Claim Missing Document
Check
Articles

TINDAKAN MEDIK VETERINER MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK SAPI BALI DI KELOMPOK TANI SATWA LESTARI I. M. Merdana; K. Budiasa; Samsuri ,; I. W. Sudira; L. M. Sudimartini
Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 1 (2022): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.599 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2022.v21.i01.p11

Abstract

Community service has been carried out in the form of veterinary medical measures aimed at increasing the productivity of Bali cattle at the Satwa Lestari Farmer Group in Musi Village, Gerokgak District, Buleleng Regency. The veterinary medical services provided include counseling on maintenance and health management of Bali cattle, technical guidance on ectoparasitic disease control, administration of deworming medicine, injection of vitamins, induction of lust, and treatment of sick animals. The results of the activity were counseling attended by 21 cattle farmers consisting of administrators and members of livestock farmer groups and also surrounding farmers. The activity continued with technical guidance in mixing drugs to control external parasites such as flies and fleas, implementing sanitation, and cage biosecurity. In the animal health service, 138 cows were successfully performed medical procedures, consisting of 98 broods, 10 males, and 30 calves. The veterinary medical services provided are tailored to the cattle's needs, including vitamin injection, deworming, anti-ectoparasite spraying, injection of an estrus-inducing hormone, and topical antibiotic spraying. We conclude that community service in the form of veterinary medical action is very useful in increasing the knowledge and understanding of farmers in terms of management and reproductive health of cattle, and as concern for their livestock in an effort to increase cattle productivity both in quality and quantity. Keywords: bali catle, counseling, veterinary medical services
PEMERIKSAAN KEBUNTINGAN SAPI BALI DAN PELAYANAN KESEHATAN HEWAN DI GAPOKTAN NANDA SARI DESA APUAN KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI I.M. Merdana; I.W. Sudira; Samsuri Samsuri; K. Budiasa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.361 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i04.p09

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kebuntingan sapi bali dan pelayanan kesehatan hewan di Gapoktan Nanda Sari Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Pengabdian yang telah dilakukan meliputi penyuluhan manajemen pemeliharaan dan kesehatan reproduksi ternak sapi bali, pemeriksaan kebuntingan dan pelayanan kesehatan hewan. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri anggota gapoktan dan peternak sekitarnya. Pemeriksaan kebuntingan sapi melalui palpasi rektal dilakukan terhadap tiga ekor induk sapi yang diduga mengalami gangguan reproduksi. Hasil pemeriksaan kebuntingan ditetapkan diagnosa satu ekor induk mengalami patologis korpus luteum persisten dan dua ekor induk kondisi bunting dengan umur kebuntingan 3-4 bulan. Pada pelayanan kesehatan hewan, jumlah ternak yang mendapatkan pelayanan sebanyak 72 ekor sapi, yang terdiri dari 49 ekor induk, 14 ekor pedet betina dan 10 ekor pedet jantan. Ragam pelayanan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan sapi meliputi injeksi vitamin, pemberian obat cacing, spraying ektoparasit, injeksi antihistamin, injeksi antibiotika dan spraying antibiotika topikal. Dapat disimpulkan bahwa pengabdian ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak serta kepedulian terhadap ternaknya dalam upaya peningkatan produktivitas ternak baik secara kualitas maupun kuantitas. Kata kunci : sapi bali, penyuluhan, pemeriksaan kebuntingan, pelayanan kesehatan hewan
Perbandingan Tingkat Kesembuhan Luka pada Kulit Kelinci yang Dijahit Benang Bedah Absorbable (Catgut) dan Nonabsorbable (Silk) (COMPARISON OF WOUND HEALING LEVELS ON RABBIT SKIN SUTURED WITH ABSORBABLE (CATGUT) AND NONABSORBABLE (SILK) SURGICAL THREAD) I Wayan Sudira; I Ketut Anom Dada; I Wayan Mas Adi Gustara
Jurnal Veteriner Vol 20 No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.006 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.3.378

Abstract

This research’s purpose was to compare the level of wound recovery between sewn rabbit skin with absorbable thread (monofilamen) and nonabsorbable (multifilamen) then observed macroscopicly. This research used 16 male rabbit in 2 – 3 kg. Before surgery begins, the rabbits wtRe.anesthisad with ketamine-xylazine and then surgical action follows after that by making incision wound at left and right back with 3 cm long and the depth up to subcutan line. Right back is sewn by absorbable thread (catgut 3.0) and left back is sewn by nonabsorbable (silk 3.0). From the results of the study the using of absorbable threads (catgut) and nonabsorbable (silk) of the four parameters observation can be summarized that the: scab marks show better results on the use of catgut threads indicating that the process of wound healing is faster.
Studi Patologi Kejadian Cysticercosis pada Tikus Putih I Ketut Berata; Anak Agung Gde Arjana; I Wayan Sudira; I Made Merdana; I Ketut Budiasa; Ida Bagus Made Oka
Jurnal Veteriner Vol 11 No 4 (2010)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.209 KB)

