Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perubahan Tutupan Lahan DAS Citanduy Dengan Metode Penginderaan Jauh Andhono Yekti; Bambang Sudarsono; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.182 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy mempunyai peran yang besar dalam kelangsungan perkembangan ekosistem estuari Segara Anakan. Sungai Citanduy mensuplai air tawar yang sekaligus mengandung sedimen hasil erosi yang cukup besar dan juga polutan lain yang berasal dari rumah tangga dan pertanian. Minimnya luas hutan dan tingginya pembangunan tanggul-tanggul sepanjang sungai, membuat Citanduy diperkirakan memasok sedimen ke Segara Anakan 0,74 juta m3/ tahun, atau 74% dari seluruh sedimen yang masuk ke Segara Anakan (data dari Konsorsium LPM ITB, IPB, Unpad, dan Unigal dalam Apip dkk, 2004).                Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisis perubahan tutupan lahan dari tiga seri citra satelit Landsat dari tahun 1991 sampai 2010 dan membuat peta tutupan lahan dengan software ER Mapper dan ArcGIS. Penginderaan jauh dilakukan untuk memperoleh data spasial dalam waktu singkat dengan akurasi tinggi. Hal ini akan sangat memudahkan penggunanya untuk mendapatkan informasi tanpa harus melakukan survey di lapangan setiap saat.                Peta penggunaan lahan di DAS Citanduy dihasilkan dari klasifikasi terawasi dengan tipe klasifikasi Minimum Distance karena formula ini mengukur jarak dari nilai tengah (mean) training region. Pengolahan citra satelit Landsat tersebut dilakukan dengan menggunakan software ER Mapper. Dengan menggunakan software ArcGIS didapatkan hasil perhitungan luas tutupan lahan tiap seri tahun yang harus disimpan dalam bentuk Excel Workbook agar selanjutnya dapat diolah dan dianalisis bersama untuk mengetahui perubahan luas tutupan lahan dari tahun 1991  sampai 2010.                Dari penelitian ini perubahan tutupan lahan di DAS Citanduy dari tahun 1991 sampai 2010 menunjukkan penurunan kualitas pendukung DAS terutama berkurangnya luas hutan yang dapat mengganggu siklus hidrologi dalam DAS karena menurunnya penutup vegetasi berpengaruh terhadap karakteristik limpasan permukaan (run off). Peningkatan volume limpasan permukaan secara cepat pada periode waktu yang pendek menyebabkan peningkatan debit puncak dan banjir yang di daerah hilir.Kata Kunci : Daerah Aliran Sungai, DAS Citanduy, Segara Anakan, Tutupan Lahan, Sedimen, Penginderaan Jauh.
PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN SITUS KERAJAAN MAJAPAHIT MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT VALUATION METHOD ( Studi Kasus : Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur) Tri Rahmawati Winda Kusuma; Bambang Sudarsono; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.522 KB)

Abstract

ABSTRAK           Situs Kerajaan Majapahit sebagai calon situs warisan dunia UNESCO (UNESCO world culture and heritage) memiliki potensi sebagai obyek wisata. Lokasi yang strategis  terletak di jalan utama Surabaya-Solo dan nilai sejarah yang dimiliki, membuat situs ini khususnya Candi Brahu, Museum Majapahit, Candi Bajangratu dan Candi Tikus menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) pada situs Kerajaan Majapahit untuk menduga  nilai ekonomi dan manfaat berdasarkan keinginan untuk membayar (Willingness To Pay: WTP) wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut.          Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik sampling insidental, dimana responden merupakan siapa saja yang secara kebetulan/insidental ditemui di lokasi penelitian dan dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak Maple 14.            Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh hasil berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan. Candi Brahu dengan surplus konsumen sebesar Rp 633.234,- dan nilai WTP sebesar Rp 34.457,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total Candi Brahu sebesar Rp 97.157.349.770,-. Museum Majapahit dengan surplus konsumen sebesar Rp 242.472,- dan nilai WTP sebesar Rp 41.532,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total Museum Majapahit sebesar Rp 107.741.863.410,-. Sedangkan untuk Candi Bajangratu diperoleh surplus konsumen Rp 574.613 dan nilai WTP sebesar Rp 34.360,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total kawasan Candi Bajangratu sebesar Rp 117.710.064.850,-. Selanjutnya untuk Candi Tikus diperoleh besaran surplus konsumen Rp 987.991,- dan nilai WTP Rp 39.842,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total kawasan Candi Tikus sebesar Rp 162.503.279.320,-.