Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Alanin Aminotransferase dan Aspartat Aminotransferase Pada Mencit yang Diberikan Jamu Temulawak Tampubolon, Sri Rezeki; Ardana, Ida Bagus Komang; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.954 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas Alanin Aminotransferase (ALT) dan Aspartat Aminotransferase (AST) pada mencit (Mus musculus) yang diberikan jamu temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) secara oral dalam kurun waktu 14 hari. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi atas lima perlakuan yaitu mencit yang diberikan aquades sebanyak 0,5 ml (P0), mencit yang diberikan jamu temulawak dengan dosis 100 mg/kg BB (P1), 200 mg/kg BB (P2), 300 mg/kg BB (P3), 400 mg/kg BB (P4). Hasil penelitian menunjukkan nilai (85 u/l dan 174,6 u/l) pada P0, (88,8 u/l dan 176,00 u/l) pada P1, (90,2 u/l dan 183,80 u/l) pada P2, (92,2 u/l dan 190,40 u/l) pada P3, (93,80 u/l dan 191,0 u/l) pada P4. Simpulan penelitian ini adalah bahwa pemberian jamu temulawak pada mencit tidak mempengaruhi aktivitas ALT dan AST.
Pemberian Infusa Daun Dadap (Erythrina Subumbrans) Terhadap Profil Eritrosit Ayam Broiler yang Mengalami Stres Transportasi Putra, Rama Adi; Merdana, I Made; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.716 KB)

Abstract

Kegiatan transportasi dapat menimbulkan stres transportasi pada ayam broiler yang akan mengakibatkan penurunan bobot badan dan mortalitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian vitamin C dan infusa daun dadap terhadap profil eritrosit ayam broiler yang mengalami stres transportasi dilihat dari total eritrosit, hematokrit dan hemoglobin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kelompok perlakuan dan enam ulangan dengan total 30 sampel darah. Kontrol negatif dengan hanya pemberian minum (P0), pemberikan vitamin C dosis 2 gram/L sebagai kontrol positif (P1), kelompok perlakuan P2, P3, dan P4 dengan pemberian infusa daun dadap dengan dosis 1000 ppm, 2000 ppm, dan 3000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total eritrosit, hematokrit dan hemoglobin dari kelompok kontrol negatif mengalami penurunan, kontrol positif mengalami peningkatan, sedangkan perlakuan dengan pemberian infusa daun dadap dengan dosis 1000 ppm mengalami peningkatan mendekati kontrol positif dan kelompok perlakuan dengan dosis 2000 ppm dan 3000 ppm menunjukkan peningkatan pada total eritrosit namun mengalami penurunan nilai hematokrit dan hemoglobin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dosis infusa daun dadap 1000 ppm menunjukkan hasil yang paling mendekati kontrol positif (kelompok pemberian vitamin C) dilihat dari total eritrosit, hematokrit dan hemoglobin.
Pemberian Infusa Daun Dadap Terhadap Profil Leukosit Ayam Broiler Fase Grower- Finisher yang Mengalami Stres Transportasi Hendrawan, I Wayan Dika Wahyu; Merdana, I Made; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.793 KB)

Abstract

Ayam broiler sangat mudah mengalami stres karena memiliki kemampuan terbatas dalam mengurangi panas tubuh. Upaya mengurangi stres akibat transportasi ini dapat digunakan antistres dan antioksidan. Jenis tumbuhan yang mengandung bahan aktif antioksidan alam seperti daun dadap (Erythrina subumbrans) yang diduga mampu digunakan sebagai antistres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun dadap terhadap total leukosit dan diferensial leukosit ayam broiler fase grower-finisher. Penelitian ini menggunakan 45 sampel darah ayam broiler yang diberi perlakuan berupa pemberian vitamin C dan infusa daun dadap dalam air minum yang dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok P0 (tanpa perlakuan), kelompok P1 (pemberian vitamin C dosis 2 g/L), P2, P3, P4 pemberian infusa daun dadap dosis masing-masing 1000 ppm, 2000 ppm dan 3000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total leukosit ayam broiler setelah ditransportasikan pada semua kelompok perlakuan mengalami penurunan. Diferensial leukosit dari kelompok kontrol negatif menunjukkan peningkatan total monosit dan limfosit sedangkan total heterofil mengalami penurunan. Kelompok kontrol positif menunjukkan peningkatan total monosit dan limfosit sedangkan total heterofil mengalami penurunan. Perlakuan pemberian infusa daun dadap dosis 1000 ppm menunjukkan penurunan total monosit sedangkan total limfosit dan heterofil mengalami peningkatan. Kelompok dosis 2000 ppm menunjukkan penurunan total limfosit sedangkan total monosit dan heterofil mengalami peningkatan. Kelompok dosis 3000 ppm menunjukkan total limfosit mengalami peningkatan sedangkan total monosit dan heterofil mengalami penurunan.
Total Eritrosit, Hemoglobin, Hematokrit Anak Babi Persilangan Periode Nursery yang diberikan Kombinasi Enzim dan Kunyit Mahardika, I Gusti Bagus; Merdana, I Made; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.768 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.119

