Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Postpartum di RSIA Ananda Makassar Tahun 2021 Nurul Hazanah Hamzah; Ulfah Rimayanti; Najamuddin; Rini Fitriani; Azizul Hakim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8575

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan postpartum. Usia ibu dan paritas merupakan dua variabel ibu yang diketahui menambah risiko perdarahan postpartum. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara frekuensi perdarahan postpartum di RSIA Ananda Makassar dengan usia dan paritas ibu yang melahirkan di sana. Dengan menggunakan desain case-control, studi ini menggunakan metode kuantitatif. Dari 196 ibu pascapersalinan yang berpartisipasi dalam penelitian, 98 mengalami perdarahan postpartum dan 98 tidak. Informasi diambil dari riwayat medis 2021 pasien persalinan RSIA Ananda Makassar. Kejadian perdarahan postpartum merupakan variabel dependen, sedangkan usia ibu dan paritas merupakan faktor independen. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square baik dalam analisis bivariat maupun univariat. Perdarahan postpartum terbukti berhubungan secara nyata dengan usia ibu (p < 0,05) dalam temuan penelitian. Selain itu, terdapat hubungan signifikan diantara paritas dan perdarahan postpartum (p < 0,05). Hasil studi ini memperlihatkan kemungkinan terjadinya perdarahan postpartum meningkat seiring bertambahnya usia dan paritas ibu. Mengurangi risiko perdarahan postpartum memerlukan tindakan pencegahan, seperti merencanakan kehamilan pada usia reproduksi yang sehat dan mengatur jumlah serta jarak antar kehamilan dengan tepat.
The Influence of Mindfulness on Anxiety Levels in Third Trimester Pregnant Women Zatya Fitria; Rini Fitriani; Trisnawaty Trisnawaty; Veraferial Veraferial; Muhammad Irham
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49076

Abstract

Masalah kehamilan dan persalinan menjadi fokus perhatian yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Pada proses persalinan terjadi sebuah kombinasi antara proses fisik dan pengalaman emosional bagi seorang perempuan. Salah satu faktor psikis yang mempengaruhi persalinan, yaitu rasa cemas dan takut dalam menghadapi persalinan. Banyak perempuan mengalami kecemasan dan depresi selama kehamilan, ini adalah beban berat yang eringkali terabaikan. WHO memperkirakan dampak gangguan mental ini semakin besar, menjadi salah satu penyebab utama penderitaan di dunia. Kita perlu lebih memahami dan mendukung perempuan yang menghadapi tantangan ini agar mereka dapat menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan sehat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh mindfulness terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. metode yang digunakan yaitu quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre-test dan post-test design. Sampel penelitian ini yaitu 60 responden ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel menggunakan porposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan bahwa mindfulness efektif menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Disarankan agar mindfulness dijadikan bagian dari intervensi rutin dalam program perawatan ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, untuk membantu mengelola tingkat kecemasan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI LUKA OPERASI PASCA SECTIO CAESAREA DI RSKDIA SITI FATIMAH MAKASSAR Herawati, Nur Isma; Haruna, Nadyah; Helvian, Fhirastika Annisha; Fitriani, Rini; Syamsuddin, Darussalam
Jurnal Midwifery Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i1.64651

