Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PETANI DENGAN PENERAPAN BUDIDAYA PADI ORGANIK DI KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR Putri, Nabila Agiftananda Mulia; Sugihardjo, Sugihardjo; Wibowo, Agung
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.63614

Abstract

AbstrakPetani sebagai salah satu pelaku usahatani akan memerlukan informasi yang relevan dalam berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhannya, sehingga perlunya rasa ingin tahu petani dalam mencari informasi pertanian melalui berbagai sumber. Keberhasilan budidaya komoditas padi organik tidak lepas dari ketersediaan informasi yang didapatkan petani. Berkembangnya inovasi pertanian mendorong para petani untuk mencari informasi yang dapat mendukung keberjalanan usahataninya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan perilaku pencarian informasi petani dengan penerapan budidaya padi organik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling dan didapatkan 61 petani yang tersebar di lima kelompok tani organik. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku pencarian informasi petani pada tahap starting termasuk kategori jarang, dan tahap chaining, browsing, differentiating, monitoring, serta extracting termasuk pada kategori tidak pernah. Tingkat penerapan budidaya padi organik di Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar berada pada kategori sangat baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara tahap differentiating dengan penerapan budidaya padi organik. Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara tahap starting, chaining, browsing, monitoring, dan extracting dengan penerapan budidaya padi organik di Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar.Kata kunci: Informasi, petani, padi organik, teori David Ellis.AbstractAs one of the farming actors, farmers require relevant information tailored to their needs for various activities. Thus, farmers need to be curious and seek agricultural information through various sources. The successful cultivation of organic rice commodities is contingent upon the availability of pertinent information to farmers. The development of agricultural innovations has prompted farmers to pursue information that can facilitate the operation of their farms. The objective of the present study was to analyze the relationship between farmers' information-seeking behaviors and their application of organic rice cultivation. This research uses quantitative methods. The site selection for the study was determined purposively in Mojogedang District, Karanganyar Regency. The sampling technique was used Simple Random Sampling which obtained 61 farmers distributed in 5 organic farmer groups. The data was collected using a questionnaire and analyzed using the Spearman Rank Correlation Test. Farmers' information-seeking behavior is rare at the ‘starting’ stage and never for the ‘chaining’, ‘browsing’, ‘differentiating’, ‘monitoring’, and ‘extracting’ stages. The level of application of organic rice cultivation in Mojogedang District, Karanganyar Regency is excellent. There is a significant relationship between the ‘differentiating’ stage and the application of organic rice cultivation. There is a non-significant relationship between the other stages and the application of organic rice cultivation in Mojogedang District, Karanganyar Regency.Keywords: Information, farmer, organic rice, David Ellis theory.
ANALISA KEBUTUHAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN PADA TUBERKULOSIS LATEN Yuniar, Isma; Dewi, Yulia Lanti Ratna; Setyowati, Retno; Sugihardjo, Sugihardjo; Darojah, Nurhayati; Supriyanto, Supriyanto
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2025): Healthy Behavior Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v3i1.1550

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is one of the world's major health problems. Based on data from the WHO Global TB Report 2024, the country with the second highest tuberculosis rate in the world is Indonesia. Latent Tuberculosis Infection (ILTB). ILTB is a new challenge in the tuberculosis disease control programme. WHO as a world health organisation also recognises that diagnosing and treating ILTB is an important strategy to accelerate the global reduction of tuberculosis to achieve tuberculosis elimination. Evaluation results through interview surveys illustrate that health promotion on latent tuberculosis is still not optimal due to lack of resources. The lack of information and low knowledge of latent tuberculosis infection in the community. This condition requires health promotion with effective media to achieve the target achievements in ILTB. Objective: To analyse the need for health promotion media on latent tuberculosis. Methods: This research is a research with a mix method approach. with a mixed method approach, namely a quantitative approach combined with a qualitative approach. The quantitative approach used a cross sectional design to obtain information on health promotion that has been implemented,  The sampling method used total sampling, there were 25 MSI cadres, data collection using questionnaires. Results: The results of the study include quantitative results supported by qualitative results. The quantitative results show that most cadres only occasionally use health promotion media as much as 72%, with the types that have been varied, the most are posters as much as 17%, print media types 53%, content about tuberculosis prevention 31%, with individual health promotion methods such as home visits as much as 84%. while the need for health promotion media on latent tuberculosis was studied using a qualitative approach. Data collection techniques used questionnaires and in-depth interview guides. Data analysis used descriptive analysis and content analysis.  The results of the theme found that the media for promoting latent TB health was still minimal and information in the media required complete information. Conclusion: The conclusion of this study is the need for printed latent TB media with complete content so that media can be created that is appropriate to the needs of the community.
Penguatan Karakter Kampung Iklim Melalui Pemberdayaan Eco Masjid An Nur, Kepuh Rusdiyana, Eksa; Setyowati, Retno; Lestari, Eny; Sugihardjo, Sugihardjo; Hapsari, Sekar Widi; Wibowo, Feri; Az-Zahra, Juna Fatimatuz
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.374

