Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Kajian KELENGKAPAN RESEP SECARA ADMINISTRATIF OBAT GOLONGAN ANTIHISTAMIN DI SALAH SATU APOTEK SWASTA DI KABUPATEN SUMEDANG Ida Lisni
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2021): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v10i2.64

Abstract

Antihistamin merupakan suatu zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin dengan jalan memblokir reseptor histamin. antihistamin memiliki efek samping khas yaitu efek sedasi mulai dari efek tinggi hingga tidak ada efek sama sekali. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan resep secara administratif obat golongan antihistamin di salah satu Apotek swasta di Kabupaten Sumedang pada periode Mei 2021. Penelitian ini bersifat deskriftif kuantitatif dengan menggunakan sumber data yang berasal dari resep pasien yang diambil secara retrospektif. Resep yang dikaji sebanyak 102 lembar. Hasil data kuantitatif kajian administratif resep didapat hasil untuk tanggal penulisan resep 100%, identitas dokter yang terdiri dari nama 100%, nomor SIP 100%, alamat 100% dan paraf 100%. Untuk identitas pasien didapatkan hasil yaitu nama 100%, alamat 100%, jenis kelamin 100%, usia 34,32%, berat badan 0%. Untuk prevalensi pengunaan obat antihstamin didapat hasil sebanyak 52,95% pengguna berjenis kelamin perempuan, sebanyak 9,80% berusia <5 tahun dari total resep yang mencantumkan usia dan obat yang paling banyak digunakan yaitu obat dengan kandungan cetirizin 6
Kajian Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Di Salah Satu Rumah Sakit Swasta Di Bandung Ani Anggriani; Ida Lisni; Kusnandar Kusnandar
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.9 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3061

Abstract

Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan ancaman global bagi kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik. Resistensi antibiotik dan infeksi nosokomial lebih banyak terjadi di ruang Intensive care unit (ICU). Faktor peningkatan resistensi antibiotik di ruang ICU meliputi penggunaan obat antibiotik dengan spektrum yang luas, kemudahan terjadinya cross-transmission, dan gangguan pertahanan tubuh pasien yang dirawat di ruang ICU. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menilai penggunaan antibiotik pada pasien yang dirawat di ICU di salah satu RS swasta di Bandung. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dan konkuren, dan penyajian data secara deskriptif meliputi data hasil analisis kuantitatif yaitu berdasarkan jenis kelamin, usia, diagnosa, penggunaan obat antibiotik dan data analisis kualitatif yaitu berdasarkan indikasi, dosis pemberian, interval waktu pemberian, lama waktu pemberian, kombinasi, dan interaksi obat. Analisis kuantitatif penggunaan antibiotik berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, tidak ada perbedaan secara bermakna, berdasarkan usia paling banyak usia 65 tahun ke atas, berdasarkan diagnosa terbanyak adalah gastroenteritis akut dan stroke infark, sedangkan antibiotik paling banyak digunakan di ruang ICU adalah antibiotik seftriakson. Analisis kualitatif dinilai kesesuaian penggunaan antibiotik berdasarkan indikasi penyakit 100%, berdasarkan dosis pemberian 100%, berdasarkan interval waktu pemberian antibiotik 92,31%, berdasarkan lama waktu pemberian antibiotik 92,31%, berdasarkan kombinasi sinergis terjadi pada penggunaan antibiotik seftriakson dengan meropenem, seftazidim dengan levofloxacin, dan metronidazol dengan levofloxacin masing-masing 7,69%. Berdasarkan interaksi, terjadi interaksi mayor pada obat deksametason dengan levofloksasin (7,69%) dan moderate pada obat seftriakson dengan furosemid (7,69%). Antibiotik seftriakson paling banyak digunakan di ruang ICU. Dari kajian rasionalitas diketahui adanya kesesuaian penggunaan antibiotik berdasarkan indikasi penyakit, dosis pemberian, interval waktu pemberian, lama waktu pemberian, dan penggunaan kombinasi antibiotik. Terjadi interaksi obat signifikan secara klinis.
OPTIMALISASI PERAN TENAGA TEKNIK KEFARMASIAN (TTK) PADA PELAKSANAAN SWAMEDIKASI VITAMIN SEBAGAI PENGUAT SISTEM IMUN DIMASA PANDEMI COVID-19 Ika Kurnia Sukmawati; Ida Lisni; Ni Nyoman Mas Dri Hartini; Akhmad Pryadi; Ed Yunisa
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.702 KB) | DOI: 10.33759/asta.v1i1.119

