Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN KANDUNGAN KLOROFIL-A PERAIRAN BANJIR KANAL BARAT SEMARANG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 dan SENTINEL-2A Humaira Qanita; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.104 KB)

Abstract

Data penginderaan jauh dapat memudahkan dalam penelitian terkait perairan serta pengambilan keputusan maupun pemantauan kondisi perairan dari waktu ke waktu secara efektif. Teknik penginderaan jauh telah digunakan secara luas untuk mengukur parameter kualitatif perairan. Konsentrasi dari klorofil-a dan kandungan total suspended solids merupakan beberapa indikator dalam parameter kualitas air yang dapat diperoleh menggunakan data penginderaan jauh. Pada penelitian ini data citra satelit Landsat 8 OLI dan Sentinel-2A MSI digunakan untuk menentukan konsentrasi klorofil-a dan kandungan total suspended solids di Perairan Banjir Kanal Barat Semarang. Data citra satelit Landsat 8 dan Sentinel-2A kemudian diproses menggunakan beberapa algoritma penentu konsentrasi klorofil-a dan kandungan total suspended solids yang selanjutnya dibandingkan dengan data in-situ perairan. Pengambilan sampel air secara langsung di Banjir Kanal Barat Semarang dilakukan pada tanggal 10 September 2018 yang bertepatan dengan akuisisi data citra Landsat 8 dan selisih kurang dari 48 jam dengan data Sentinel-2A. Sampel yang telah diambil kemudian melalui proses uji laboratorium untuk selanjutnya menjadi parameter penentu algoritma terbaik untuk proses pemetaan distribusi total suspended solids dan kandungan klorofil-a Perairan Banjir Kanal Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dalam rentang enam bulan distribusi total suspended solids di Perairan Banjir Kanal Barat didominasi kelas memenuhi baku mutu/kondisi baik (0-1 mg/L) sebesar 42,78 % dan kelas terendah yaitu tercemar sedang (5-10 mg/L) sebesar 12,5%. Sedangkan untuk konsentrasi klorofil-a didominasi status hipereutrof (15-200 mg/m3) 30,7% dan status terendah adalah mesotrof (2-5 mg/m3) 17,1%.
ANALISIS PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DAN PERUBAHAN NILAI TANAH (Studi Kasus: Kec. Banyumanik Kota Semarang Jawa Tengah) Dedigun Bintang Fajeri; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.586 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang mengalami fenomena peningkatan nilai tanah yang pesat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Kecamatan Banyumanik merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang yang mengalami perkembangan permukiman dari tahun ke tahun. Kecamatan Banyumanik termasuk dalam pembagian wilayah yang memiliki fungsi sebagai perencanaan permukiman. Hal ini mengakibatkan perubahan nilai tanah di Kecamatan Banyumanik. Sehingga diperlukan penelitian untuk melakukan analisis perkembangan permukiman dan perubahan nilai tanah di Kecamatan Banyumanik.Penelitian ini dilakukan dengan interpretasi penggunaan lahan permukiman dan non permukiman dari citra resolusi tinggi terkoreksi tahun 2011, 2013 dan 2015 untuk mengetahui perkembangan permukiman. Selanjutnya dilakukan pembuatan peta zona nilai tanah tahun 2011, 2013 dan 2016 dengan menggunakan data transaksi hasil survei lapangan. Pembuatan peta perubahan nilai tanah yang diperoleh dari hasil overlay peta ZNT. Pada tahap terakhir dilakukan analisis perkembangan permukiman dan perubahan nilai tanah di Kecamatan Banyumanik.Hasil penelitian menunjukan pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 perubahan penggunaan lahan menjadi permukiman meningkat sebesar 46,721 ha. Sedangkan pada kurun waktu tahun 2013 sampai tahun 2016 perubahan lahan menjadi permukiman meningkat sebesar 69,944 ha. Perkembangan permukiman tertinggi terjadi di Kelurahan Pudakpayung, dan hal tersebut diikuti dengan perubahan nilai tanah tertinggi selama rentang waktu tahun 2011 sampai dengan tahun 2016. Pada tahun 2011 ke tahun 2013 perubahan nilai tanah tertinggi yaitu zona 78 di Kelurahan Pudakpayung sebesar Rp 4.259.000,00. Dan pada tahun 2013 ke tahun 2016 perubahan harga tanah tertinggi terdapat pada zona 55 yang terletak di Kelurahan Pudakpayung sebesar Rp 3.448.000,00.Kata kunci : Kecamatan Banyumanik, perkembangan permukiman, perubahan nilai tanahABSTRACT                Semarang City is the capital of Central Java province who experienced the phenomenon of rapid increase in land values along with population growth. Banyumanik district is one of the districts in the city of Semarang experiencing settlement developed from year to year. Banyumanik districts included in the division of territory that has a function as settlement planning. This resulted in changes in the value of land in Banyumanik District. So that the necessary research to analyze the development of settlements and changes in the value of land in Banyumanik District.This research was