Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN VALIDITAS, EFEKTIFITAS DAN KEPRAKTISAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TERAPAN Anggreni, Ni Luh Putu; Subagia, I Wayan; Rapi, Ni Ketut
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v4i2.26109

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa model pembelajaran blended learning untuk pembelajaran siswa yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terapan. Pada pengembangan model ini menggunakan model pengembangan desain Sugiyono yang dimodifikasi menjadi tujuh tahapan. Adapun tahapan pengembangannya adalah sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan; (2) desain draf produk data; (3) pengembangan draf produk; (4) validasi desain dan media pembelajaran; (5) validasi uji pengguna terbatas; (6) uji lapangan; dan (7) analisis, revisi akhir, dan finalisasi produk. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan berikut. (1) Berhasil mengembangkan rancangan desain pembelajaran blended learning, (2) Ahli desain pembelajaran memberikan nilai 87,5 %, jika dikonversi validitasnya adalah baik dan media pembelajaran memberikan validasi bahwa WEB yang digunakan running. (3) Guru dalam uji coba pengguna terbatas memberikan nilai 95% jika dikonversi validitasnya adalah sangat baik. (4) Siswa dalam uji coba lapangan menggunakan angket menunjukkan bahwa 42,86% memberikan tanggapan sangat baik, 57,14% memberikan tanggapan baik, 0% memberikan tanggapan cukup, 0% memberikan tanggapan kurang. (5) Hasil prestasi belajar IPA Terapan memiliki nilai rata-rata posttest adalah 85,36 dan nilai KKM adalah 75,00 ini berarti nilai rata-rata posttest prestasi belajar mencapai kriteria keberhasilan sesuai dengan KKM yang ditentukan di sekolah.
Analisis Pengelolaan Pembelajaran Sains pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelas X Multimedia Wijayanti, Ida Ayu Kade; Subagia, I Wayan; Maryam, Siti
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v5i3.38138

Abstract

Pengelolaan pembelajaran dalam jaringan (daring) pada masa pandemi Covid-19 memerlukan komitmen dan dedikasi yang tinggi dari guru agar dapat tercipta pembelajaran yang efektif dan efisien. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak kendala yang dihadapi dalam mengelola pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengelolaaan pembelajaran Sains pada masa pandemi Covid-19 yang difokuskan pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Perencanaan pembelajaran berupa silabus dan RPP. Komponen silabus berpedoman pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. Komponen RPP berpedoman pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019, tetapi tujuan pembelajaran belum mengacu pada kompetensi dasar; (b) Pelaksanaan pembelajaran berjalan kurang sesuai dengan RPP yang disiapkan; (c) Penilaian pembelajaran meliputi tiga aspek yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap dan pengetahuan terlaksana dengan baik, tetapi penilaian keterampilan masih jarang dilakukan; dan (d) Faktor-faktor pendukung pengelolaan pembelajaran meliputi pelatihan peningkatan kompetensi guru, buku pegangan peserta didik, handphone, layanan e-learning Melajah.id., dan bantuan kuota internet dari pemerintah, sedangkan faktor-faktor penghambat meliputi kesulitan menyusun tujuan pembelajaran, rendahnya motivasi belajar peserta didik, tidak adanya interaksi langsung antara guru dengan peserta didik, dan keterbatasan kuota internet. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pembelajaran Sains pada masa pandemi Covid-19 belum berjalan optimal.
Innovative Science Textbook Development: Integrating Local Wisdom into the Basic Science Concepts Course for Pre-Service Teachers Winangun, I Made Ari; Suma, Ketut; Subagia, I Wayan; Sudiatmika, A.A. Istri Agung Rai
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i1.95301

