Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Parenting Styles and Eating Behaviors Among Stunted Toddlers Rahma Setia, Hervinda; Nur Fauzah, Shofa; Suhaeni, Eni; Maria Ulfah, Siti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Volume 11 Number 1 Year 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkkt.v11i1.651

Abstract

ABSTRACT Background: Stunting remains a significant public health challenge in Indonesia, affecting 21.6% of children under five. While nutritional interventions are commonly implemented, the role of parenting styles in shaping eating behaviors among stunted children requires further investigation. This study explored how different parenting approaches relate to eating behaviors in stunted toddlers. Methods: A cross-sectional study was conducted using a consecutive sampling technique, involving 132 mothers with stunted toddlers aged 24–59 months at Kalijaga Permai Community Health Center, Cirebon City, between February and May 2025. Parenting styles were measured using the Parenting Styles Four Factor Questionnaire (PS-FFQ), while eating behaviors were assessed through a validated 6-item questionnaire. Spearman’s rank correlation was applied to analyze the relationships between parenting styles and eating behaviors. Results: Findings revealed that authoritarian parenting was most common (38.7%), followed by democratic (26.5%), permissive (25.0%), and uninvolved (9.8%) parenting styles. Nearly seven out of ten children (68.2%) exhibited problematic eating behaviors. Democratic parenting demonstrated the strongest positive relationship with healthy eating patterns (r=0.681, p<0.001). In contrast, authoritarian parenting showed a moderate negative association (r=-0.428, p<0.001), while permissive parenting displayed a weak negative correlation (r=-0.215, p=0.013). Uninvolved parenting showed no significant relationship with eating behaviors (r=-0.013, p=0.885).  Conclusion: Parenting styles are meaningfully associated with eating behaviors among stunted toddlers, with democratic parenting showing the strongest connection to healthier eating patterns. These findings suggest that stunting prevention programs should integrate parenting education focused on responsive feeding practices alongside traditional nutritional interventions.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON CIREBON Fauzi, Delivia Putriani; Suhaeni, Eni; khasanah, Uswatun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55571

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat serta berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, hipertensi termasuk salah satu penyakit terbanyak pada kelompok usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2024 dengan sampel sebanyak 134 responden yang merupakan pasien berobat dan dipilih melalui teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia (p-value = 0,004), pekerjaan (p-value = 0,028), dan obesitas (p-value = 0,028) dengan kejadian hipertensi. Sementara itu, variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah jenis kelamin (p-value = 0,253), pendidikan (p-value = 0,363), sosial ekonomi (p-value = 0,058), riwayat hipertensi dalam keluarga (p-value = 0,250), kebiasaan merokok (p-value = 0,449), aktivitas fisik (p-value = 0,143), dan asupan natrium (p-value = 0,434), sedangkan konsumsi alkohol tidak dianalisis. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton adalah usia, pekerjaan, dan obesitas.
Hubungan Hipertensi Gestasional Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Margadadi Kabupaten Indramayu Putri, Amalia; Loebis, Irwan Meidi; Mochammad, Yudri; Wahyudi; Baihaqi, M. Irsyad; Suhaeni, Eni
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 12 No 1 (2026): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Stunting sampai saat ini masih menjadi permasalahan gizi yang tinggi di Indonesia. Kejadian stuntingberhubungan dengan banyak faktor diantaranya adalah hipertensi gestasional pada ibu hamil yang dapat mempengaruhipertumbuhan anak.Tujuan. Mengetahui hubungan hipertensi gestasional dengan kejadian stunting di Puskesmas Margadadi KabupatenIndramayu.Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan case control study. Kelompok kasus adalahanak stunting kelompok kontrol adalah anak non-stunting. Jumlah sampel kasus dan kontrol masing-masing adalah 22 sampeldan 44 sampel. Analisis data menggunakan tabel 2 x 2 untuk mendapatkan Odds Ratio (OR).Hasil. Hasil analisis data menunjukan p value (0,001) < α (0,05) artinya adahubungan yang signifikan antara hipertensi gestasional dengan kejadian stunting di Puskesmas Margadadi KabupatenIndramayu. Dan ibu yang mengalami hipertensi gestasional 8.333 kali lebih beresiko memiliki anak stunting.Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi gestasional dengan kejadian stunting di PuskesmasMargadadi Kabupaten IndramayuLatar belakang.Kata Kunci: Stunting, Hipertensi gestasionalAbstractBackground. Stunting is still a high nutritional problem in Indonesia. The incidence of stunting is associated with many factorsincluding gestasional hypertension in pregnant women that can affect the child growth.Aim: To know the correlation between gestasional hypertension with incidence of stunting at Margadadi Health CenterIndramayu DistrictMethods. This research is an analytical observational research using case control study. The case groups are stuntingchildrens, and the control groups are non-stunting childrens. The number of case and control samples are 22 samples and 44samples. The data analysis is using table 2 x 2 to get Odds Ratio (OR).Results. The result of data analysis shows that p value (0.001) <α (0,05) means there is a significant correlation betweengestasional hypertension with incidence of stunting at Margadadi Health Center Indramayu District and pregnant womanwith gestasional hypertension have 8.333 more risk of having stunting children.Conclusion. There is a significant correlation between gestasional hypertension with incidence of stunting at MargadadiHealth Center Indramayu District.Keywords: Stunting, Gestasional hypertension
LEGAL ASSISTANCE TO ENSURE LEGAL CERTAINTY FOR COUPLES IN UNREGISTERED MARRIAGES IN CIREBON Gusti Yosi Andri; Rd. Handiriono; Djuariah Djuariah; Dharliana Hardjowikarto; Endang Sutrisno; Eni Suhaeni
Jurnal Abdisci Vol 3 No 4 (2026): Vol 3 No 4 Tahun 2026
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v3i4.894

Abstract

Background. Unregistered marriages remain widespread, creating legal issues for both couples and their children. Aims. The objective of this community service program is to provide assistance in the itsbat nikah process at the Religious Court, enabling couples to obtain legal certainty. The implementation methods included socialization, legal counseling, and direct assistance up to the issuance of the court’s decision. Methods. The socialization activities demonstrated an increased awareness among participants regarding the importance of marriage registration. Counseling activities resulted in a deeper understanding of the consequences of marriage. Assistance activities helped participants prepare documents and face the court proceedings. Conclusion. Of the 32 couples who registered, 24 passed the administrative verification to participate in the hearing, and 23 obtained itsbat nikah decrees, while one case was rejected due to age verification issues. Implementation. By obtaining an itsbat nikah decree, couples could proceed to the Office of Religious Affairs to have a marriage certificate issued.