Articles
ANALISIS PENGGUNAAN MODEL AKTIVITAS RUNNING UPHILL TERHADAP PENINGKATAN GLUCOSE UPTAKE PADA MENCIT DIABETES
yusuf, havid
Journal of Sport Science and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jossae.v1n1.p19-20
Diabetes merupakan penyakit dimana terjadi peningkatan glukosa dalam darah. Peningkatan terjadi karena pankreas tidak dapat melepaskan insulin sehingga glukosa tidak masuk ke dalam otot. Reseptor insulin pada diabetes menghambat respon otot terhadap stimulasi insulin, namun otot tetap mampu merespon stimulasi kontraksi. Aktivitas tubuh pada penderita diabetes memiliki peranan yang penting dalam pengendalian kadar glukosa darah, yang mana saat melakukan aktivitas tubuh terjadi peningkatan ambilan glukosa (glucose uptake) oleh otot sehingga secara langsung dapat menyebabkan penurunan glukosa dalam aliran darah. Tipe aktivitas yang dapat dilakukan adalah aktivitas konsentrik dinamik berupa running uphill sebagai langkah untuk menurunkan kadar glukosa dalam aliran darah. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan penggunaan model aktivitas running uphill terhadap peningkatan glucose uptake pada mencit diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan The Randomize Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian dibagi menjadi 3 kelompok dengan randomisasi Hasil analisis uji beda delta glukosa darah (dGD) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok DM dengan kelompok DM+Konsentrik (p< 0,05) dengan nilai t lebih besar dari 0 (t > 0). Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas running uphill lebih efektif dalam meningkatkan ambilan glukosa (glocose uptake) dari pada tanpa pemberian aktivitas running uphill pada mencit yang mengalami diabetes
ANALISIS PENGGUNAAN MODEL AKTIVITAS RUNNING UPHILL TERHADAP PENINGKATAN GLUCOSE UPTAKE PADA MENCIT DIABETES
yusuf, havid
Journal of Sport Science and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jossae.v1n1.p19-20
Diabetes merupakan penyakit dimana terjadi peningkatan glukosa dalam darah. Peningkatan terjadi karena pankreas tidak dapat melepaskan insulin sehingga glukosa tidak masuk ke dalam otot. Reseptor insulin pada diabetes menghambat respon otot terhadap stimulasi insulin, namun otot tetap mampu merespon stimulasi kontraksi. Aktivitas tubuh pada penderita diabetes memiliki peranan yang penting dalam pengendalian kadar glukosa darah, yang mana saat melakukan aktivitas tubuh terjadi peningkatan ambilan glukosa (glucose uptake) oleh otot sehingga secara langsung dapat menyebabkan penurunan glukosa dalam aliran darah. Tipe aktivitas yang dapat dilakukan adalah aktivitas konsentrik dinamik berupa running uphill sebagai langkah untuk menurunkan kadar glukosa dalam aliran darah. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan penggunaan model aktivitas running uphill terhadap peningkatan glucose uptake pada mencit diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan The Randomize Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian dibagi menjadi 3 kelompok dengan randomisasi Hasil analisis uji beda delta glukosa darah (dGD) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok DM dengan kelompok DM+Konsentrik (p< 0,05) dengan nilai t lebih besar dari 0 (t > 0). Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas running uphill lebih efektif dalam meningkatkan ambilan glukosa (glocose uptake) dari pada tanpa pemberian aktivitas running uphill pada mencit yang mengalami diabetes
ANALISIS PENGGUNAAN MODEL AKTIVITAS RUNNING UPHILL TERHADAP PENINGKATAN GLUCOSE UPTAKE PADA MENCIT DIABETES
havid yusuf
Journal of Sport Science and Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jossae.v1n1.p19-20
Diabetes merupakan penyakit dimana terjadi peningkatan glukosa dalam darah. Peningkatan terjadi karena pankreas tidak dapat melepaskan insulin sehingga glukosa tidak masuk ke dalam otot. Reseptor insulin pada diabetes menghambat respon otot terhadap stimulasi insulin, namun otot tetap mampu merespon stimulasi kontraksi. Aktivitas tubuh pada penderita diabetes memiliki peranan yang penting dalam pengendalian kadar glukosa darah, yang mana saat melakukan aktivitas tubuh terjadi peningkatan ambilan glukosa (glucose uptake) oleh otot sehingga secara langsung dapat menyebabkan penurunan glukosa dalam aliran darah. Tipe aktivitas yang dapat dilakukan adalah aktivitas konsentrik dinamik berupa running uphill sebagai langkah untuk menurunkan kadar glukosa dalam aliran darah. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan penggunaan model aktivitas running uphill terhadap peningkatan glucose uptake pada mencit diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan The Randomize Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian dibagi menjadi 3 kelompok dengan randomisasi Hasil analisis uji beda delta glukosa darah (dGD) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok DM dengan kelompok DM+Konsentrik (p< 0,05) dengan nilai t lebih besar dari 0 (t > 0). Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas running uphill lebih efektif dalam meningkatkan ambilan glukosa (glocose uptake) dari pada tanpa pemberian aktivitas running uphill pada mencit yang mengalami diabetes