Abstract

The limitation of representative learning resources is still a challenge in organizing science learning in higher education. This study aims to analyze the characteristics, test the validity, and evaluate the practicality of case-based Basic Concepts of Elementary Science Series 1 (Physics) textbooks with the context of local wisdom. This research is a research and development (R&D) study using the ADDIE model. The research subjects consisted of 72 students, 8 experts, and 6 lecturers in the field of elementary science. Data were collected through interviews, questionnaires, and documentation at each stage of development. The instruments used included interview guidelines and questionnaires to identify characteristics, as well as assess the validity and practicality of the textbooks. Data analysis techniques were carried out descriptively qualitative and quantitative. The results showed that the textbook developed covered seven physics topics with a chapter structure consisting of an introduction, material preceded by local wisdom-based case studies, summaries, exercises, and reference lists. The coursebook was rated as highly valid from the content and cultural aspects (Aiken's V = 0.983) and language aspects (Aiken's V = 0.925). In addition, the practicality of the coursebook was rated very high by lecturers and students, with an average score of 4.448 and 4.300 respectively at the initial trial stage, as well as 4.805 and 4.348 at the main trial stage. The conclusion of this study confirms that the developed textbooks are valid and practical, and support contextualized and culturally responsive science learning. The implication of this research highlights the importance of integrating local wisdom in the development of science learning resources to increase relevance and learner engagement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PENGUASAAN MATERI DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI MTs NEGERI PATAS Agustini, Dwi; Subagia, I Wayan; Suardana, I N
Media Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v3i2.1833

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis (1) perbedaan penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) perbedaan penguasaan materi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, dan (3) perbedaan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung.Penelitian ini merupakankuasi eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. Negeri Patas tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 146 siswa.Sampel penelitian berjumlah 116 siswayang diambil dengan teknik random kelas. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis MANOVA satu jalur dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan model pembelajaran langsung (F=26,940; p<0,05), (2) terdapat perbedaan penguasaan materi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan model pembelajaran langsung (F=45,940; p<0,05), dan (3) terdapat perbedaan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan model pembelajaran langsung (F=11,262; p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa model pembelajaran sains teknologi masyarakat dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah.
Curiosity in Science Learning: A Systematic Literature Review Hunaepi, H.; Suma, I Ketut; Subagia, I Wayan
International Journal of Essential Competencies in Education Vol. 3 No. 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ijece.v3i1.1918

Abstract

This review systematically examines the role of curiosity in science learning, focusing on its influence on engagement, cognitive processes, and educational outcomes. A comprehensive literature search was conducted using databases such as Scopus, resulting in the selection of 40 peer-reviewed empirical studies published between 2019 and 2024. Inclusion and exclusion criteria ensured the relevance and rigor of the selected studies. The findings reveal that curiosity significantly enhances memory encoding and consolidation, motivates learners, and supports exploratory behavior. Specifically, studies indicated that curiosity-driven learning leads to improved attention and learning processes, resulting in better educational outcomes. Pedagogical strategies that foster curiosity, including the integration of large language models and innovative teaching tools, have been shown to effectively enhance student engagement and learning in science. Quantitative data from the reviewed studies demonstrate that curiosity-driven approaches lead to a 25% increase in student engagement and a 30% improvement in learning outcomes. The review underscores the importance of systematically integrating curiosity-enhancing strategies within pedagogy to create more engaging and effective educational experiences. Future research should focus on developing comprehensive measurement tools for assessing curiosity and conducting longitudinal studies to explore its long-term impact on academic achievement and skill development. Additionally, the exploration of modern technologies in enhancing curiosity-driven learning should be prioritized. Educators are encouraged to implement pedagogical strategies that stimulate curiosity to maintain and enhance student engagement and achievement in science learning.
META ANALYSIS: THE EFFECTIVENESS OF USING ETHNOSCIENCE-BASED SCIENCE MODULES IN IMPROVING STUDENTS' SCIENTIFIC LITERACY Putu Mentari Armayanti; I Wayan Redhana; I Nyoman Tika; I Wayan Subagia; I Wayan Suja
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 3 No. 1 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of science modules based on ethnoscience in improving students' scientific literacy through a meta-analysis approach. Scientific literacy is a key 21st-century competency that encompasses conceptual understanding, critical thinking skills, and the ability to relate science to real-life contexts. However, various studies have shown that the level of scientific literacy among Indonesian students remains low, indicating the need for more contextual and meaningful learning approaches. Ethnoscience, as an integration of science and local culture, is seen as a promising approach to bridge the gap between science content and students' social realities. This study analyzed eight articles published between 2016 and 2025, selected based on their focus on the effectiveness of ethnoscience-based science modules in enhancing students' scientific literacy in Indonesia. Pretest and posttest data from each study were analyzed using descriptive statistics and effect size calculation through Cohen's d. The results showed that the average scientific literacy score increased from 44.65% (pretest) to 81.79% (posttest), with an average gain of 37.14%. The Cohen's d value of 2.865 indicates a very large effect size. These findings demonstrate that ethnoscience-based modules consistently improve students' scientific literacy and help reduce disparities in academic achievement. The study recommends the development of culturally relevant science modules and teacher training programs to ensure effective implementation in diverse educational contexts .
The Influence of Project-Based Learning Models on Collaboration Skills and Science Learning Outcome for Junior High School Luh Putu Welly Sarjani; I Wayan Suastra; I Wayan Subagia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.7243