Abstract

Implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) memerlukan dukungan dari berbagai kelompok kelembagaan masyarakat. Masjid memiliki peran strategis sebagai sarana untuk menerapkan praktik perilaku ramah lingkungan melalui konsep eco masjid yang dapat mendukung ProKlim. Kegiatan pengabdian di Masjid An Nur, Dusun Kepuh ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan pemahaman takmir dan jamaah masjid tentang eco masjid; (2) mewujudkan percontohan praktik eco masjid; (3) meningkatkan pemahaman dan perilaku ramah lingkungan pada santri TPA, serta (4) menumbuhkan praktik ekonomi sirkuler dari praktik eco masjid. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatory rural appraisal (PRA) yang dilaksanakan bermitra dengan takmir masjid, jamaah masjid, santri TPA, dan bank sampah. Bentuk dan urutan kegiatan meliputi edukasi tentang eco masjid, edukasi perilaku ramah lingkungan, ekonomi sirkuler eco masjid dengan bank sampah, serta inisiasi praktis eco masjid,. Hasil kegiatan menunjukkan: (1) adanya peningkatan pengetahuan tentang eco masjid pada jamaah, ditunjukkan dengan 21 sample mitra (2 takmir, 10 santri, 1o jamaah) bisa menjawab quiz dengan tepat; (2) peningkatan perilaku ramah lingkungan dari santri TPA; (3) kemitraan dengan bank sampah untuk economi sirkuler dari masjid, serta (4) terwujudnya penampung air hujan (PAH), komposter sampah organik, pemilahan sampah anorganik, dan pemanfaatan limbah air wudhu untuk penyiraman lahan pekarangan
Dinamika Kelompok Dasa Wisma dalam Pengembangan Desa Wisata Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan Sholiha Afif, Via Ainun; Sugihardjo, Sugihardjo; Wibowo, Agung
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 1 No. 2 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i2.2483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedinamisan kelompok dasa wisma melalui unsur-unsur dinamika kelompok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang disajikan dalam analisis deskriptif. Lokasi penelitian berada di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Terdapat 9 informan dalam penelitian, 3 diantaranya ditentukan secara purposive (sengaja) kemudian sisanya dipilih secara snow ball. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan data sekunder yang dihasilkan dari teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok dalam Kelompok Dasa Wisma yang telah aktif yakni Melati 1, Melati 2, Melati 3, Dahlia 1, Dahlia 2, dan Dahlia 3 memiliki kedinamisan kelompok yang baik. Terlihat dari kesesuaian keadaan kelompok dengan indikator-indikator penilaian dalam setiap unsur-unsur pembentuk dinamika kelompok. Ada 9 unsur-unsur pembentuk dinamika kelompok yaitu tujuan kelompok, struktur kelompok, fungsi tugas kelompok, pengembangan dan pembinaan kelompok, kekompakan kelompok, suasana kelompok, keefektifan kelompok dan maksud terselubung. Kedinamisan yang terjadi secara tidak langsung mempengaruhi kelompok untuk terlibat mendukung penyelenggaraan kegiatan wisata dalam pengembangan Desa Wisata Genilangit. Keterlibatan ini terwujud dalam kegiatan-kegiatan kelompok yaitu kerajinan pembuatan batik, kebun bibit, jasa catering, dan pembuatan jajanan rumahan.
Pemberdayaan Pokdakan Tanggul Penangkis dalam Budidaya Ikan Bandeng di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara Yulistyaningsih, Ani; Winarno, Joko; Sugihardjo, Sugihardjo
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 1 No. 2 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i2.2737

Abstract

Pemberdayaan merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh agen pemberdaya untuk tujuan perbaikan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat melalui kegiatan budidaya ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan Pokdakan Tanggul Penangkis dalam budidaya ikan bandeng, dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat Pokdakan Tanggul Penangkis dalam melakukan budidaya ikan bandeng di Desa Ujungwatu, Donorojo Jepara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik studi kasus, yaitu melakukan kajian yang mendalam terhadap obyek Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tanggul Penangkis di Desa Ujungwatu, Donorojo Jepara. Lokasi penelitian dan penentuan informan ini ditentukam secara purposive. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu pengurus dan anggota pokdakan Tanggul Penangkis, penyuluh perikanan, dan masyarakat setempat. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik validitas data yang digunakan adalah dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam proses pemberdayaan pokdakan Tanggul Penangkis berupa penyuluhan dan pendampingan, pelatihan, serta pengakuan legalitas badan hukum sebagai bentuk bina kelembagaan. Faktor pendukung pokdakan melakukan budidaya ikan bandeng adalah pengetahuan, motivasi, kondisi air, dan akses pasar. Faktor penghambat pokdakan dalam melakukan budidaya ikan bandeng adalah kondisi cuaca buruk, permainan harga pasar, harga pakan, hama, dan saluran air.
Motivasi Petani dalam Budidaya Tanaman Jagung Manis di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Margawati, Ellitdha; Lestari, Eny; Sugihardjo, Sugihardjo
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 1 No. 2 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i2.2743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motivasi petani dalam budidaya tanaman jagung manis, mengetahui faktor-faktor pembentuk motivasi petani dalam budidaya tanaman jagung manis dan mengkaji hubungan antara faktor-faktor pembentuk motivasi dengan tingkat motivasi petani dalam budidaya tanaman jagung manis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei. Cara pemilihan lokasi yaitu purposive di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dan responden di ambil sebanyak 60 petani. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman dengan program SPSS Statistics 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) faktor pembentuk motivasi yaitu umur, pendidikan non formal, pengalaman, luas lahan, jumlah anggota keluarga, pendapatan, lingkungan sosial dan lingkungan ekonomi (2) Kebutuhan akan keberadaan mendominasi tingkat motivasi petani dalam budidaya tanaman jagung manis di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar yaitu berada pada kategori sangat tinggi. (3) Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara faktor luas lahan, pendapatan, dan lingkungan sosial dengan motivasi petani dalam budidaya tanaman jagung manis. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan non formal dan jumlah anggota keluarga dengan motivasi petani dalam budidaya tanaman jagung manis, sedangkan faktor umur, pengalaman, dan lingkungan ekonomi tidak berhubungan signifikan dengan motivasi petani dalam budidaya tanaman jagung manis di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Petani dalam Adopsi Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) di Desa Ngargotirto Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen: Factors Affecting Farmers' Decision Making in the Adoption of the New Planting Area Expansion Program (PATB) in Ngargotirto Village, Sumberlawang District, Sragen Regency M. Afif Habibullah; Sugihardjo, Sugihardjo; Putri Permatasari
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 10 No. 1 (2022): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v10i1.1486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani dalam adopsi program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) di Desa Ngargotirto. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik survei. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah proportionate stratified random sampling. Metode analisis penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani dengan tingkat signifikansi 95% secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan petani dalam adopsi program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) di Desa Ngargotirto. Secara parsial variabel umur, pengalaman berusaha tani, dan pendidikan formal tidak berpengaruh signifikan, dengan variabel pendidikan nonformal, sumber informasi, peran pendamping, dan dukungan pemerintah secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan petani dalam adopsi program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) di Desa Ngargotirto. This study aims to examine the factors that influence farmers' decision-making in the adoption of the New Planting Area Expansion (PATB) program in Ngargotirto Village. This research method is a quantitative method with survey techniques. The sampling technique of this study is proportionate stratified random sampling. This method of research analysis is multiple linear regression analysis. The results showed that factors that influence farmers' decision-making with a significance rate of 95% simultaneously had a significant effect on farmers' decision-making in the adoption of the New Planting Area Expansion (PATB) program in Ngargotirto Village. Partially, the age variables, experience of trying to farm, and formal education had no significant effect, with nonformal education variables, information sources, companion roles, and government support partially significantly affecting farmers' decision-making in the adoption of the New Planting Area Expansion (PATB) program in Ngargotirto Village.
Relationship Knowledge And Attitude Towards Stunting Prevention In Adolescent Girls Adriani, Prasanti; Lanti Retno Dewi, Yulia; Setyowati, Retno; Sugihardjo, Sugihardjo
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4181

