Claim Missing Document
Check
Articles

Isolation and Identification of Cellulose Degrading Bacteria from Banana Peel Compost P., Yendania Grevitara; F., Badriyatur Rahma; P., Hellen Septirangga; Y., Irma Dahlia; Suarsini, Endang
El-Hayah : Jurnal Biologi Vol 7, No 1 (2018): EL-HAYAH (VOL 7, NO 1 September 2018)
Publisher : Department of Biology Science and Technology Faculty UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/elha.v7i1.7241

Abstract

Cellulolytic bacteria are bacteria that have the ability to hydrolyze cellulose complexes into smaller oligosaccharides and eventually become glucose. Glucose is used as a carbon and energy source for bacterial growth. This study was conducted to isolate the cellulose degrading bacteria from banana peel compost that produce cellulose enzymes based on the clear zone that visible around the colony. The cellulolytic activity was determined by the ability of bacteria to hydrolyze the Carboxymethyl Cellulose (CMC) substrate. Determination of cellulolytic activity is known based on cellulolytic index calculation, the diameter total minus the diameter of the colony and divided by the diameter of the colony. The result of five bacterial isolates was found but only one bacterium had the potential to be a cellulose degradation. Based on the Microbact Gram-Negative Identification System, the bacterium is Burkholderia cepacia. These bacteria have an important role in nature as decomposers of various complex compounds, such as cellulose, hemicellulose, lignin, and pectin.
Analisis Kelayakan Modul Bioethanol berbasis Penelitian Eucheuma Cottonii sebagai Bahan Dasar Bioethanol M. Saiful Fahmi, M. Saiful Fahmi; Lukiati, Betty; Suarsini, Endang
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 5: MEI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i5.14591

Abstract

Abstract: This research is a quantitative descriptive study. This study aims to test the feasibility of the module bioethanol based on  Eucheuma cottonii a basis for bioethanol including  module design validity test by expert module expert lecturers, the material validity test by expert lecturers in bioethanol, the practicality of the module by lecturers at the Muhammadiyah University of Surakarta, legibility by 20 students at the Muhammadiyah University of Surakarta. The data collection method used is the questionnaire and then analyzed on a percentage scale. The module feasibility test results show that this module is very feasible with a score of 93.18% and it can be concluded that this module is suitable for useAbstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif. Penelitian ini bertujuan untuk mengujii kelayakan modul bioethanol berbasis penelitian Eucheuma cottonii sebagai bahan dasar bioethanol meliputi uji validitas desain modul oleh ahli dosen ahli modul, uji validitas materi oleh dosen ahli dibidang bioetanol, kepraktisan modul oleh dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta, keterbacaan oleh 18 mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu kuisioner kemudian dianalisi dengan skala persentase. Hasil tes kelayakan modul menunjukkan modul ini sangat layak dengan skor 93,18% dan dapat disimpulkan modul ini layak untuk digunakan.
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG SAWO KECIK (Manilkara kauki L Dubard)TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Prayudhani, Maya Firdausi; Hastuti, Utami Sri; Suarsini, Endang
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.631 KB)