Abstract

The aim of this research was to analyzed the differences in collaboration skills between students taught with a project-based learning model and conventional learning model in science subjects. The type of research includes quasi-experiments with a pretest-posttest non-equivalent control group design. The sampling technique used was nonprobability sampling. The population consisted of eleven classes in class VII, and the sample used was four classes. The research instruments were observation of collaboration skills and learning outcomes tests. The data obtained were collaboration skills scores and pretest and posttest scores on temperature and heat material. Data were analyzed using descriptive analysis techniques and inferential analysis (one-way MANOVA) with a significance level of 5%. Before testing the hypothesis, prerequisite tests are carried out (normality, homogeneity of variance, covariance, linearity, and correlation between variables). The results showed that significant differences in collaboration skills and science learning outcomes both simultaneously and separately between students taught using the project-based learning model and students taught using the conventional learning model with a p value <0.05. Referring to the results, it was concluded that there were differences in collaboration skills and learning outcomes between students who were taught using the project model, which was better than the conventional model
Pengembangan modul ajar pada implementasi kurikulum merdeka untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik Evy Fitria Islamiati; I Wayan Subagia; Ketut Suma
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.7521

Abstract

This research aims to describe and explain the characteristics, validity, practicality, and effectiveness of teaching modules in the implementation of the independent curriculum to improve the quality of the learning process and student learning outcomes. This type of research is development research to produce learning tools in the form of science project teaching modules for SMK that are valid, practical, and effective. The development model used is a 4D adaptation model, which is composed of the stages of defining, designing, developing, and disseminating. Data collection was carried out using questionnaires and test techniques. The research results show that the teaching module used had characteristics with a table format arranged based on modifications from the Ministry of Education and Culture. The teaching module was in accordance with the multimedia and computer and network engineering departments. The results of the validity test show that the summarized teaching module was classified as very valid in terms of the validity of the content, material, and language. Based on teacher assessment, the teaching module was classified as very practical. The results of the effectiveness test show that the teaching module was effective in improving the quality of the learning process and student learning outcomes.
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP DASAR ILMU KIMIA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 SERIRIT Putu Dinda Pratiwi; I Wayan Subagia; I Nyoman Suardana
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tingkat penguasaan siswa kelas XII terhadap konsep dasar kimia dan mendeskripsikan dan menjelaskan penyebab rendahnya penguasaan siswa kelas XII terhadap konsep dasar ilmu kimia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data kuantitatif diperoleh melalui tes pilihan ganda dengan teknik sampling total, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan teknik sampling purposive. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata indikator untuk subtopik zat murni (unsur dan senyawa) adalah 67,70%, campuran (homogen, heterogen, dan pemisahan campuran) adalah 62,63%, dan partikel materi (atom, ion, dan molekul) adalah 58,83%. Distribusi tingkat penguasaan konsep kimia siswa adalah sebagai berikut: 5 siswa dalam kategori sangat tinggi, 21 siswa dalam kategori tinggi, 15 siswa dalam kategori sedang, 48 siswa dalam kategori rendah, dan 49 siswa dalam kategori sangat rendah. Penyebab penguasaan konsep dasar kimia yang sangat rendah di kalangan siswa kelas 12 adalah miskonsepsi, literasi yang rendah, dan tidak tahu konsep.
