Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENYULUHAN PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 DI PANTI ASUHAN BAITUL ARIEF KOTA BANDUNG Ida Lisni; Entris Sutrisno; Dewi Mardiyah; Suherdin Suherdin; Desi Trisiani
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.861 KB) | DOI: 10.33759/asta.v1i1.121

Abstract

The virus that causes COVID-19 is mainly transmitted through the droplets that are produced when an infected person coughs, sneezes, or exhales. We can be infected when we breathe the air containing the virus, we are too close to people who are already infected with COVID-19. Therefore, it is necessary to conduct outreach to the public regarding health protocols to prevent and control the transmission of covid-19. The Baitul Arief Orphanage, which is located in the middle of the city and a densely populated area, has 85 foster children who have activities both from foster children and activities from guests and donors who come and go. To prevent foster children from contracting COVID-19 by changing their lifestyle in accordance with government regulations, it is necessary to conduct Health Protocol Covid-19 Prevention and Control Counseling. The methods of implementing these activities include location surveys, presenting initiatives, implementing Covid-19 Health Protocol counseling, handing over hand washing equipment from the UBK community service team, 6-step hand washing practice with soap for, ordering the covid task force at an orphanage, and evaluation. Activities are documented and published through social media and mass media and journals. The results of education and evaluation of written tests increase children's knowledge and understanding as prevention and control of Covid-19. The lowest average score for foster children with elementary education level and the highest score for foster children with tertiary education. The existence of the Covid-19 Task Force in the form of an orphanage contributes to changes in behavior and builds self-awareness for foster children at the Baitul Arief orphanage in Bandung City.
Rehabilitasi Pasca Covid-19 Menjadi Kunci Untuk Meningkatkan Kesehatan Pada Masyarakat Sekar Wulan Apriliasari; Raihany Sholihatul; Ida Lisni; Aulia Nurfazri Istiqomah; Wahyu Wahdana
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.656 KB) | DOI: 10.33759/asta.v2i1.197

Abstract

The pandemic due to Covid-19 can cause problems in Indonesia, especially on health problems that are mostly experienced by people who located in the Sukarindik Village area, Tasikmalaya City. Therefore, in order to solve the problem that occurred in Sukarindik Village, Tasikmalaya, carried out the 2021 Thematic PPM KKN activity program through post-Covid-19 physical rehabilitation measures in the form of breathing exercises, relaxation, exercise, exercise and jogging. The implementation of these activities is carried out online with the method of implementing webinar activities using the Zoom application. The results showed that the people of Sukarindik Village would carry out regular exercise every week to maintain physical fitness, improve heart and lung function. In conclusion, education related to post-covid-19 physical rehabilitation for the community is important. Because it can accelerate the healing of symptoms exposed to COVID-19, improve the quality of daily activities and improve health in the Sukarndik Village Community.
KAJIAN KERASIONALAN PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI SALAH SATU PUSKESMAS KOTA BANDUNG Ida Lisni; Yeni Nurisma Oktavia; Deni Iskandar
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.006 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v11i1.695

Abstract

Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama, tidak dideteksi sejak dini dan tidak menerima pengobatan yang memadai dapat menimbulkan beberapa gangguan seperti kerusakan pada ginjal, penyakit jantung koroner dan stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis obat antihipertensi yang diresepkan pada pasien hipertensi dan kerasionalan peresepan obat antihipertensi berdasarkan tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis. Penelitian ini menggunakan metode observatif non ekperimental dengan penyajian data secara deskriptif dan menggunakan data retrospektif, dianalisa secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan standar penggunaan obat mutakhir. Data diambil dari resep elektronik dan data register pasien hipertensi pada periode Desember 2018 sampai dengan Februari 2019 pada salah satu puskesmas di kota Bandung. Jumlah resep yang diperoleh adalah 119 resep. Obat antihipertensi yang diresepkan adalah amlodipin (98,32%), kaptopril (0,84%), kombinasi amlodipine-kaptopril (0,84%). Analisis terhadap kerasionalan penulisan resep pada pasien hipertensi diperoleh tepat indikasi (100%), tepat obat (100%,) tepat pasien (100%), dan tepat dosis (99,16%). Perlu ditingkatkan pengkajian ketepatan dosis agar pasien menerima terapi obat antihipertensi yang rasional.
PROFIL ANTIBIOTIK UNTUK PENGOBATAN PASIEN COVID-19 DI SUATU RUMAH SAKIT DI BANDUNG Ida Lisni; Devi Mujianti; Ani Anggriani
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i2.1196

