Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Pendekatan Partisipatif: Studi Kasus di Pemandian Alam Namu Sira-Sira pardosi, jhonson; Naiborhu, Torang; Sinulingga, Samerdanta; Pardosi, Yehezkiel Lantula
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v13i2.25911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Desa Durian Lingga, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Desa ini memiliki potensi alam yang besar, terutama Pemandian Alam Namu Sira-Sira, namun menghadapi kendala seperti infrastruktur jalan yang terbatas dan kurangnya fasilitas pendukung. Selain itu, pemahaman masyarakat mengenai pariwisata berkelanjutan masih minim. Menggunakan metodologi penelitian tindakan masyarakat, yang melibatkan 20 responden lokal , program ini menerapkan siklus berulang yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Intervensi utama mencakup serangkaian kegiatan edukatif dan praktis, dimulai dengan ceramah oleh ahli pariwisata mengenai konsep sadar wisata dan kebersihan. Hasilnya, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan, terbukti dari perbandingan skor pre-test dan post-test peserta yang menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 15 poin. Program ini berhasil mengimplementasikan berbagai inisiatif nyata, seperti pembentukan "Pojok Literasi Lingkungan" yang menyediakan materi edukasi tentang pengelolaan sampah, konservasi, dan pariwisata berkelanjutan. Selain itu, kegiatan penanaman 50 pohon, termasuk pohon buah-buahan, berhasil dilakukan di sekitar pemandian untuk mendukung pemulihan ekosistem dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk. Untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan, dibentuklah tim pengelola wisata yang melibatkan perwakilan masyarakat, pengelola, dan dosen dari Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai dewan ahli. Tim ini kemudian menyusun dan menerapkan Standard Operating Procedures (SOP) yang mencakup pengelolaan lingkungan, pelayanan pengunjung, dan promosi. Melalui penyuluhan, masyarakat dan pengelola dilatih untuk memahami dan melaksanakan SOP ini, yang meningkatkan kapasitas mereka dalam menjalankan pariwisata secara sistematis. Program ini juga memberikan dukungan berupa fasilitas seperti buku literasi, alat kebersihan (sapu lidi, serokan, tempat sampah), dan bibit tanaman untuk menunjang upaya pelestarian lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif yang terstruktur berhasil memberdayakan masyarakat lokal untuk mengelola pariwisata secara berkelanjutan, yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan budaya setempat
Analisis Fungsi dan Makna Nyanyian Rohani Batak Toba dalam Dua Konteks Ibadah Kristen di Medan Simamora, Samaria; Naiborhu, Torang; Fadlin, Fadlin
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v5i2.1008

Abstract

This research aims to describe and analyze the function of Batak Toba sacred songs in the Charismatic worship of GBI Mawar Saron, Simalingkar B, and in the worship of HKBP Pardomuan, Simalingkar B, Medan. It also seeks to identify and compare the meanings contained in Batak Toba sacred songs within Charismatic and HKBP traditional worship, as well as to examine how the functions and meanings of these songs transform when used in different worship contexts. The researcher employs a qualitative-descriptive approach using observation, interviews, and documentation conducted directly at the selected research sites. The theoretical framework applied in this study includes Alan P. Merriam’s theory of the functions of music and Jean-Jacques Nattiez’s musical meaning analysis. The findings indicate that there are significant changes in musical style, song presentation, and worship structure, revealing differences in the liturgical and expressive functions between the two churches. Nevertheless, Batak Toba sacred songs continue to serve as a medium of spiritual unity and cultural identity among the congregations. Through this study, the researcher hopes to contribute to the field of ethnomusicology and enhance cross-traditional understanding within the practice of Christianity in Indonesia.
VARIASI PENYAJIAN PRAKTIK ERMURO : DARI EKSPRESI SPIRITUAL HINGGA SUBSTITUSI TEKNOLOGI PADA MASYARAKAT KARO Saputra Ginting, Yosua; Naiborhu, Torang; Anto Ginting, Yoe
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.649-654

Abstract

Modernisasi pertanian dan perubahan ekologi persawahan seringkali memicu pergeseran fungsi pada tradisi lisan agraris. Penelitian ini menelaah dinamika adaptasi pada tradisi Ermuro (menjaga padi) di masyarakat Karo, yang kini mengalami divergensi praktik akibat desakan efisiensi dan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah memetakan tipologi variasi pelaksanaan Ermuro serta menganalisis transformasi nilai yang melatarbelakanginya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus komparatif di Desa Sukadame dan Desa Sukamaju, penelitian mengidentifikasi empat tipologi praktik yang berbeda secara signifikan. Pertama, Tipologi Spiritual-Katarsis, di mana nyanyian dipertahankan sebagai mekanisme doa dan terapi psikologis oleh perempuan lansia. Kedua, Tipologi Pragmatis-Domestik, yang dijalankan oleh laki-laki dengan orientasi pada afirmasi peran pencari nafkah dan produktivitas hasil. Ketiga, Tipologi Reduksi Performatif, yang ditandai dengan hilangnya elemen estetika musikal dan hanya menyisakan teriakan fungsional. Keempat, Tipologi Substitusi Teknologi, yakni penggantian agensi vokal manusia dengan perangkat audio mekanis yang memicu alienasi budaya. Temuan ini menyimpulkan bahwa tradisi Ermuro sedang mengalami gradasi fungsi yang drastis, bergerak dari aktivitas kontemplatif yang intim menuju aktivitas teknis yang bersifat mekanis.
Eksistensi Musik Tiup Pada Masyarakat Batak Toba di Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan Situmorang, Ervandi Noel; Naiborhu, Torang; Sitopu, Sapna
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.1006

