Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan blue light pada perangkat elektronik dan tingkat stres dengan kualitas tidur remaja Tambunan, Khezia Alfani; Ranggaswana, Dika Sagita; Prakoso, Anom Dwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1573

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur yang berdampak negatif pada kualitas tidur bahkan menyebabkan gangguan tidur. Stres juga salah satu faktor penyebab gangguan tidur, dimana peningkatan hormon dapat mempengaruhi sistem saraf pusat.Tujuan: Mengetahui hubungan antara blue light dan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja.Metode: Metode kuantitatif dengan desain observasional analitik yang menggunakan cross-sectional. Pengambilan sampel non-probability menggunakan purposive.Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk 120 (63,5%), kualitas tidur baik 69 (36,5%), paparan cahaya biru tingkat rendah 59 (31,2%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 130 (68,8%), tingkat stres berat 102 (54%), tingkat stres ringan 7 (3,7%) dan tingkat stres sedang 80 (42,3%). Hasil statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan cahaya biru dan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value <0,05).Kesimpulan: : Kualitas tidur remaja terganggu karena banyak faktor yang mempengaruhi, seperti paparan cahaya biru dan tingkat stres, dimana faktor tersebut sangat berpengaruh dalam kualitas tidur menjadi tidak optimal.
ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY PESERTA MANDIRI TERHADAP PENENTUAN KELAS IURAN JKN DI KABUPATEN BEKASI Eka Darmawati; Anom Dwi Prakoso
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/9r457103

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan progam asuransi kesehatan sosial yang bertujuan agar semua masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang terjangkau, bermutu, dan berkeadilan termasuk bagi peserta mandiri yang berkerja pada sektor nonformal. Semenjak pandemi Covid-19, kontribusi peserta mandiri dalam membayar iuran JKN menurun signifikan karena banyak yang menunggak iuran. Menurunnya pendapatan seseorang akan menentukan kepatuhan, ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP) seseorang dalam membayar iuran JKN secara rutin. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP) dengan penentuan Kelas Iuran JKN. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional study. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada bulan Juni-Agustus 2022. Subjek penelitian terdiri dari 66 peserta mandiri menggunkan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 66 sampel. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan kelas iuran JKN berhubungan dengan ability to pay (p-value=0,000; r=0,522) dan willingness to pay (p-value=0,000; r=0,751). Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan yang sedang antara kemampuan membayar dan hubungan yang kuat kemauan membayar dengan penentuan kelas iuran JKN.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RETENSI PERAWAT DI RUMAH SAKIT CIKARANG MEDIKA TAHUN 2023 Della Agnes Tasya; Anom Dwi Prakoso
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/c1p5dm95

Abstract

Pentingnya retensi perawat dipengaruhi oleh faktor kondisi kerja, gaji dan tunjangan yang kompetitif, peluang karir dan hubungan rekan kerja terhadap mutu pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika. Metode penelitian ini mengguunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat aktif di Rumah Sakit Cikarang Medika berjumlah 95 orang dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu uji statistik chi-square. Retensi perawat memiliki hubungan yang signifikan dengan kondisi kerja ( p value 0,000), persepsi gaji dan tunjangan yang kompetitif ( p value 0,000), perencanaan karier ( p value 0,034), dan hubungan antara rekan kerja ( p value 0,034) perawat. Kondisi kerja, persepsi gaji dan tunjangan yang kompetitif, perencanaan karier, serta hubungan antara rekan kerja memiliki hubungan signifikan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika Bekasi tahun 2023.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PASIEN DALAM MENGGUNAKAN OBAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIKARANG Andini, Nuruz Zakia; Marselina; Masita Sari Dewi; Anom Dwi Prakoso
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/m5n8qm26

Abstract

Kepatuhan dalam penggunaan obat hipertensi merupakan faktor kunci dalam pengelolaan penyakit hipertensi, yang dapat meminimalkan risiko komplikasi seperti gagal jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Namun, tingkat kepatuhan pasien sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien, seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penyakit penyerta, dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan observasional. Sampel diambil secara accidental sampling sebanyak 98 responden, yang diukur tingkat kepatuhannya menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman untuk menentukan hubungan antara variabel. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin (Sig = 0,005), usia (Sig = 0,003), dan penyakit penyerta (Sig = 0,037) dengan tingkat kepatuhan. Sebaliknya, tingkat pendidikan (Sig = 0,688) dan pekerjaan (Sig = 0,191) tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan obat. Faktor jenis kelamin, usia, dan penyakit penyerta merupakan determinan penting dalam kepatuhan penggunaan obat hipertensi. Temuan ini dapat dijadikan dasar untuk pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien.
FAKTOR PSIKOSOSIAL DAN KEPATUHAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB): STUDI EMPIRIS DI KABUPATEN BEKASI SELAMA PANDEMI COVID-19 Anom Dwi Prakoso
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/c6qjng10