(nilai surplus konsumen per individu dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2013). Kata kunci : Willingness To Pay, Zona Nilai Ekonomi Kawasan, Situs, Regresi Linear Berganda, Maple 14. ABSTRACT             Majapahit Empire Site as a  world culture and heritage UNESCO has potential as a tourist attraction. The location is strategically located on the main street of Solo and Surabaya which have historical value, makes this particular site Brahu Temple, Majapahit Museum, Bajangratu Temple and Tikus Temple became one tourist destination areas Mojokerto. Based on this, we need a  Zone Map Economic Value Areas (ZNEK) to the site of the Majapahit Kingdom to estimate the economic value and benefits based on willingness to pay (WTP) tourists and the people who benefit from the region            Sampling method (respondents) were used in this research is non probability sampling with incidental sampling technique, where respondents are those who by chance / incidental encountered in the study area and can be used as a sample, if it is deemed that the person who happened to be found suitable as a data source. Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculation software WTP using Maple 14.            In this research, the results obtained in the form of a map Zone Economic Value Area. The consumer surplus of Brahu Temple is Rp 633.234,-, and WTP value of Rp 34.457,- in order to obtain the total economic value of Brahu Temple Rp 97.157.349.770,-. Museum of Majapahit with consumer surplus of Rp 242.472,- and WTP value of Rp 41.532,-. in order to obtain the total economic value of Majapahit Museum is Rp 107.741.863410,-. As for the Bajangratu Temple consumer surplus obtained Rp 574.613,- and WTP value of Rp 34.360,- in order to obtain the total economic value is Rp 117.710.064.850,-. Further to the Tikus Temple gained massive consumer surplus Rp 987.991,- and the value of WTP Rp 39.842,- in order to obtain the total economic value of the Tikus  Temple area is Rp 162.503.279.320,-. (Consumer surplus value per individual multiplied by the number of visitors in 2013).
ANALISIS FAKTOR AKSESIBILITAS TERHADAP ZONA NILAI TANAH DENGAN PENDEKATAN PENILAIAN MASSAL DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang) Mufid Damar Pidekso; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.932 KB)

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan  tanah yang meningkat menyebabkan harga tanah yang beragam dan melonjaknya harga tanah. Keberagaman harga tanah dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor. Salah satu faktor yang dapat yang mempengaruhi harga tanah adalah faktor aksesibilitas. Pembentukan Zona Nilai Tanah yang merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama  yang bertujuan untuk mengelompokkan bidang-bidang tanah sesuai dengan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR).Data yang digunakan berupa data tekstual yang berupa, data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang didapatkan dari DPPKAD Kabupaten Pemalang serta data survey yang dilakukan di lapangan. Data harga pasar yang telah didapat kemudian diolah untuk mendapatkan NIR. Kemudian dicari selisih antara data NJOP serta NIR. Untuk mengetahui pengaruh faktor aksesibilitas dilakukan pengujian statistic antara harga pasar tanah dan variabel-variabel bebas yang ditentukan.Dari penelitian diperoleh 72 Zona Nilai Tanah dengan NIR tertinggi berada pada zona 66 yang berada di sepanjang Jalan Jendral Sudirman. Sementara selisih antara NIR dengan NJOP paling besar adalah sebesar 3104 %. Dari hasil pengujian statistik, faktor aksesibilitas terhadap harga pasar memiliki pengaruh 62,2 %, yaitu antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Kata Kunci : Zona Nilai Tanah (ZNT), Nilai Indikasi Rata-rata (NIR), Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Faktor Aksesibilitas. ABSTRACT Increasing of land needs caused the land prices are varied and make the land prices increase. The diversity of land prices can be caused by a variety of factors. One of  the factor that may be affecting the price of land is the accessibility factor. Land Values zone forming which is the area that depicts the relative value of the same land that aims to classify the plots in accordance with Indication Value Average (NIR).Data that used in the form textual data which  is the value of tax object  (NJOP) obtained from DPPKAD Pemalang and survey data in the field. Market price data that have been obtained then processed to obtain NIR. Then make the processing to find the difference between NJOP and NIR. To determine the influence of accessibility factors, statistical testing between the market price of land and the independent variables were determined.                    From the research, gained 72 Land Value Zone with the highest NIR is located in zone 66 located along Jendral Sudirman Street . While the biggest gap between NIR and NJOP amounted to 3104%. From the results of statistical tests, the accessibility factors make the influence of the market price amounted  62.2%,, which is between the independent variable on the dependent variable.  Keywords : Land Value Zone (ZNT), Indication Value  Average (NIR), Tax Object Value (NJOP), Accesibility Factor.