Abstract

Potensi Sawo kecik (Manilkara kauki  L. Dubard) sebagai sumber obat alami untuk diare belum terbukti secara ilmiah.Sawo kecik mengandung flavonoid yakni senyawa yang bersifat sebagai antibakteri, sehingga sawo kecik diasumsikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini ialah: 1) untuk menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro, 2) untuk menentukan kombinasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik dengan variasi konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  Escherichia coli    secara  in vitro. Daya antibakteri ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik dalam konsentrasi 0%, 5%, 15%, 25%, 35%, 45%,  55%, 65%, 75%, 85%, 95% dan 100% diuji terhadap bakteri Escherichia coli secara in vitro dengan metode difusi agar dengan cara Kirby Bauer Test. Antibiotik Levofloxacin  digunakan sebagai kontrol positif.  Data yang diperoleh dibandingkan dengan kontrol positif dan  dianalisis menggunakan analisis varian ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) perbedaan konsentrasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik berpengaruh terhadap penghambatan pertumbuhan  Escherichia coli  secara in vitro, 2) ekstrak etanol kulit batang sawo kecik pada konsentrasi  55% merupakan kombinasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  Escherichia coli  dengan rerata diameter zona hambat yang dihasilkan sebesar 12.3 mm (51% terhadap Levofloxacin). Kata kunci: Daya antibakteri, Metode difusi agar, Ekstrak etanol, Sawo kecik (Manilkara kauki  L  Dubard), Escherichia coli.
Isolasi dan Uji Sensitivitas Merkuri pada Bakteri dari Limbah Penambangan Emas di Sekotong Barat Kabupaten Lombok Barat: Penelitian Pendahuluan Ulfa, Atiqa; Suarsini, Endang; Muhdhar, Mimien Henie Irawati al
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan tanpa ijin bahan galian golongan B menimbulkan masalah yang rumit terkait dengan penggunaan merkuri dalam pengolahannya. Hasil analisis kandungan merkuri pada bulan Juni 2015 dari limbah penambangan emas rakyat di desa Sekotong Barat, diketahui bahwa kandungan merkuri pada bak penampungan limbah sebanyak 4,04-29,88 ppm. Tingginya kandungan merkuri tersebut dikhawatirkan akan mengkontaminasi sumber air warga karena limbah dari penampungan sementara dibuang langsung ke halaman rumah warga. Senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam limbah merupakan sumber nutrisi bagi mikroba. Mikroba akan mengurai senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk yang lebih sederhana dan stabil sehingga kadar zat pencemar yang terkandung dalam limbah tersebut menjadi turun. Reaksi enzimatis oleh bakteri merupakan kunci terselenggaranya proses transformasi bertahap dalam pengelolaan limbah dari substrat yang umumnya berupa dengan susunan molekul kompleks, menjadi unsur-unsur yang sederhana. Penelitian pendahuluan ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji sensitivitas merkuri dari bakteri yang diperoleh dari  limbah penambangan emas di desa Sekotong Barat Lombok Barat. Bakteri diisolasi dari limbah yang berada di tempat penampungan sementara. Limbah tersebut diambil dari tiga lokasi yang berbeda. Bakteri yang diisolasi kemudian diinokulasi pada medium NA-HgCl. Identifikasi dari bakteri yang ditemukan dilakukan berdasarkan ciri morfologi, dan fisiologi melalui uji biokimia yang meliputi uji indol, sitrat, urease, motilitas, H2S, katalase, koagulase, amilase, dan uji fermentasi karbohidrat.  Uji sensitivitas terhadap merkuri dilakukan dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat jenis bakteri yang berhasil diisolasi, dan semuanya merupakan bakteri Gram positif. Uji fisiologi menunjukkan bahwa hanya K3 yang bersifat non motil, semua koloni menunjukkan hasil negatif untuk uji indol, dan sitrat, hasil positif untuk urease hanya ditunjukkan isolat K2. Hasil positif fermentasi glukosa hanya ditunjukkan isolat K1, isolat K2 menunjukkan hasil variatif, sedangkan duan isolat lainnya menunjukkan hasil negatif. Hasil uji amilase positif ditunjukkan isolat K1 dan K3, katalase positif ditunjukkan isolat K2, K2, K3, sedangkan koagulase positif ditunjukkan isolat K1, dan K2. Uji sensitivitas menunjukkan  bahwa dua isolat bersifat resisten dan dua isolat intermediate terhadap merkuri.Keywords:        bakteri, limbah, merkuri
Pre-service biology teacher’s perception on local environment problems as contextual learning resources Ahmad Yani; Mohamad Amin; Fatchur Rohman; Endang Suarsini; Muhammad Rijal
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 10, No 3: September 2021
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v10i3.21091

