Claim Missing Document
Check
Articles

Kompetensi Memesona Bagi Calon Guru Pendidikan Agama Islam Pada Abad 21 Guna Merangkul Generasi Z Yusnem, Fetriade; Iltavia, Iltavia; Rahmi, Fathur
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/.v1i1.6889

Abstract

Abstract The transformation of the world of education which is rapidly changing with the times requires an educator who has outstanding competencies to be able to embrace generation Z in the 21st century. This research discusses the analysis of teacher competencies that are attractive for the 21st century for prospective educators at UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. This research aims to measure the competence of teachers in the 21st century as a preparation for educators to teach in schools for the future. The type of research used is qualitative research with descriptive analysis research methods. The data collection technique in this research uses a charming competency test using Google Form. The research subjects were 104 FTIK students of the Islamic Religious Education Study Program at UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. The results of this research are as follows: the score for the sub-topic of nationalism, authoritative attitude is 37 in the poor category; the score for the sub-topic of patriotism and discipline was 52.9 in the quite good category; the score for the sub-topic appreciates a difference of 58.7 in the quite good category; the score for the sub-topic of prioritizing common interests, maintaining Indonesia's natural wealth and community attitudes was 93.3 in the very good category; the score for the sub-topic of appreciating the cultural riches of other nations was 27.9 in the poor category; the score for the assertive attitude sub-topic was 32.7 in the poor category; the score for the sub-topic attitude of full soul calling was 64.4 in the good category; the score for the wholehearted attitude sub-topic was 67.35 in the good category; The score for the sub-topic of generosity was 57.36 in the quite good category. The conclusion of this research is that the average competence of prospective educators is only 59.08%. If this is left unchecked, it will not only have an impact on educators but will also make it difficult for teachers to accommodate students at school.AbstrakTransformasi dunia pendidikan yang cepat berubah mengikuti zaman memerlukan seorang pendidik yang memiliki kompetensi memesona agar dapat merangkul generasi Z di abad 21. Penelitian ini membahas tentang analisis kompetensi guru yang memesona abad 21 bagi calon pendidik UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kompetensi guru yang memesona abad 21 sebagai persiapan calon pendidik mengajar di sekolah untuk masa yang akan datang. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengan metode peneitian deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kompetensi memesona menggunakan google form. Subjek penelitian adalah 104 mahasiswa FTIK Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: skor untuk sub topik nasionalisme, sikap berwibawa sebesar 37 pada kategori kurang baik; skor untuk sub topik patriotisme, sikap disiplin sebesar 52,9 pada kategori cukup baik; skor untuk sub topik menghargai perbedaan sebesar 58,7 pada kategori cukup baik; skor untuk sub topik mengutamakan kepentingan bersama, mempertahankan kekayaan alam Indonesia serta sikap samapta sebesar 93,3 pada kategori sangat baik; skor untuk sub topik mengapresiasi kekayaan budaya bangsa lain sebesar 27,9 pada kategori kurang baik; skor untuk sub topik sikap tegas sebesar 32,7 pada kategori kurang baik; skor untuk sub topik sikap penuh panggilan jiwa sebesar 64,4 pada kategori baik; skor untuk sub topik sikap kesepenuhhatian sebesar 67,35 pada kategori baik; skor untuk sub topik kemurahhatian sebesar 57,36 pada kategori cukup baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata kompetensi memesona yang dimiliki calon pendidik hanya sebesar 59,08 %. Apabila hal ini dibiarkan, tidak hanya berdampak kepada pendidik saja tetapi juga berdampak kepada sulitnya guru untuk membersamai siswa di sekolah.
Pelatihan Olimpiade Matematika Kepada Perwakilan Peserta Kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Iltavia, Iltavia; Fitri, Haida; Rahmi Safitri, Yolanda; Muhammad Yusuf; Desi Rahmadani
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v4i1.8384