Abstract

Kegagalan pada periode nursery sering dipicu oleh stress anak babi karena penyapihan yang tidak baik,hal ini menyebabkan turunnya feed intake, bobot badan dibawah standard, FCR (Food Convertion Ratio) meningkat, diare atau penyakit yang bisa berlanjut pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi enzim pencernaan avizym 1052 dengan tepung kunyit (Curcuma domestica) pada pakan terhadap total eritrosit, hemoglobin dan hematokrit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap. Sampel yang digunakan sebanyak 12 ekor anak babi crossbreed jantan umur empat minggu (28 hari) dengan bobot 8-9 kg. Perlakuan berupa penambahan enzim pencernaan dan tepung kunyit melalui pakan selama lima minggu. Kontrol diberikan pakan tanpa perlakuan, perlakuan pertama diberikan enzim dosis 0,1% campuran pakan, perlakuan kedua diberikan tepung kunyit dosis 1% campuran pakan dan perlakuan ketiga diberikan enzim dengan tepung kunyit dosis 0,1% dan 1% campuran pakan. Hasil penelitian menjadikan bahwa pemberian kombinasi enzim dan tepung kunyit melalui pakan pada anak babi crossbreed jantan periode nursery, tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan eritrosit, hemoglobin dan hematokrit anak babi crossbreed periode nursery.
Efektifitas Antelmintik Larutan Asam Jawa Terhadap Cacing Ascaris Suum Secara In Vitro Siswanto, Riefqy Tepu; Sudira, I Wayan; Merdana, I Made; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.957 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.21