conducted with the interpretation of land use residential and non-settlement of high-resolution imagery was corrected in 2011, 2013 and 2015 to determine the development of settlements. Furthermore, the land value zone map creation in 2011, 2013 and 2016 using data transaction field survey. Map making changes in the value of land obtained from the overlay ZNT maps. In the last stage conducted analysis on the development of settlements and changes in the value of land in Banyumanik District.The results showed in 2011 to 2013 changes in land use into settlements increased by 46.721 ha. Meanwhile, during the period 2013 to 2016 the change of land into settlements increased by 69.944 ha. The highest settlement developed in the Pudakpayung Village, and it is followed by the highest land value changes over a span of years 2011 to 2016. In 2011 to 2013 the highest land value changes in a zone 78 in the Pudakpayung Village Rp 4,259,000.00 , And in 2013 to 2016 the highest land price changes contained in the zone 55 located in the Pudakpayung Village Rp 3,448,000.00. Keyword : Banyumanik District, changes in the value of land, development of settlements
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN DAN ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN MELALUI TEKNIK VALUASI TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT VALUATION METHOD (Studi kasus : Kawasan Wisata Pantai Alam Indah, Kota Tegal) Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.223 KB)

Abstract

ABSTRAKSebagai salah satu sektor pembangunan, pariwisata memang cukup menjanjikan dalam membantu menaikkan cadangan devisa dan juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, sektor industri pariwisata nasional memberikan kontribusi nasional bagi program pembangunan. Salah satu contoh bentuk pariwisata tersebut adalah jenis wisata bahari. Adapun di Kota Tegal, terdapat tempat wisata bahari yang sudah cukup terkenal bernama Pantai Alam Indah (PAI). Dengan kondisi pantai yang relatif stabil dan kemiringan yang landai, telah membuat tempat ini memiliki daya tarik wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai aset wisata dimasa mendatang. Dengan melihat keadaan ini, maka dilakukan penelitian mengenai Nilai Ekonomi Kawasan pada tempat wisata tersebut. Metode pengambilan responden pada penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sample dengan metode sampel aksidential. Metode ini mengambil responden sebagai sampel secara kebetulan, jika memang dipandang cocok sebagai sampel saat berada di tempat wisata maupun di sekitarnya. Setelah itu dilakukan pengolahan data menggunakan analisis regresi linier berganda dan penghitungan nilai ekonomi kawasan menggunakan Maple 17. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini, yaitu beberapa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dan hasil perhitungan nilai ekonomi dari wisata Pantai Alam Indah. Hasil perhitungan didapatkan nilai WTP (Willingness to Pay) sebesar Rp 140.344,795 , surplus produsen sebesar Rp 80.415,718 , Nilai Kegunaan sebesar Rp 40.728.952.980 , dan Nilai Bukan Kegunaan sebesar Rp 34.694.917.390 . Sehingga Nilai Ekonomi Total dari kawasan wisata Pantai Alam Indah adalah Rp 75.423.870.370
PEMBUATAN PETA ZNEK DENGAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGEN VALUATION METHOD MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Candi Borobudur) Annisa Usolikhah; Sawitri Subiyanto; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.967 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Magelang adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki luas kawasan 1.085,73 km2, dengan populasi 1.221.681 jiwa pada tahun 2013 dan terdiri dari 21 kecamatan. Salah satu tempat wisata di Kabupaten Magelang dan paling banyak diminati wisatawan domestik maupun mancanegara adalah Candi Borobudur. Candi Borobudur adalah candi Buddha yang terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan. Mengingat Candi Borobudur merupakan kawasan yang penting, maka perlu dilakukan penelitian tentang nilai ekonomi kawasan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, untuk penentuan sample adalah Probability Sampling, di mana peluang setiap responden yang  terpilih adalah sama, dengan teknik Accidental Sampling yaitu responden yang diambil adalah siapa saja yang secara kebetulan yang datang berkunjung di objek wisata Candi Borobudur. Kuesioner yang digunakan bersumber dari BPN dengan format formulir SPT 212 untuk pendekatan TCM (Travel Cost Method) dan formulir SPT 211a untuk pendekatan CVM (Contingent Valuation Method).Hasil yang diperoleh dari penelitian Tugas Akhir ini adalah peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dengan nilai Surplus Konsumen wisatawan lokal sebesar Rp 6.623.462,- dan Surplus Konsumen wisatawan mancanegara sebesar Rp 95.466.091,- per