ANALISIS PENYEBARAN PERMASALAHAN TANAH DI KABUPATEN PASURUAN Andre Hidayat; Sutomo Kahar; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.86 KB)

Abstract

AbstrakKabupaten Pasuruan merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki luas wilayah 1.474 km² dimana banyak sekali terdapat permasalahan pertanahan baik itu konflik, sengketa maupun perkara.Pada penelitian kali ini menggunakan peta digital penggunaan lahan Kabupaten Pasuruan tahun 2009, peta digital administrasi Kabupaten Pasuruan tahun 2012, Peta RBI Digital Provinsi Jawa Timur, Citra Quick Bird 2011 dan data tekstual dari Kantor Pertanahan Jawa Timur. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data tekstual di lapangan. Langkah selanjutnya peta diolah dengan software ArcGis yang kemudian dilakukan pengolahan dengan analysis tools antara lain dengan Extract dan Overlay sehingga didapatkan peta penyebaran permasalahan.Berdasarkan hasil pengolahan didapatkan jumlah permasalahan di Kabupaten Pasuruan sebanyak 85 kasus yang tersebar di 17 kecamatan dimana dari 85 kasus telah terselesaikan sebanyak 24 kasus dan sisanya sebanyak 61 kasus belum terselesaikan. Dari 85 kasus tersebut tersebar di berbagai jenis penggunaan lahan di antara lain : kampung padat tidak teratur, sawah irigasi, tegalan, rumput, perkebunan dan tambak. Kata Kunci : Permasalahan Pertanahan Kabupaten Pasuruan Abstract                      Pasuruan regency is one of regencies in East Java, which has an area of 1,474 km ² where there are lots of good land issues that conflict, dispute or matter.          In the present study using a digital map of land use in 2009 Pasuruan, digital map Pasuruan administration in 2012, the RBI Digital Map of East Java Province and Quick Bird Image 2011. Previous first textual data collection in the field. The next step is processed maps with ArcGIS software processing is then performed with analysis tools, among others, with Extract and Overlay to obtain a map of the spread of the problem.           Based on the results obtained processing problems in Pasuruan number as many as 85 cases spread across 17 districts, of 85 cases have been resolved as many as 24 cases and 61 cases remaining unresolved, Of the 85 cases were scattered in various types of land use, among others:irregular dense villages, irrigated fields, moor, grass, plantations and farms. Keywords : Land Issues Pasuruan
FAKTOR KETERSEDIAAN LAHAN KOSONG DAN HARGA TANAH PASAR WAJAR UNTUK MENENTUKAN ARAH PERKEMBANGAN PERUMAHAN DI KECAMATAN TEMBALANG TAHUN 2010-2017 Rismauly Yunita Tampubolon; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.719 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Kondisi tersebut menjadikan Kota Semarang over bounded yang mengindikasikan pembangunan kota ke arah pinggiran atau pedesaan. Kecamatan Tembalang merupakan salah satu kecamatan yang terletak di pinggiran Kota Semarang dengan pembangunan yang sangat pesat.Salah satu implikasinya yaitu dengan banyaknya perubahan penggunaan lahan yang terjadi, diantaranya pembangunan pemukiman dan bangunan fisik lainnya. Pembangunan tersebut memerlukan lahan kosong,sehingga informasi mengenai ketersediaan lahan kosong dan harga tanahnya sangat diperlukan. Data yang digunakan adalah Citra resolusi tinggi pada tahun 2010, 2013, dan 2017 serta informasi mengenai harga tanah pasar wajar pada tahun 2010, 2013, dan 2017. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis.Selain itu juga diperlukan survei lapangan untuk mendapatkan informasi mengenai harga tanah pasar wajar dan untuk validasi terhadap identifikasi lahan kosong yang telah dilakukan sehingga didapatkan hasil identifikasi yang sesuai dengan kondisi real di lapangan. Setelah proses identifikasi dan validasi, maka dilakukan analisis seberapa besar luas ketersediaan lahan kosong dan luas lahan terbangun pada setiap desa/kelurahan di Kecamatan Tembalang serta bagaimana perubahan selama kurun waktu 2010 sampai dengan 2017. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan peningkatan luas penggunaan yang tertinggi pada Kecamatan Tembalang tahun 2010-2017, yaitu tahun 2013-2017 pemukiman naik sebesar 7,13%, sedangkan penurunan luas lahan kosong non pekarangan tahun 2010-2013 yaitu sebanyak 8,77% pada penggunaan lahan pekarangan tahun 2013-2017 berkurang 3,41%. Perubahan zona nilai tanah pada Kecamatan Tembalang tahun 2010 - 2017 dengan nilai tanah yang tertinggi berada di zona 29 sebesar Rp 3.284.800. Ketersediaan lahan kosong pada Kecamatan Tembalang terluas berada pada zona 60 dengan luas lahan 26.940 m² dan memiliki harga Rp.438.100,-/m². Sedangkan luas lahan kosong tersempit berada pada zona 29 dengan luas lahan 80 m² dan memiliki harga Rp.968.900,-/m². Untuk harga terendah berada pada zona 63 dengan harga Rp.274.400,-/m²dan memiliki luas 4.810 m². Dan bila ditinjau dari RTRW Kota Semarang, pengembangan perumahan sesuai untuk zona tersebut.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN PENDEKATAN KEBUTUHAN OKSIGEN DI KOTA PEKALONGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DANI PURBA; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.424 KB)

Abstract

RTH adalah area memanjang/jalur dan mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Fungsi hijau dalam ruang terbuka hijau (RTH) kota sebagai ‘paru-paru’ kota, merupakan salah satu aspek berlangsungnya fungsi daur ulang, antara gas karbondioksida (CO2) dan oksigen (O2). Selain itu, masih banyak fungsi RTH termasuk fungsi estetika seperti rekreasi publik, secara aktif maupun pasif. Pada penelitian ini menggunakan Citra Resolusi Tinggi dari Citra Quickbird tahun 2015, Citra Sentinel-2A tahun 2018,  Peta Tata Guna Lahan Kota Pekalongan, Peta Jaringan Jalan, dan Peta Jaringan Sungai Kota Pekalongan. Selain itu, data yang digunakan berupa data non spasial seperti data jumlah penduduk, jumlah ternak, dan kendaraan bermotor Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah digitasi on screen pada citra quickbird tahun 2015 dan untuk updating dilakukan dengan Citra Sentinel-2A. Jenis RTH yang diteliti dalam penelitian ini adalah hutan kota, jalur hijau, lapangan,  pemakaman, sempadan pantai, sempadan rel kereta api, sempadan sungai, taman dan RTH Privat. Informasi yang ditampilkan dalam  Peta RTH ini yaitu 1:5000.  Kota Pekalongan memiliki 622,08 Ha (13,75%)  Ruang Terbuka Hijau yang terdiri atas 220,85 Ha (4,88%) RTH Publik dan 401,24 Ha (8,87%) RTH Privat. Selain itu, dalam penelitian ini juga melakukan kesesuaian dengan luasan dari peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan dan didapatkan luasan RTH existing tidak memenuhi luasannya dengan peraturan tersebut. Bila dilihat dari kebutuhan oksigen, Kota Pekalongan memerlukan 690,95 Ha (15,3%) RTH dan RTH existing 622,08 (13,75%) Ha, perlu penambahan luasan RTH sebesar 68,87 Ha (1,52%) lagi agar terpenuhi RTH di Kota Pekalongan.