Abstract

This training activity aims to provide enthusiasm and motivation to pupils, students, teachers and other school environments to face the National Science Olympiad, especially mathematics subjects at SMP Negeri 3 Bukittinggi. This training activity was carried out continuously over 3 meetings on 03 June 2023, 05 June 2023 and 09 June 2023. This training activity was carried out using lecture methods, group discussions, games involving 5 mathematics education students. The material presented includes algebra, number theory, geometry and combinatorics. The conclusion is that this activity is able to develop students' learning abilities in solving National Science Olympiad (OSN) questions. This can be seen from the average pretest score which increased from 35.5 to 76.5 when the posttest was held. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada mahasiswa, siswa, guru dan lingkungan sekolah lainnya guna menghadapi Olimpiade Sains Nasional khususnya mata pelajaran matematika di SMP Negeri 3 Bukittinggi. Kegiatan pelatihan ini dilakukan secara kontinyu selama 3 kali pertemuan pada tanggal 03 Juni 2023, 05 Juni 2023 dan 09 Juni 2023. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi kelompok, permainan yang melibatkan 5 orang mahasiswa pendidikan matematika. Materi yang disampaikan meliputi materi aljabar, teori bilangan, geometri dan kombinatorika
Kompetensi Memesona Bagi Calon Guru Pendidikan Agama Islam Pada Abad 21 Guna Merangkul Generasi Z Yusnem, Fetriade; Iltavia, Iltavia; Rahmi, Fathur
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/.v1i1.6889

Abstract

Abstract The transformation of the world of education which is rapidly changing with the times requires an educator who has outstanding competencies to be able to embrace generation Z in the 21st century. This research discusses the analysis of teacher competencies that are attractive for the 21st century for prospective educators at UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. This research aims to measure the competence of teachers in the 21st century as a preparation for educators to teach in schools for the future. The type of research used is qualitative research with descriptive analysis research methods. The data collection technique in this research uses a charming competency test using Google Form. The research subjects were 104 FTIK students of the Islamic Religious Education Study Program at UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. The results of this research are as follows: the score for the sub-topic of nationalism, authoritative attitude is 37 in the poor category; the score for the sub-topic of patriotism and discipline was 52.9 in the quite good category; the score for the sub-topic appreciates a difference of 58.7 in the quite good category; the score for the sub-topic of prioritizing common interests, maintaining Indonesia's natural wealth and community attitudes was 93.3 in the very good category; the score for the sub-topic of appreciating the cultural riches of other nations was 27.9 in the poor category; the score for the assertive attitude sub-topic was 32.7 in the poor category; the score for the sub-topic attitude of full soul calling was 64.4 in the good category; the score for the wholehearted attitude sub-topic was 67.35 in the good category; The score for the sub-topic of generosity was 57.36 in the quite good category. The conclusion of this research is that the average competence of prospective educators is only 59.08%. If this is left unchecked, it will not only have an impact on educators but will also make it difficult for teachers to accommodate students at school.AbstrakTransformasi dunia pendidikan yang cepat berubah mengikuti zaman memerlukan seorang pendidik yang memiliki kompetensi memesona agar dapat merangkul generasi Z di abad 21. Penelitian ini membahas tentang analisis kompetensi guru yang memesona abad 21 bagi calon pendidik UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kompetensi guru yang memesona abad 21 sebagai persiapan calon pendidik mengajar di sekolah untuk masa yang akan datang. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengan metode peneitian deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kompetensi memesona menggunakan google form. Subjek penelitian adalah 104 mahasiswa FTIK Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: skor untuk sub topik nasionalisme, sikap berwibawa sebesar 37 pada kategori kurang baik; skor untuk sub topik patriotisme, sikap disiplin sebesar 52,9 pada kategori cukup baik; skor untuk sub topik menghargai perbedaan sebesar 58,7 pada kategori cukup baik; skor untuk sub topik mengutamakan kepentingan bersama, mempertahankan kekayaan alam Indonesia serta sikap samapta sebesar 93,3 pada kategori sangat baik; skor untuk sub topik mengapresiasi kekayaan budaya bangsa lain sebesar 27,9 pada kategori kurang baik; skor untuk sub topik sikap tegas sebesar 32,7 pada kategori kurang baik; skor untuk sub topik sikap penuh panggilan jiwa sebesar 64,4 pada kategori baik; skor untuk sub topik sikap kesepenuhhatian sebesar 67,35 pada kategori baik; skor untuk sub topik kemurahhatian sebesar 57,36 pada kategori cukup baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata kompetensi memesona yang dimiliki calon pendidik hanya sebesar 59,08 %. Apabila hal ini dibiarkan, tidak hanya berdampak kepada pendidik saja tetapi juga berdampak kepada sulitnya guru untuk membersamai siswa di sekolah.
Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (Pmri) dalam Membangun Karakter Peserta Didik Febrian, Dwi Mila; Iltavia, Iltavia; ergusni, Ergusni
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i1.6560

