Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa Kelas V SD Negeri 27 Ambon Mahananingtyas, Elsinora; Embuai, Hansina; Mulaici, Lindarsi; Rupisai, Karelian; Wabula, Sumardin
PRIMARY DIDACTIC: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2025): Primary Didactic: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/primary-didactic.5.2.45-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas V SD Negeri 27 Ambon Tahun Ajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peneliti, dimana peneliti bertindak sebagai guru, dan guru kelas V bertindak sebagai observer. Desain penelitian menggunakan model PTK dari Arikunto (2016) yaitu perencanaan penelitian berdaur ulang (siklus) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri 27 Ambon yang terdiri dari 28 peserta didik. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi, tes kemampuan berpikir kritis, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif serta disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik yaitu pada siklus I sebesar 57% (kategori sedang), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 89% (kategori sangat baik). Hal ini berarti terjadi peningkatan signifikan antara setiap siklusnya. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 27 Ambon.
Controversial Issue Learning Model: Social Studies Learning Outcomes at Elementary School Matital, Dean R.; Mahananingtyas, Elsinora; Ritiauw, Leonid
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 5 No. 2 (2026): March
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v5i2.4386

Abstract

Innovative learning strategies are needed to help elementary school students understand complicated social studies topics like ethnic and religious diversity. This report is based on Nuruwe Christian Elementary School fourth graders' dismal learning outcomes. This study examines whether the controversial issue learning paradigm improves social studies learning in Nuruwe Christian Elementary School fourth graders. Two cycles of Classroom Action Research (CAR) were used. Each cycle includes planning, action, observation, and reflection. The study included 12 Nuruwe Christian Elementary School fourth graders. Testing, observation, and documentation using test and observation sheets acquired data. Data analysis was carried out using individual assessment techniques and calculating the average value of learning outcomes. The results of the study indicate that the application of the controversial issue learning model to the material about ethnic and religious diversity in my country can significantly improve student learning outcomes. This model has been proven to help teachers in presenting more dynamic and effective learning variations in the classroom. This study provides innovative learning strategies that assist teachers in creating meaningful and beneficial learning activities. In addition, this study enriches references regarding the use of controversial issues as educational media to increase student engagement and academic achievement at the elementary school level.
PENANAMAN SIKAP SOSIAL DAN EMOSIONAL MELALUI PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Arista, Eka; Mahananingtyas, Elsinora; Ritiauw, Leonid
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26719

Abstract

Penanaman sikap sosial dan emosional merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran IPAS tidak hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan sikap sosial dan emosional siswa melalui interaksi, kerja kelompok, dan pembiasaan nilai-nilai positif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman sikap sosial dan emosional peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Ambon melalui pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penndekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) sebagai alat bantu untuk memperoleh gambaran sikap sosial dan emosional siswa, serta didukung dengan analisis deskriptif terhadap hasil respon peserta didik. Data dianalisis secara kualitatif dengan menafsirkan kecenderungan sikap yang muncul selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap sosial dan emosional peserta didik berada pada kategori baik. Pada aspek sikap sosial, siswa menunjukkan perilaku sopan santun, kerja sama, tanggung jawab dalam kelompok, sikap terbuka terhadap perbedaan, serta partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sementara itu, pada aspek sikap emosional, siswa cukup mampu mengenali dan mengelola emosi, menunjukkan motivasi belajar, serta memiliki kepedulian terhadap perasaan teman. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan sikap sosial dan emosional apabila didukung oleh keteladanan guru, pembiasaan, serta kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa.