang mengisi kekosongan nilai-nilai di dalam pengembangan masyarakat ini karena tampaknya tidak terjangkau oleh pihak otoritas yang memiliki kewenangan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat tradisi. Setelah kegiatan ini dilakukan diharapkan generasi muda di Kampung Adat Dukuh mengetahui dan memahami regulasi yang berkaitan dengan pelestarian budaya. Selain itu diharapkan pihak otoritas yang memiliki kewenangan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat tradisi dapat menjangkau Masyarakat Adat Kampung Dukuh sebagai bagian dari pelestari warisan budaya di Jawa Barat khususnya dan Indonesia umumnya. 
PEMBERDAYAAN SEBAGAI ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kosasih, Ade; Sofianto, Kunto; Nugrahanto, Widyo; Septiani, Ayu
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61446

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab para akademisi. Dalam pelaksanaannya, pengabdian yang ideal adalah berupa  pemberdayaan (empowering), sehingga masyarakat akan memiliki kekuatan setelah tidak didampingi lagi oleh akademisi. Dalam pemberdayaan, upaya yang harus dibangkitkan adalah partisipasi, masyarakat menjadi pusat kegiatan, serta menciptakan kemandirian. Artikel ini bertujuan mengungkapkan pandangan konseptual tentang pemberdayaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar tidak terjadi pelaksanaan pengabdian yang tidak tepat konsep dan pelaksanaannya.  Pengungkapan  maksud tersebut dilakukan dengan cara memaparkan konsep dasar dalam pemberdayaan yang bercirikan tiga hal tersebut, yaitu partisipasi, berbasis masyarakat, dan mewujudkan kemandirian. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan cara menggali secara cermat berbagai pandangan tentang pemberdayaan dalam berbagai publikasi ilmiah. Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, pemberdayaanlah yang tepat karena masyarakat itu sendiri banyak terlibat dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksana pengabdian hanya berperan sebagai fasilitator yang menghindari kecenderungan melakukan intervensi. Partisipasi merupakan bentuk peran serta khalayak secara sukarela tanpa mobilisasi dan tekanan. Berbasis masyarakat berarti seluruh tindakan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi karena setiap masyarakat mempunyai potensi dan masalah yang berbeda-beda. Kemandirian merupakan wujud bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk melaksanakan harapan dan cita-citanya tanpa terus didampingi oleh fasilitator.
RAHMATAN LIL 'ALAMIN SEBAGAI LANDASAN KONSEPSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: KONTEKSTUALISASI QS. AL-ANBIYA AYAT 107 DALAM PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kosasih, Ade; Sofianto, Kunto; Syabana, Muntazhar Nur
Midang Vol 4 No 2 (2026): Midang, Juni 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i2.64087

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang bertujuan meningkatkan kapasitas individu maupun kelompok agar mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam perspektif Islam, pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan material, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kehidupan yang berkeadilan, bermartabat, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh makhluk. Artikel ini bertujuan mengkontekstualisasikan makna rahmatan lil 'alamin dalam QS. Al-Anbiya ayat 107 sebagai landasan konseptual pemberdayaan masyarakat pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi kepustakaan yang dipadukan dengan pendekatan partisipasi dalam pelaksanaan program pengabdian. Analisis dilakukan terhadap ayat Al-Quran, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur mengenai pemberdayaan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep rahmatan lil 'alamin mengandung nilai kasih sayang, keadilan, inklusivitas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta keberlanjutan yang sangat relevan dijadikan paradigma dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat. Nilai-nilai tersebut mendorong transformasi masyarakat secara holistik melalui peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, partisipasi aktif, dan kemandirian sosial. Dengan demikian, QS. Al-Anbiya ayat 107 memiliki relevansi yang kuat sebagai dasar konseptual dalam membangun model pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemaslahatan universal.
PEMBERDAYAAN SEBAGAI ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kosasih, Ade; Sofianto, Kunto; Nugrahanto, Widyo; Septiani, Ayu
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61446

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab para akademisi. Dalam pelaksanaannya, pengabdian yang ideal adalah berupa  pemberdayaan (empowering), sehingga masyarakat akan memiliki kekuatan setelah tidak didampingi lagi oleh akademisi. Dalam pemberdayaan, upaya yang harus dibangkitkan adalah partisipasi, masyarakat menjadi pusat kegiatan, serta menciptakan kemandirian. Artikel ini bertujuan mengungkapkan pandangan konseptual tentang pemberdayaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar tidak terjadi pelaksanaan pengabdian yang tidak tepat konsep dan pelaksanaannya.  Pengungkapan  maksud tersebut dilakukan dengan cara memaparkan konsep dasar dalam pemberdayaan yang bercirikan tiga hal tersebut, yaitu partisipasi, berbasis masyarakat, dan mewujudkan kemandirian. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan cara menggali secara cermat berbagai pandangan tentang pemberdayaan dalam berbagai publikasi ilmiah. Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, pemberdayaanlah yang tepat karena masyarakat itu sendiri banyak terlibat dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksana pengabdian hanya berperan sebagai fasilitator yang menghindari kecenderungan melakukan intervensi. Partisipasi merupakan bentuk peran serta khalayak secara sukarela tanpa mobilisasi dan tekanan. Berbasis masyarakat berarti seluruh tindakan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi karena setiap masyarakat mempunyai potensi dan masalah yang berbeda-beda. Kemandirian merupakan wujud bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk melaksanakan harapan dan cita-citanya tanpa terus didampingi oleh fasilitator.
MENGANTISIPASI POTENSI BANJIR: PARTISIPASI TIM PPM FIB UNPAD DALAM NORMALlSASI SUNGAI CIKERUH DI DESA CIKERUH KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Sofianto, Kunto; Mahzuni, Dade; Koeshandoyo, Eko W.; Gustaman, Budi; Falah, Miftahul
Midang Vol 4 No 1 (2026): Midang, Februari 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i1.63973

Abstract

The problem underlying this Community Service Program (Pengabdian pada Masyarakat/PPM) is the disaster vulnerability of Cikeruh Village, Jatinangor Subdistrict, Sumedang Regency, which is prone to flooding during every rainy season due to sedimentation and pollution of the Cikeruh River. For this reason, community participation is needed to support the normalization process. The methods applied in this PPM activity include community education and mediation, integrated into a series of stages consisting of education, observation, mediation, and action. In the 2025 PPM implementation, three main efforts were undertaken. First, education and observation were conducted at flood-prone locations to identify the root causes of the problem. Second, mediation was carried out with relevant stakeholders, including village authorities and the community of Cikeruh Village, the Citarum River Basin Authority (Balai Besar Wilayah Sungai/BBWS Citarum), and the Public Works and Housing Agency (Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/PUPR) of Sumedang Regency. Third, active participation was provided in the implementation of river dredging actions carried out by the Public Works and Housing Agency of Sumedang Regency. Overall, this PPM activity is aligned with the vision of the West Java Provincial Government and its affiliated institutions in declaring a commitment to environmental conservation, particularly river preservation, as an effort to strengthen community disaster resilience.