Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN: PERAN PENYULUHAN EDUKASI DALAM PEMILAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK PADA SISWA SDN JAYABAKTI 03 Wulandari, Enrike Agnatasya; Telaumbanua, Elis Shelvia Cristiani; Yogi Hidayat; Hazisah; Prakoso, Anom Dwi
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/0kbfyf39

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia menjadi isu serius yang berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan, khususnya pada anak sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i kelas 3 SDN Jayabakti 03 Kecamatan Cabangbungin mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik serta penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan dengan pendekatan bermain “pemilahan sampah” yang berlangsung selama dua jam. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar siswa belum memahami dengan baik jenis-jenis sampah dan konsep 3R. Setelah penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan mayoritas siswa memperoleh nilai tinggi. Edukasi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku peduli lingkungan pada anak sekolah dasar.
FAKTOR KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PETANI PADI DI DESA BUAHKAPAS KECAMATAN SINDANGWANGI KABUPATEN MAJALENGKA Hafizd Hilal Assegaf; Dewi Sri Gamar Zakaria; Roebidin, Rachmat; Anom Dwi Prakoso
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/0x6jy991

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada pekerja terutama pada pekerja yang menggunakan tenaga fisik, petani juga dapat mengalami masalah nyeri  punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) yang dapat diakibatkan karena pekerjaan  petani yang menggunakan banyak gerakan fisik, penanganan beban yang   dilakukan secara berulang tanpa memperhatikan posisi tubuh yang benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara variable usia, jenis kelamin, lama kerja, masa kerja, posisi kerja dan kebiasaan merokok dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada petani padi di Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah petani yang bekerja di Desa Buahkapas dengan jumlah 178 orang dan jumlah sampel sebanyak 63 orang yang diambil menggunakan teknik sample size, dan analisis data menggunakan uji chi-square. Variabel usia memiliki nilai p 0,001. Variabel jenis kelamin memiliki nilai p 0,003. Variabel lama kerja memeiliki nilai p 0,040. Variabel masa kerja memiliki nilai p 0,000. Variabel posisi kerja memiliki nilai p 0,000. Variabel kebiasaan merokok memiliki nilai p 0,001. Terdapat hubungan antara variabel usia, jenis kelamin, lama kerja, masa kerja, posisi kerja dan kebiasaan merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan Low Back Pain (LBP) di Desa Buahkapas. Disarankan bagi petani untuk memperhatikan waktu istirahat, mengatur posisi kerja saat melakukan pekerjaan, melakukan perenggangan, mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok, memperhatikan nutrisi dan pola makan, mengonsumsi air putih.
Analysis of the Relationship Between the Implementation of Patient Safety Culture and Staff Perceptions of the Level of Patient Safety at Cikarang Community Health Center Using the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) Setianingsih, Lyliana Endang; Ice Marini; Emmelia Kristina Hutagaol; Afif Wahyudi Hidayat; Anom Dwi Prakoso
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementing patient safety at Community Health Center is one of the main priorities in providing high quality health services to patients. As a part from carrying out its function as a public health service, a Community Health Center must also pay attention to continuously improving patient safety, in achieving universal and sustainable health coverage. The aim of this research is to gain an understanding of the influence of patient safety culture on staff perceptions of patient safety level in Cikarang Community Center. This design of this research is a quantitative analysis design with a cross sectional study approach, using observational research method. The subjects of this research are staff (including medical health workers and non-medical health workers) at the Cikarang Community Health Center, which consists of 57 personels, and the technique used is total sampling method. The majority of the staff in Cikarang Community Health Center perceive the patient safety level to be excellent (68,4%). The factors that have significant relationship with the patient safety perception are teamwork (p-value = 0,023), management support (p-value = 0,042), overall perception of patient safety (p-value = 0,029), feedback and communication about errors (p-value = 0,034), and incident reporting frequency (p-value = 0,012). The factors that influence staff perception on patient safety level are incident reporting frequency (OR = 7,738), teamwork (OR = 2,554), supervisor support (OR = 1,287) and management support (OR = 2,102), while the factor that are less likely to influence staff perception on patient safety level are organizational learning (OR = 0,681), feedback and communication about errors (OR = 0147), and communicative openness (OR = 0,550). The improvement of patient safety culture in Cikarang Community Health Center can be done by increasing in im plementation of incident reporting frequency, teamwork, supervisor support and management support.
Persepsi Pasien Poli KIA tentang Mutu Pelayanan Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Marini, Ice; Dwi Prakoso, Anom; Hutagaol, Emmelia Kristina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kematian ibu masih menjadi masalah yang sering terjadi di beberapa Puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi, sehingga diperlukan pembinaan dan monitoring pada setiap Puskesmas. Selain itu, penguatan pelayanan kesehatan diperlukan agar semua bermutu pada pelayanan tingkat primer yang merupakan tujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan persepsi pasien tentang mutu pelayanan KIA terhadap pemanfaatan pelayanan KIA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross secsional study. Pengumpulan data melalui kuesioner dan dianalisis secara uji chi square. Hasil: Hasil Bivariat tidak ada hubungan pendidikan (p=0,773), pekerjaan (p=1,000), Asuransi (p=0,576), daya tanggap (p=0,538), jaminan (p=0,374), biaya (p=0,383), namun ada hubungan kehandalan (p=0,002), bukti fisik (p=0,013), empati (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan KIA. Analisis multivariat didapatkan model akhir variabel empati nilai OR 10,9 (95% CI: 2,8 – 42,6). Kesimpulan: ada hubungan antara kehandalan, bukti fisik dan empati terhadap pemanfaatan pelayanan KIA. Variabel empati merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan KIA. Kata Kunci: Mutu, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Pemanfaatan
HUBUNGAN UNSAFE ACTION DAN UNSAFE CONDITION DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BATU ALAM DI DESA CIPANAS DUKUPUNTANG CIREBON Roebidin, Rachmat; Febitya Valent Difiana; Bunga Farida; Anom Dwi Prakoso
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/6jtabm30