Abstract

Rats are commonly used as animal model in pathological and reproduction research, butunfortunately they are often infected with cysticercosis. The objective of this research was to determinethe pathological changes the of the rats (Rattus novergicus) tissues affected with cysticercus. Thisresearch using 24 of female rats. They were adapted to a new environment for a week and the feeding andwater were provided ad libitum. At the end of adaptation period rats were necropsied and the visceralorgans were examined for pathological changes especially the present of cysticercosis. The liver and kidneyof each rat were soaked in 10% phosphate buffered formalin. Following dehydration process, tissue wereembedded in paraplast, cut at 5 micron and stained with Harris hematoxylin eosin (HE). The resultshowed that 8 of 24 rats were affected by cysticercosis on the liver. The histopathological changes werenecrotic lesions and eosinophylic cells infiltration around the cysticercosis lesion. The results showed that8 of 23 rats were affected by cysticercosis. The presence of necrosis and cells inflammation could interferethe results of the study when such a rats are used. It is therefore necessary to screen rats for cysticercosis.
Kemampuan Ekstrak Jamur Lingzhi dalam Menghambat a-Glucosidase dan Menurunkan Kadar Gula Darah pada Tikus Hiperglikemia (THE ABILITY OF LINGZHI MUSHROOM EXTRACT (GANODERMA LUCIDUM) IN INHIBITING a-GLUKOSIDASE AND ITS EFFECT ON HIPERGLYCEMIAOF RATS) Ratih Dwi Indriani; I Nyoman Suarsana; I Wayan Sudira
Jurnal Veteriner Vol 16 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.5 KB)

Abstract

Lingzhi mushrooms has been widely used by community empirically for the traditional medicine forlowering blood glucose levels. The purpose of this study was to determine the ability of the lingzhimushroom (Ganoderma lucidum) extract to inhibit á-glukosidase hyperglycemia in rat. Lingzhi mushroomethanol-extract were tested for their inhibition against á-glucosidase using spectrophotometry method. Atotal of 25 rats used in this study were divided into five groups. Four groups of rats (P1-P4) were given 2 mlof sucrose 80% orally, and one group of rats (P0) as a negative control. Ten minutes before giving sucrose,three groups (P2-P4) of rats were given the lingzhi mushroom extract of 1 ml orally at a dose of 10%, 20%,and 30% respectively, while the second groups (P1) as a positive control of hyperglycemia. After that in allgroups were examined the blood glucose levels at 0, 10, 30, 60, 90, and 120 minute after sucroseadministration. The results showed, lingzhi mushroom extract has the ability to inhibit á-glucosidasewith IC50 value of 162,01 ìgmL-1. The result of blood glucose test showed that administration of lingzhimushroom extract at a dose of 30% faster lowering blood glucose levels compared with a dose of 10% and20%.
ANALISIS RELEVANSI TEORI RICHARD POSNER DALAM PENGEMBANGAN HUKUM EKONOMI DI INDONESIA: STUDI KASUS PADA KONTRAK BISNIS DI SEKTOR KEUANGAN Sudira, I Wayan; Hidayat, Hasannudin; Fauzi, M. Ali
Kertha Widya Vol 12, No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/kw.v12i1.1953