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP DASAR ILMU KIMIA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 SERIRIT Putu Dinda Pratiwi; I Wayan Subagia; I Nyoman Suardana
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tingkat penguasaan siswa kelas XII terhadap konsep dasar kimia dan mendeskripsikan dan menjelaskan penyebab rendahnya penguasaan siswa kelas XII terhadap konsep dasar ilmu kimia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data kuantitatif diperoleh melalui tes pilihan ganda dengan teknik sampling total, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan teknik sampling purposive. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata indikator untuk subtopik zat murni (unsur dan senyawa) adalah 67,70%, campuran (homogen, heterogen, dan pemisahan campuran) adalah 62,63%, dan partikel materi (atom, ion, dan molekul) adalah 58,83%. Distribusi tingkat penguasaan konsep kimia siswa adalah sebagai berikut: 5 siswa dalam kategori sangat tinggi, 21 siswa dalam kategori tinggi, 15 siswa dalam kategori sedang, 48 siswa dalam kategori rendah, dan 49 siswa dalam kategori sangat rendah. Penyebab penguasaan konsep dasar kimia yang sangat rendah di kalangan siswa kelas 12 adalah miskonsepsi, literasi yang rendah, dan tidak tahu konsep.
Co-Authors ., Lya Fransiska ., Putri Sarini, S.T., M.Pd. A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Anak Agung Inten Paraniti Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggreni, Ni Luh Putu Astuti, Sekar Astuti, Sekar Dewa Ayu Puspawati Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ida Bagus Nyoman Sudria,M.Sc . Dra. Suheimi Sya`Ban, M.Pd . DWI AGUSTINI . Dwi Agustini, Dwi Elyadi, I Ketut Bandem Evy Fitria Islamiati Fikriatul Khairat GANDHI ERMASARI . Gusti Ngurah Putu Eka Putra . Herawati, Putu Oka Hermawan, I Komang Windu Hikmawati Hikmawati Hunaepi, Hunaepi I Gde Parimartha I Gusti Ayu Agung Mas Purohita I Gusti Ayu Ari Laksmi . I Gusti Lanang Wiratma I Gusti Ngurah Dwija Putra I Ketut Bandem Elyadi I Ketut Suma I Ketut Tanu I Komang Trisna I Komang Windu Hermawan I Made Ari Winangun I Made Ary Sudiatmika I Made Kirna I Made Kirna I Made Suastika I Nyoman Suardana I Nyoman Tika I Wayan Muderawan I Wayan Redhana I Wayan Redhana I Wayan Suastra I Wayan Suja Istri Agung Rai Sudiatmika IVANA NITA MONDOLU ., IVANA NITA MONDOLU Kadek Tapa Yoga Ketut Suma Ketut Suma Khairat, Fikriatul LINA SURAYYA . Luh Maeri Arjani Luh Mentari . Luh Mitha Priyanka LUH MURNIASIH . Luh Putu Welly Sarjani Lya Fransiska Lya Fransiska, Lya M.Pd Dra. Suheimi Sya`Ban . Manimpan Siregar Manimpan Siregar NI KETUT PRATI DAIWATA NINGSIH . Ni Ketut Rapi Ni Ketut Sepmiarni Ni Luh Arjani Ni Luh Gede Karang Widiastuti NI LUH SUDEWI . Ni Made Wiratini Ni Made Wiratini Ni Putu Radi Widayanti Ni Putu Wahyu Dewi Arningsih Ni Wayan Ekayanti NI WAYAN YULITA AMANDA . Nikmatur Rohmaya Nindya Oktaviani Oktaviani, Nindya Putri Sarini Putu Dinda Pratiwi Putu Henrika Utari Putu Mentari Armayanti Putu Nindya Sri Satya Lestari Putu Oka Herawati Putu Prima Juniartina S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sepmiarni, Ni Ketut Siti Maryam SITI MARYAM Suardana, I N Suardana, I N Sudiatmika, I Made Ary Sudiatmika, Rai Sudiatmika Trisna, I Komang Utari, Putu Henrika Widayanti, Ni Putu Radi Wijayanti, Ida Ayu Kade Wiratma, I G. L. Yoga, Kadek Tapa