Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis perbedaan kualitas pelayanan pada pasien BPJS dan umum di Rumah Sakit “X” Kabupaten Bekasi Prakoso, Anom Dwi
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 1 (2023): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i1.857

Abstract

Latar Belakang: Dasar untuk meningkatkan mutu layanan di rumah sakit agar tercipta kepuasan serta loyalitas pasien. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan kualitas pelayanan berdasarkan bukti fisik, empati, keandalan, responsivitas, dan jaminan antara pasien yang menggunakan BPJS dan Umum. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada lokasi dan instrumen penelitian. Kuesioner penelitian dikembangkan dengan memasukkan subtansi tentang prinsip keadilan, kesetaraan, dan nondiskriminasi.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi meliputi seluruh pasien rawat jalan di RS “X” di Kabupaten Bekasi. Total sampel yang diteliti sejumlah 55 pasien umum dan 55 pasien BPJS. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan ampel perbandingan 1:3 antara dua kelompok. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon menggunakan interval kepercayaan 95% (p <0.05).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara persepsi pasien Umum dan BPJS pada dimensi bukti fisik (p=0.153) dan empati (p=0.252) karena nilai (p>0.05). Sedangkan persepsi pasien Umum dan BPJS pada dimensi keandalan (p=0.014), responsivitas (p=0.008) dan jaminan (p=0.013) menunjukan terdapat perbedaan signifikan karena nilai (p <0.05).Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi antara pasien Umum dan BPJS pada dimensi keandalan, responsivitas, dan jaminan pelayanan Kesehatan di RS “X” di Kabupaten Bekasi.
GENERASI PEDULI: EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK UNTUK SISWA SDN SUKARAYA 03 Oktavitania, Shella; Azahra Fauliza, Indah; Tugap Buambitun, Althea; Septia, Hilda; Dwi Prakoso , Anom
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/pe3erh76

Abstract

Permasalahan lingkungan merupakan isu yang tidak bisa dihindari. Saat ini sampah merupakan masalah lingkungan yang sangat serius yang di hadapi masyarakat Indonesia pada umumnya. Bisa dikatakan sampah setiap hari di hasilkan oleh ibu-ibu rumah tangga, baik itu sampah organik maupun anorganik. Tujuan dari kampanye ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang perbedaan sampah organik dan non organik pada siswa kelas 4A di SDN Sukaraya 03. Kegiatan kampanye ini menggunakan metode edukasi dan berupa video pembelajaran. Hasil kampanye menunjukan bahwa edukasi pada siswa kelas 4A di SDN Sukaraya 03 tentang perbedaan sampah organik dan non organik menunjukan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 48,1%. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk pemahaman tentang perbedaan sampah organik dan non organik sejak dini.
PENINGKATAN PEMAHAMAN ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI PASIR GOMBONG 04 TENTANG KEJADIAN DIARE Azizah, Muflikhatun; Anom Dwi Prakoso
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/yczmna39

Abstract

Prevalensi diare pada anak sekolah di Jawa Barat termasuk dalam kategori 10 provinsi dengan jumlah kasus diare tertinggi di Indonesia. Data di puskesmas Mekarmukti menunjukkan diare menempati posisi ke 8 laporan besar penyakit yang ada di masyarakat. Tujuan edukasi ini diharapkan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang cara mencegah diare, mengetahui atau mengenali diare dan mengatasi diare yang kemudian dapat meningkatkan kesehatan dan kehadiran mereka di sekolah. Metode pengabdian menggunakan ceramah. Pengukuran peningkatan pengetahuan diukur melalui pre-test dan postest. Hasil pre-test sebelum penyuluhan menunjukkan hanya 68,75% siswa/i yang menjawab benar. Setelah penyuluhan, hasil post-test menunjukkan 100% siswa/i menjawab benar. Hal mengindikasikan efektivitas program edukasi kesehatan. Kegiatan edukasi diare anak di sekolah terbukti berhasil menambah pengetahuan anak sekolah terkait diare.
Pengaruh intervensi pangan lokal dan konseling gizi terhadap stunting pada balita Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi; Anom Dwi Prakoso
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.2177