Abstract

Menurut ILO, rata-rata jumlah kasus kecelakaan kerja di Indonesia sebanyak 99.000 kasus per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 70% berakibat fatal yang menyebabkan kecacatan seumur hidup dan kematian. Aspek kecelakaan kerja yang paling sering terjadi disebabkan oleh unsafe action dan unsafe condition. Pada setiap tahapan produksi batu alam ditemukan potensi bahaya hingga dapat mengakibatkan kecelakaan kerja terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pekerja pengrajin batu alam di Desa Cipanas. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pekerja pengrajin batu alam dengan jumlah populasi 210 dan jumlah sampel sebanyak 73 orang yang diambil secara proporionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan pengamatan menggunakan instrumen kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian hampir seluruhnya pekerja mengalami kecelakaan kerja ringan yaitu sebesar 82,2%, kejadian unsafe action tinggi sebesar 61,6% dan unsafe condition tinggi sebesar 58,9%. Hubungan unsafe action (p value = 0,001) dan unsafe condition (p value = 0,001) dengan kecelakaan kerja. Ada hubungan antara unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pekerja pengrajin batu alam di Desa Cipanas.
Gadget, Parenting Style, Work Stress, and Toddler Speech Delay:A Retrospective Analysis in Industrial Area of Bekasi Prakoso, Anom Dwi; Marini, Ice
Journal of Maternal and Child Health Vol. 10 No. 6 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejmch.2025.10.06.01