Abstract

In the world of education, the cognitive, psychomotor, and affective  realms are three interrelated domains. Therefore, efforts to educate students in the realities of daily life must be balanced with character education. The formulation of the problem in this study is how to describe PMRI in building student character? The purpose of this study is to describe PMRI in building student character.This type of research is library research, namely critically reviewing arguments or findings regarding PMRI in building student character in a literature. The data collection technique in this research is documentation. The author uses two literatures as the main source of research data and three literatures as sources of supporting research data. The data that has been collected is then analyzed so that conclusions can be drawn to solve the topic of the problem in this study.Based on the research results show that PMRI can build students' character. PMRI can build student character through a philosophical foundation (strong interest, appreciation, and humanity), PMRI principles (motivation, high curiosity, hard work, honesty, confidence, courage to defend opinions, be responsible, accept friends' opinions, independence and creative thinking), PMRI characteristics (curiosity, independence, creative thinking, honesty, independence, persistence, and hard work), and PMRI steps (independent, friendly/communicative, honest, working hard in solving problems), creative, democratic, and high curiosity) ensure that PMRI has the potential to grow and build these characters. Dalam dunia pendidikan, ranah kognitif, ranah psikomotor, ranah efektif adalah tiga bidang terkait. Jadi upaya pendidikan siswa di dalam realita kehidupan sehari – harinya yang harus diseimbangkan dengan pendidikan yang mengutamakan karakter. Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana mendeskripsikan PMRI dalam membangun karakter siswa?. Adapun tujuan didalam penelitian ini adalah untuk dapat  mendeskripsikan PMRI dalam membangun karakter peserta didik.Jenis penelitian dalam kegiatan  ini adalah penelitian kepustakaan (library research) adalah mampu meninjau secara kritis argumen atau temuan mengenai PMRI dalam membangun karakter peserta didik dalam sebuah literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Penulis memakai dua buah dokumen sebagai sumber data penelitian utama dan tiga buah dokumen sebagai sumber data pendukung penelitian. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis agar dapat dibuat kesimpulan untuk menjawab topik masalah dalam penelitian.Hasil penelitian adalah  menunjukan bahwa PMRI dapat membangun karakter siswa. PMRI yang dapat membangun karakter siswa melalui landasan filosofis (minat yang kuat, apresiasi, dan humanis), prinsip – prinsip PMRI (motivasi, rasa ingin tahu yang tinggi, berkerja keras, jujur, keyakinan, keberanian mempertahankan pendapat, bertanggungjwab, menerima pendapat teman, mandiri dan berpikir yang kreatif), karakteristik PMRI (rasa ingin tahu, mandiri, berpikir yang kreatif, kejujuran, kemandirian, kegigihan, dan kerja keras), dan langkah – langkah PMRI (mandiri, bersahabat/komunikatif, jujur, bekerja keras dalam kegiatan penyelesaian masalah, kreatif, demokratis, dan rasa ingin tahu yang tinggi) menjamin bahwa PMRI sangatlah potensial dalam menumbuhkan dan membangun karakter siswa di sekolah
Analisis Keterampilan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Pada Calon Guru Matematika Sumatera Barat Iltavia; Diana, Siti Noor
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v4i2.8980