Abstract

Pengendalian parasit cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat modern dan obat tradisional. Obat tradisional adalah salah satu pengobatan yang mudah didapat, murah dan tidak berdampak pada lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek antelmitik larutan asam jawa (Tamarindus indica) terhadap cacing Ascaris suum. Penelitian ini menggunakan cacing A. suum yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan/RPH Pesanggaran, Denpasar. Sebanyak 100 ekor cacing yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, masing masing perlakuan menggunakan lima ekor cacing dan empat ulangan. Proses pembuatan larutan asam jawa dengan melarutkan daging buah dengan NaCl 0,9% sesuai dengan dosis yaitu 10%, 20%, dan 30%. Kelompok P0 sebagai kontrol negatif, P1 pirantel pamoat 1% sebagai kontrol positif, P2 larutan asam jawa 10%, P3 larutan asam jawa 20%, dan P4 larutan asam jawa 30%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok P2, P3, dan P4 yang diberikan larutan asam jawa sampai jam ke 18 bersifat antelmintik terhadap cacing A. suum dengan urutan rata-rata tingkat kematian 80%, 90%, dan 100%. Kesimpulannya adalah semakin tinggi tingkat konsentrasi dan lama waktu pengamatan semakin jelas efek antelmintiknya dan perlakuan dengan larutan asam jawa 30% memberikan efek antelmintik yang sama dengan pirantel pamoat 1%.
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN PADA SUNGAI MANSAHAN Sudira, I Wayan; Mananoma, Tiny; Manalip, Hierico
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 1 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu sumber daya, potensi yang terkandung dalam air dapat memberikan manfaat ataupun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan manusia serta lingkungannya. Perubahan fungsi lingkungan yang disebabkan oleh laju pertumbuhan jumlah penduduk, serta meningkatnya aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup, telah berdampak negatif terhadap kelestarian sumber daya air, serta meningkatnya perubahan morfologi sungai akibat daya rusak air yang disebabkan antara lain berupa banjir, erosi dan sedimentasi. Analisis angkutan sedimen bertujuan untuk mengetahui besaran sedimen serta pengaruhnya terhadap morfologi sungai dan cara pengendalian yang tepat untuk mengurangi efek daya rusak air sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang aman dan nyaman. Pengendalian dilakukan menempatkan bangunan–bangunan pengendali sedimen maupun konservasi di bagian hulu sungai. Untuk mendapatkan kajian yang tepat maka salah satu cara adalah analisis angkutan sedimen pada sungai. Kajian ini mengidentifikasi pola/metode yang tepat dan besaran angkutan sedimen yang terjadi di sungai selama kurun waktu tertentu. Hasil analisis menunjukan bahwa pada sungai mansahan di ruas terpilih terjadi sedimentasi 251,21 m3/hari dan dari 3 metode (Van Rijn, MPM dan Rottner) yang dipakai hasil yang mendekati dengan pengukuran adalah metode rottener. Kata kunci : angkutan sedimen, erosi, sedimentasi
Infiltrasi Sel-sel Radang pada Histopatologi Usus Halus Ayam Kampung yang Diberikan Jamu Daun Ashitaba dan Divaksinasi Tetelo Oktaviandari, Putu Risma; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologi usus halus ayam kampung (Gallus domesticus) yang diberikan jamu daun ashitaba (Angelica keiskei) dan vaksin Newcastle Disease (ND). Penelitian ini menggunakan Day Old Chick (DOC) ayam kampung sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 perlakuan secara acak. P0 digunakan sebagai kontrol, sedangkan perlakuan P1, P2, P3, dan P4 diberikan jamu daun ashitaba dengan dosis yang berbeda-beda, yakni 50mg/ekor/hari; 100mg/ekor/hari; 200mg/ekor/hari; dan 400mg/ekor/hari. Pemberian jamu daun ashitaba dilakukan mulai hari ke-7 selama 14 hari, kemudian pada hari ke-21 diberikan vaksin ND. Hari ke-35 semua ayam dikorbankan dan dinekropsi. Organ duodenum dan ileum diambil secukupnya dan dimasukkan ke dalam pot yang telah diisi dengan Neutral Buffer Formalin 10% untuk dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoxyilin-Eosin (HE). Variabel yang diperiksa pada usus halus meliputi perubahan seperti degenerasi melemak, infiltrasi sel radang, dan nekrosis. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan mikroskop pada pembesaran 400x pada 5 lapang pandang yang berbeda. Hasil pemeriksaan histopatologi berupa data skoring, ditabulasi, dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan tidak ditemukan perubahan degenerasi melemak dan nekrosis yang signifikan. Hasil lain tampak adanya respon peradangan berupa proliferasi sel-sel limfosit yang menunjukkan adanya respon imunitas positif akibat pemberian jamu daun ashitaba dan vaksin ND pada duodenum dan ileum ayam kampung.
Gambaran Histopatologi, Kadar Kadmium Limpa dan Paru-Paru Sapi Bali yang Dipotong di Tempat Pemotongan Hewan Tradisional Apsari, Ni Luh Putu Nadia; Berata, I Ketut; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.594