Abstract

Kepatuhan masyarakat terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan kunci keberhasilan pengendalian pandemi COVID-19. Faktor psikososial diyakini berperan penting dalam menentukan tingkat kepatuhan. Menguji hubungan dan kontribusi variabel sikap, motivasi, emosi, kepercayaan, kompensasi, dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan PSBB. Desain cross-sectional, 210 responden dewasa di Kabupaten Bekasi (September–November 2021). Instrumen kuesioner skala Likert (1–5) telah tervalidasi (loading factor ≥0,50; varians kumulatif >60%) dan reliabel (Cronbach’s α 0,82–0,91). Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, ANOVA satu arah, serta regresi berganda hierarkis (α=0,05). Rata‑rata skor: motivasi (4,00±0,50), kepatuhan (3,90±0,60), sikap (3,80±0,60). Semua variabel kecuali lingkungan sosial berhubungan signifikan dengan kepatuhan (r=0,483–|0,310|; p<0,05). Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan rata‑rata kepatuhan antar kelompok motivasi dan kompensasi (p<0,01). Regresi hierarkis mengungkapkan motivasi (β=0,278; p<0,001) dan kompensasi (β=-0,215; p<0,001) sebagai prediktor terkuat, menjelaskan 18,8% variasi kepatuhan. Motivasi intrinsik dan persepsi kompensasi memegang peranan utama dalam kepatuhan PSBB.
DESAIN SOP DAN ALUR KERJA LINTAS SEKTORAL DALAM PENANGANAN STUNTING BERBASIS PANGAN LOKAL Anom Dwi Prakoso
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/57rtca75

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bekasi, dipengaruhi oleh faktor gizi, sanitasi, dan koordinasi antarinstansi. Mendesain SOP dan alur kerja lintas sektoral untuk penanganan stunting berbasis pangan lokal sesuai prinsip "Isi Piringku". Penelitian R&D tahap desain dilaksanakan di Kabupaten Bekasi. Informan terdiri dari 15 pemangku kepentingan di Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Puskesmas, dan LPM. Teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan FGD. Analisis data menggunakan metode tematik. Terdapat lima tahapan SOP: (1) perencanaan intervensi, (2) koordinasi lintas sektor, (3) pengadaan dan pemanfaatan pangan lokal, (4) implementasi program di lapangan, (5) monitoring dan evaluasi. Alur kerja dirancang dengan matriks RACI untuk memetakan tanggung jawab instansi terkait. SOP dan alur kerja lintas sektoral ini dapat meningkatkan koordinasi, akuntabilitas, dan efektivitas intervensi penanganan stunting berbasis pangan lokal di Kabupaten Bekasi.
EFEKTIVITAS PELATIHAN TIME MANAGEMENT DAN PENGATURAN SHIFT PADA PENGURANGAN BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TENAGA KESEHATAN Afif Wahyudi Hidayat; Anom Dwi Prakoso; Ice Marini; Lyliana Endang Setianingsih; Emmelia Kristina Hutagaol
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 4 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/njv44k75

Abstract

Pola kerja shift dapat meningkatkan beban kerja dan risiko gangguan kesehatan mental pada tenaga kesehatan. Analisis beban kerja menyediakan data dasar untuk merancang pelatihan manajemen waktu dan penjadwalan shift yang lebih sehat. Mendesain dan mengevaluasi model pelatihan time management dan pengaturan jadwal shift berbasis temuan analisis beban kerja untuk meningkatkan kesehatan mental staf medis. Penelitian R&D tahapan desain dan uji coba dilaksanakan di RS Sentra Medika Cikarang pada Mei–Juli 2025. Sampel terdiri atas 20 tenaga kesehatan yang menjalani survei beban kerja (NASA-TLX), wawancara, dan skala kesehatan mental DASS-21 sebelum dan sesudah pelatihan. Intervensi berupa workshop time management, simulasi penyusunan jadwal shift, dan pendampingan. Evaluasi kuantitatif menggunakan paired t-test. Pelatihan menurunkan skor beban kerja rata-rata dari 65,3 menjadi 48,7 (p<0,01) dan skor stres DASS-21 dari 18,2 menjadi 11,5 (p<0,01). Partisipan melaporkan peningkatan kepuasan jadwal dan keseimbangan kerja-hidup. Pelatihan berbasis analisis beban kerja efektif meningkatkan manajemen waktu, optimasi jadwal, dan kesehatan mental tenaga kesehatan.
EVALUASI MANAJEMEN SUMBER DAYA DAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TANGGAP KRISIS KESEHATAN OLEH SAHABAT TAGANA RAJAWALI PALEMBANG Emmelia Kristina Hutagaol; Anom Dwi Prakoso; Ice Marini; Lyliana Endang Setianingsih; Afif Wahyudi Hidayat
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 4 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/1kz6n679