individu per tahun, dengan nilai WTP sebesar Rp 49.506,- sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Candi Borobudur  sebesar Rp 37.288.351.278.790,- (nilai surplus konsumen per individu per tahun dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2014). Dengan rata-rata jumlah kunjungan pertahun sebesar 4 kali kunjungan dan jumlah pengunjung sebesar 2.835.571 pada tahun 2014.Kata Kunci : Candi Borobudur, Contingent Valuation Method, Travel Cost Method, Willingness to Pay, Zona Nilai Ekonomi Kawasan. ABSTRACT                 Magelang town is a regency located in Central Java province which has an area of 1085.73 km2, with a population of 1.221.681 inhabitants in 2013 and consists of 21 districts. One of the tourist attractions and the most demanding for domestic and foreign tourists in Magelang is  Borobudur Temple. Borobudur is a Buddhist temple located in the village of Borobudur, District Borobudur, Magelang, Central Java. Borobudur is still used as a place of religious pilgrimage. Given the Borobudur Temple is an important area , it is necessary to research on the economic value of the region.                The method used in this study, for the determination of the sample was Probability Sampling, where the opportunities of each respondents selected are equal, with the Accidental Sampling technique i.e. respondents taken are  anyone by chance who came for a visit in the site of the Borobudur Temple. The questionnaire that is used sourced from BPN format 212 tax return form for the TCM approach (Travel Cost Method) and 211a form for the CVM (Contingent Valuation Method) approach.                Results obtained  from the study of this final project is the Economic Value Area Zone maps with local tourists Consumer Surplus value of Rp 6.623.462, - and foreign tourists Consumer Surplus of Rp 95.466.091, - per individual per year, with a value of WTP Rp 49.506, - in order to obtain the total value of economic attraction Borobudur Temple Rp 37.288.351.278.790, - (the value of the consumer surplus per individual per year multiplied by the number of visitors in 2014). With the average number of 4 visits per year  and number of visitors amounted to 2.835.571 in 2014. Keywords : Borobudur Temple, Contingent Valuation Method, Economic Value Zone Of Region, Travel Cost Method , Willingness to Pay. *) Penulis, penanggungjawab
ANALISIS NILAI WILLINGNESS TO PAY DAN TRAVEL COST UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN PANTAI MARINA DAN PURI MAEROKOCO SEMARANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Desita Khrisna Putri,; Sawitri Subiyanto; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.127 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang memiliki banyak destinasi wisata yang menarik, diantaranya adalah kawasan Pantai Marina dan Puri Maerokoco yang mana merupakan beberapa destinasi wisata yang sangat diminati di Kota Semarang yang terkenal akan keindahannya. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) untuk kawasan Pantai Marina dan Puri Maerokoco tersebut,  guna mengetahui seberapa besar nilai Willingness To Pay (nilai ekonomi serta nilai manfaat, berdasarkan keinginan untuk membayar wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat) dan Travel Cost dari kawasan tersebut (nilai yang yang dikeluarkan oleh seseorang untuk mengunjungi kawasan tersebut).Dalam pengambilan data primer yang berupa survei di lapangan akan diambil 70 data sampel TCM (Travel Cost Method) serta 70 data sampel CVM (Contingent Valuation Method). Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan nilai Willingness To Pay menggunakan perangkat lunak Maple 17.Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dengan nilai ekonomi total (TEV) Pantai Marina sebesar Rp 2.143.172.090.530,- yang mana didapat dari penjumlahan antara nilai DUV (Rp 2.093.904.286.000,-) dan EV (Rp  49.267.804.530,-). Nilai DUV berdasarkan dari nilai TC (Rp 6.001.239,-), dan EV berdasarkan nilai WTP (Rp 30.062,-).  Nilai ekonomi total (TEV) yang diperoleh Puri Maerokoco adalah sebesar Rp 1.284.305.562.530,-. yang mana didapat dari penjumlahan antara nilai DUV (Rp1.226.242.708.000,-) dan EV (Rp  58.062.854.530,-). Nilai DUV berdasarkan dari nilai TC (Rp 9.351.565,-), dan EV berdasarkan nilai WTP (Rp 35.428,-).             