Abstract

Kebutuhan daging sapi di Indonesia kian meningkat, sehingga dalam pemeliharaannya diberikan pakan dengan nutrisi yang cukup. Sapi bali yang dipelihara secara sembarangan tidak menutup kemungkinan akan mengonsumsi pakan yang tidak wajar dan mengandung logam berat seperti kadmium (Cd). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat Cd dan gambaran histopatologi pada limpa dan paru-paru sapi bali yang dicurigai mengandung logam berat Cd, yang dipotong di tempat pemotogan hewan tadisional. Sampel yang digunakan adalah dua bagian limpa dan dua bagian paru-paru dari 10 ekor sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional. Satu bagian dari masing-masing sampel digunakan untuk membuat preparat histopatologi dengan teknik paraffin embedded block dan pewarnaan Hematoksilin-Eosin, bagian lainnya digunakan untuk pemeriksaan kadar Cd dengan teknik AAS (Atomic Absorption Spectrofotometric). Hasil pemeriksaan kadar logam berat Cd kedua organ sangat bervariasi. Kadar rata-rata pada limpa adalah 10,81 ppm, pada paru-paru 2,7 ppm. Perubahan histopatologi limpa ditemukan adanya deplesi dan proliferasi, sedangkan pada paru-paru ditemukan adanya kongesti dan infiltasi sel radang bersifat fokal-multifokal. Kadar logam berat Cd merupakan pemicu radikal bebas (ROS) dapat menyebabkan rusaknya jaringan, akan tetapi dari hasil penelitian ada kemungkinan perubahan histopatologi dikarenakan faktor lain. Hal tersebut berbahaya bagi konsumen, dan dihimbau kepada konsumen untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih produk asal sapi bali. Simpulannya adalah kadar rata-rata Cd pada limpa sebanyak 10,81 ppm lebih tinggi dari paru-paru yaitu sebanyak 2,7 ppm. Perubahan histopatologi pada limpa yang tercemar Cd yaitu deplesi dan proliferasi, sedangkan pada paru-paru yaitu kongesti dan infiltasi sel radang bersifat fokal-multifokal.
Pemberian Jamu Daun Ashitaba pada Ayam Kampung Tidak Memengaruhi Respons Antibodi terhadap Flu Burung Subtipe H5N1 Pradnyandika, I Putu Krisna Ardhia; Sudira, I Wayan; Suardana, Ida Bagus Kade
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.604