Abstract

Background: Handling of stunting can be done through comprehensive intervention and not only done with one intervention method, namely by providing local food according to the contents of my plate and nutritional education for mothers of toddlers through individual counseling methods.Objectives: The purpose of this study was to analyze the differences in Body Weight, Height, and maternal knowledge before and after local food intervention and nutritional counseling were carried out on stunted toddlers in Bekasi Regency.Method: Experimental research method, pre-experimental research design with one group pretest-posttest design model, conducted in Pasir Gombong Village, North Cikarang District, Bekasi. The research was conducted from August - September 2024. The subjects of the study were 15 stunted toddlers taken based on purposive sampling techniques according to inclusion and exclusion criteria and data processing using the Wilcoxon test. The interventions provided were nutritional counseling in two meetings, and feeding for 14 days. The data collected in the form of maternal nutritional knowledge and toddler characteristics were conducted through questionnaire interviews. Weight data was measured using a digital scale and toddler height was measured using a stature meter.Results: The average weight increased after the intervention by 0.1 kg, but was not significantly different (p = 0.148). The average height increased after the intervention by 0.2 cm and was significantly different (p = 0.027). Then the mother's knowledge increased by 7.7 points and was significantly different (p = 0.011).Conclusion: There are differences in weight, height, and knowledge of mothers of toddlers before and after local food intervention and nutrition education with the nutrition counseling method for stunted toddlers in Bekasi Regency.
Hubungan blue light pada perangkat elektronik dan tingkat stres dengan kualitas tidur remaja Tambunan, Khezia Alfani; Ranggaswana, Dika Sagita; Prakoso, Anom Dwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1573

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur yang berdampak negatif pada kualitas tidur bahkan menyebabkan gangguan tidur. Stres juga salah satu faktor penyebab gangguan tidur, dimana peningkatan hormon dapat mempengaruhi sistem saraf pusat.Tujuan: Mengetahui hubungan antara blue light dan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja.Metode: Metode kuantitatif dengan desain observasional analitik yang menggunakan cross-sectional. Pengambilan sampel non-probability menggunakan purposive.Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk 120 (63,5%), kualitas tidur baik 69 (36,5%), paparan cahaya biru tingkat rendah 59 (31,2%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 130 (68,8%), tingkat stres berat 102 (54%), tingkat stres ringan 7 (3,7%) dan tingkat stres sedang 80 (42,3%). Hasil statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan cahaya biru dan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value <0,05).Kesimpulan: : Kualitas tidur remaja terganggu karena banyak faktor yang mempengaruhi, seperti paparan cahaya biru dan tingkat stres, dimana faktor tersebut sangat berpengaruh dalam kualitas tidur menjadi tidak optimal.
ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY PESERTA MANDIRI TERHADAP PENENTUAN KELAS IURAN JKN DI KABUPATEN BEKASI Eka Darmawati; Anom Dwi Prakoso
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/9r457103

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan progam asuransi kesehatan sosial yang bertujuan agar semua masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang terjangkau, bermutu, dan berkeadilan termasuk bagi peserta mandiri yang berkerja pada sektor nonformal. Semenjak pandemi Covid-19, kontribusi peserta mandiri dalam membayar iuran JKN menurun signifikan karena banyak yang menunggak iuran. Menurunnya pendapatan seseorang akan menentukan kepatuhan, ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP) seseorang dalam membayar iuran JKN secara rutin. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP) dengan penentuan Kelas Iuran JKN. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional study. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada bulan Juni-Agustus 2022. Subjek penelitian terdiri dari 66 peserta mandiri menggunkan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 66 sampel. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan kelas iuran JKN berhubungan dengan ability to pay (p-value=0,000; r=0,522) dan willingness to pay (p-value=0,000; r=0,751). Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan yang sedang antara kemampuan membayar dan hubungan yang kuat kemauan membayar dengan penentuan kelas iuran JKN.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RETENSI PERAWAT DI RUMAH SAKIT CIKARANG MEDIKA TAHUN 2023 Della Agnes Tasya; Anom Dwi Prakoso
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/c1p5dm95