Kata Kunci : Contingent Valuation Method, Nilai Ekonomi Total, Pantai Marina, Puri Marokoco, Willingness To Pay,  Travel Cost Method. ABSTRACT Semarang has many interesting tourist destinations. Among them, Marina Beach and Puri Maerokoco, the most popular tourist destinations. Famous for its beauty. Based on this, a Zone of Regional Economic Value (ZNEK) maps for Marina Beach and Puri Maerokoco is required. In order to know the economic value and the benefit value, based on the desire to pay tourists and people who benefit (Willingness to Pay), also Travel Cost from the region (the value that a person spends to visit the area).Primary data collection is a field survey. There will be 70 TCM sample data (Travel Cost Method) and 70 CVM (Contingent Valuation Method) data tooken. Multiple linear regression analysis and calculation of Willingness To Pay value is the data processing method, using Maple 17 software.The results, based on the research, is a Zone of Regional Economic Value Maps, with total economic value (TEV) of the Marina Beach is Rp 2.143.172.090.530,- which can be from the sum of the DUV value (Rp 2.093.904.286.000), - and EV value (Rp 49,267,804,530)-. The DUV is based on TC (Rp 6.001.239,-), and EV is based on WTP Value (Rp 30.062,-). Total economic value (TEV) obtained by Puri Maerokoco is Rp 1,284,305,562,530,- which can be obtained from the sum of the DUV value (Rp1.226.242.708.000,) - and EV (Rp 58.062.854.530). The DUV is based on TC (Rp 9.351.565,-), and EV is based on WTP Value (Rp 35.428,-).Keywords: Contingent Valuation Method, Marina Beach, Puri Marokoco, Total Econimic Value, Travel Cost Method, Willingness To Pay
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI TANAH BERDASARKAN HARGA PASAR DENGAN METODE PENDEKATAN PENILAIAN MASSAL DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Leur P. Maranatha Sitorus; Sawitri Subiyanto; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.906 KB)

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan Pasal 6 ayat 1 UU No. 12 Tahun 1985, yang menjadi dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). NJOP tersebut ditentukan melalui model analisis tertentu berdasarkan ketentuan teknis yang berlaku di Direktorat Jenderal Perpajakan. Prosedur untuk menentukan NJOP diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Nomor : KEP.533/PJ/2000 yang telah diubah dengan Keputusan Direktorat Jenderal Pajak Nomor : KEP.115/PJ/2002. Penentuan NJOP disesuaikan dengan Nilai Pasar Wajar (NPW), dengan tujuan NJOP sesuai dengan harga pasar. Namun yang sering terjadi NJOP tidak sesuai dengan NPW. Kemudian berkembanglah sistem penilaian harga pasar dengan menggunakan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT).Penilaian dilakukan dengan penilaian massal (tidak memperhatikan properti khusus). Penelitian ini dimulai dengan pembuatan zona untuk menentukan titik sampel. Kemudian membuat Peta ZNT berdasarkan Harga Pasar dan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) Kecamatan Mijen Kota Semarang. Perhitungan penilaian menggunakan Microsoft Excel 2007. Pembuatan Peta ZNT Kecamatan Mijen Kota Semarang Tahun 2015 menggunakan teknologi analisis SIG (Sistem Informasi Geografis).Hasil penelitian ini berupa Peta ZNT yang terdiri dari 122 zona. Berdasarkan NJOP tahun 2014 di Kecamatan Mijen Kota Semarang, NJOP terendah Rp 27.000,00 dan tertinggi Rp 1.416.000,00. Sementara dari hasil penelitian NIR terendah Rp 57.000,00 sedangkan NIR tertinggi Rp 3.172.000,00. Tinggi rendahnya peningkatan ini sangat dipengaruhi oleh faktor lokasi dan akses jalan. Kata Kunci : : Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Nilai Pasar Wajar (NPW), Zona Nilai Tanah  (ZNT), Nilai Indikasi Rata-rata (NIR), Sistem Infomasi Geografik (SIG), Kecamatan Mijen, Kota Semarang. ABSTRACT According to Article 6 clause 1 UU Number 12 1985, The bases on land and building tax is Tax Object Sales Value (NJOP). NJOP is determined by specific analysis model by technical provisions applicable on Direktorat Jenderal Perpajakan. Procedur to determinate NJOP set in Keputusan Direktorat Jenderal Number : KEP.533/PJ/2000 which has been converted in to Keputusan Direktur Jenderal Pajak Number : KEP.115/PJ/2002. Determinate NJOP is adapted with fair market value (NPW), with goal that NJOP match with market value. But it is often NJOP not match with NPW. Then it is come market value assessment system that use land value zone (ZNT) map. Assessment with mass appraisal (do not look at special properties). This research was start with construction zone to determinate sample point. Then create ZNT map of market value and NJOP. Mijen district Semarang City. Assessment calculation is using Microsoft Excel 2007. Contruction ZNT map Mijen district Semarang city 2015 use GIS (Geographic Information System) analysis technology. The result of this research is ZNT map that consists of 122 zones. Base on NJOP 2014 in Mijen district Semarang city, the lowest NJOP is Rp 27.000,00 and the highest is Rp 1.416.000,00. While from this research too the lowest NIR is Rp 57.000,00 and the highest NIR is Rp 3.172.000,00. The Enhancement is influenced by location and accessibility.  Keywords : Tax Object Sales Value (NJOP), fair market value (NPW), Land Value Zone (ZNT), NIR, Geographic Information System (GIS), Mijen District, Semarang City. *) Penulis, PenanggungJawab
PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN UMBUL DI KLATEN DAN PETA UTILITAS DENGAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Umbul Ponggok dan Obyek Mata Air Cokro) MEIGA NUGRAHANI; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu A
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.454 KB)

Abstract

Kabupaten Klaten terkenal dengan obyek wisata mata air (umbul) seperti Umbul Ponggok dan Obyek Mata Air Cokro. Umbul Ponggok Kabupaten Klaten memiliki prestasi berupa tempat wisata dengan daya tarik wisata Jawa Tengah terpopuler tahun 2017 dan masuk nominasi obyek wisata baru terpopuler Anugerah Pesona Indonesia 2018. Tingginya daya tarik terhadap tempat wisata tersebut diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) untuk mengetahui nilai ekonomi dan manfaat berdasarkan keinginan untuk membayar (Willingness to pay) wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut. Penarikan sampel nilai ekonomi suatu kawasan dengan berdasakan Travel Cost Method (TCM) untuk memperoleh nilai kegunaan langsung dan metode Contingent Valuation Method  (CVM) digunakan untuk mendapatkan nilai bukan kegunaan. Non probability sampling dengan teknik accidential sampling merupakan metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini yaitu mengambil responden yang secara kebetulan ditemui dilokasi wawancara. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungannya menggunakan perangkat lunak Maple 17. Pada penelitian ini juga dilakukan uji statistik (uji validitas dan uji reliabilitas) dan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas dan uji heteroskesdastisitas). Perhitungan penelitian ini menghasilkan nilai total kegunaan dan nilai total bukan kgunaan. Kawasan Umbul Ponggok memiliki nilai kegunaan sebesar Rp 576.613.426.000,-, nilai bukan kegunaan sebesar Rp 486.094.982.700,- dan nilai total ekonomi kawasan sebesar Rp 1.062.708.408.700,-. Sedangkan kawasan Obyek Mata Air Cokro memiliki nilai kegunaan sebesar Rp 70.106.421.350,-, nilai bukan kegunaan sebesar Rp 50.456.381.090,- dan nilai total ekonomi kawasan sebesar Rp 120.562.802.400,-.
ANALISIS PRODUKSI PADI DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA PEKALONGAN Husen Ibnu Said; Sawitri - Subiyanto; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.183 KB)

Abstract

ABSTRAKSawah merupakan media atau sarana untuk memproduksi padi. Sawah yang subur akan menghasilkan padi yang baik. Indonesia termasuk Negara agraris yang sebagian wilayahnya adalah pertanian, yang dapat memproduksi padi lebih banyak. Namun, karena adanya pembangunan pabrik atau bangunan lainnya di lahan pertanian, menyebabkan produksi pertanian kian berkurang.Perhitungan luas area tanaman padi dilakukan dengan melakukan overlay antara peta hasil klasifikasi dengan peta hasil NDVI pada citra Landsat 8. Sedangkan untuk menghitung produksinya dilakukan dengan menggunakan metode ubinan seperti yang dilakukan oleh BPS dan Dinas Pertanian.Luas area tanaman padi di Kota Pekalongan yaitu sebesar 664,96 hektar dengan nilai luas terbesar berada di Kecamatan Pekalongan Selatan yaitu sebesar 425,33 hektar dan luas terkecil berada di Kecamatan Pekalongan Barat  yaitu sebesar 16,86 hektar. Sedangkan nilai produksi padinya diperkirakan mencapai 4443,05 ton gabah dengan produksi terbesar berada di Kecamatan Pekalongan Selatan yaitu sebesar 2841,92 ton dan produksi terkecil berada di Kecamatan Pekalongan Barat yaitu sebesar 112,65 ton.Kata Kunci : Sawah, citra Landsat 8, Luas area tanaman padi, Produksi padi ABSTRACTPaddy field is a media or means to produce rice. The fertile paddy field will produce good rice. Indonesia is an agrarian country which is most of the territory is agriculture that can produce rice in the high scale. However, due to the construction of factory or other building on the farmland, causing the agricultural production is diminished. The calculation for the area of paddy crop is done by overlaying between the map's result of the classification with the map's result of NDVI on the citra landsat 8. Whereas, for counting the production is done by using ubinan method as performed by the BPS and the Department of Agriculture.The farmland paddy's area in Pekalongan in the amount of 664.96 hectares with the largest area is in the sub district of south Pekalongan in the amount of 425.33 hectares and the smallest area is in the sub district of south Pekalongan in the amount of 16.86 hectares. While the value of paddy production is estimated at 4443.05 tons of unhulled rice with the largest production in the Sub district of South Pekalongan in the amount of 2841.92 tons and the smallest production located in the sub district of West Pekalongan in the amount of 112.65 tons.Keywords: paddy, Citra Landsat 8, The area of paddy crop, paddy production.