Abstract

Flu burung (Avian Influenza) atau AI merupakan penyakit zoonosis berbahaya dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi. Pencegahan penyakit flu burung dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi. Permasalahan di lapangan, tidak semua vaksin dapat menghasilkan titer antibodi yang tinggi akibat berbagai faktor. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebutadalah pemberian bahan yang mampu merangsang sistem imun (imunostimulator). Bahan alami yang mempunyai sifat sebagai imunostimulator adalah chalcone yang banyak terkandung pada tanaman ashitaba (Angelica keiskei). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian jamu daun ashitaba untuk meningkatkan titer antibodi pada ayam kampung pascavaksinasi flu burung. Penelitian ini menggunakan 25 ekor ayam kampung yang dibagi menjadi lima perlakuan yang terdiri dari: P0 (kontrol), P1 (50 mg/ekor/hari), P2 (100 mg/ekor/hari), P3 (200 mg/ekor/hari) dan P4 (400 mg/ekor/hari). Pemberian jamu daun ashitaba dilakukan satu kali sehari selama dua minggu. Pada hari ke-21 dilakukan vaksinasi dengan vaksin flu burung subtipe H5N1. Minggu ke-1, ke-2 dan ke-3 pascavaksinasi dilakukan pengambilan darah. Pemeriksaan titer antibodi flu burung dilakukan dengan uji serologi Haemaglutination Inhibition (HI). Hasil penelitian menunjukkan rataan titer antibodi setiap perlakuan yaitu 2,4 HI log 2; 2,6 HI log 2; 3,8 HI log 2; 3,4 HI log 2; dan 1,8 HI log 2 yang artinya pemberian jamu daun ashitaba tidak dapat meningkatkan titer antibodi, sedangkan waktupengambilan darah berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan titer antibodi pada minggu ketiga pascavaksinasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian jamu daun ashitaba pada ayam kampung tidak meningkatkan titer antibodi flu burung subtipe H5N1.
Peningkatan Jumlah Sel Kuffer Hati Ayam Kampung yang Diberikan Jamu Daun Ashitaba dan Divaksin Tetelo Astuti, Ni Made Widy Matalia; Sudira, I Wayan; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi hati ayam kampung yang diberikan jamu daun ashitaba dan divaksin dengan vaksin penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND). Ashitaba merupakan tanaman berkhasiat obat yang memiliki kemampuan meningkatkan sistem imun. Penelitian ini menggunakan 25 ekor Day Old Chicken (DOC) ayam kampung jantan dengan lima perlakuan, dan lima kali ulangan dengan masing-masing lima ekor ayam pada setiap perlakuan. Perlakuan P0 hanya diberikan air minum, perlakuan P1 diberikan jamu daun ashitaba dengan dosis 50 mg/ekor/hari, perlakuan P2 dengan dosis 100 mg/ekor/hari, perlakuan P3 dengan dosis 200 mg/ekor/hari dan perlakuan P4 dengan dosis 400 mg/ekor/hari. Pemberian jamu daun ashitaba dilakukan selama 14 hari, kemudian pada hari ke-21 semua ayam divaksin dengan vaksin penyakit tetelo galur La Sota. Pada hari ke- 35 ayam dieuthanasia, kemudian organ hati diambil dan dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Preparat diperiksa dengan mikroskop cahaya menggunakan pembesaran 400 kali, kemudian dilakukan pengamatan lesi kongesti yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dan perhitungan jumlah sel Kupffer dianalisis secara kuantitatif dengan sidik ragam satu arah. Hasil penelitian menunjukkan adanya kongesti yang disebabkan oleh vaksin penyakit tetelo galur La Sota, dan berdasarkan analisis sidik ragam satu arah, pemberian jamu daun ashitaba menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap jumlah sel Kupffer. Simpulan penelitian ini adalah pemberian jamu daun ashitaba memiliki pengaruh yang bermakna dalam meningkatkan jumlah sel Kupffer, namun pada dosis yang tinggi menyebabkan penurunan jumlah sel Kupffer.
Co-Authors Afrizal Choirul Umam Alexander Jacky Cundawan Anak Agung Gde Arjana Anak Agung Gde Oka Darmayudha Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Apsari, Ni Luh Putu Nadia Arinata, I Ketut Teguh Astuti, Ni Made Widy Matalia Ayu Murni Desrini Malelak, Ayu Murni Desrini BOI DARMA Darmawan, I Wayan Eka Dewi, Putu Ayu Purbani Novia Diana, Kadek Leni Martha Dini Hilary Manullang DWI SURYANTO Eukaristia Junitha Gede Yuda Darmadi Putra Hapsari Mahatmi Hartati, Ruth Dwi Hendrawan, I Wayan Dika Wahyu Hidayat, Hasannudin Hierico Manalip I Gede Made Andy Pratama I Gusti Ngurah Sudisma I K. Berata I Kadek Parnayasa I Ketut Anom Dada I Ketut Berata I Ketut Eli Supartika I Made Bayu Pandia Yudha Bauer I Made Dwinata I Made Indrayadnya Swarayana I Made Kardena I Made Maduriana I Made Merdana I Nyoman Suarsana I P. Suastika I Putu Agus Hendra Wibawa I Putu Arya Adikara I Putu Cahyadi Putra I Putu Cahyadi Putra, I Putu Cahyadi I Putu Juli Sukariada I Putu Sandika Arta Guna I Putu Suparman I Putu Wiralaga I Wayan Mas Adi Gustara I.K. Berata Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Kadek Karina Dewi Wijayanthi Ketut Budiasa Kiki Lulu Maduma Simanungkalit Kurnia, Ida Ayu Gintan Aristi Kusuma, Putu Winatha Luh Made Sudimartini Luh Putu Ratna Suhita M. Ali Fauzi Made Gede Adi Surya Saputra Made Oka Adinata Mahardika, I Gusti Bagus Mahendra, I Putu Gede Maria Elysabet Pane N. Suparta Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Putu Ratna Suhita Ni Nyoman Werdi Susari Ningsih, Adriati Nugraha, Gede Wiyasa Ardy Nyoman Adi Suratma Oktaviandari, Putu Risma Pradnyandika, I Putu Krisna Ardhia Purba, Dody Joel Putra, Putu Adi Guna Purwaka Rama Adi Putra, Rama Adi Ratih Dwi Indriani Robby Deddy Septianto Samsuri , Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri, Samsuri Samsuri Setyawati, Luh Gede Siswanto, Riefqy Tepu Sri Rezeki Tampubolon ST Kholifah Nor Azizati Suci Nur Qurani Tiny Mananoma Ujan, Katarina Kewa Velia Chyntia Victoria Widyaningsih, Putu Oka Yoga Eka Prasetyo