Abstract

Introduction Sectio Caesarea (SC) is a method of delivering a fetus by making an incision in the uterine wall through the anterior abdominal wall. Like surgical procedures in general, SC is not free from various potential risks, one of which is surgical wound infection. Surgical wound infection is one of the major problems in obstetric practice, as it can delay wound healing and thereby increase morbidity rates. Method Sample in this study was selected using a purposive sampling method, based on specific criteria determined by the researchers by considering the characteristics or attributes of the population.  Result The statistical analysis showed that age had a p-value of 0.000 (p < 0.05), nutritional status p-value of 0.000 (p < 0.05), anemia p-value of 0.000 (p < 0.05), parity p-value of 0.010 (p < 0.05), diabetes mellitus p-value of 0.047 (p < 0.05), immunosuppression p-value of 0.047 (p < 0.05), and hypothermia p-value of 1.000 (p>0.05).Conclusion: Based on the statistical test results, it can be concluded that there is a significant association between age, nutritional status, anemia, parity, immunosuppression, and diabetes mellitus with post–cesarean section (SC) surgical wound infection. Meanwhile, no significant association was found between hypothermia and post-SC surgical wound infection. Based on the p-values, age, nutritional status, and anemia were the most influential risk factors for surgical wound infection after cesarean section. By understanding the main risk factors, healthcare providers can implement earlier interventions in high-risk patients to reduce the incidence of post-SC surgical wound infections.
Risk Factor Analysis of Caesarean Section Nur Inayah Bakri; Azizah Nurdin; Rosdianah Rahim; Rini Fitriani; Fatmawati Fatmawati
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal EduHealt, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Maternal mortality rate (MMR) is the number of maternal deaths caused by pregnancy, childbirth, and postpartum or their management. In 2015, the global maternal mortality rate was estimated to reach 303,000 cases. According to WHO (2015), maternal deaths are estimated to be more than 585,000 per year due to pregnancy and/or childbirth. Caesarean section (CS) delivery is a surgical process aimed at delivering a fetus through an incision in the abdominal wall and uterine wall. CS delivery is carried out based on medical indications from both the mother and fetus, which can endanger the lives of both the mother and fetus. The purpose of this study was to determine the risk factors for Caesarean section procedures at the Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar Maternity and Child Hospital (RSIA). Method: The study used a quantitative study with an analytical observational research design with a cross-sectional approach. Results: The results of this study are that maternal age greatly influences pregnancy, a good age for pregnancy ranges from 20-35 years. At that age, the female reproductive organs have developed and functioned optimally. On the other hand, for women aged <20 years or >35 years, it is not good to get pregnant because pregnancy at this age has a high risk, such as miscarriage or failed labor, delivery with assistive devices such as forceps or CS, and can even cause death. Conclusion: Maternal age is a risk factor for cesarean section at Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar Hospital in 2021. Maternal parity is not a risk factor for cesarean section at Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar Hospital in 2021.
The Overview of Sanitation Hygiene of Food Stalls in the Working Area of the Bara-Baraya Health Centre, Makassar, Indonesia Annisa Y Febrianti; Najamuddin Najamuddin; Rosdianah Rahim; Purnamaniswaty Yunus; Rini Fitriani; Darmawansyih Darmawansyih
Physical Activity, Nutrition and Health Sciences Journal Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARY
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/panhsj.v2i1.50

Abstract

Background: Food security remains a public health concern in Indonesia, particularly in informal food sectors such as food stalls, where inadequate knowledge and practices related to hygiene and sanitation may increase the risk of foodborne diseases. Poor sanitation conditions in food management sites can negatively affect community health and food safety. Aim: This study aimed to describe the hygiene and sanitation conditions of food stalls in the working area of the Bara-Baraya Health Centre in 2025. Method: This study employed a descriptive survey method conducted in October 2025. The research involved five food stalls that voluntarily participated in the study. Data were collected through direct observation using an environmental health inspection form based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 43 of 2014 concerning Sanitation Hygiene of Food Management Sites. Results: The results showed that only one food stall (20%) met the required hygiene and sanitation standards, while four food stalls (80%) did not meet the requirements. The most common deficiencies were related to kitchen cleanliness, separation of raw and cooked food, availability of soap at handwashing facilities, and inappropriate food handler behaviour. Conclusion: The implementation of hygiene and sanitation practices in most food stalls within the Bara-Baraya Health Centre area is still inadequate. Strengthened supervision, continuous coaching, and education for food handlers are needed to improve food safety and protect public health.
Analisis Determinan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-12 Bulan yang Dirawat Inap di RSIA Ananda MakassarIAN DIARE PADA BAYI USIA 6-12 BULAN YANG DIRAWAT INAP DI RSIA ANANDA MAKASSAR Muflihah Sa’adah; Syatirah Jalaluddin; Ulfah Rimayanti; Rini Fitriani; Darussalam Syamsuddin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57807

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi, terutama usia 6–12 bulan, yang rentan mengalami komplikasi hingga memerlukan perawatan inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian diare pada bayi usia 6–12 bulan yang dirawat inap di RSIA Ananda periode Januari–Juni 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 99 bayi menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif (p = 0,014), metode persalinan (p = 0,003), dan kepadatan keluarga (p = 0,025) dengan kejadian diare, sedangkan berat badan lahir rendah (p = 0,772), usia gestasi (p = 0,978), sanitasi lingkungan (p = 0,904), sumber air minum (p = 0,095), dan pendidikan ibu (p = 0,620) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko mengalami diare 3,67 kali lebih besar dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif (OR = 3,67; 95% CI = 1,46–9,24; p = 0,006), bayi yang dilahirkan melalui metode sectio caesarea memiliki risiko diare 4,53 kali lebih tinggi dibandingkan persalinan normal (OR = 4,53; 95% CI = 1,66–12,35; p = 0,003), dan bayi yang tinggal dalam keluarga dengan kepadatan hunian padat berisiko mengalami diare 5,34 kali lebih besar dibandingkan hunian tidak padat (OR = 5,34; 95% CI = 1,40–20,32; p = 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif, metode persalinan, dan kepadatan keluarga merupakan determinan kejadian diare pada bayi usia 6– 12 bulan.
Risk factors for preeclampsia: A case-control study in Makassar City and Gowa Regency, Indonesia Andi Sitti Rahma; Rini Fitriani; Sari Ifdiana Jalal; Syarifah Intan Nurfitri
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 11, No 2 (2026): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v11i2.2505