Kontribusi Panjang Langkah Terhadap Kecepatan Maksimal Pada Pemain Profesional Sepakbola
Chrystna Bhagascara;
Muhammad Nidomuddin;
Hari Pamungkas;
Havid Yusuf;
Luthfie Lufthansa
Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32682/bravos.v10i3.2607
Olahraga sepakbola merupakan olahraga yang sangat digemari di seluruh dunia. Hampir setiap negara memiliki liga sepak bola yang kompetitif. Tujuan untuk mengetahui kontribusi panjang langkah terhadap kecepatan maksimal pada pemain Persis Solo tahun 2022. Dalam teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ini merupakan data sekunder dimana data ini telah diambil oleh tim ahli fisik dan analis dari klub Persis Solo sendiri. Hasil uji statistik dari pengelolaan data yang diperoleh mean dan standar deviasi dari mean atau rata-rata dan standar deviasi diteliti maka untuk variabel panjang langkah dengan mean 3,147167 cm dan standar deviasi 0,329438. Sedangkan mean dan standar deviasi diteliti maka untuk kecepatan maksimal dengan mean 21,57778 km/ jam dan standar deviasi 2,578088. Dan uji Koefisien korelasi antara panjang langkah dan kecepatan maksimal di peroleh hipotesis alternatif (Ha) ada hubungan antara panjang langkah dengan kecepatan maksimal dapat diterima, jadi antara variable panjang langkah dengan kecepatan maksimal ada hubungan yang signifikan.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK MATA KULIAH PENJAS ADAPTIF DI IKIP BUDI UTOMO
Lufthansa, Luthfie;
Saputro, Yulianto Dwi;
Rohmah, Laila Nur;
Yusuf, Havid;
Artanty, Ary
Journal of Sport Science and Fitness Vol 8 No 1 (2022): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jssf.v8i1.58141
Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan pengembangan media ajar yang akan dikembangkan untuk mata kuliah Penjas Adaptif yang sesuai karakteristik mata kuliah, mampu disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini dan tentunya bisa disesuaikan dengan pembelajaran daring sesuai anjuran dari pemerintah. Hasil dari penelitian ini akan digunakan untuk dasar atau rujukan dalam pengembangan buku ajar elektronik mata kuliah Penjas Adaptif. sPenelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif dengan metode survey berjumlah 120 mahasiswa. Sampel penelitian ini menggunakan random sampling dengan subjek 70 mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah Penjas Adaptif dengan subjek 3 dosen. Hasil dari penelitian ini dosen masih menggunakan bahan ajar yang konvensional berupa buku yang kemudian dirubah ke aplikasi powerpoint, ketersediaan sumber belajar yang tidak memadai, 56.7%, sehingga sumber belajar mahasiswa ke internet sebesar 80% dan mahasiswa membutuh bahan ajar elektronik sebesar 45%. Hasil penelitan tersebut mengindikasikan bahwa perlunya dilakukan pengembangan bahan ajar mata kuliah Penjas Adaptif agar lebih futuristic atau sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini yang mudah akses dan menarik. Penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa mahasiswa mata kuliah Penjas Adaptif memerlukan bahan ajar eletronik yang sesuai karakteristiknya. Abstract The purpose of this study was to determine the need for the development of teaching media that will be developed for Adaptive Physical Education courses that are in accordance with the characteristics of the course, able to be adapted to current technological developments, and of course, can be adapted to online learning according to recommendations from the government. The results of this study will be used as a basis or reference in the development of electronic textbooks for Adaptive Physical Education courses. This research uses a qualitative descriptive research method with a survey method totaling 120 students. The sample of this study used random sampling with 70 students as the subject and a lecturer in the Adaptive Physical Education course with 3 lecturers as the subject. The results of this study lecturers still use conventional teaching materials in the form of books which are then converted to PowerPoint applications, the availability of inadequate learning resources, 56.7%, so 80% of student learning resources go to the internet, and students need electronic teaching materials by 45%. The results of this research indicate that it is necessary to develop teaching materials for Adaptive Physical Education courses to be more futuristic or in accordance with current technological developments that are easy to access and attractive. It can be concluded that the Adaptive Physical Education course students require electronic teaching materials according to their characteristics.
PELATIHAN PERATURAN FUTSAL DAN MENJADI PELATIH TIM FUTSAL
Hari Pamungkas;
Muhammad Nidomudin;
Havid Yusuf;
Miftah Rakhmadian;
Khusnul Hotimah
JPM PAMBUDI Vol 6 No 02 (2022): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/pambudi.v6i02.2591
The purpose of this community service is to provide thorough knowledge of the FIFA standard futsal rules, and also provide basic knowledge on how to become a futsal team coach in the form of training activities. The methods or stages carried out in training activities go through 4 stages, namely the stages of observation, planning, implementation, and evaluation. The result of community service is that the implementation team has completed activities in the form of training on futsal rules and how to be a good coach for a futsal team. This training activity received very good feedback from participants and from invited practitioners, it is hoped that this activity can be carried out periodically to provide insight and knowledge to students and alumni of IKIP Budi Utomo Malang for each generation.
ANALISA PERFORMA PEMAIN SEPAK BOLA PROFESIONAL DENGAN GPS
Hari Pamungkas;
Kurniawan Kartika Aji;
Rahayu Prasetiyo;
Havid Yusuf;
Muhammad Nidomuddin
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 12 No. 2 (2023): December: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan GPS atau Global Positioning System dalam olahraga sepak bola memudahkan pelatih dan staf pelatih untuk mengetahui performa atlet profesional dalam mengembangkan kemampuan fisik pemain selama latihan dan pertandingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan GPS yang dipasang pada setiap pemain pada sesi latihan tim. Subjek pada penelitian ini adalah pemain sepak bola Persik Kediri yang bermain di Liga 1 Indonesia musim 2023-2024 dengan Sampel berjumlah 23 pemain. Tes dilakukan di lapangan dengan model simulasi pertandingan dengan model internal game. Hasil lari dengan kecepatan tinggi dengan jarak 77 meter dan melakukan lari maksimal dengan kecepatan 22.5 km/jam. Hasil persentase pada total distance 43,5% pada kategori sedang, persentase pada distance/min 34,9%, pada kategori sedang, persentase pada HSR Distance 39,1% pada kategori sedang dan kurang, persentase pada Max Speed 39,1% pada kategori sedang. Sebagai bahan rekomendasi latihan dengan menggunakan GPS pada pemain Persik Kediri rata-rata presentase berada pada kategori sedang pada saat pemain melakukan aktivitas latihan dapat terlacak dan terekam. Kontribusi dari hasil data GPS ini sebagai acuan pembuatan program latihan untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, daya tahan, dan aspek fisik serta pengambilan keputusan taktis selama pertandingan.
Effect of Fartlek Training on Agility and Speed of Arema FC Players
Hariono, Jayus;
Pamungkas, Hari;
Nidomuddin, Muhammad;
Yusuf, Havid;
Sudari, Sudari
Corner: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 4 No 1 (2023): CORNER: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36379/corner.v4i1.276
Sepak bola merupakan olahraga yang kompetitif bagi sebuah tim untuk memperebutkan prestasi. Fisik merupakan salah satu syarat penting untuk menentukan kebugaran jasmani, kebugaran dinamis maupun kebugaran statis. Kebugaran seorang pemain tidak terlepas dari latihan terprogram yang selalu dilakukan. Kecepatan dalam olahraga digambarkan sebagai kemampuan untuk melakukan segala jenis gerakan seperti sprint atau lompatan dalam waktu sesingkat mungkin. Kelincahan adalah kapasitas untuk mengubah arah, mengendalikan arah dan posisi tubuh seseorang sambil mempertahankan momentum. Fartlek merupakan bentuk latihan interval atau kecepatan yang efektif dalam meningkatkan kecepatan dan daya tahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan fartlek terhadap kelincahan dan kecepatan pemain Arema FC. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah post-test only control group design. Sampel yang diteliti adalah para pemain Arema FC sejumlah 25 orang. Berdasarkan tabel output hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi = 0,000, berarti lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, ada pengaruh latihan fartlek terhadap kelincahan dan kecepatan pemain Arema FC. Latihan fartlek telah menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan pada kelincahan kecepatan pemain Arema FC. Pengaruh tingkat latihan fartlek pada intensitas tinggi dapat meningkatkan kerja otot.
MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS IV SD MELALUI PEMBELAJARAN SIRKUIT ESTAFET
Harmoko, Harmoko;
Pamungkas, Hari;
Yusuf, Havid;
Husein, Ashari;
Sudari, Sudari
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 7, No 1 (2024): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/rjpo.v7i1.14501
siswa yang memiliki tingkat kebugaran jasmani yang rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya aktivitas fisik, gaya hidup yang tidak sehat, dan kurangnya fasilitas olahraga. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran rangkaian estafet terhadap kebugaran jasmani siswa SD Kelas IV. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Subjek penelitian adalah 50 siswa Kelas IV dari dua sekolah dasar di distrik Argotirto. Mereka yang mengikuti pembelajaran rangkaian estafet dan yang tidak, dipilih secara acak untuk membentuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen akan mengikuti pembelajaran sirkuit estafet selama 8 minggu, sedangkan kelompok kontrol akan mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani seperti biasa. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes kebugaran jasmani yang meliputi tes lari 12 menit, tes push-up, tes sit-up, tes lari 50 meter, dan tes lari shuttle run. Metode Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t dan ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil pengolahan data uji T ditentukan nilai Sig. Karena (uji dua sisi) 0,00 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh peningkatan kekuatan fisik siswa antara kelas eksperimen rangkaian estafet dengan kelas eksperimen konvensional. Hasil ANOVA menunjukkan nilai Sig. Sama dengan 0,00 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata tingkat peningkatan hasil kebugaran jasmani 'berbeda' secara signifikan.
Pengembangan Lembaga Pendidikan Berbasis Pondok Pesantren Melalui Analisis SWOT Pada Yayasan Pendidikan Islam Hidayatul Mubtadi’in Tasikmadu Kota Malang
Sudari, Sudari;
Pamungkas, Hari;
Yusuf, Havid;
Nidomuddin, Muhammad;
Husein, Ashari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 5 (2024): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v2i5.993
Pondok pesantren sebagai lembaga Pendidikan Islam tertua di Indonesia keberadaannya sangat besar dalam menunjang keberhasilan tujuan Pendidikan nasional. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di pondok pesantren Yayasan Pendidikan Islam Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Kota Malang. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penguatan pengelolaan manajerial kepada jajaran pengurus Yayasan melalui pendekatan analisis SWOT. Untuk mencapai tujuan tersebut maka pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan metode ABCD ( Asset-Based Community Development). Dengan pengabdian masyarakat ini jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Islam Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Kota Malang semakin paham tentang cara menganalisis dan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang ada saat ini, dengan pelatihan analisis SWOT ini pengurus Yayasan dapat menentukan program sesuai kebutuhan lembaga, ketua Yayasan dan jajaran pengurus semakin termotivasi melangkah ke depan khususnya dalam mengambil keputusan-keputusan strategik yang dapat memajukan lembaga Pendidikan Hidayatul Mubtadi’in Tasikmadu Kota Malang yang berbasis pondok pesantren.