Abstract

Coronavirus disease (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-Cov2. Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menyatakan penyakit ini sebagai pandemi, dan skala penyebaran penyakit terjadi secara global di seluruh dunia. Dalam penatalaksanaan pasien Covid-19 menggunakan terapi antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran terapi antibiotik pada pasien Covid-19. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dilakukan secara retrospektif melalui data Kartu Obat Pasien (KOP) 157 pasien dengan diagnosis Covid-19 yang menerima terapi antibiotik selama periode Januari sampai Maret 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik azitromisin yang terbanyak digunakan (40,42%), pemberian kombinasi antibiotik terbanyak yaitu kombinasi azitromisin dan ceftriakson (28,03%), semua pasien menerima antibiotik dengan dosis dan lama terapi yang sesuai. Ditemukan potensi interaksi obat tipe farmakodinamik dengan tingkat keparahan sedang pada penggunaan antibiotik, interaksi obat azitromisin-remdesivir (30,57%), azitromisin-ondansetron (5,73%), dan azitromisin-levofloksasin (38,04%). Perlu peningkatan peran apoteker rumah sakit dalam pemantauan terhadap terapi obat pasien Covid-19 untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.Kata kunci: antibiotik, azitromisin, pengobatan Covid-19
Penyuluhan Penggunaan Dan Penyimpanan Vitamin C Kepada Pkk Rw 02 Dan 09 Kecamatan Panyileukan Bandung Ani Anggriani; Ade Tika H; Siti Saidah; Winasih Rachmawati; Ida Lisni; Amida Sriwianti
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v2i2.226

Abstract

Vitamin C has a very important role related to various processes that occur in the body, especially during the Covid-19 pandemic that has hit all countries in the world for 2 years, this vitamin is much sought after. Vitamin C plays a role in maintaining and making the body's immune system work more optimally, helping the process of forming protein, collagen, and helping to increase iron absorption in the body. The occurrence of panic buying in the community with the stockpiling of vitamin C products which has an impact on the high price of the vitamin, so that the vitamin is in short supply. In fact, you can get vitamin C by consuming foods that contain vitamin C. With the rampant accumulation of vitamin C with storage for too long it will affect the levels of vitamin C itself, and excessive consumption of vitamin C will have a bad impact on the body. For this reason, so that people understand the importance of using Vitamin C correctly and how to store Vitamin C, community service is carried out which will be provided through counseling to PKK cadres RW 02 and RW 09 Panyileukan Bandung. The method used is to conduct an offline webinar to related PKK cadres on the use and storage of vitamin C with speakers from the lecturers of the pharmacy faculty.
Potensi Interaksi Obat Pada Peresepan Antibiotik Pasien Rawat Jalan Di Suatu Rumah Sakit Di Kota Bandung Ida Lisni; Shofia Hani Latifah; Ani Anggriani
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2511