Abstract

Respons krisis kesehatan memerlukan manajemen sumber daya optimal dan mobilisasi relawan yang cepat. Sahabat Tagana Rajawali Palembang telah aktif dalam situasi darurat, tetapi evaluasi sistematis masih terbatas. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi manajemen sumber daya dan efektivitas intervensi kesehatan oleh Sahabat Tagana Rajawali Palembang tahun 2023–2024. Metode penelitian menggunakan evaluasi mixed-methods mengombinasikan analisis kuantitatif waktu mobilisasi, pemanfaatan logistik, dan kepuasan penerima manfaat (n=120) dengan wawancara mendalam 10 koordinator. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman; analisis kualitatif tematik. Hasil: Waktu mobilisasi menurun dari 4,2 menjadi 2,8 jam (p<0,01), tingkat pemanfaatan logistik 85%, kepuasan penerima manfaat 4,3/5. Kesimpulan: Manajemen sumber daya Sahabat Tagana Rajawali efektif dengan respons krisis berdampak tinggi. Rekomendasi mencakup pelacakan logistik digital dan penguatan kapasitas berkelanjutan.
EVALUASI KEPUASAN PESERTA DAN TINGKAT KEPATUHAN LANSIA PASCA-PELATIHAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT Lyliana Endang Setianingsih; Anom Dwi Prakoso; Ice Marini; Emmelia Kristina Hutagaol; Afif Wahyudi Hidayat
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 4 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/f3d9y087

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut yang buruk pada lansia meningkatkan risiko penyakit mulut dan menurunkan kualitas hidup. Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan perawatan mulut. Mengevaluasi kepuasan peserta dan tingkat kepatuhan lansia satu bulan setelah pelatihan kebersihan gigi dan mulut. Desain quasi-eksperimental pra-pasca dengan 100 lansia (≥60 tahun) mengikuti workshop sehari tentang teknik menggosok gigi, pembersihan interdental, dan edukasi kesehatan mulut. Kepuasan diukur dengan kuesioner Likert (1–5) dan kepatuhan melalui checklist observasi pada baseline dan 4 minggu pasca-pelatihan. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan statistik deskriptif. Skor kepuasan rata-rata 4,6 (SD=0,4). Tingkat kepatuhan meningkat dari 45% menjadi 78% (p<0,001). Sebanyak 85% peserta melaporkan peningkatan efikasi diri dalam perawatan mulut. Pelatihan kebersihan mulut pada lansia berhasil dengan kepuasan tinggi dan peningkatan kepatuhan signifikan; direkomendasikan workshop rutin di posyandu.
PENINGKATAN PERANAN SAHABAT TAGANA RAJAWALI PALEMBANG SUMATERA SELATAN DI BIDANG KESEHATAN Emmelia Kristina Hutagaol; Afif Wahyudi; Anom Dwi Prakoso
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/k91x7m09

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat berupa penguatan peranan sahabat TAGANA yang dilaksanakan oleh Dosen bekerja sama dengan organisasi sosial kemasyarakatan TAGANA (Taruna Siaga Bencana) memberikan dampak positif kepada Taruna Siaga Bencana Rajawali melakukan pelatihan Sahabat Tagana Dimana upaya untuk peningkatan pengetahuan tentang kesehatan termasuk pengetahuan tentang pencegahan stunting, bantuan hidup dasar, dan perlu dilakukan upaya peningkatan kapasitas kader sebagai bagian dari Pembangunan pada sektor kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan melatih Calon Sahabat Tagana. Pelatihan ini dilakukan selama dua hari yang meliputi upaya peningkatan kapasitas 20 orang Kader kesehatan yang berasal dari tiga desa siaga dengan materi kader kesehatan tentang stunting dan bantuan hidup dasar. Hasil dari pengabdian ini dari 20 orang mendapatkan nilai ≤ 50 untuk pre-test dan untuk pengetahuan stunding terdapat peningkatan dari per- test 6,19 menjadi 8,04 pada nilai post-test