Abstract

Dalam era globalisasi yang ditandai dengan integrasi ekonomi yang semakin mendalam, hukum ekonomi memegang peran penting dalam mengatur aktivitas ekonomi dan perdagangan. Di Indonesia, pengembangan hukum ekonomi menghadapi tantangan besar, mencakup aspek regulasi perdagangan, investasi, dan perlindungan konsumen. Teori ekonomi hukum Richard Posner, yang memandang hukum sebagai instrumen efisiensi ekonomi, menawarkan perspektif baru yang relevan untuk pengembangan hukum ekonomi di Indonesia. Metode penelitian menggunakan studi literatur untuk mengembangkan kerangka berpikir baru berdasarkan analisis berbagai jurnal, buku, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan relevansi signifikan teori Posner dalam konteks Indonesia. Teori ini membantu memahami peran hukum dalam ekonomi, menganalisis dampak ekonomi dari aturan hukum, mengembangkan hukum yang efisien dan adil, meningkatkan kepastian hukum, serta menyelesaikan sengketa ekonomi. Penerapan aspek-aspek teori Posner, seperti efisiensi alokasi sumber daya, penegakan kontrak, dan analisis biaya-manfaat, harus mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan politik Indonesia. Integrasi hukum adat ke dalam kerangka hukum ekonomi modern juga penting untuk menciptakan regulasi yang responsif terhadap kebutuhan lokal. Kesimpulannya, penerapan teori Posner dapat memperkaya pengembangan hukum ekonomi di Indonesia dengan merumuskan kebijakan hukum yang adaptif dan efektif dalam menghadapi tantangan globalisasi serta perubahan ekonomi yang cepat. Pengembangan hukum ekonomi yang berdasarkan prinsip efisiensi dan kesejahteraan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Evaluation of Acute Dermal Toxicity of Hibiscus Leaves as Simplicial Ointment on Albino Rats Saputra, Made Gede Adi Surya; Sudira, I Wayan; Samsuri, Samsuri; Merdana, I Made; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Sudisma, I Gusti Ngurah
Jurnal Medik Veteriner Vol. 6 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol6.iss2.2023.216-229

Abstract

Hibiscus is a plant that has been shown to contain substances that may be used as sunscreen to protect the skin from UV radiation. In terms of their potential as sunscreens, flavonoids, tannins, and quinone chemicals are crucial because they are antioxidants that can reduce the negative effects of UV radiation and boost photoprotective activity. This study aimed to investigate the acute dermal toxicity potential of hibiscus leaves simplicial ointment 40% on female albino rats. The evaluation method refered to The OECD Guideline for Testing of Chemicals – No. Test: 402, Acute Dermal Toxicity-Fixed Doses Procedure. Based on the Globally Harmonized System compared to this study reported that acute dermal median lethal dose (LD50) was > 2000 mg/kg. It can be concluded that hibiscus leaves simplicial ointment 40% has safe to apply topically and doesn't produce acute skin toxicity.
Uji Fitokimia Terhadap Ekstrak Etanol 70% Dan Ekstrak Air Bunga Kecubung (Datura metel L.) Yang Berpotensi Sebagai Bahan Anestesi Sudira, I Wayan; Samsuri, Samsuri Samsuri; Sudisma, I Gusti Ngurah; Diana, Kadek Leni Martha
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.74161

Abstract

Anestesi umum dapat didefinisikan sebagai suatu depresi dari sistem saraf pusat (SSP) yang menyeluruh akan tetapi bersifat reversible, yang mengakibatkan hilangnya respon dan persepsi terhadap semua rangsang dari luar. Salah satu agen baru yang berpotensi sebagai bahan anestesi adalah tumbuhan kecubung (Datura metel L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% dan ekstrak air bunga kecubung (Datura metel L.) melalui uji fitokimia dan mengetahui kandungan senyawa kimia yang berpotensi sebagai bahan anestesi. Sampel penelitian berupa bunga kecubung didapat dari daerah Danau Tamblingan, Munduk, Kabupaten Buleleng, Bali yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dan pelarut air dengan menggunakan metode maserasi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 70% dan ekstrak air bunga kecubung (Datura metel L.) dengan uji fitokimia positif mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolat, dan flavonoid namun negatif mengandung triterpenoid/steroid serta mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai bahan anestesi yaitu alkaloid, saponin, tanin, fenolat, dan flavonoid
KEADILAN DIGITAL: TANTANGAN HUKUM DALAM ERA DISRUPSI TEKNOLOGI Sudira, I Wayan
Kertha Widya Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/kw.v12i2.2203

Abstract

Disrupsi teknologi membawa tantangan signifikan bagi sistem hukum dalam menjamin keadilan digital, terutama dalam hal perlindungan privasi, hak digital, kejahatan siber, dan kesenjangan akses teknologi. Penelitian ini mengkaji tantangan hukum yang muncul di era digital serta mengevaluasi relevansi regulasi yang ada dalam menghadapi perubahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis, didukung oleh analisis sosiologis-yuridis untuk memahami pengaruhnya terhadap masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi sering kali lebih cepat daripada kemampuan regulasi hukum yang ada, sehingga menciptakan celah hukum yang dapat mengancam keadilan digital. Beberapa tantangan utama meliputi perlindungan data pribadi, harmonisasi regulasi internasional, dan keadilan akses teknologi bagi semua lapisan masyarakat. Penelitian ini menekankan pentingnya adanya reformasi hukum yang adaptif dan inovatif untuk menghadapi dinamika teknologi serta membangun sistem hukum yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam membangun fondasi hukum yang kuat untuk menghadapi tantangan di era digital serta mewujudkan keadilan yang sejati di tengah disrupsi teknologi.
Evaluasi Salep Simplisia Daun Kembang Sepatu yang Memiliki Potensi Terhadap Pertumbuhan Rambut Arinata, I Ketut Teguh; Sudira, I Wayan; Samsuri, Samsuri; Merdana, I Made; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.59421