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang eksistensi musik tiup pada masyarakat Batak Toba di Kecamatan Dolok Sanggul pada konteks upacara adat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan dan eksistensi musik tiup pada upacara adat. Dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan observasi, wawancara dan dokumentasi dan studi kepustakaan, penelitian menunjukkan bahwa musik tiup saat ini menjadi bagian tidak terpisahkan dalam upacara adat di Dolok Sanggul dan selain mempengaruhi gaya musik sebelumnya, kehadirannya juga memberikan pandangan baru masyarakat terhadap budaya musik sebagai pengiring upacara adat.
Taur-taur Bahtonang Dalam Tradisi Simalungun: Nyanyian Ungkapan Perasaan Dan Permohonan Berkat Kristin, July Arta; Naiborhu, Torang; Sitopu, Sapna
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.1074

Abstract

Taur-taur Bahtonang adalah salah satu nyanyian rakyat Simalungun yang berfungsi sebagai bentuk media pengungkapan perasaan penyanyi. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji salah satu lagu rakyat Simalungun yang dibawakan oleh Sapna Aria Sitopu. Tujuan utama penelitian adalah untuk menganalisis makna tekstual dan unsur-unsur musikologis yang terkandung dalam lagu tersebut, serta teknik bernyanyi. Untuk mendukung kajian ini, penulis menggunakan teori dari Roland Barthes dan William P. Malm. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi dalam bentuk rekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taur-taur Bahtonang yang dipopulerkan Sapna Aria Sitopu banyak mengandung unsur doa, harapan dan menonjolkan ciri khas vokal tradisional Simalungun yang dikenal sebagai inggou.
Teknik Pembuatan Sarune Silahisabungan oleh Hery Sipangkar Silitonga, Arisando; Naiborhu, Torang; Sebayang, Vanesia Amelia
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pembuatan Sarune Silahisabungan oleh Hery Sipangkar serta menganalisis fungsi musikalnya dalam konteks budaya masyarakat Silahisabungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan Hery Sipangkar sebagai narasumber utama sekaligus pengrajin instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Sarune Silahisabungan dilakukan secara teliti melalui beberapa tahap, meliputi pemilihan bahan utama berupa kayu jior, tanduk kerbau, tempurung kelapa, kuningan, dan alumunium. Selanjutnya, bahan-bahan tersebut dikonstruksi menjadi bagian-bagian utama instrumen seperti ipit-ipit, uttam-uttam, tukko, porda, dan angar-angar sebelum melalui proses pelarasan. Dari segi fungsi, Sarune Silahisabungan memiliki peran penting dalam ensambel Gondang Sitolupulutolu yang digunakan pada berbagai upacara adat. Instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring musik, tetapi juga sebagai sar
Makna Teks Nyanyian Liturgis Chanting Passio di Gereja Katolik Kabanjahe Aritonang, Resdina Juita; Naiborhu, Torang; Gulo, Hubari
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.934

Abstract

Penelitian ini mengkaji Tentang Tujuan penelitian ini antara lain untuk (1) Mendeskripsikan jalannya ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Kabanjahe, (2) Menganalisis makna teks. Bagi Gereja Katolik nyanyian ini merupakan sebuah nyanyian yang ikonik karena dibawakan setiap perayaan Jumat Agung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jalannya ibadah Jumat Agung menggunakan teori Upacara Keagamaan Koentjaraningrat makna teks nyanyian Chanting Passio menggunakan teori Analisis Makna Teks oleh Ferdinan de Sausere dan teori Analisis Struktur Melodi oleh Bruno Nettl untuk menganalisis struktur melodi lagu Chanting Passio di Paroki Santa Perawan Maria. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pengamatan, wawancara, serta merekam dalam format audio dan video. Hasil dari penelitian ini menunjukkan  bahwa Penyajian ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Kabanjahe dilaksanakan dengan khidmat dan sederhana. Pada saat ibadah, pelantunan Chanting Passio merupakan liturgi inti yang menceritakan Kisah Sengsara Yesus Kristus. Berfungsi sebagai media yang menghantar umat untuk masuk dalam penderitaan Yesus Kristus. Selain itu, lagu-lagu yang dinyanyikan dalam kebaktian menunjukkan makna teks dan struktur melodi, yang secara musikal mendukung suasana duka dalam ibadah. Hal ini menunjukkan perpaduan harmonis antara nilai keagamaan dan budaya dalam kehidupan umat Katolik.