Abstract

Preeclampsia remains a serious pregnancy complication with a high prevalence in Indonesia. This case-control study, conducted in Makassar City and Gowa Regency (August–December 2024), aimed to analyze the risk factors for preeclampsia in 78 pregnant women (>20 weeks gestation), diagnosed based on hypertension and proteinuria. Data on obstetric history, diet (FFQ), and anthropometrics were collected, including serum zinc levels measured using ELISA. Independent t-tests indicated a significantly higher pre-pregnancy Body Mass Index (BMI) in the preeclampsia group (p<0.05). A Chi-square test revealed that a history of preeclampsia served as an absolute predictor within this sample (95% CI: ∞). Multivariate Binary Logistic Regression showed that Weight Gain was the only statistically significant independent risk factor for preeclampsia incidence (p=0.045), with the risk category yielding an Odds Ratio (OR) of 2.928 (95% CI: 1.022–8.387). Other variables, including BMI, were not significant (p>0.05). Dietary patterns (fish intake) also showed an association with preeclampsia in preeclampsia women (p=0,022; OR 9.909 and 95% CI 1.396-70.348). The conclusion is that a history of preeclampsia is an absolute predictor in this study sample. There was a relationship between weight gain during pregnancy and fish intake with the incidence of preeclampsia in the study area.
Analysis of Risk Factors for the Incidence of Hyperemesis Gravidarum at RSIA Fatimah and at RSUD Haji Makassar Husnul Khatimah; Rini Fitriani; Fhirastika Annisha Helvian; Rista Suryaningsih; Darsul S. Puyu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 11 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i11.6037

Abstract

Background: 32.26% of pregnant women in South Sulawesi in 2018 experienced disorders or complications during their pregnancy, 24.3% of them experienced disorders in the form of continuous vomiting / diarrhea. If nausea and vomiting occurs more than 5 times a day, it is called hyperemesis gravidarum. One of the risk factors for hyperemesis gravidarum is education. a person's education greatly affects the ability to think and the level of understanding and acceptance of something that is conveyed. Objective: This study aims to analyze the risk factors for the occurrence of hyperemesis gravidarum in pregnant women at the Fatimah Mother and Child Hospital and at the Regional General Hospital Haji Makassar. Method: This type of research is an observational analytic research with a case control approach. The population and sample used are all pregnant women who are recorded in the register book for 2020-2022 at RSIA Fatimah Makassar and RSUD Haji Makassar with a sample of 75 cases and controls that met the inclusion criteria. Result: The results showed that the prevalence of hyperemesis gravidarum at RSIA Fatimah Makassar and RSU Haji Makassar 2020-2022 was 50% (n = 75). The results of statistical analysis were mother's age OR 0.389 (95% CI = 0.174-0.870), Parity OR 0.469 (95% CI = 0.244-0.901), Education OR 3.083 (95% CI = 1.536-6.190), Occupation OR 1.158 ( CI 95% = 0.547-2.451), The results of bivariate analysis, namely maternal education OR 3.083 (95% CI = 1.536-6.190) is a risk factor for the occurrence of hyperemesis gravidarum. Conclusion: Maternal education is a risk factor for hyperemesis gravidarum with an OR value of 3.083 > 1 and a p-value = 0.002 <0.05.
HUBUNGAN DUKUNGAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN DAN ADAPTASI SPIRITUAL IBU HAMIL Muaffikah Putri Muaffikah Putri; Andi Alifia Ayu Delima; Rini Fitriani; Rahadi Arie Hartoko; Takdir
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/8dbfxv61