PENENTUAN PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH BERDASARKAN HARGA PASAR UNTUK PENINGKATAN NJOP DI KECAMATAN ARGOMULYO KOTA SALATIGA Rizky Silvandie; Sawitri Subiyanto; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.609 KB)

Abstract

AbstrakNJOP merupakan acuan untuk penentuan nilai dari suatu objek pajak yang dimiliki seseorang. Sehingga perlu dilakukan penelitian apakan nilai yang tertera sesuai dengan harga pasar atau tidak. Karena akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah yang bersangkutan.  Kecamatan Argomulyo merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kota Salatiga yang memiliki luas 1.852.690 Ha dengan 6 kelurahan. Bervariasinya penggunaan lahan di Kecamatan Argomulyo ini membuat pengawasan akan pembayaran Pajak Bumi Bangunan harus lebih diperhatikan terutama  banyaknya Industri besar yang berada dalam wilayah ini. Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama. ZNT digunakan sebagai acuan penarikan pajak salah satunya untuk penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)            Penelitian ini awalnya dilakukan pembuatan zona untuk menentukan titik sampel yang akan dicari. Kemudian membuat peta zona nilai tanah berdasarkan Nilai Indeks Rata-rata dan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) Kecamatan Argomulyo. Setelah  Langkah selanjutnya membandingkan perbedaan antara kedua peta tersebut apabila digunakan sebagai acuan penarikan PBB. Dalam pelaksanaanya penelitian ini menggunakan software Microsoft Office 2013 dan ArcGIS 10.0.Hasil Penelitian menunjukan terdapat 93 zona untuk peta ZNT NIR dan NJOP. Sedangkan dari analisis pajak  menunjukkan bahwa perbedaan pemungutan pajak saat menggunakan nilai NIR dan NJOP cukup jauh berbeda. Dan kenaikan pemungutan pajak PBB mengalami kenaikan sebesar 5922,35% dari data NJOP ke data NIR.Kata Kunci : Pajak Bumi Bangunan (PBB), Zona Nilai Tanah (ZNT), Nilai Indeks Rata-rata (NIR), Nilai Jual Obejek Pajak (NJOP) ABSTRACTNJOP is a reference for determining the value of an object of one's own taxes. So it is necessary to study whether the value stated in accordance with the market price or not. Because it will affect the income of the region concerned. Argomulyo subdistrict is one of the sub-district located in Salatiga which has an area of 1.85269 million hectares with 6 wards. The variation of terrain using in Argomulyo makes the controlling of PBB (Building and Land Tax) payment should be gave more intensive attention especially for the industrial area. Zona Nilai Tanah (ZNT) is an area which shows the relatively similar value of the terrain. ZNT is being used as a determining reference of PBB (Building and Land Tax).This study begins with zone making to determine sample point which would be answer. After that we make ZNT map based on Average Index Value (NIR) and Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) of Argomulyo sub-district. Then, we compare the difference of both maps as if we used it as PBB determination based. Microsoft Office 2013 and ArcGIS 10.0 are used on executing the data and result.The result showed there are 93 zones for ZNT, NIR, and NJOP maps. Whereas the tax analysis showed that there is a significant difference between NIR and NJOP tax determination based. And tax value will rise of 5,299.35% from NJOP data to NIR data.Keywords: building and land tax (PBB), zona nilai tanah (ZNT), average index value (NIR), nilai jual obyek pajak (NJOP).