Abstract

Pentingnya retensi perawat dipengaruhi oleh faktor kondisi kerja, gaji dan tunjangan yang kompetitif, peluang karir dan hubungan rekan kerja terhadap mutu pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika. Metode penelitian ini mengguunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat aktif di Rumah Sakit Cikarang Medika berjumlah 95 orang dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu uji statistik chi-square. Retensi perawat memiliki hubungan yang signifikan dengan kondisi kerja ( p value 0,000), persepsi gaji dan tunjangan yang kompetitif ( p value 0,000), perencanaan karier ( p value 0,034), dan hubungan antara rekan kerja ( p value 0,034) perawat. Kondisi kerja, persepsi gaji dan tunjangan yang kompetitif, perencanaan karier, serta hubungan antara rekan kerja memiliki hubungan signifikan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika Bekasi tahun 2023.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PASIEN DALAM MENGGUNAKAN OBAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIKARANG Andini, Nuruz Zakia; Marselina; Masita Sari Dewi; Anom Dwi Prakoso
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/m5n8qm26

Abstract

Kepatuhan dalam penggunaan obat hipertensi merupakan faktor kunci dalam pengelolaan penyakit hipertensi, yang dapat meminimalkan risiko komplikasi seperti gagal jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Namun, tingkat kepatuhan pasien sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien, seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penyakit penyerta, dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan observasional. Sampel diambil secara accidental sampling sebanyak 98 responden, yang diukur tingkat kepatuhannya menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman untuk menentukan hubungan antara variabel. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin (Sig = 0,005), usia (Sig = 0,003), dan penyakit penyerta (Sig = 0,037) dengan tingkat kepatuhan. Sebaliknya, tingkat pendidikan (Sig = 0,688) dan pekerjaan (Sig = 0,191) tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan obat. Faktor jenis kelamin, usia, dan penyakit penyerta merupakan determinan penting dalam kepatuhan penggunaan obat hipertensi. Temuan ini dapat dijadikan dasar untuk pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien.
FAKTOR PSIKOSOSIAL DAN KEPATUHAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB): STUDI EMPIRIS DI KABUPATEN BEKASI SELAMA PANDEMI COVID-19 Anom Dwi Prakoso
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/c6qjng10

Abstract

Kepatuhan masyarakat terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan kunci keberhasilan pengendalian pandemi COVID-19. Faktor psikososial diyakini berperan penting dalam menentukan tingkat kepatuhan. Menguji hubungan dan kontribusi variabel sikap, motivasi, emosi, kepercayaan, kompensasi, dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan PSBB. Desain cross-sectional, 210 responden dewasa di Kabupaten Bekasi (September–November 2021). Instrumen kuesioner skala Likert (1–5) telah tervalidasi (loading factor ≥0,50; varians kumulatif >60%) dan reliabel (Cronbach’s α 0,82–0,91). Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, ANOVA satu arah, serta regresi berganda hierarkis (α=0,05). Rata‑rata skor: motivasi (4,00±0,50), kepatuhan (3,90±0,60), sikap (3,80±0,60). Semua variabel kecuali lingkungan sosial berhubungan signifikan dengan kepatuhan (r=0,483–|0,310|; p<0,05). Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan rata‑rata kepatuhan antar kelompok motivasi dan kompensasi (p<0,01). Regresi hierarkis mengungkapkan motivasi (β=0,278; p<0,001) dan kompensasi (β=-0,215; p<0,001) sebagai prediktor terkuat, menjelaskan 18,8% variasi kepatuhan. Motivasi intrinsik dan persepsi kompensasi memegang peranan utama dalam kepatuhan PSBB.
DESAIN SOP DAN ALUR KERJA LINTAS SEKTORAL DALAM PENANGANAN STUNTING BERBASIS PANGAN LOKAL Anom Dwi Prakoso
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/57rtca75

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bekasi, dipengaruhi oleh faktor gizi, sanitasi, dan koordinasi antarinstansi. Mendesain SOP dan alur kerja lintas sektoral untuk penanganan stunting berbasis pangan lokal sesuai prinsip "Isi Piringku". Penelitian R&D tahap desain dilaksanakan di Kabupaten Bekasi. Informan terdiri dari 15 pemangku kepentingan di Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Puskesmas, dan LPM. Teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan FGD. Analisis data menggunakan metode tematik. Terdapat lima tahapan SOP: (1) perencanaan intervensi, (2) koordinasi lintas sektor, (3) pengadaan dan pemanfaatan pangan lokal, (4) implementasi program di lapangan, (5) monitoring dan evaluasi. Alur kerja dirancang dengan matriks RACI untuk memetakan tanggung jawab instansi terkait. SOP dan alur kerja lintas sektoral ini dapat meningkatkan koordinasi, akuntabilitas, dan efektivitas intervensi penanganan stunting berbasis pangan lokal di Kabupaten Bekasi.