Abstract

The background to this research is the emergence of the Independent Curriculum which requires teachers to be able to implement TPACK in the learning process. Based on classroom experience, education students as prospective teachers are able to use technology, but are not yet accustomed to implementing TPACK in learning. The aim of this research is to analyze the level of TPACK ability in prospective mathematics teachers in West Sumatra. The research method used in this research is descriptive quantitative with a correlational approach. The research location for this activity is the mathematics education study program in the West Sumatra area. The population in this study were all students of the Mathematics Education Study Program spread across the West Sumatra campus. The data collection tool used in this research was a student questionnaire to observe TPACK abilities. The research results in the form of Technological Pedagogical Knowledge, Technological Content Knowledge, and Technological Pedagogical Content Knowledge have lower values, with the highest value being Technological Pedagogical Knowledge ( 81.38) and lowest on Technological Pedagogical Content Knowledge (74.31). This shows that the integration of these three domains (technology, pedagogy, and content) requires more attention to improve understanding and skills. The conclusion of this research is that the average percentage of qualitative criteria for TPACK skills = 81.38 with very good criteria.   Latar belakang penelitian ini adalah munculnya Kurikulum Merdeka yang menuntut guru untuk mampu mengimplementasikan TPACK dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pengalaman di kelas, mahasiswa Pendidikan sebagai calon guru mampu untuk menggunakan teknologi, tapi belum terbiasa mengimplemensikan TPACK dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemampuan TPACK pada calon guru matematika di Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Tempat penelitian dalam kegiatan ini adalah program studi pendidikan matematika yang ada di daerah Sumatera Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang tersebar di kampus Sumatera Barat. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket mahasiswa untuk mengamati kemampuan TPACK. Hasil penelitian berupa Pengetahuan Teknologi-Pedagogi (Technological Pedagogical Knowledge), Pengetahuan Teknologi-Konten (Technological Content Knowledge), dan Pengetahuan Teknologi-Pedagogi-Konten (Technological Pedagogical Content Knowledge) memiliki nilai yang lebih rendah, dengan nilai tertinggi pada Technological Pedagogical Knowledge (81.38) dan terendah pada Technological Pedagogical Content Knowledge (74.31). Hal ini menunjukkan bahwa integrasi ketiga domain tersebut (teknologi, pedagogi, dan konten) memerlukan perhatian lebih untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Rata-rata persentase kriteria kualitatif kemampuan TPACK = 81,38 dengan kriteria sangat baik
ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 AMPEK ANGKEK TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Tharwati Fadhilah; Iltavia Iltavia; Rosnidar, Rosnidar
EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research Vol. 4 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a qualitative descriptive research with a case study approach in the application of differentiated learning. The aim of this research is to describe differentiated mathematics learning using the discovery learning model to increase student activity in the classroom in the learning process. This research was carried out in line with practical field experience carried out by researchers at SMP Negeri 1 Ampek Angkek. This research also aims to improve the current learning system where teachers still use conventional methods in learning. So that students' activeness in learning in class is not visible and students' understanding of mathematical concepts is low. The subjects of this research were students in class VIII-1. The choice of class VIII-1 was due to the characteristics of students with different abilities, in accordance with the objectives of implementing differentiated learning.
Pengaruh Model Pembelajaran Savi Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Sofi Yonalta; Fathur Rahmi; Risnawita Risnawita; Iltavia Iltavia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang mendorong siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Kecamatan Payakumbuh untuk belajar matematika, serta bagaimana model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, and Intellectual) mempengaruhi prestasi akademik siswa.Studi ini menggunakan desain eksperimental kuantitatif. Penelitian ini melibatkan semua siswa kelas VII. Kelas VII 1 dipilih sebagai kelompok eksperimen menggunakan model SAVI dengan teknik sampling acak sederhana, dan kelas VII 2 dipilih sebagai kelompok kontrol. Metode pengajaran konvensional digunakan sebagai kelompok control. Menurut data, tcount (2.1379) lebih besar daripada ttable (1.6839) menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen lebih tertarik untuk belajar daripada siswa di kelas kontrol. Siswa juga memiliki hasil belajar yang lebih baik di kelas eksperimen, seperti yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata 84,21, yang merupakan kategori baik, dan hasil uji t mereka (2,618 lebih besar dari 1,6839). Akibatnya, ketika model pembelajaran SAVI diterapkan pada siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Kecamatan Payakumbuh, mereka menunjukkan tingkat motivasi yang lebih tinggi dan hasil belajar yang lebih baik dalam mata pelajaran matematika.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Baso Siti Noor Diana; Iltavia Iltavia; Rusdi Rusdi; Gema Hista Medika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Hal disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat kepada guru sehingga siswa menjadi kurang terlibat aktif, serta banyakya siswa yang belum terbiasa mengerjakan soal-soal berbentuk soal esai. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Problem Posing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat model pembelajaran problem posing berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas X di SMA Negeri 1 Baso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pra-eksperimen dan rancangan The Static Group Comparison. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 104 siswa, dengan sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis yang mengacu pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Data dianalisis menggunakan uji-t setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang belajar menggunakan model problem posing lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem posing berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Pada Materi Statistika Jihan Nabilah; Gema Hista Medika; Aniswita Aniswita; Iltavia Iltavia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4283

