Claim Missing Document
Check
Articles

PENANAMAN SIKAP SOSIAL DAN EMOSIONAL MELALUI PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Arista, Eka; Mahananingtyas, Elsinora; Ritiauw, Leonid
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26719

Abstract

Penanaman sikap sosial dan emosional merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran IPAS tidak hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan sikap sosial dan emosional siswa melalui interaksi, kerja kelompok, dan pembiasaan nilai-nilai positif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman sikap sosial dan emosional peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Ambon melalui pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penndekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) sebagai alat bantu untuk memperoleh gambaran sikap sosial dan emosional siswa, serta didukung dengan analisis deskriptif terhadap hasil respon peserta didik. Data dianalisis secara kualitatif dengan menafsirkan kecenderungan sikap yang muncul selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap sosial dan emosional peserta didik berada pada kategori baik. Pada aspek sikap sosial, siswa menunjukkan perilaku sopan santun, kerja sama, tanggung jawab dalam kelompok, sikap terbuka terhadap perbedaan, serta partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sementara itu, pada aspek sikap emosional, siswa cukup mampu mengenali dan mengelola emosi, menunjukkan motivasi belajar, serta memiliki kepedulian terhadap perasaan teman. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan sikap sosial dan emosional apabila didukung oleh keteladanan guru, pembiasaan, serta kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
PENANAMAN SIKAP SOSIAL DAN EMOSIONAL MELALUI PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Arista, Eka; Mahananingtyas, Elsinora; Ritiauw, Leonid
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26719

Abstract

Penanaman sikap sosial dan emosional merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran IPAS tidak hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan sikap sosial dan emosional siswa melalui interaksi, kerja kelompok, dan pembiasaan nilai-nilai positif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman sikap sosial dan emosional peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Ambon melalui pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penndekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) sebagai alat bantu untuk memperoleh gambaran sikap sosial dan emosional siswa, serta didukung dengan analisis deskriptif terhadap hasil respon peserta didik. Data dianalisis secara kualitatif dengan menafsirkan kecenderungan sikap yang muncul selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap sosial dan emosional peserta didik berada pada kategori baik. Pada aspek sikap sosial, siswa menunjukkan perilaku sopan santun, kerja sama, tanggung jawab dalam kelompok, sikap terbuka terhadap perbedaan, serta partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sementara itu, pada aspek sikap emosional, siswa cukup mampu mengenali dan mengelola emosi, menunjukkan motivasi belajar, serta memiliki kepedulian terhadap perasaan teman. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan sikap sosial dan emosional apabila didukung oleh keteladanan guru, pembiasaan, serta kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Penggunaan Model Inkuiri Sosial untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial Siswa Kelas V Samuel Patra Ritiauw; Elsinora Mahananingtyas; Titin Ode
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 30 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p32-46

Abstract

This study aims to examine the application of social inquiry models related to increasing social intelligence in social studies subjects in an elementary school. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental research type with a One Group Pretest-Postest design. The result shows that the five indicators of social intelligence developed are self-awareness, working with others, communicating, empathizing, and problem-solving. All indicators have been successfully improved by implementing the social model of inquiry on 25 fifth-grade students of MI Salman Al-Farisi. Of the five indicators of social intelligence developed, problem-solving intelligence is the indicator of social intelligence with the highest increase compared to the empathic indicator, which is in the low criterion, while other indicators are in the medium category. Penelitian bertujuan menguji penerapan model inkuiri sosial terkait dengan peningkatan kecerdasan sosial pada Mata Pelajaran IPS di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain One Group Pretest-Postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima indikator kecerdasan sosial yang dikembangkan yakni kesadaran diri, mampu bekerjasama dengan orang lain, mampu berkomunikasi, berempati dan pemecahan masalah, berhasil ditingkatkan melalui implementasi model sosial inkuiri pada 25 siswa kelas V MI Salman Al-Farisi. Dari kelima indikator kecerdasan sosial yang dikembangkan, kecerdasan memecahkan masalah merupakan indikator kecerdasan sosial yang paling tinggi peningkatannya jika dibandingkan dengan indikator berempati yang berada pada kriteria rendah, sementara indikator lainnya berada pada kategori sedang.
MEDIA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Kurniawan, Romi; Eka Sriwahyuni; Elsinora Mahananingtyas; Seno Lamsir; Dhiemas
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.44063