Abstract

Antibiotik adalah obat yang paling umum digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan, dan harus digunakan secara rasional untuk memberikan efek yang optimal. Penggunaan antibiotik yang berlebihan meningkatkan kemungkinan penggunaan yang tidak rasional dan mempengaruhi mortalitas, biaya, timbulnya efek samping obat, resistensi obat, dan interaksi obat. Interaksi obat adalah perubahan efek obat yang disebabkan oleh dosis atau pemberian bersama obat yang dapat menyebabkan perubahan kerja obat atau toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat dalam peresepan antibiotik, klasifikasi interaksi obat, dan tingkat keparahan interaksi obat. Metodologi pada penelitian ini yaitu observasional deskriptif noneksperimental, pengambilan data resep pasien. Kriteria obat yang digunakan pada penelitian ini adalah obat golongan antibiotik yang diresepkan untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit periode Januari-Maret 2022. Pengolahan data menggunakan software microsoft exel, untuk analisis interaksi menggunakan Drugbank dan Drugs.com. Hasil dari penelitian sebanyak 277 resep, resep yang berpotensi interaksi obat-obat (7,57%). Interaksi obat yang terjadi yaitu interaksi dengan tingkat minor (1,80%), tingkat keparahan moderat (5,05%), dan tingkat keparahan mayor (0,72%), mekanisme interaksi yang terjadi farmakodinamik (6,49%) sedangkan farmakokinetik (1,09%). Perlu peningkatan peran apoteker dalam pengkajian resep untuk mencegah risiko interaksi obat
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN ANTIBIOTIK PASIEN RAWAT JALAN DI SUATU RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG Ida Lisni; Shofia Hani Latifah
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2536

Abstract

Antibiotik adalah obat yang paling umum digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan, dan harus digunakan secara rasional untuk memberikan efek yang optimal. Penggunaan antibiotik yang berlebihan meningkatkan kemungkinan penggunaan yang tidak rasional dan mempengaruhi mortalitas, biaya, timbulnya efek samping obat, resistensi obat, dan interaksi obat. Interaksi obat adalah perubahan efek obat yang disebabkan oleh dosis atau pemberian bersama obat yang dapat menyebabkan perubahan kerja obat atau toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat dalam peresepan antibiotik, klasifikasi interaksi obat, dan tingkat keparahan interaksi obat. Metodologi pada penelitian ini yaitu observasional deskriptif noneksperimental, pengambilan data resep pasien. Kriteria obat yang digunakan pada penelitian ini adalah obat golongan antibiotik yang diresepkan untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit periode Januari-Maret 2022. Pengolahan data menggunakan software microsoft exel, untuk analisis interaksi menggunakan Drugbank dan Drugs.com. Hasil dari penelitian sebanyak 277 resep, resep yang berpotensi interaksi obat-obat (7,57%). Interaksi obat yang terjadi yaitu interaksi dengan tingkat minor (1,80%), tingkat keparahan moderat (5,05%), dan tingkat keparahan mayor(0,72%), mekanisme interaksi yang terjadi farmakodinamik (6,49%) sedangkan farmakokinetik (1,09%). Perlu peningkatan peran apoteker dalam pengkajian resep untuk mencegah risiko interaksi obat..
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Salah Satu Rumah Sakit Kota Bandung Nita Selifiana; Dini Irwanti; Ida Lisni
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13209

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang sering terjadi hampir diseluruh negara, terutama di negara berkembang, Di Indonesia angka kejadian ISK mencapai 90-100 dari 100.000 penduduk per tahunnya. Antibiotik merupakan terapi utama ISK. ISK ini adalah salah satu kontributor resistensi antibiotik di dunia karena nilai proporsinya yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola dan ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISK.  Metode penelitian ini secara observasional dan bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medis dan SIMRS pasien ISK rawat jalan di salah satu Rumah Sakit Kota Bandung periode Januari – Desember 2021 sebanyak 154 data. Analisis ketepatan penggunaan antibiotik dilakukan secara kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan pasien ISK lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki yaitu sebanyak 101 pasien (65.58%) dan lebih banyak terjadi pada rentang usia 36-45 tahun sebanyak 33 pasien (21.43 %). Terapi antibiotik yang sering diberikan yaitu Ciprofloxacin 65 pasien (42.21%), Cefixime 47 pasien (30.52%), Asam Pipemidat 18 pasien (11.69%). Analisis ketepatan   penggunaan antibiotik terdapat tepat indikasi (100%), tepat obat (96.10%), tepat dosis (79.22%), tepat frekuensi (93.51%) dan tepat durasi (70.13%).
ANALISIS MASALAH TERKAIT OBAT PADA PASIEN LANJUT USIA PENDERITA OSTEOARTRITIS DI POLI ORTOPEDI DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI BANDUNG Ani Anggriani; Ida Lisni; Dede Siti Rahmah Faujiah
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v4i2.61