Abstract

A survey and exploratory study were conducted to analyze Lake Tempe as a resource for contextual learning (CTL). The first phase of the study included exploring the lake’s potential through interviews with the people who live in the lake’s coastal region. Quadrat transects were done to identify aquatic plants around the lake. A feasibility analysis was conducted to see the lake’s potential as a learning resource. Field data were collected and compared to the environmental biology (EB) curriculum, responses, and learning outcome. The data were analyzed descriptively and tested using a paired-sample t-test. The results showed differences in the three stations’ physicochemical parameters and decreased quality of the water. It was found that anthropogenic activity had a significant contribution to the lake’s pollution. Nine species of six aquatic plant families were found in the lake. The survey revealed that the lake was feasible as a learning resource with criteria easy to access, safety, time efficiency, costs, and the material's suitability for EB courses. The t-test showed a difference in the students’ scores between before and after exploration practices. These findings suggest that Lake Tempe can serve as a resource for CTL in EB courses.
Test of fungi number of Syzygium polyanthum bark simplisia for traditional medicine as disseminate material to the low economic communities in Malang Restu Asri Restiani; Endang Suarsini; Sri Endah Indriwati
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 2 No. 3 (2016): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v2i3.3877

Abstract

Penggunaan obat tradisional sangat disarankan oleh lembaga kesehatan dunia. Obat tradisional memiliki kegunaan yang efektif, tingkat keamanan yang tinggi, serta memiliki nilai ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan uji kelayakan simplisia kulit batang salam (Syzygium polyanthum) berdasarkan angka kapang. Kemudian disosialisasikan kepada masyarakat ekonomi rendah di kabupaten Malang, sehingga dapat digunakan untuk menambah pengetahuan tentang potensi kulit batang salam sebagai obat tradisonal. Jenis penelitian merupakan penelitian deskripstif laboratorik dengan rancangan deskriptif  kualitatif. Sampel simplisia dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh tingkat pengenceran 10-1. Larutan diencerkan secara bertahap, sehingga diperoleh tingkat pengeneran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. kemudian dilakukan inokulasi masing-maisng larutan sampel tersebut sebanyak 0,1 ml pada medim Potato Dextrose Agar (PDA), lalu diinokulasikan pada suhu 250C-270C selama 3 x 24 jam. Perlakuan dilakukan dalam 6 ulangan, selanjutnya dilakukan penentuan koloni angka kapang. Hasil perhitungan koloni angka kapang dirujuk pada ketentuan batas minimal cemaran kapang menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 2014 ialah ≤ 104 koloni/ gram. Jadi hasil perhitungan pada simplisia kulit batang salam adalah 0,3 x 101 berarti simplisia kulit batang salam memenuhi syarat dari ketetapan BPOM 2014. Selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat ekonomi rendah di kabupaten Malang.
POTENSI BAKTERI INDIGEN DALAM MENDEGRADASI LIMBAH CAIR PABRIK KULIT SECARA IN VITRO Hasminar Rachman Fidiastuti; Endang Suarsini
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3665

Abstract

Biodegradasi dapat menjadi salah satu teknologi pengolahan air limbah yang aman dan berwawasan lingkungan. Secara alamiah, bakteri yang berpotensi dalam proses biodegradasi dapat diisolasi dari limbah itu sendiri. Bakteri inilah yang disebut sebagai bakteri indigen. Sungai Badheg di kota Malang merupakan salah satu sungai yang tercemar limbah pabrik kulit. Hasil uji kualitas air dari sampel menunjukkan kondisi yang tidak memenuhi baku mutu air, yaitu TSS sebesar 400 ppm, BOD sebesar 331 mg/L, COD sebesar 544 mg/L, DO sebesar 3,6 mg/L dan kadar lemak sebesar 280 mg/L. Limbah pabrik kulit memiliki karakteristik yang berbau tajam, berwarna hitam pekat, dan mengandung lemak dalam jumlah yang besar. Lemak diketahui sebagai salah satu bahan organik yang sulit untuk diuraikan secara alamiah. Peran bakteri indigen akan mengoptimalkan proses biodegradasi lemak yang terjadi. Kegiatan biodegradasi dilakukan dengan cara mengintroduksi bakteri indigen yang telah diseleksi dari proses isolasi dan memiliki potensi pendegradasi paling tinggi, kemudian dikultur dan diinokulasikan kembali pada sampel air, sehingga proses transformasi akan berlangsung lebih optimal. Hasil biodegradasi secara in vitro menggunakan bakteri indigen, menunjukkan perubahan TSS sebesar 293ppm, BOD 117 mg/L, COD sebesar 165 mg/L, DO sebesar 19 mg/L dan kadar lemak sebesar 0,02 mg/L. Biodegradasi merupakan cara yang efektif dalam mendegradasi bahan organik, terutama kadar lemak.
Developing Android-Based Mobile Learning On Cell Structure And Functions Lesson Subject Topic To Optimize Grade XI Students’ Cognitive Comprehension Muhammad Saefi; Betty Lukiati; Endang Suarsini
Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 2: June 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.719 KB) | DOI: 10.17977/jps.v5i2.9521

Abstract

Abstracts: The objective of this study is to develop an android-based mobile learning media for Cell Structure and Function lesson subject in compliance with ADDIE development mode. The developed mobile learning takes in general explanation, learning objective, animal and plant cells material explanation complemented with activities and cell exploration clip, evaluation questions, dictionary, and technical guidance. In addition, the reviews of media expert, material expert, and academicians have shown that the developed media is valid. Also, the response of students has proven that the practicality rate of the developed media is 84.65%-100% and the classical pass of Abstrl cognitive tests upon learning by way of the developed media is equal to 84.61%.Key Words: learning media, mobile learning, android system, cellAbstrak: Tujuan penelitian adalah mengembangkan media mobile learning berbasis android pada pembelajaran Struktur dan Fungsi Sel yang mengacu pada model pengembangan ADDIE. Mobile learning yang dikembangkan terdiri dari penjelasan umum, tujuan pembelajaran, pemaparan materi sel hewan dan tumbuhan yang dilengkapi aktivitas dan video jelajah sel, soal evaluasi, kamus, dan petunjuk penggunaan. Penilaian ahli media, ahli materi, dan praktisi pendidikan menunjukkan bahwa media yang dikembangkan valid. Tanggapan siswa menunjukkan bahwa tingkat kepraktisan media hasil pengem-bangan sebesar 84,65%-100% dan ketuntasan klasikal tes kognitif setelah pembelajaran menggunakan media yang dikembangkan sebesar 84,61%. Kata kunci: media pembelajaran, mobile learning, sistem android, sel
PENGARUH GUIDED INQUIRY-BLENDED LEARNING TERHADAP LITERASI SAINS MAHASISWA BIOLOGI Widi Cahya Adi; Hadi Suwono; Endang Suarsini
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 10: Oktober 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.955 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i10.10084

Abstract

Scientific literacy is important to be prepared for the younger generation to solve problems in life. Guided inquiry (GI) is strategy that can be used to improve scientific literacy. Blended learning can be integrated in GI (GI-BL), to improve the effectiveness of learning. The purpose of this study is to analyze the effect of GI-BL to improve scientific literacy of biology students when compared with Structured Inquiry (SI). The results show that GI-BL and SI-BL have significant influence in increasing the scientific literacy compared to SI. GI-BL is more effective in improving validate literature skill, designing scientific research, and fundamental statistic capabilities.Literasi sains penting untuk dipersiapkan bagi generasi muda agar dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupan. Guided inquiry (GI) merupakan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi sains. Blended learning dapat diintegrasikan pada GI (GI-BL) untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh GI-BL terhadap literasi sains mahasiswa biologi jika dibandingkan dengan strategi Structured Inquiry (SI) Hasil menunjukkan GI-BL dan SI-BL memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan literasi sains jika dibandingkan SI. GI-BL lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan memvalidasi literatur, mendesain penelitian ilmiah, dan kemampuan dasar statistik.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATAKULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Mohammad Wildan Habibi; Endang Suarsini; Mohammad Amin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.5, Mei 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.691 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i5.6299