VISUALISASI HASIL IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN KECELAKAAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN TAMPILAN FLASH (STUDI KASUS KOTA SEMARANG) Muhammad Ulya; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.275 KB)

Abstract

Kecelakaan adalah suatu rentetan kejadian yang biasanya mengkibatkan kematian, luka atau kerusakan harta benda yang tidak disengaja dan terjadi di jalan atau tempat terbuka untuk umum dan digunakan untuk lalu lintas kendaraan. Kecelakaan lalulintas adalah suatu kejadian yang disebabkan oleh banyak faktor, yang  pada dasarnya disebabkan oleh gabungan dari faktor-faktor utama, yaitu : pemakai jalan (manusia), kendaraan, jalan, dan lingkungan. Kriteria Daerah Rawan Kecelakaan ini di ambil dari Dinas Perhubungan, dan Pekerjaan Umum , yaitu : berdasarkan jumlah korban manusia, jumlah pelaku kecelakaan, dan tingkat kecelakaan yang terjadi. Pemilihan Peta Flash karena jaman yang semakin modern, maka kebutuhan peta digital meningkat, pemilihan flash yang berbentuk virtual membuat tampilan menarik dan mudah dipakai penggunanya. Dari hasil perhitungan diketahui ada 4 jalan yang berstatus sangat rawan yaitu : Jalan Brigjen Sudiarto, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Kaligawe, dan Jalan Yos Sudarso. Sedangkan dari perbandingan dengan faktor penyebab,  ada 4 jalan rawan yang mempunyai potensi kecelakaan dari faktor penyebabnya yaitu : Jalan Brigjend Sudiarto, Dr Setiabudi, Perintis Kemerdekaan dan Siliwangi. Aplikasi peta daerah rawan kecelakaan Kota Semarang berbentuk Flash dapat di publish dalam format *.swf (perlu flash player plugin) untuk web browser dan  android. Sedangkan format *.exe (stand alone) hanya untuk windows Kata kunci : Kecelakaan, Lalulintas, Flash, Semarang
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Agatha Dimitri V. D. Kusumo; Sutomo Kahar; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.268 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia  yang terletak di  6°58 ′0 ″ LU 110°25 ′0 ″BT. Semarang terdiri dari 16 kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Tembalang dengan jumlah kelurahan 12. Semakin bertambahnya tahun, Tembalang menjadi salah satu kecamatan yang cukup padat. Banyaknya penduduk dan aktifitas yang terjadi menyebabkan perubahan lahan di Tembalang. Sehingga berpengaruh pada perubahan nilai/harga tanah di wilayah tersebut.          Penelitian ini awalnya dilakukan pembuatan peta zona nilai tanah Kecamatan Tembalang menggunakan software microsoft excel dan software pengolahan SIG. Kemudian untuk pembuatan peta perubahan penggunaan lahan juga menggunakan software pengolahan SIG.Hasil Penelitian menunjukkan dalam rentang waktu tahun 2010 sampai 2013 perubahan nilai tanah akibat perubahan penggunaan lahan terjadi di 19 titik dengan empat tipe perubahan yaitu tegalan menjadi perumahan, tegalan menjadi tanah kosong, sawah menjadi perumahan, tanah kosong menjadi perumahanKata Kunci : Perubahan lahan, nilai tanah ABSTRACTSemarang is the capital city of East Java, Indonesia, which is located in 6o58 ‘0 “ N 110o25 ‘0 “E. Semarang consist of 16 sub-district, one of them is Tembalang sub-district with 12 village. With years to come, Tembalang is becoming one of the most populous sub-districts. With the increasing amount of inhabitant and activity, it leads to land alteration in Tembalang. So it reacts in the changes of value/cost of land in that area.This study was originally conducted a zone map making of Tembalang sub-district using Microsoft Excel software and SIG processing. Later on, to make map of land use alteration, it is also use SIG processing software.The result show that in 2010 until 2013 time span, the land value alteration because of land use alteration that happened in 19 point with the changing type that is moor changing into housing, moor changing into wasteland, field changing into housing, wasteland changing into housing. Keywords : Land alteration, soil’s value
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD (TCM) DAN CONTINGEN VALUATION METHOD (CVM) UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN DENGAN SIG (Studi kasus : Kawasan Kota Lama Semarang) Istighfary Abirama Cininta; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.68 KB)

Abstract

ABSTRAKKawasan Kota Lama Semarang merupakan objek wisata sejarah yang mempunyai peluang untuk dikembangkan potensi wisatanya karena memiliki nilai historis yang berkaitan dengan nilai sejarah dan budaya. Hal tersebut menyebabkan Kawasan Kota Lama menjadi salah satu warisan budaya UNESCO pada 2020 mendatang. Program pemerintah ”Ayo Wisata ke Semarang” untuk menghidupkan kembali Kawasan Kota Lama berhasil dan membuat frekuensi jumlah pengunjung wisatawan domestik maupun mancanegara meningkat untuk menikmati keindahan arsitektur khas Eropa kawasan tersebut. Dari kondisi yang ada maka perlu dibuat Peta ZNEK dan dikaji untuk menduga dan mengetahui seberapa besar keinginan seseorang untuk memberikan nilai fungsi ekonomi kawasan yang kemudian akan mempengaruhi kegiatan perekonomian masyarakat sekitarnya.Metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah Sampling non probability sampling dengan teknik sampling incidental, yaitu responden yang ditemui secara kebetulan datang berkunjung di objek wisata Kawasan Kota Lama. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan software Maple 17.Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dengan nilai WTP objek wisata Kawasan Kota Lama sebesar Rp  31.445 ,- dengan surplus konsumen sebesar Rp 3.712.180,-  per individu per tahun, sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Kawasan Kota Lama sebesar Rp 1,262,505,888,690,- (nilai surplus konsumen per individu per tahun dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2015). Kata Kunci :Willingness to Pay, Zona Nilai Ekonomi Kawasan, Regresi Linear Berganda, Maple 17. ABSTRACTKawasan Kota Lama Semarang is a historical tourist attraction that has the opportunity to develop its tourism potential because it has historical value related to historical and cultural value . This causes Kawasan Kota Lama became one of the cultural heritage of UNESCO in 2020 . Government program "Ayo Wisata ke Semarang " to revive the Kawasan Kota Lama succeed and increased the frequency of domestic and foreign tourists to enjoy the beauty of European architecture of the region. From the condition that there has to be developed and reviewed ZNEK map to guess and find out how much a person's desire to give the region's economic functions which will then affect the economic activities surrounding communities .             The sample collection method that is use in this research is non-probability sampling. Sampling with incidental sampling technique , is respondents who met by chance came to visit attractions in Kawasan Kota Lama. Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculation of WTP using software Maple 17.             In this research , obtained in the form of maps Zone Region Economic Value to the value of WTP attraction Kawasan Kota Lama of Rp 31.445 , - with a consumer surplus of Rp 3.712.180 , - per individual per year , in order to obtain the total value of economic attraction City Region old Rp 1,262,505,888,690 , - ( consumer surplus value per individual per year multiplied by the number of visitors in 2015 ) . Keywords :Willingness to Pay, Value Zone Economic Zone , Linear Regression , Maple 17 .*)  Penulis dan Penanggung Jawab
ANALISIS FAKTOR AKSESBILITAS DAN FASILITAS UMUM TERHADAP ZONA NILAI TANAH BERDASARKAN HARGA PASAR WAJAR TAHUN 2017 DENGAN METODE PENDEKATAN PENILAIAN MASSAL DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang) Novian Nur Aziz; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.472 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia untuk melakukan berbagai kegiatan. Kebutuhan  tanah yang meningkat menyebabkan harga tanah yang beragam dan melonjaknya harga tanah, sebab tanah yang diperjual belikan dapat dijadikan jaminan. Keberagaman harga tanah dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor. Salah satu faktor yang dapat yang mempengaruhi harga tanah adalah faktor aksesibilitas.Data yang digunakan berupa data tekstual yang berupa, data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang didapatkan dari DPPKAD Kabupaten Rembang serta data survey harga tanah yang dilakukan di lapangan. Data harga pasar yang telah didapat kemudian diolah untuk mendapatkan NIR. Kemudian dicari selisih antara data NJOP serta NIR. Untuk analisis pengaruh faktor aksesibilitas dilakukan pengujian statistik antara harga pasar tanah dan