ANALISIS POTENSI EROSI MENGGUNAKAN MODEL AGNPS (AGRICULTURAL NON-POINT SOURCE POLLUTION MODEL) (Studi Kasus: Hutan Yona, Yanbaru) Delima Canny Valentine Simarmata; Sawitri Subiyanto; yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.573 KB)

Abstract

ABSTRAKNegara Jepang terbagi menjadi 41 prefektur (provinsi) dengan luas sekitar 377,815 km2 dengan 70% area ditutupi bukit dan pegunungan. Sekitar 250.905 km2 atau samadengan 67% luas negara Jepang ditutupi oleh wilayah hutan. Menurut data lembaga kehutanan Jepang, salah satu pulau dengan luas hutan yang cukup mempengaruhi bentang alam negara Jepang adalah hutan Yanbaru, Okinawa. 72% dari bagian utara pulau Okinawa ditutupi oleh hutan Subtropis yang dalam dialek Okinawa disebut “Yanbaru”. Kawasan hutan Yanbaru terbagi atas 3 bagian yaitu Kunigami, Higashi dan Ogimi. Kawasan Hutan Yona merupakan bagian dari area Kunigami dan Ogimi dan menjadi salah satu daerah konservasi oleh Negara Jepang. Saat ini, kawasan Hutan Yona sedang diseleksi untuk menjadi kawasan yang dilindungi oleh UNESCO, PBB.Hutan Yona merupakan kawasan yang memiliki intensitas hujan dan badai taifun yang tinggi. Disisi lain, kawasan Hutan Yona juga memiliki kelerengan dan panjang lereng yang cukup curam. Faktor-faktor ini sangat berpotensi untuk menyebabkan adanya erosi. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji potensi dan tingkat kerawanan erosi di kawasan Hutan Yona. Data yang digunakan adalah data curah hujan, DEM, peta jenis tanah, peta tutupan lahan dan peta jaringan sungai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pemodelan AGNPS (Agricultural Non Point Source). Metode ini menggunakan pemodelan grid seluas 10 x 10 m pada wilayah daerah tangkapan air (DTA). Kawasan Hutan Yona dengan luas DTA seluas 937,55 ha memiliki nilai energi intensitas curah hujan 30 menit (EI30) sebesar 41,59 m.ton.mm/m2. Berdasarkan hasil pemodelan AGNPS (Agricultural Non Point Source), laju erosi rata-rata dan jumlah tanah terkikis pada DTA Hutan Yona masing-masing sebesar 13,53 m/s dan 0,1367 mm/th. Besar erosi yang terjadi adalah 113,91 ton/ha/th. Nilai erosi ini termasuk tingkat kerawanan pada kelas III yaitu kelas sedang, yaitu berada dengan interval erosi 61 – 180 ton/ha/thn. Kata Kunci : AGNPS, Erosi, Okinawa, Penginderaan Jauh, Yona ABSTRACTJapan is divided into 41 prefectures (provinces) with an approximately area about 377.815 km2. About 70% of Japan or equal with 264.47 km2 is covered by hills and mountains. However, 250 905 km2 or equal with 67% of Japan is covered by forests. According to data from the Forest Ministry of Japan, one of the islands which affects Japan landscape is Yanbaru Forest, Okinawa. 72% of the northern part of Okinawa Island is covered by subtropical forest that in the Okinawan dialect called "Yanbaru". Yanbaru forest area is divided into three areas, Kunigami, Higashi and Ogimi. Yona, one of the Yanbaru Forest area, is a part of the Kunigami and Ogimi. It has become one of the conservation area held by the Japan Government. Yona area is now nominated as a protected area by UNESCO, PBB.Yona Forest Area (YFA) is an area with a high rainfall intensity and frequent storms typhoon. Besides, it has length-long slope and high steepness. These factors highly cause an erosion. Therefore, this study aimed to assess the potential and the level of vulnerability of erosion in Yona Forest Area (YFA). This study used Rainfall intensity data, DEM, soil map, land cover map and river stream map. The method in this study used AGNPS Model (Agricultural Non-Point Source Model) which had 10 x 10 m grid to represent a catchment area (DTA).Yona Forest Area (YFA) with 937.55 ha of catchment area had 30 minutes rainfall intensity energy (EI30) about 41.59 m.tons.mm/m2. According to AGNPS Model (Agricultural Non-Point Source Model) result, velocity and amount of eroded soil were 13,53 m/s and 0,1367 mm/year, respectively. Erosion that occured in catchment area of Yona Forest Area was about 113,91 ton/ha/yr. It was included into the middle erosion class with and interval class 61-180 tons / ha / yr. Keywords: AGNPS, Erosion, Okinawa, Remote Sensing, Yona,*) Penulis, Penanggung Jawab