Abstract

Indonesia possesses the second highest prevalence of stunting globally, surpassed only by Cambodia. Stunting is a pervasive problem that impacts not only infants and expectant mothers but even teenagers. Teenage females should be educated about the perils of stunting, including its indications, and the most effective strategies to prevent it by adopting healthful eating habits. Ensuring that adolescent girls do not develop anemia is a vital first measure in effectively avoiding stunting. The prevalence of stunted growth among babies and the occurrence of early marriages remain significantly high in Purbalingga Regency. Adolescents must improve their understanding and reproductive health in order to prevent stunting. The objective of this study is to investigate the correlation between the knowledge and attitudes of teenage girls in the Purbalingga Regency region about the prevention of stunting. This study employs a quantitative research design, a cross-sectional method, with a sample size of 75 female adolescents in Senior High School. The research findings demonstrate a robust correlation between the level of knowledge and the attitudes of teenage females in the context of preventing stunting. The correlation coefficient value of 0.675 and the significance value of 0.000, which is less than 0.01, clearly indicate this.
PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT (COMMUNITY BASED TOURISM) DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA (STUDI KASUS DESA BLEBERAN KECAMATAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL) Andjar Asmara, Sebening; Padmaningrum, Dwiningtyas; Sugihardjo, Sugihardjo
SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/siwayang.v2i4.1170

Abstract

Bleberan Village is a tourist village developed by the Bleberan Village Government by carrying the concept of community-based tourism. This study aims to determine the management of community-based tourism in Bleberan Village and its impact on the dimensions of community life in Bleberan Village. The research approach used is qualitative with a case study method. Data collection methods include participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. Determination of informants using purposive sampling and snowball sampling techniques. Data analysis uses an interactive data analysis model. Data validity uses source triangulation. Based on the results of the research that has been carried out, it was concluded that the management of community-based tourism in Bleberan Village has been running quite well by referring to aspects of tourism management (attraction, accessibility, amenities, ancillary), principles of tourism development (social, economic, cultural, environmental, and political principles), and promotional efforts made. However, there are still many shortcomings, namely in facilities and infrastructure and facilities such as damaged road signs, the absence of vehicle rentals for tourists. Bleberan Tourism Village has also not collaborated with travel agents, and many souvenir craftsmen have not resumed production. Promotion efforts have not been intensified again. Efforts and support from various parties are needed, especially stakeholders, so that sustainable impacts are created in aspects of community life, namely in the social, economic, cultural, environmental, and political dimensions.
Analisis Hubungan Modal Sosial dengan Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Embung Setumpeng, Kabupaten Karanganyar Sukarno, Lingga Harzaldi; Sugihardjo, Sugihardjo; Wibowo, Agung
Journal of Tourism and Creativity Vol. 7 No. 1 (2023): Teknologi Informasi Pariwisata
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v7i1.38176

Abstract

Embung Setumpeng tourism village that located in Mojogedang Regency, Karanganyar Districts is one of community development program that managed by pokdarwis independently. Tourism village development require participation and support from social capital as their main strength. This research goals are to getting know about social capital level, participation level, and the relation between social capital with society participation in developing Embung Setumpeng Tourism Village. This research used quantitative method and the location was selected purposively in Embung Setumpeng Tourism Village, Mojogedang Regency, Karanganyar Districts. Sampling method that used on this research was saturated sampling which all population became the sample. Rank Spearman was used to analyze the data by program IBM SPSS Statistics 25. This research result that high social capital level found on norms, partnership, reciprocity, responsibility, and tolerance. High participation level found on implementation, monitoring and evaluation, also result utilization. Rank Spearman analysis by trust level 95% (α=0,05) found there’s significant relation between trust, norms, relationship, partnership, responsibility, and tolerance with participation level on developing Embung Setumpeng Tourism Village.