Abstract

Berbagai studi mengenai potensi kembang sepatu sebagai tanaman obat yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan rambut telah dilaporkan. Pada penelitian ini dibuat formulasi sediaan topikal yaitu salep dari simplisia daun kembang sepatu dengan bahan dasar hidrokarbon. Pengujian dilakukan untuk melihat kualitas fisik dari sediaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi simplisia terhadap perolehan kualitas salep yang baik serta melihat potensi pembuatan salep menggunakan bahan dasar simplisia daun kembang sepatu. Simplisia daun kembang sepatu dicampur dengan bahan dasar salep hidrokarbon yaitu vaselin alba sehingga membentuk formulasi dengan konsentrasi simplisia yang bervariasi. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan cycling test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perubahan secara organoleptik, tidak homogen, pH 6 yang sesuai dengan pH kulit, daya sebar di bawa standar menyebabkan konsistensi padat, tiga dari empat formulasi lolos standar daya lekat, dan hasil cycling test menunjukkan semua formulasi stabil pada proses penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan konsentrasi simplisia daun kembang sepatu berpengaruh terhadap kualitas salep. Namun, sediaan salep tersebut belum memenuhi standar homogenitas dan daya sebar.
Co-Authors Afrizal Choirul Umam Alexander Jacky Cundawan Anak Agung Gde Arjana Anak Agung Gde Oka Darmayudha Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Apsari, Ni Luh Putu Nadia Arinata, I Ketut Teguh Astuti, Ni Made Widy Matalia Ayu Murni Desrini Malelak, Ayu Murni Desrini BOI DARMA Darmawan, I Wayan Eka Dewi, Putu Ayu Purbani Novia Diana, Kadek Leni Martha Dini Hilary Manullang DWI SURYANTO Eukaristia Junitha Gede Yuda Darmadi Putra Hapsari Mahatmi Hartati, Ruth Dwi Hendrawan, I Wayan Dika Wahyu Hidayat, Hasannudin Hierico Manalip I Gede Made Andy Pratama I Gusti Ngurah Sudisma I K. Berata I Kadek Parnayasa I Ketut Anom Dada I Ketut Berata I Ketut Eli Supartika I Made Bayu Pandia Yudha Bauer I Made Dwinata I Made Indrayadnya Swarayana I Made Kardena I Made Maduriana I Made Merdana I Nyoman Suarsana I P. Suastika I Putu Agus Hendra Wibawa I Putu Arya Adikara I Putu Cahyadi Putra I Putu Cahyadi Putra, I Putu Cahyadi I Putu Juli Sukariada I Putu Sandika Arta Guna I Putu Suparman I Putu Wiralaga I Wayan Mas Adi Gustara I.K. Berata Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Kadek Karina Dewi Wijayanthi Ketut Budiasa Kiki Lulu Maduma Simanungkalit Kurnia, Ida Ayu Gintan Aristi Kusuma, Putu Winatha Luh Made Sudimartini Luh Putu Ratna Suhita M. Ali Fauzi Made Gede Adi Surya Saputra Made Oka Adinata Mahardika, I Gusti Bagus Mahendra, I Putu Gede Maria Elysabet Pane N. Suparta Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Putu Ratna Suhita Ni Nyoman Werdi Susari Ningsih, Adriati Nugraha, Gede Wiyasa Ardy Nyoman Adi Suratma Oktaviandari, Putu Risma Pradnyandika, I Putu Krisna Ardhia Purba, Dody Joel Putra, Putu Adi Guna Purwaka Rama Adi Putra, Rama Adi Ratih Dwi Indriani Robby Deddy Septianto Samsuri , Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri, Samsuri Samsuri Setyawati, Luh Gede Siswanto, Riefqy Tepu Sri Rezeki Tampubolon ST Kholifah Nor Azizati Suci Nur Qurani Tiny Mananoma Ujan, Katarina Kewa Velia Chyntia Victoria Widyaningsih, Putu Oka Yoga Eka Prasetyo