Abstract

Many people do self-medication to deal with complaints or symptoms of disease by buying drugs at a pharmacy or drug store. Such treatment needs to be carried out appropriately, so that people need clear information in determining the type and amount of drugs to be used rationally and how to use them properly. To be able to increase the understanding of Pharmaceutical Technical Workers in providing self-medicating vitamins as a booster for the immune system during the Covid 19 pandemic, community service was carried out by holding online webinars about vitamin giving material and its classification and characteristics of vitamins, as well as reminding about dosages, indications, side effects and the dangers of overuse of vitamins. In addition, an example video is provided for the provision of vitamin information to help technical understanding of pharmaceutical technical workers in providing drug information services to patients / the public. The webinar was held in two meetings, namely on 19 and 26 September 2020 with presenters being lecturers at the Faculty of Pharmacy, Bhakti Kencana University, to Pharmaceutical Engineering Workers who are members of the JABAR Indonesian Pharmacists Association (PAFI) organization. Community Service Activities through Webinars and screening of vitamin self-medication videos can increase understanding of Pharmaceutical Technical Staff in providing self-medicated vitamins as a booster for the immune system during the Covid 19 pandemic.
PENYULUHAN PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 DI PANTI ASUHAN BAITUL ARIEF KOTA BANDUNG Ida Lisni; Entris Sutrisno; Dewi Mardiyah; Suherdin Suherdin; Desi Trisiani
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.861 KB) | DOI: 10.33759/asta.v1i1.121

Abstract

The virus that causes COVID-19 is mainly transmitted through the droplets that are produced when an infected person coughs, sneezes, or exhales. We can be infected when we breathe the air containing the virus, we are too close to people who are already infected with COVID-19. Therefore, it is necessary to conduct outreach to the public regarding health protocols to prevent and control the transmission of covid-19. The Baitul Arief Orphanage, which is located in the middle of the city and a densely populated area, has 85 foster children who have activities both from foster children and activities from guests and donors who come and go. To prevent foster children from contracting COVID-19 by changing their lifestyle in accordance with government regulations, it is necessary to conduct Health Protocol Covid-19 Prevention and Control Counseling. The methods of implementing these activities include location surveys, presenting initiatives, implementing Covid-19 Health Protocol counseling, handing over hand washing equipment from the UBK community service team, 6-step hand washing practice with soap for, ordering the covid task force at an orphanage, and evaluation. Activities are documented and published through social media and mass media and journals. The results of education and evaluation of written tests increase children's knowledge and understanding as prevention and control of Covid-19. The lowest average score for foster children with elementary education level and the highest score for foster children with tertiary education. The existence of the Covid-19 Task Force in the form of an orphanage contributes to changes in behavior and builds self-awareness for foster children at the Baitul Arief orphanage in Bandung City.
Rehabilitasi Pasca Covid-19 Menjadi Kunci Untuk Meningkatkan Kesehatan Pada Masyarakat Sekar Wulan Apriliasari; Raihany Sholihatul; Ida Lisni; Aulia Nurfazri Istiqomah; Wahyu Wahdana
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.656 KB) | DOI: 10.33759/asta.v2i1.197