Abstract

The implementation of Indonesia's Kurikulum Merdeka highlights the urgency of differentiated learning to address student heterogeneity in Elementary Schools, particularly in Integrated Science and Social Studies (IPAS). However, there is a lack of systematic mapping regarding differentiated learning media specific to this context. This study aims to identify, evaluate, and synthesize evidence on differentiated learning media in IPAS at the elementary level. Using a Systematic Literature Review (SLR) design following the PRISMA 2020 protocol, data were collected from six databases (Scopus, Web of Science, Google Scholar, ERIC, Garuda, SINTA) published between 2015 and 2025. Fifteen studies met the inclusion criteria and were analyzed using narrative synthesis and thematic analysis. Results indicate that digital media dominates (66.7%), particularly Google Sites and Augmented Reality. These media significantly improve cognitive understanding (20–45% increase), psychomotor skills, and affective domains, with motivation rising up to 93%. Successful implementation relies on teacher competence (TPACK) and infrastructure availability, though challenges persist in remote areas. This review concludes that differentiated media is a strategic instrument for inclusive IPAS learning, recommending future development of adaptive AI-based media and stronger teacher training.
Co-Authors Agustina Huliselan Agustina Huliselan Aprilli Maria Siahaya Ariantje Lesnussa Ariantjie Lesnussa Ariantjie Lesnussa Ariantjie Lesnussa Arista, Eka Ariyanti, Lita Ayun, Qurrota Azuna, Gema Chyntia Pasalbessy Damayanti, Aprilia Dewi Putri Dhiemas Ditboya Hukubun, Mariana Djerol, Renita Eka Sriwahyuni Elwarin, Wisje Krensia Embuai, Hansina Facey, Ima Fadli Anihu Gloria Jalmav, Indah Hasan Nussy Hukubun, Selsye Johannes, Nathalia Y Kapitan, William Sesar Kauy, Antomina Khoiriah, Ananada Koupun, Yanti Susana Kurniawan, Romi Lapandewa, Kastina Lasmin, Iva Lesnussa, Ariantje Lesnussa, Arience Lisye Salamor Lita Ariyanti Merlin Olivia Dagasou Mersi Heumasse Meute, Sulce Mulaici, Lindarsi Nathalia Y Johannes Nathalia Y Johannes Nathalia Yohana Johannes Ni Ketut Sayang Nunuela, Nandalita Nurhayati Nurhayati Ode Abdurrachman Ohleky, Atika Patra Ritiauw, Samuel Putnarubun, Merlin Getdha Putri Rachmadyanti RACHMADYANTI, PUTRI Rahae, Imelda Iin Rahareng, Ana Patresia Raliuw, Fifin Riska Sigmarlatu Ritiauw, Leonid Ritiauw, Samuel P. Rohadi, Windri Wulandari Rupisai, Karelian Sahetapy, Lisa M. Sampe, Prisca Samuel Patra Ritiauw Samuel Patra Ritiauw Sardi, Muhammad Yusran Selkioma, Fransiska Seno Lamsir Septory, Jekriel Shelantya Dewi Lasso Soplera, Marthen Luther Soumena, Silva Syaranamual, Jusak Titin Ode Titin Ode Tjira, Riska Usia, Zainal Veny, Lista Wabula, Sumardin Wailusu, Rahmawati Waridi, Ode Amlita Wiwin J. B. Silawanebessy Yadi Risaldi Yesayas, Desi Yohanes, Nathalia Yohanna