Abstract

ABSTRAK Osteoartritis (OA) adalah penyakit nyeri sendi yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab kecacatan, terutama pada usia lanjut. Masalah medis yang kompleks yang umumnya ditemui pada pasien lanjut usia, menyebabkan golongan usia ini rentan terhadap timbulnya masalah-masalah yang berkaitan dengan obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menilai kejadian masalah terkait obat pada pasien lanjut usia penderita osteoartritis. Penelitian ini bersifat deskriptif, meliputi penetapan kriteria pasien, penetapan kriteria obat, kriteria penggunaan obat, pengumpulan data dari rekam medik secara retrospektif, dan analisa data. Hasil penelitian ditemukan jumlah pasien osteoartritis adalah 34 pasien, pasien terbanyak adalah perempuan sebesar 70.6 %. Jumlah pasien berdasarkan penggunaan obat terbanyak adalah golongan NSAID yaitu natrium diklofenak sebanyak 58.8 %. Masalah terkait obat yang terjadi adalah adanya potensi interaksi obat antara obat golongan NSAID (Diklofenak, AsamMefenamat) terhadap obat golongan H-2 bloker (Ranitidin) yaitu 11.7%. Kata kunci : Masalah Terkait Obat, Lanjut Usia, Osteoartritis ABSTRACT Osteoarthritis (OA) is a disease of joint pain is most commonly found and the cause of disability, especially in the elderly. Complex medical problems commonly seen in elderly patients, causing this age group is vulnerable to the onset of the problems related to drugs use (Drug Related Problems) which may affect the outcome of therapy. The purpose of this study is to identify and assess the incidence of Drug Related Problems in elderly patients of osteoarthritis. The study was descriptive, covering the establishment of criteria for patients, criteria of drugs, drug use criteria, collecting data from medical records retrospectively, and data analysis. The research found the number of patients with osteoarthritis is 34, women 70.6%. The number of patients is based on the use of drugs is the highest class of NSAIDs is diclofenac sodium as much as 58.8%. DRPs is happening is the potential for drug interactions between drugs known as NSAIDs (Diclofenac, Mefenamic Acid) to the class of drugs H-2 blockers (Ranitidine) is 11.7%. Keywords    : Drug related problems (DRPs), the elderly, osteoarthritis
Kajian penggunaan obat misoprostol sebagai off-label pada pelaksanaan persalinan di Klinik Utama Al-Islam Bandung Ani Anggriani; Ida Lisni; Wildan Muttaqien
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v7i2.161

Abstract

Abstrak Misoprostol sebagai off-label sering digunakan dalam tindakan persalinan baik untuk induksi persalinan maupun untuk pencegahan perdarahan pasca persalinan. Perdarahan pasca persalinan merupakan peyebab terbanyak pada kasus kematian akibat persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketepatan penggunaan obat misoprostol sebagai off-label berdasarkan kriteria penggunaan medis dan ketepatan dosis yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian observasional data rekam medis pasien yang dilakukan secara retrospektif di Klinik Utama Al-Islam Bandung. Penelitian dilakukan terhadap 87 data rekam medik pasien selama periode bulan Januari-Desember 2016. Hasil menunjukkan bahwa 100% penggunaan misoprostol sebagai off-label sesuai dengan kriteria penggunaan medis dan tepat dosis. Terdapat 64% dari total pasien yang diberikan misoprostol dengan total dosis sebesar 800 μg. Kata kunci: Misoprostol, Off-Label, Persalinan  Abstract As off-label misoprostol is the most used in labor either for labor induction or for prevention of postpartum hemorrhage. Postnatal bleeding is the most common cause of death due to childbirth. The purpose of this research is to identify the accuracy of misoprostol used as off-label based on the criteria of medication and the dose accuration for the patient. An observational retrospective research on medical record data of patients at Al-Islam Main Clinic Bandung. During 2016 had 87 patient's data from January to December was obtained. The results showed that 100% of misoprostol is used as off-label following the criteria of medication and dose accuration. Therefore 64% of total patients had given misoprostol for 800 μg each. Keywords: Labor, Misoprostol, Off-Label