Abstract

Dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan adanya suatu bahan ajar yang mendukung proses pembelajaran, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik serta sesuai dengan syarat penyusunan bahan ajar yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada materi statistika yang diharapkan agar peserta didik lebih memahami materi statistika dan hasil belajar meningkat serta menghasilkan LKPD yang valid, praktis dan efektif yang mendukung proses pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII.2 MTsS PP Darul Falah. Model pengembangan yang digunakan yaitu model 4-D. Namun, karena adanya keterbatasan waktu, maka penelitian yang dikembangkan hanya terdiri dari tiga tahap (3-D) yaitu tahap pendefenisian (define), tahap perancangan (design) dan pengembangan (develop). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi yang dinilai oleh validator, lembar angket respon peserta didik dan tes hasil belajar setelah dilakukan pembelajaran menggunakan LKPD yang dikembangkan. Hasil penelitian diperoleh produk Lembar Kerja Peserta Didik Pada Materi Statistika yang telah dirancang valid, praktis dan efektif. Tingkat kevalidan memiliki persentase 73,89% dengan kriteria valid, tingkat kepraktisan memiliki persentase 87,8% dengan kriteria sangat praktis dan tingkat keefektifan memiliki persentase 85% dengan kriteria efektif.
Full Online Teacher Training Service Scheme on Improving Pedagogical and Professional Competencies Arifmiboy Arifmiboy; Iltavia Iltavia; Iswandi Iswandi
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2024): Management of Islamic Education
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndh.v9i1.4542

Abstract

Implementing teacher teaching training services for Islamic Religious Education and Islamic School teachers in the Indonesian Ministry of Religious Affairs ranks in 2021 was carried out with a complete online scheme. Implementing in-service teaching training aims to produce professional educators with academic, professional, personal, and social competencies. The difference in participants' conditions, such as different areas, technology tools mastery, and infrastructure availability, became a challenge for LPTK organizers. The article aims to measure the effectiveness of implementing teacher teaching training services in a whole online scheme at LPTK of the State Islamic University of Bukittinggi in 2023. This evaluation research was conducted in LPTK of the State Islamic University of Bukittinggi in 2023. The sample was selected by purposive technique with the number of samples 416 teachers, consisting of 266 Islamic Religious Education teachers and 150 Islamic School teachers. The data was collected by distributing questionnaires and analyzed using descriptive statistics. The results showed that the average paedagogic and professional competencies achievement score was 86.90 points, with a high interpretation of achievements. The implementation of teacher teaching training service in an entire online scheme at LPTK of the State Islamic University of Bukittinggi in 2023 has increased effectiveness.