Abstract

Background: Speech delay affects around 20% of toddlers in Indonesia and is prevalent in industrial areas where parents face long working hours. This study aimed to analyze the relationship of screen time, parenting style, and parental work stress with speech delay in toddlers.Subjects and Method: This retrospective case-control study was conducted in Bekasi industrial area, August- September 2025. A total of 60 toddlers (13 with speech delay, 47 controls) were selected purposively. Speech delay was diagnosed using Denver II and MacArthur-Bates CDI. Inde¬pendent variables included screen time, parenting style, and work stress, measured with validated questionnaires. Data were analyzed using Chi-square and logistic regression.    Results: The prevalence of speech delay was 21.7%. Screen time >1 hour/day was significantly associated with a higher risk of speech delay (OR=13.61; 95% CI=3.21 to 28.94; p=0.002). High parental work stress also increased the risk (OR=10.84; 95% CI=2.13 to 21.77; p=0.013). Parenting style showed no significant association (OR=2.73; p=0.233). Qualitative analysis revealed six themes including digital parenting, alternative stimulation, interactions that limit work stress, responsive vs. permissive parenting, awareness and intervention, and socioeconomic influences.Conclusion: Excessive screen time and parental work stress are dominant risk factors for toddler speech delay in industrial families. Prevention efforts should focus on digital literacy for parents, responsive parenting, and stress management programs at community and workplace levels.
Analisis Biaya Pengobatan Pasien Demam Tifoid Rawat Inap BPJS Rumah Sakit Kabupaten Cibinong Tahun 2024 Fatah, Fadly Agung; Rosiana, Rosiana; Dewi, Masita Sari; Prakoso, Anom Dwi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit endemik dengan angka kejadian yang masih tinggi di Indonesia. Penyakit ini umumnya diobati menggunakan antibiotik, namun tingginya angka resistensi antibiotik menjadi tantangan besar dalam terapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pengobatan demam tifoid dengan berbagai jenis terapi antibiotik, baik tunggal maupun kombinasi, sehingga dapat ditentukan pilihan terapi yang lebih efektif dari segi biaya dan hasil klinis. Penelitian ini menggunakan analisis Cost-Effectiveness Analysis (CEA) dengan rancangan retrospektif melalui pengambilan data rekam medik pasien demam tifoid di RS Kabupaten Cibinong pada periode Januari–Desember 2024. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 28 pasien.  Penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok terapi tunggal, cefixime memiliki efektivitas 66,66% dan ceftriaxon juga sebesar 66,66%. Sementara itu, pada kelompok kombinasi ceftriaxon dan cefixime, efektivitas mencapai 100%. Dari segi biaya, nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) menunjukkan bahwa terapi tunggal dengan ceftriaxon memiliki biaya Rp70.827, sedangkan cefixime Rp79.563. Kombinasi ceftriaxon dan cefixime justru lebih efisien dengan nilai Rp45.998. Analisis Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) menunjukkan bahwa penggunaan cefixime sebagai pengganti ceftriaxon membutuhkan biaya tambahan Rp582.307 untuk menurunkan suhu tubuh dan leukosit. Kesimpulannya, kombinasi ceftriaxon dan cefixime memberikan efektivitas terbaik dengan biaya yang lebih efisien dibanding terapi tunggal, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai pilihan utama dalam pengobatan demam tifoid.
PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN IBU BALITA MELALUI EDUKASI SCREENING SPEECH DELAY DAN LATE TALKER Anom Dwi Prakoso; Lyliana Endang Setianingsih; Yeni Suyatna
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/94jpn710

Abstract

Speech delay dan late talker merupakan permasalahan tumbuh kembang balita yang membutuhkan perhatian serius, terutama di era digital dengan tingginya paparan screen time dan berkurangnya interaksi verbal antara orang tua dan anak. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan pencegahan keterlambatan bicara melalui stimulasi dan interaksi sehari-hari. Namun, keterbatasan pengetahuan ibu terkait tahapan perkembangan bicara dan strategi pencegahan masih menjadi kendala utama di tingkat komunitas mayarakat industri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kepada ibu balita di wilayah industri terkait screening dan pencegahan speech delay serta late talker. Kegiatan menggunakan desain one group pre-test–post-test dengan melibatkan 27 ibu balita. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan media visual yang menekankan milestone perkembangan bicara, faktor risiko, serta strategi stimulasi bahasa berbasis keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur pengetahuan, sikap, dan kesiapan perilaku ibu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Rerata skor pre-test sebesar 38,81 (SD = 3,76) meningkat menjadi 43,11 (SD = 1,12) pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (W = 16,0; p = 0,0002). Edukasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapan ibu balita dalam melakukan screening serta pencegahan speech delay dan late talker. Program ini berpotensi menjadi model intervensi promotif–preventif yang dapat direplikasi di tingkat komunitas industri dan layanan kesehatan primer.
FENOMENA SPEECH DELAY PADA BALITA DI KELUARGA PEKERJA INDUSTRI Anom Dwi Prakoso
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/gknmjh41