Abstract

Microbiology is one of the subjects taken by the students of Biology Education graduate level. The learning process is often used for this just use the presentation and discussion, so that the student obtained just a concept. The purpose of this study is to make products in the form of research-based textbook current that can later be applied to the student. The method used is R & D (Research and Development) ADDIE. The results of this study is the product of the research-based textbook latest that has been validated by subject matter experts (91,25%), instructional media experts (92,85%), and user guide.Matakuliah Mikrobiologi merupakan salah satu matakuliah wajib yang ditempuh oleh mahasiswa tingkat S1 Pendidikan Biologi. Proses pembelajaran yang sering digunakan selama ini hanya menggunakan presentasi dan diskusi, sehingga yang diperoleh mahasiswa hanya berupa konsep. Tujuan penelitian ini yaitu membuat produk berupa buku ajar yang berbasis penelitian terkini yang nantinya dapat diterapkan pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu R & D (Research and Development) ADDIE. Hasil penelitian ini yaitu produk berupa buku ajar yang berbasis penelitian terkini yang telah dilakukan validasi oleh ahli materi (91,25%), ahli media pembelajaran (92,85%), dan pengguna buku. 
Co-Authors A.D. Corebima, A.D. Agung Pambudiono Agung Pambudiono Agung Pambudiono, Agung Ahmad Yani Anis Noor Aini Anton Setia Budi Arini Zahrotun Nasichah Atiqa Ulfa Betty Lukiati Chandra Kirana Chandra Kirana Chandra Kirana Dwi Listyorini Dyah Afiat Mardikaningtyas F., Badriyatur Rahma Fahmi, M. Saiful Fatchur Rohman Hadi Suwono Hasminar Rachman Fidiastuti Hasminar Rachman Fidiastuti, Hasminar Rachman Hera Adiwijaya Herawati Susilo Ibrohim Ibrohim, I Jeni Jeni Jirana, Jirana Kartika Juliana Kartika Juliana, Kartika Khair, Baiq Niswatul Lina Listiana Lutfin Andyana Rehusisma M. Amin M. Saiful Fahmi M. Saiful Fahmi, M. Saiful Fahmi Martin Artiyono Pratama Maya Firdausi Prayudhani Mimien Henie Irawati Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Mohammad Wildan Habibi Mohammad Wildan Habibi, Mohammad Wildan Muhammad Rijal Muhammad Saefi Muhammad Syamsussabri Murni Sapta Sari Mustofa, Romy Faisal Najah, Amalia Ainun Nanda Hilda Khikmawati Nelda Anasthasia Serena Ningtyas, Riza Nurhermi P., Hellen Septirangga P., Yendania Grevitara Pratama, Martin Artiyono Prayoga Rendra Vendiktama Restu Asri Restiani Restu Asri Restiani Rinu Bhakti Dewantara Riza Nurhermi Ningtyas Rizka Permatasari Rochmatul Ummah Sa'diyah, Wasiatus Saparuddin Saparuddin Sembiring, Rinawati Septiana Wulandari Septiana Wulandari Serena, Nelda Anasthasia Siti Imroatul Maslikah Sitoresmi Prabaningtyas Sri Endah Indriwati Sri Rahayu Lestari Tahir, Jirana Ulfa, Atiqa Umie Lestari Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti Utami Sri Hastuti Wahidah Qomariyah Wasiatus Sa'diyah Wasiatus Sa’diyah Widi Cahya Adi Y., Irma Dahlia Yahmi Ira Setyaningrum Yakobus Bustami Yanis Kurnia Basitoh