Abstract

The pandemic due to Covid-19 can cause problems in Indonesia, especially on health problems that are mostly experienced by people who located in the Sukarindik Village area, Tasikmalaya City. Therefore, in order to solve the problem that occurred in Sukarindik Village, Tasikmalaya, carried out the 2021 Thematic PPM KKN activity program through post-Covid-19 physical rehabilitation measures in the form of breathing exercises, relaxation, exercise, exercise and jogging. The implementation of these activities is carried out online with the method of implementing webinar activities using the Zoom application. The results showed that the people of Sukarindik Village would carry out regular exercise every week to maintain physical fitness, improve heart and lung function. In conclusion, education related to post-covid-19 physical rehabilitation for the community is important. Because it can accelerate the healing of symptoms exposed to COVID-19, improve the quality of daily activities and improve health in the Sukarndik Village Community.
KAJIAN KERASIONALAN PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI SALAH SATU PUSKESMAS KOTA BANDUNG Ida Lisni; Yeni Nurisma Oktavia; Deni Iskandar
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.006 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v11i1.695

Abstract

Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama, tidak dideteksi sejak dini dan tidak menerima pengobatan yang memadai dapat menimbulkan beberapa gangguan seperti kerusakan pada ginjal, penyakit jantung koroner dan stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis obat antihipertensi yang diresepkan pada pasien hipertensi dan kerasionalan peresepan obat antihipertensi berdasarkan tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis. Penelitian ini menggunakan metode observatif non ekperimental dengan penyajian data secara deskriptif dan menggunakan data retrospektif, dianalisa secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan standar penggunaan obat mutakhir. Data diambil dari resep elektronik dan data register pasien hipertensi pada periode Desember 2018 sampai dengan Februari 2019 pada salah satu puskesmas di kota Bandung. Jumlah resep yang diperoleh adalah 119 resep. Obat antihipertensi yang diresepkan adalah amlodipin (98,32%), kaptopril (0,84%), kombinasi amlodipine-kaptopril (0,84%). Analisis terhadap kerasionalan penulisan resep pada pasien hipertensi diperoleh tepat indikasi (100%), tepat obat (100%,) tepat pasien (100%), dan tepat dosis (99,16%). Perlu ditingkatkan pengkajian ketepatan dosis agar pasien menerima terapi obat antihipertensi yang rasional.
PROFIL ANTIBIOTIK UNTUK PENGOBATAN PASIEN COVID-19 DI SUATU RUMAH SAKIT DI BANDUNG Ida Lisni; Devi Mujianti; Ani Anggriani
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i2.1196

Abstract

Coronavirus disease (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-Cov2. Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menyatakan penyakit ini sebagai pandemi, dan skala penyebaran penyakit terjadi secara global di seluruh dunia. Dalam penatalaksanaan pasien Covid-19 menggunakan terapi antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran terapi antibiotik pada pasien Covid-19. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dilakukan secara retrospektif melalui data Kartu Obat Pasien (KOP) 157 pasien dengan diagnosis Covid-19 yang menerima terapi antibiotik selama periode Januari sampai Maret 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik azitromisin yang terbanyak digunakan (40,42%), pemberian kombinasi antibiotik terbanyak yaitu kombinasi azitromisin dan ceftriakson (28,03%), semua pasien menerima antibiotik dengan dosis dan lama terapi yang sesuai. Ditemukan potensi interaksi obat tipe farmakodinamik dengan tingkat keparahan sedang pada penggunaan antibiotik, interaksi obat azitromisin-remdesivir (30,57%), azitromisin-ondansetron (5,73%), dan azitromisin-levofloksasin (38,04%). Perlu peningkatan peran apoteker rumah sakit dalam pemantauan terhadap terapi obat pasien Covid-19 untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.Kata kunci: antibiotik, azitromisin, pengobatan Covid-19
Penyuluhan Penggunaan Dan Penyimpanan Vitamin C Kepada Pkk Rw 02 Dan 09 Kecamatan Panyileukan Bandung Ani Anggriani; Ade Tika H; Siti Saidah; Winasih Rachmawati; Ida Lisni; Amida Sriwianti
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v2i2.226