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Ade Naufalita Aditya Dharmawan Afifah Asis Agatha Dimitri V. D. Kusumo Ahmad Firdous Syifa Ahmad Syauqani Ajeng Dwi Maturinsih Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo Akhmad Didik Prastyo Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq Alfonsus Bima Samudra Anastasia Astuti Andhono Yekti Andre Hidayat Andri Suprayogi Anggit Swarna Bumi Annisa Usolikhah Antonius Grizalde Simamora Anugrah, Riandhi Ardhian Setiawan Saputra ARDI SETYO PRATOMO Ardiansyah Ardiansyah Ari Setiani Arief Laila Nugraha Arif Witoko Arrizqa Laili Fitriana Arsyad Nur Ariwahid Arwan Putra Wijaya Ashari, Taufiq Ichsan Astriana Dewi Aulia Darmaputri Savitri Bagas Arif Widyagdo Bagus Yuli Arianto Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bashit, Nurhadi Bayu Pradana Benita Roseana Benning Hafidah Kadina Bunga Roliesta Sari Charisma Parasandi Alfarizi Cindy Puspita Sari DANI PURBA Dedigun Bintang Fajeri Delima Canny Valentine Simarmata Desita Khrisna Putri, Dian Ayu Saraswati Diana Masmaulidia Diana Nukita Dinda Anisa Anggraini Dwi Rini Septiani Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Faiz Islam Farid Burhanudin Yusup Fauzi Janu A Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Aji Ratnawati Fryda Arlina Mahardika Galih Putro Pamungkas GETMA LAVEMIA Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Hani'ah . Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hayu Rianasari Heranda Ibnu Adhi Herjuno Gularso Hisni Theresia Br Sinuraya Humaira Qanita Husen Ibnu Said Ihsan Pakaya Irfan Baharudin Istighfary Abirama Cininta Iva Kusniawati JACKIE SUPRAWITO NABABAN Jerson Otniel Purba Jetri Livia Rindika Kandiawan, Ulfa Fathul Kanti Ismawati Kemala Medika Putri Khoirul Isnaini Aulia Kukuh Ibnu Zaman Kurniawan Putra Widya Wardana L. M. Sabri Laisa Usrini Lasmi - Rahayu Leur P. Maranatha Sitorus LM. Sabri Lusiana Dewi Fatmalasari Lutfia Pangestika Lydia Fadilla Maharany Shandra Ayu Hapsary Maharditya Yoga Pramudyono Mashita Rahati Mavita Nabata Dzakiya Meilina Fika Mayangsari Merpati Dewo Kusumaningrat Mia Aulina Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Idris Mufid Damar Pidekso Mufti Yudiya M. Muhammad Amar Makruf Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Fitrianto Muhammad Haris Febriansya Muhammad Nida Hakim El Wafa Muhammad Ulya Nadia Anggraeni Yuristasari Naftalie Dinda Rianty Nahar Dito Utama Giardi Nathania, Jessica Nida Shabrina Nisrina Niwar Hisanah Novian Nur Aziz Novita Amelia Nugra Putra Pembayun NUGRAHANI, MEIGA Nur Aziz Putra Aditama Nurfika Maulina Larasati Nurhadi Bashit Oktaviani Arumingtyas Pinastika Nurandani Polin Mouna Togatorop Pratama Irfan Hidayat Purwi Fitroh Hidayati Putri Ardianti Kinasih R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahmah, Azizah Nur Rajagukguk, Trevi Austin Ramlansius Tumanggor, Ramlansius Riana Kristiani Priskila Putri Rico Waskito Putro Rifky Satrio Utomo Riski Kadriansari Rismauly Yunita Tampubolon Rista Omega Septiofani Rizki Budi Kusumawardani Rizky Arga Himawan Rizky Silvandie Rudi Cahyono Putro Sarmedis Anrico Situmorang Saul Ambarita SELLI ANGELITA BR SITEPU Selli Angelita Sitepu Sitepu, Selli Angelita Siti Khoeriyah Sondang Artania Sidauruk Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Suwirdah Pebriyanah Swandi Sihombing Syarifa Naula Husna Tika Christy Novianty Trevi Austin Rajagukguk Tri Rahmawati Winda Kusuma Tristika Putri Utama Giardi, Nahar Dito Valent, Caesara Geacesita Viradhea Gita R. L. Wahyu Eko Saputro Wahyu Satya Nugraha Wahyuddin, Yasser Wenang Triwibowo, Wenang Wisnu Hanggoro Yasser Wahyuddin Yose Rinaldy N Yudo Prasetyo