variabel-variabel bebas yang ditentukan.Dari penelitian diperoleh 64 Zona Nilai Tanah dengan NIR tertinggi berada pada zona 60 sebesar Rp 3.490.700  per m2 dan NIR terendah terdapat pada zona 48 sebesar Rp 48.400 per m2. Serta diperoleh data NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) tanah dengan nilai terendah sebesar Rp 5.000 per m2 dan nilai tertinggi sebesar Rp 335.000 per m2. Sementara selisih antara NIR dengan NJOP paling besar adalah sebesar 8272,03% dan selisih antara NIR dengan NJOP paling rendah sebesar 595,71%. Dari hasil pengujian statistik, faktor aksesibilitas dan fasilitas umum terhadap harga pasar memiliki pengaruh 44,9 %, yaitu antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Ade Naufalita Aditya Dharmawan Afifah Asis Agatha Dimitri V. D. Kusumo Ahmad Firdous Syifa Ahmad Syauqani Ajeng Dwi Maturinsih Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo Akhmad Didik Prastyo Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq Alfonsus Bima Samudra Anastasia Astuti Andhono Yekti Andre Hidayat Andri Suprayogi Anggit Swarna Bumi Annisa Usolikhah Antonius Grizalde Simamora Anugrah, Riandhi Ardhian Setiawan Saputra ARDI SETYO PRATOMO Ardiansyah Ardiansyah Ari Setiani Arief Laila Nugraha Arif Witoko Arrizqa Laili Fitriana Arsyad Nur Ariwahid Arwan Putra Wijaya Ashari, Taufiq Ichsan Astriana Dewi Aulia Darmaputri Savitri Bagas Arif Widyagdo Bagus Yuli Arianto Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bashit, Nurhadi Bayu Pradana Benita Roseana Benning Hafidah Kadina Bunga Roliesta Sari Charisma Parasandi Alfarizi Cindy Puspita Sari DANI PURBA Dedigun Bintang Fajeri Delima Canny Valentine Simarmata Desita Khrisna Putri, Dian Ayu Saraswati Diana Masmaulidia Diana Nukita Dinda Anisa Anggraini Dwi Rini Septiani Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Faiz Islam Farid Burhanudin Yusup Fauzi Janu A Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Aji Ratnawati Fryda Arlina Mahardika Galih Putro Pamungkas GETMA LAVEMIA Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Hani'ah . Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hayu Rianasari Heranda Ibnu Adhi Herjuno Gularso Hisni Theresia Br Sinuraya Humaira Qanita Husen Ibnu Said Ihsan Pakaya Irfan Baharudin Istighfary Abirama Cininta Iva Kusniawati JACKIE SUPRAWITO NABABAN Jerson Otniel Purba Jetri Livia Rindika Kandiawan, Ulfa Fathul Kanti Ismawati Kemala Medika Putri Khoirul Isnaini Aulia Kukuh Ibnu Zaman Kurniawan Putra Widya Wardana L. M. Sabri Laisa Usrini Lasmi - Rahayu Leur P. Maranatha Sitorus LM. Sabri Lusiana Dewi Fatmalasari Lutfia Pangestika Lydia Fadilla Maharany Shandra Ayu Hapsary Maharditya Yoga Pramudyono Mashita Rahati Mavita Nabata Dzakiya Meilina Fika Mayangsari Merpati Dewo Kusumaningrat Mia Aulina Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Idris Mufid Damar Pidekso Mufti Yudiya M. Muhammad Amar Makruf Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Fitrianto Muhammad Haris Febriansya Muhammad Nida Hakim El Wafa Muhammad Ulya Nadia Anggraeni Yuristasari Naftalie Dinda Rianty Nahar Dito Utama Giardi Nathania, Jessica Nida Shabrina Nisrina Niwar Hisanah Novian Nur Aziz Novita Amelia Nugra Putra Pembayun NUGRAHANI, MEIGA Nur Aziz Putra Aditama Nurfika Maulina Larasati Nurhadi Bashit Oktaviani Arumingtyas Pinastika Nurandani Polin Mouna Togatorop Pratama Irfan Hidayat Purwi Fitroh Hidayati Putri Ardianti Kinasih R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahmah, Azizah Nur Rajagukguk, Trevi Austin Ramlansius Tumanggor, Ramlansius Riana Kristiani Priskila Putri Rico Waskito Putro Rifky Satrio Utomo Riski Kadriansari Rismauly Yunita Tampubolon Rista Omega Septiofani Rizki Budi Kusumawardani Rizky Arga Himawan Rizky Silvandie Rudi Cahyono Putro Sarmedis Anrico Situmorang Saul Ambarita SELLI ANGELITA BR SITEPU Selli Angelita Sitepu Sitepu, Selli Angelita Siti Khoeriyah Sondang Artania Sidauruk Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Suwirdah Pebriyanah Swandi Sihombing Syarifa Naula Husna Tika Christy Novianty Trevi Austin Rajagukguk Tri Rahmawati Winda Kusuma Tristika Putri Utama Giardi, Nahar Dito Valent, Caesara Geacesita Viradhea Gita R. L. Wahyu Eko Saputro Wahyu Satya Nugraha Wahyuddin, Yasser Wenang Triwibowo, Wenang Wisnu Hanggoro Yasser Wahyuddin Yose Rinaldy N Yudo Prasetyo