Abstract

Vitamin C has a very important role related to various processes that occur in the body, especially during the Covid-19 pandemic that has hit all countries in the world for 2 years, this vitamin is much sought after. Vitamin C plays a role in maintaining and making the body's immune system work more optimally, helping the process of forming protein, collagen, and helping to increase iron absorption in the body. The occurrence of panic buying in the community with the stockpiling of vitamin C products which has an impact on the high price of the vitamin, so that the vitamin is in short supply. In fact, you can get vitamin C by consuming foods that contain vitamin C. With the rampant accumulation of vitamin C with storage for too long it will affect the levels of vitamin C itself, and excessive consumption of vitamin C will have a bad impact on the body. For this reason, so that people understand the importance of using Vitamin C correctly and how to store Vitamin C, community service is carried out which will be provided through counseling to PKK cadres RW 02 and RW 09 Panyileukan Bandung. The method used is to conduct an offline webinar to related PKK cadres on the use and storage of vitamin C with speakers from the lecturers of the pharmacy faculty.
Potensi Interaksi Obat Pada Peresepan Antibiotik Pasien Rawat Jalan Di Suatu Rumah Sakit Di Kota Bandung Ida Lisni; Shofia Hani Latifah; Ani Anggriani
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2511

Abstract

Antibiotik adalah obat yang paling umum digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan, dan harus digunakan secara rasional untuk memberikan efek yang optimal. Penggunaan antibiotik yang berlebihan meningkatkan kemungkinan penggunaan yang tidak rasional dan mempengaruhi mortalitas, biaya, timbulnya efek samping obat, resistensi obat, dan interaksi obat. Interaksi obat adalah perubahan efek obat yang disebabkan oleh dosis atau pemberian bersama obat yang dapat menyebabkan perubahan kerja obat atau toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat dalam peresepan antibiotik, klasifikasi interaksi obat, dan tingkat keparahan interaksi obat. Metodologi pada penelitian ini yaitu observasional deskriptif noneksperimental, pengambilan data resep pasien. Kriteria obat yang digunakan pada penelitian ini adalah obat golongan antibiotik yang diresepkan untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit periode Januari-Maret 2022. Pengolahan data menggunakan software microsoft exel, untuk analisis interaksi menggunakan Drugbank dan Drugs.com. Hasil dari penelitian sebanyak 277 resep, resep yang berpotensi interaksi obat-obat (7,57%). Interaksi obat yang terjadi yaitu interaksi dengan tingkat minor (1,80%), tingkat keparahan moderat (5,05%), dan tingkat keparahan mayor (0,72%), mekanisme interaksi yang terjadi farmakodinamik (6,49%) sedangkan farmakokinetik (1,09%). Perlu peningkatan peran apoteker dalam pengkajian resep untuk mencegah risiko interaksi obat
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN ANTIBIOTIK PASIEN RAWAT JALAN DI SUATU RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG Ida Lisni; Shofia Hani Latifah
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2536

Abstract

Antibiotik adalah obat yang paling umum digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan, dan harus digunakan secara rasional untuk memberikan efek yang optimal. Penggunaan antibiotik yang berlebihan meningkatkan kemungkinan penggunaan yang tidak rasional dan mempengaruhi mortalitas, biaya, timbulnya efek samping obat, resistensi obat, dan interaksi obat. Interaksi obat adalah perubahan efek obat yang disebabkan oleh dosis atau pemberian bersama obat yang dapat menyebabkan perubahan kerja obat atau toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat dalam peresepan antibiotik, klasifikasi interaksi obat, dan tingkat keparahan interaksi obat. Metodologi pada penelitian ini yaitu observasional deskriptif noneksperimental, pengambilan data resep pasien. Kriteria obat yang digunakan pada penelitian ini adalah obat golongan antibiotik yang diresepkan untuk pasien rawat jalan di Rumah Sakit periode Januari-Maret 2022. Pengolahan data menggunakan software microsoft exel, untuk analisis interaksi menggunakan Drugbank dan Drugs.com. Hasil dari penelitian sebanyak 277 resep, resep yang berpotensi interaksi obat-obat (7,57%). Interaksi obat yang terjadi yaitu interaksi dengan tingkat minor (1,80%), tingkat keparahan moderat (5,05%), dan tingkat keparahan mayor(0,72%), mekanisme interaksi yang terjadi farmakodinamik (6,49%) sedangkan farmakokinetik (1,09%). Perlu peningkatan peran apoteker dalam pengkajian resep untuk mencegah risiko interaksi obat..