Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Musica: Journal of Music

Changes in The Use Of Gending Kebo Giro To Hadrah Shalawat Nabi Mahallul Qiyam In Temu Manten Tradition in Bumi Mulya Kuantan Singingi Regency Riau Province Sari, Renita; Sriwulan, Wilma; Awerman, Awerman; Wijaksana, Bambang
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4367

Abstract

Temu Manten is a tradition in the traditional Javanese wedding procession. Temu Manten in Javanese means bring together bride and groom at the bride's residence in a part of traditional wedding processions. When the Temu Manten procession takes place, used Gending Kebo Giro as a music accompaniment at Temu Manten tradition. Gending Kebo Giro is played starting from the beginning of the procession until the Temu Manten tradition ends. Over time, the Temu Manten tradition in Bumi Mulya has undergone several significant changes, one of which is the change of musical accompaniment to the Temu Manten procession. Musical accompaniment which usually uses Gending Kebo Giro is currently replaced by Hadrah Sholawat Nabi Mahalul Qiyam. This study uses a qualitative research method using ethnography as a  approach. Data collection was carried out through literature study, observation, and interviews. Through the theory of change by Gerth and Mills as the main theory, the research results show that: changes in the use of gending to hadrah are caused by several factors including inter-ethnic marriage, the influence of Malay culture, and reasons for spending much amount of material.
Relasi Dendang Padang Pulai Dengan Tari Piring Basiang Batanam pada Sanggar Beringin Jaya Nagari Kuncir Kabupaten Solok Agusman, Repi; Sriwulan, Wilma; Hidayatmi, Hidayatmi; Nofridayati, Nofridayati; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4672

Abstract

Relasi dendang Padang Pulai dengan tari piring Basiang Batanam di Nagari Kuncir merupakan kolaborasi dua seni pertunjukan yang saling berkaitan serta memiliki relasi kuasa di dalamnya. Teks dendang dan gerakan tari piring ini terinspirasi dari aktivitas masyarakatnya yang sedang bertani serta keadaaan alam disekelilinya. Dalam pertunjukannya pendendang memiliki kuasa menentukan gerakan penari melalui ungkapan-ungkapan teks dendang yang dinyanyikan sambil diiringi instrumen saluang bansi dan rebana yang dimainkan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap relasi dendang Padang Pulai dengan tari piring Basiang Batanam serta unsur-unsur musik di dalamnya. Penelitian ini berjenis kualitatif, menggunakan metode etnografi dengan pendekatan musikologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti: Observasi, menetapkan informan, wawancara, membuat catatan etnografi, membuat pertanyaan deskriptif, menulis suatu etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjalinnya kolaborasi antara seni musik dendang Padang Pulai dengan seni tari piring Basiang Batanam di Nagari Kuncir, sehingga terlihat relasi yang saling mendukung diantara keduanya baik pada teks maupun unsur-unsur musik di dalamnya yang membuat kesenian tersebut unik dan menarik.Kata Kunci: Dendang Padang Pulai, Relasi, Tari piring Basiang Batanam, Unsur Musikal
Trance Dalam Pertunjukan Rentak Kudo di Desa Sangir Koto Menanti Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci Wani, Telya; Sriwulan, Wilma; Sidik, Hadaci; Kumala, Ofa Yutri; Surraya, Yade
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertunjukan Rentak Kudo yang merupakan perpaduan antara musik dan tarian. Pertunjukan ini merupakan warisan khas budaya Kerinci yang dianggap sakral karena dapat menghubungkan parapemain dan penonton dengan arwah para leluhur. Saat pertunjukan berlangsung Pengasuh sebagai tetua yang memimpin pertunjukan membakar kemenyan agar suasana pertunjukan lebih khidmat dan diyakini oleh masyarakat setempat sebagai pemanggil arwah nenek moyang atau nenek salih. Efek yang ditimbulkan selanjutnya memberikan pengaruh kepada penonton maupun penari, karena ada beberapa penari atau penonton yang mengalami kerasukan atau trance. Di antara mereka ada yang menari sambil menghentak-hentakkan kaki ke tanah secara spontan, mencakar tanah seperti harimau, dan ada juga yang melakukan gerakan-gerakan silat. Tidak semua orang yang bisa mengalami trance dalam pertunjukan tersebut, tetapi masyarakat percaya bahwa orang yang mempunyai keturunan nenek lah yang dapat mengalami trance. Dari sisi teori musikologis menyatakan bahwa kekuatan music (beat, rhythm, harmony) yang berulang-ulang dapat mempengaruhi jiwa dan roh manusia. Metode penelitian ini menggunakan metode etnografi yang merupakan pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan, memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli. mempelajari Masyarakat sekaligus belajar dari masyarakat yang diteliti.
Penerapan Lagu Dinda Dalam Genre Koplo Dengan Format Ansambel Musik Di SMAN 3 Padangpanjang Mardin, Kalingga Laksana; Sriwulan, Wilma; Awerman, Awerman; Syahputra, Ade; Wijaksana, Bambang
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5205