Abstract

Keterlambatan bicara (speech delay) pada balita usia 0–5 tahun merupakan isu tumbuh kembang yang meningkat di Indonesia dan cenderung menonjol pada keluarga di kawasan industri. Artikel ini bertujuan memetakan masalah dan mengembangkan model konseptual yang mengaitkan screen time, pola asuh/interaksi verbal, dan stres kerja orang tua dengan fenomena speech delay di Kabupaten Bekasi. Kajian konseptual-deskriptif berbasis narrative literature review dan observasi situasional awal konteks keluarga pekerja industri di Kabupaten Bekasi. Sintesis dilakukan terhadap bukti ilmiah dan sumber klinis/kesehatan masyarakat yang relevan untuk mengidentifikasi mekanisme risiko serta merumuskan peta masalah dan model konseptual. Literatur menunjukkan screen time berlebih berasosiasi dengan keterlambatan bahasa melalui berkurangnya interaksi dua arah yang dibutuhkan untuk akuisisi bahasa. Stres kerja orang tua dan keterbatasan waktu interaksi pada rumah tangga pekerja industri memperbesar peluang penggunaan gawai sebagai strategi pengasuhan praktis, sekaligus menurunkan kualitas pengasuhan responsif dan stimulasi verbal. Model konseptual yang diusulkan menempatkan “konteks industrial” sebagai determinan struktural yang memengaruhi stres kerja, kualitas interaksi/pola asuh, dan screen time balita yang kemudian meningkatkan risiko speech delay fungsional. Fenomena speech delay di kawasan industri dapat dipahami sebagai hasil interaksi faktor perilaku anak dan faktor psikososial keluarga yang dibentuk oleh lingkungan kerja industri. Model konseptual ini dapat digunakan sebagai kerangka uji empiris dan rancangan intervensi pada tahap penelitian berikutnya.
Pengaruh Pendapatan, Pengetahuan Dan Kerentanan Penyakit Terhadap Willingness To Pay (WTP) Premi Jaminan Kesehatan Pada Pekerja Sektor Informal Anom Dwi Prakoso
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i1.1166

Abstract

Background: The Indonesian Government's target of Universal Coverage or 100% Health Insurance participation by 2019 failed to be achieved, even until the end of October 2020. The failure of universal coverage resulted in BPJS Health's finances getting worse after experiencing a deficit. Informal sector workers are the most dominant sector that has not participated in the Health Insurance scheme, totaling 30,487,891 workers. Low income, uncertain each month and the increase in contributions resulted in a decrease in Willingness to pay Health Insurance contributions. Research purposes: The purpose of this study is to analyze the effect of income, knowledge and disease susceptibility to the willingness to pay (WTP) of health insurance contributions to informal sector workers. Method: This cross-sectional research was conducted in Kudus Regency, Central Java in January-February 2020. Sampling used purposive sampling with a total of 200 informal sector workers who had not yet participated in BPJS Kesehatan. The dependent variable is willingness to pay. The independent variables are income, knowledge and disease susceptibility. Data collection using a questionnaire and data analysis with logistic regression. Result: Willingness To Pay health insurance contributions for informal sector workers increased in income ≥Rp 2,218,451 (b = 2.02; 95% CI = 1.01-3.55; p = 0.044), high knowledge (b = 4.64; 95% CI = 2.36-8.31; p <0.001), high disease susceptibility (b = 3.01; 95% CI = 0.26-5.75; p = 0.031). Conclusion: Income, knowledge and disease vulnerability have a significant effect on the willingness to pay of health insurance contributions for informal sector workers.