Abstract

Latar Belakang: Dukungan spiritual merupakan bantuan yang diberikan untuk individu atau keluarga untuk memelihara dan memperdalam kepercayaan dan adaptasi spiritual memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, baik secara biologis, psikologis, maupun sosial. Sedangkan kecemasan merupakan rasa khawatir yang berlebihan yang timbul dalam diri seseorang. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan spiritual dengan tingkat kecemasan dan adaptasi spiritual ibu hamil. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumah sampel 42 ibu hamil di Klinik Family Kabupaten Wajo yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji Chi-Squrare tabel 2x2. Hasil: Hasil uji hubungan menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p-value sebesar 0.000 yang lebih kecil daripada 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan spiritualitas dengan adaptasi spiritual. Dan Hasil uji hubungan menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p-value sebesar 0.000 yang lebih kecil daripada 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan spiritual dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan spiritual dengan tingkat kecemasan dan adaptasi spiritual ibu hamil di Klinik Family Kabupaten Wajo Tahun 2021.
Pentingnya Skrining Anemia Dan Edukasi Gizi Pada Anak Remaja Di Panti Asuhan Andi Sitti Rahma; Rini Fitriani; Rosdianah Rahim; Andi Irhamnia Sakinah; Asrul Abdul Azis; Halimah Sa'diyah
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.48-53

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin di dalam darah kurang dari normal, sehingga bisa memberikan banyak dampak negatif seperti mudah lelah, sulit konsentrasi, dll. Anak yang tinggal di panti asuhan identik dengan keterbatasan dana dan sumber daya sehingga memiliki risiko tinggi memiliki pola makan yang tidak tepat, sehingga akan mempengaruhi status gizi dan kejadian anemia. Tujuan kegiatan ini adalah mengetahui kadar hemoglobin, pola makan dan status gizi pada anak panti dan memberikan edukasi tentang anemia. Jumlah peserta adalah 21 orang yang berasal dari 3 panti asuhan di kota Makassar. Hasil yang diperoleh adalah sebanyak 46,2% remaja panti mengalami anemia dan hanya 46,2% yang memiliki status gizi normal. Mayoritas jarang mengonsumsi protein hewani maupun nabati, dan jarang mengonsumsi makanan cepat saji. Telah dilakukan edukasi gizi terkait anemia, diharapkan pengetahuan dan perilaku/pola makan bisa menjadi lebih baik.
Co-Authors Abdul Rahman Afifah Az-zahrah Alifia Ayu Delima Andi Faradilah Andi Irhamnia Sakinah Andi Masyita Putri Andi Sitti Rahma Andi Sitti Rahma Andi Tihardimanto Kaharuddin Andi Usmussaadah Potto Annisa Y Febrianti Arif, Athiyah Ulya Arlina Wiyata Gama Asriani Asrul Abdul Azis Azizah Nurdin Azizah Nurdin, Azizah Azizul Hakim Besse Ainul Mardiyah Kadir Dahlan Dahlan Darmawansyih Darmawansyih Darmawansyih Darsul S. Puyu Dinda Asari Zulkarnain Dwi Prihati Ningsi Ikro Dzakiyyah Anwar Fadly, Sul Fatmawati Fatmawati Fhirastika Annisha Helvian Fhirastika Annisha Helvian Halimah Sa’diyah Haruna, Nadyah Herawati, Nur Isma Husnul Khatimah Intan Nursiani Jamaluddin, Sri Rezki Wahdania Jelita Inayah Sari Manda, Ibrahim Muaffikah Putri Muaffikah Putri Muaffikah Putri Muflihah Sa’adah Muhammad Galib Muhammad Irham Muhammad Saddam Mukhtar Lutfi Mulkiyah Zul Fadhilah Mutmainnah Sari Najamuddin Andi Palancoi Najamuddin Najamuddin neng wiwin m nur ash shafa Nur Inayah Bakri Nurul Hazanah Hamzah Nurul Rahmadiani Pratiwi, Utami Murti Purnamaniswaty Yunus Putri, Rezki Suci Amalia Rahadi Arie Hartoko Rahim, Isnada Risa Lutfiatul Rohimah Risma Irnawati Rista Suryaningsih Rista Suryaningsih riza nuraeni putri Rosdianah Rahim Rumi, Din Nurul Rasidin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Sahid, Apriani Sari Ifdiana Jalal Shanun Shari Sakunti Syafiuddin, Muthiaturrahmah Syamsuddin, Darussalam Syarifah Intan Nurfitri Syatar, Abdul Syatirah Jalaluddin Takdir Tasmin, H Trisnawaty Ulfah Rimayanti Veraferial Veraferial Yunus, Abdul Rahim Zatya Fitria Zulfahmi Alwi