Abstract

Penelitian yang berjudul “Penerapan Lagu Dinda Dalam Genre Koplo Dengan Format Ansambel Musik” ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peneliti dalam memberikan pembelajaran di bidang musik kepada siswa/i SMAN 3 Padangpanjang. Lagu Dinda ini diaransemen kembali ke dalam format ansambel musik dengan beberapa instrumen seperti bellyra, pianika, gitar elektrik, gitar bass, gendang koplo, dan drumset. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan (Action Research), dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran di lapangan. Dalam proses penelitian dan pengajaran tersebut, peneliti memakai teori musik dari Aaron Copland yang dipergunakan sebagai alat untuk memahami elemen dasar musik, seperti melodi, harmoni, dan ritme. Pembelajaran yang diajarkan sesuai dengan ilmu musik konvensional sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa/i dalam memainkan musik dengan baik dan benar. Hasil penelitian dari pengajaran tersebut adalah dipertunjukkannya Lagu Dinda dalam genre koplo oleh siswa/i SMAN 3 Padangpanjang di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Kata kunci : Penerapan, Lagu Dinda, Genre Koplo, Ansambel
Kreativitas Yusuf Gayos Dalam Mengembangkan Musik Tradisi Batang Hari Di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi Viani, Chintiya Nopta; Syahputra, Ade; Sriwulan, Wilma; Awerman, Awerman; Wijaksana, Bambang
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5992

Abstract

Musik tradisi sebagai warisan budaya takbenda menghadapi tantangan serius akibat perubahan sosial dan minimnya regenerasi pelaku seni. Di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Yusuf Gayos tampil sebagai seniman yang berperan penting dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan musik tradisi melalui pendekatan kreatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kreativitas Yusuf Gayos dalam proses penciptaan, pengolahan musikal, serta transformasi unsur musik tradisi ke dalam karya kontemporer tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori kreativitas Graham Wallas, teori bentuk musik Karl Edmund Prier, serta konsep pelestarian budaya Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas Yusuf Gayos terwujud melalui pemanfaatan pola vokal Barzah, syair Melayu, teknik improvisasi, serta penggabungan instrumen tradisional dan modern dalam karya seperti Kaylana dan Menyeding Untung. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas seniman berperan strategis dalam menjaga keberlanjutan musik tradisi Batang Hari di tengah dinamika zaman
Penerapan Lagu Gamang Bamimpi Genre Pop Punk Format Band Di SMAN 2 Padang Panjang Pratama, Aditya; Kumala, Ofa Yutri; Sriwulan, Wilma; Emridawati, Emridawati; In, Wilman
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5997

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan lagu Gamang Bamimpi yang diaransemen ke dalam genre Pop Punk sebagai strategi pembelajaran seni musik di SMAN 2 Padangpanjang. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya minat siswa terhadap lagu Pop Minang dibandingkan musik populer modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode action research yang melibatkan sembilan siswa dalam format band, memadukan instrumen modern dan instrumen tradisional Minangkabau. Proses penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang diwujudkan dalam latihan bertahap hingga pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aransemen Pop Punk mampu meningkatkan minat, partisipasi, serta keterampilan musikal siswa secara kolaboratif. Selain itu, pendekatan ini efektif menjembatani pelestarian musik Pop Minang dengan selera musik generasi muda. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan metode pembelajaran musik yang inovatif, kontekstual, dan relevan di lingkungan sekolah menengah.